Langsung ke konten utama

Plastic Code Usage


Plastik bukanlah merupakan hal baru bagi kehidupan kita sehari- hari, plastik seakan sudah menjadi kebutuhan primer manusia. Teknologi yang berkembang, kebutuhan pangan pun semakin berkembang, dan hal ini mempengaruhi kepada teknik pengolahan, pengawetan, pengemasan dan distribusinya.

Plastik banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia, mulai dari keperluan rumah tangga hingga industri. Sebagai kemasan pangan, plastik digunakan mulai dari proses pengolahan pangan hingga pangan siap disantap. 
Penggunaan plastik sebagai pengemas pangan terutama karena keunggulannya dalam hal bentuknya yang fleksibel sehingga mudah mengikuti bentuk pangan yang dikemas; berbobot ringan; tidak mudah pecah; bersifat transparan/tembus pandang, mudah diberi label dan dibuat dalam aneka warna, dapat diproduksi secara massal, harga relatif murah dan terdapat berbagai jenis pilihan bahan dasar plastik. 


Walaupun plastik memiliki banyak keunggulan, terdapat pula kelemahan plastik bila digunakan sebagai kemasan pangan, yaitu jenis tertentu (misalnya PE, PP, PVC) tidak tahan panas, berpotensi melepaskan migran berbahaya yang berasal dari sisa monomer dari polimer dan plastik merupakan bahan yang sulit terbiodegradasi sehingga dapat mencemari lingkungan. Secara garis besar terdapat dua macam plastik, yaitu resin termoplastik dan resin termoset. Resin termoplastik mempunyai sifat dapat diubah bentuknya jika dipanaskan, sedangkan resin termoset hanya dapat dibentuk satu kali saja.

Beberapa nama plastik yang umum digunakan adalah HDPE (High Density Polyethylene), LDPE ( Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), PVC (Polyvinyl chloride), PS (Polystryrene), dan PC (Polycarbonate). PE (Polyethylene) dan PP mempunyai banyak kesamaan dan sering disebut sebagai polyolefin. 

Nah, menggunakan suatu produk harus membuat kita cerda dalam memahami produk tersebut sehingga kita tau apa dampak negatif dan apa dampak positifnya. Lebih dari itu pula, kita juga bisa mengontrol dampak negatif dengan mengetahui terlebih dahulu mengenai produk yang kita gunakan. Jika kita membeli suatu produk yang bahannya dari plastik seperti botol-botol baik itu botol minuman, botol racun, botol obat-obatan, galon air, apakah kamu pernah melihat kode nomor dalam segitiga di bawah botol tersebut?

Jika tidak pernah memperhatikannya, coba mulai perhatikan dan pelajari arti dari botol tersebut.
Dibawah ini saya akan menjelaskan kode plastik dan bagaimana cara penggunaannya sehingga kita bisa lebih teliti dan hati- hati dalam penggunaaan produk yang menggunakan bahan dasar plastik.





Jenis Plastik : PET, PETE (Polyethylene Terephthalate)

Keterangan :

  1. Bersifat jernih dan transparan, kuat, tahan pelarut, kedap gas dan air, melunak pada suhu 80°C.
  2. Biasanya digunakan untuk botol minuman, minyak goreng, kecap, sambal, obat.
  3. Tidak untuk air hangat apalagi panas.
  4. Untuk jenis ini, disarankan hanya untuk satu kali penggunaan dan tidak untuk mewadahi pangan dengan suhu >60°C.



Jenis Plastik : HDPE (High Density Polyethylene)

Keterangan :
  1. Bersifat keras hingga semifleksibel, tahan terhadap bahan kimia dan kelembaban, dapat ditembus gas, permukaan berlilin, buram, mudah diwarnai, diproses dan dibentuk, melunak pada suhu 75°C.
  2. Biasanya digunakan untuk botol susu, cair, jus, minuman, wadah es krim, kantong belanja, obat, tutup plastik.
  3. Disarankan hanya untuk satu kali penggunaan karena jika digunakan berulang kali dikhawatirkan bahan penyusunnya lebih mudah bermigrasi ke dalam pangan.



Jenis Plastik : PVC (Polyvinyl Chloride)

Keterangan :
  1. Plastik ini sulit di daur ulang
  2. Bersifat lebih tahan terhadap senyawa kimia
  3. Biasansya digunakan untuk botol kecap, botol sambal, baki, plastik pembungkus
  4. Plastik jenis ini sebaiknya tidak untuk mewadahi pangan yang mengandung lemak/minyak, alkohol, dan dalam kondisi panas.



