Langsung ke konten utama

Bulan Diantara Bintang & Gadis Kecil



Hai Bulan …
Ternyata kau masih disana, aku berpikir kau sudah meninggalkan aku.
Kemarin aku mencarimu tapi sepertinya awan tebal menutupimu sepanjang malam.
Aku dan seluruh teman- teman lainnya berusaha untuk meningkatkan pencahayaan sekedar memaksamu bercahaya lebih terang dari pada kami,
Hanya saja mereka terlihat lelah dan aku meminta mereka untuk berhenti.

Aku hanya ingin kau mengartikan pencahayaanku,
Aku sedang tidak baik.
Bisakah malam ini aku mengatakannya?

Seminggu yang lalu aku melihat seorang anak gadis menangis di tengah hutan.
Aku tidak melihat siapapun menyakitinya,
Baik manusia ataupun hewan disekitar hutan tersebut.
Dia kelihatan baik- baik saja, tapi dia tertunduk menghadap tanah.
Sesaat aku memikirkan bahwa dia hanya tertidur,
Atau mungkin dia sudah meninggal.

Aku tidak bisa menggapainya hanya sekedar ingin melihat wajahnya,
Kau tau bahwa aku hanya bisa dirasakan dengan perasaan.
Tapi berselang waktu dia menyandarkan tubuhnya di atas tanah dan melihat kelangit,
Disitulah aku tersadar bahwa dia menangis.
Matanya sudah membengkak dan hidungnya memerah seperti tomat yang siap dimasak,
Sepertinya dia sudah lama menangis.

Sesaat aku menangkap tubuhnya tersentak,
Ternyata tenggorokannya memberi tenaga keseluruh tubuh,
Dia sudah tersendak, tenaganya sudah habis.
Aku ingin menunjukkan diri kepadanya dan berbicara dengannya,
Tapi saat itu adalah giliran matahari dan aku tidak berhak mengambil keistimewaannya,
Toh tidak akan ada yang memperhatikan aku di tengah sinar suryanya yang megah.
Aku khawatir kehilangan gadis itu jika harus menunggu malam datang,
Dan aku juga tidak ingin dia berada di tengah hutan disaat malam hari.

Perhatianku selalu tertuju kepada dia,
Sejam berlalu dan dia pergi dengan menyeret langkahnya menggesek dedaunan di atas tanah,
Terdengar jelas ditelingaku bahwa tenaganya hanya tersisa di kaki.
Aku sudah kehilangan dia.
Seandainya saja 24 jam adalah milikku, mungkin aku akan memiliki banyak teman.
Tapi mereka sudah tertidur pulas saat aku ingin bercerita dengan mereka.
Ya sudahlah….

Bulan …
Jangan berpaling dariku karena belum sampai disitu.
Anak gadis itu kembali lagi ke tempat yang sama di saat matahari akan terbenam.
Ada apa dengannya?
Sangat berbahaya untuk gadis kecil seperti dia berada di tengah hutan disaat malam gelap,
Binatang liar bisa menghabiskannya seketika dan dia tidak akan melihat matahari terbit keesokannya,
Mungkin binatang liar akan memakannya saat dia tertidur pulas,
Dia tidak akan merasakan sakit apapun dan tidak sadar bahwa dia juga sudah selesai di bumi ini.

Tapi dugaanku salah …
Malam itu aku mendekatinya, aku ingin memberikan dia cahaya yang indah agar dia tidak merasa takut
Mungkin aku akan bercerita dengannya jika dia menyapaku dahulu,
Aku sangat malu memulai pertemanan dan aku tidak menyukai penolakan.

Dia tertidur diatas tanah dan melihatku, bahkan dia tersenyum manis padaku.
“Kau memperhatikanku ?”

Dia bukan gadis yang akan merajak dewasa, dia adalah gadis kecil yang akan meranjak remaja. Pita suaranya belum bertumbuh matang dan samar- samar masih menyimpan keindahan suara dari balita.

“Ya … aku memperhatikan segalanya dan aku melihatmu juga”

Aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya kepadanya dan aku juga tidak berbohong.
Dia tersenyum dan menggerogoh celananya yang berbahan katun, dia mengeluarkan tomat dan menggosok- gosok ke bajunya.

Dengan jemari mungil itu, dia menekan buah tomat yang berukuran 2 kali lipat lebih besar dari genggamannya ke mulutnya.
Dia melahap buah tomat itu dengan nikmat.
Mulutnya terlihat penuh padahal hanya sedikit gigitan yang masuk kemulutnya.