Jenis Plastik : LDPE (Low Density Polyethylene)

Keterangan :
  1. Bahan mudah diproses, kuat, fleksibel, kedap air, tidak jernih tetapi tembus cahaya, melunak pada suhu 70°C
  2. Biasanya digunakan untuk botol madu, wadah yogurt, kantong kresek, plastik tipis
  3. Plastik ini sebaiknya tidak digunakan kontak langsung dengan pangan


Jenis Plastik : PP (Polypropylene)

Keterangan :
  1. Ciri- ciri plastik jenis ini biasanya transparan tetapi tidak jernih atau berawan, keras tetapi flesibel, kuat, permukaan berlilin, tahan terhadap bahan kimia, panas dan minyak, melunak pada suhu 140°C
  2. Merupakan pilihan bahan plastik yang baik untuk kemasan pangan, tempat obat, botol susu, sedotan.



Jenis Plastik : PS (Polystyrene)

Keterangan :
  1. Terdapat dua macam PS, yaitu yang kaku dan lunak/ berbentuk foam
  2. PS yang kaku biasanya jernih seperti kaca, kaku, getas, mudah terpengaruh lemak dan pelarut (seperti alkohol), mudah dibentuk, melunak pada suhu 95°C. Contoh: wadah plastik bening berbentuk kotak untuk wadah makanan.
  3. PS yang lunak berbentuk seperti busa, biasanya berwarna putih, lunak, getas, mudah terpengaruh lemak dan pelarut lain (seperti alkohol). Bahan ini dapat melepaskan styrene jika kontak dengan pangan. Contohnya yang sudah sangat terkenal  Styrofoam.
  4. Biasanya digunakan sebagai wadah makanan atau minuman sekali pakai, wadah CD. karton wadah telur, dll.
  5. Kemasan Styrofoam sebaiknya tidak digunakan dalam microwave.
  6. Kemasan Styrofoam yang rusak/ berubah bentuk sebaiknya tidak digunakan untuk mewadahi makanan berlemak/ berminyak terutama dalam keadaan panas.



Jenis Plastik : Other (Digunakan untuk jenis plastik selain pada nomor 1-6, termasuk Polycarbonat, bi-based plastic, co-polyester, acrylic, polyamide dan campuran plastik)

Keterangan :
  1. Bersifat keras, jenih dan secara termal sangat stabil
  2. Bahan Polycarbonat dapat melepaskan Bisphenol-A (BPA) ke dalam pangan, yang dapat merusak sistem hormon.
  3. Biasanya digunakan untuk galon air minum, botol susu, peralatan makan bayi.
  4. Untuk mensterilkan botol susu, sebaiknya direndam saja dalam air mendidih dan tidak direbus.
  5. Botol yang sudah retak sebaiknya tidak digunakan lagi.
  6. Pilih galon air minum yang jernih, dan hindari yang berwarna tua atau hijau.
Jenis Plastik : Melamin

Keterangan :
  1. Termasuk dalam golongan plastik termoset atau plastik yang tidak dapat di daur ulang.
  2. Bersifat keras, kuat, mudah diwarnai, bebas rasa dan bau, tahan terhadap pelarut dan noda, kurang tahan terhadap asam dan alkali.
  3. Terbuat dari resin (bahan pembuat plastik) dan formaldehid atau formalin. Kandungan formalin pada melamin dapat bermigrasi ke dalam pangan, terutama jika produk pangan dalam keadaan panas, asam dan mengandung minyak.
  4. Biasanya digunakan sebagai peralatan makan, misalnya piring, cangkir, sendok, garpu, sendok nasi, dll.
  5. Melamin yang tidak memenuhi syarat *) sebaiknya tidak digunakan untuk mewadahi pangan yang berair, mengandung asam, terlebih dalam kondisi panas.




Semoga Bermanfaat :)









Fransisca Bintang Theresia Nainggolan

Postingan populer dari blog ini

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB V Kesimpulan Dan Saran - Karya Tulis Ilmiah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1Kesimpulan Dari hasil penelitian hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang Keperawanan di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru, dapat disimpulkan : 5.1.1Dari 86 responden sebagian besar remaja pria mempunyai pengetahuan rendah, yaitu sebanyak 44 orang (51,2%).

Natal Mudika - ^Mc Dadakan^

Pertama- tama mohon dimaafkan untuk keterlambatan nge-post nya ^_^ Jangan ditanya lagi karna sudah pasti alasannya faktor libur. Sebenarnya bukan alasan, tapi lebih baik mengatakan itu menjadi alasan daripada tidak ada alasan sama sekali, hehehe ...
Sedikit share nih tentang pengalaman Nge-Mc ... Kayaknya nggak sedikit deh, karna bagi pengunjung setiaku pasti mengerti bagaimana panjangnya postinganku. Tapi walaupun postingan selalu panjang, please jangan pernah ada kata- kata bosan untuk membacanya. Lagian yang buat panjang bukan kalimatnya melainkan foto-fotonya.  Baiklah tidak perlu diperdebatkan karna tetap saja kebiasaan itu tidak akan berubah.