“Kenapa kau berada disini”

Masih sambil mengunyah, dia melihatku dan menyeka mulutnya dengan baju lengan panjangnya, air tomat menetes indah di pipinya.

“Aku sudah disini dari 2 hari yang lalu”

“Sungguh? Aku baru saja melihatmu siang ini dan menangis kemudian kau pergi dan kembali lagi kemari? Dimana keluargamu? Pulanglah… berbahaya untuk gadis sekecilmu berada di tengah hutan”

Dia berdiri tegak dan berjalan kearah pohon besar di dekatnya,
Di sandarkan bahunya di pohon itu dan di rentangkan kakinya selebar mungkin.

“Kau mau mendekat sedikit lagi? Aku akan bercerita tapi leherku akan sangat sakit jika terus memandangmu ke atas”

Aku tersenyum dan menyelaraskan rotasi pencahayaanku agar searah dengan pandangan matanya, tidak dekat dan masih dalam jarak jutaan mil, setidaknya dia tidak harus mendongak ke atas hanya ingin melihatku.

“Ayah, ibuku, paman serta 2 keponakanku ada disana (Dia menunjuk ke arah selatan dan menggigit kembali tomatnya) Mereka tidak menyukaiku, mereka pergi berpesta dan tidak mengajakku. Kata mereka aku masih terlalu kecil padahal keponakanku yang berumur 4 tahun mereka ajak sedangkan aku lebih tua 1 tahun dibandingkan dia”

“Pesta apa di tengah hutan?”

“Entahlah… menurutku ini memang tempat pesta yang menyenangkan, aku bahkan tidak pernah melihat tanaman- tanaman indah dan hewan-hewan lucu seperti disini. Di negaraku, semua hanya gedung, kepalaku bahkan sering terbentur di gedung- gedung”

“Lalu?”

“2 hari yang lalu, ibu bilang kami akan pergi ke sebuah pesta, ibu bilang tanteku akan menikah dan akan ada pesta dengan makanan enak disana. Kami berangkat dengan penerbangan di malam hari.”

Dia menghentikan ceritanya sesaat dan menggigit kembali buah tomatnya. Dia terlihat menekukkan kedua kaki kearah dadanya dan menyelipkan tangannya kedalam lengan bajunya, sepertinya dia kedinginan. Ketika dia akan bercerita kembali, aku menghilang sesaat dan memohon kepada matahari agar dia menyelinap sedikit saja kearah hutan untuk menghangatkan hutan itu. Dia sangat berbaik hati membantuku dan aku kembali ke anak itu.

“Terimakasih”

Aku senang sekali bulan… dia tersenyum manis sangat mengatakannya kepadaku, dia mengerti akan usahaku untuknya. Dia merentangkan kembali kakinya dan mengeluarkan jemari tangannya dan buah tomat yang bahkan belum berkurang setengah dari ukuran aslinya.

“Kemudian dini hari ibu membawaku ketempat ini, aku tersadar dari tidur ketika ibu membaringkan tubuhku diatas tanah. Ibu terlihat sangat panik melihatku terbangun, mungkin karena itu wajah ibu terlihat sangat pucat dan sedikit membiru. Aku tidak bisa melihat dengan sangat jelas saat itu karena masih sedikit gelap. Ibu mengatakan “Kau sudah terbangun peri kecilku”

“Suara ibu sangat pelan dan seperti berdesis. Dia menciumku berkali- kali dan menghelus pipiku. Tangannya sangat dingin seperti saat aku mengambil es yang ada di kulkas rumah. Ibu kemudian menunjuk koper miliknya yang berada tidak jauh dari sini”
Gadis kecil itu pun menunjukkan pula kepadaku, aku menggeserkan diri untuk melihat kearah telunjuknya. Itu koper berukuran nyaris sama besarnya dengan ukuran gadis kecil itu.

“Ibu mengatakan bahwa aku bisa mengambil makanan yang ada di dalam jika aku lapar dan aku tidak boleh berjalan jauh dari tempat ini. Ibu mengatakan bahwa dia akan pergi sebentar menyusul ayah, paman dan keponakanku di pesta untuk mengajak mereka kembali kesini. Aku sangat sedih karena ibu tidak mengajakku. Ibu khawatir jika mereka terlalu menikmati pesta dan tidak ingat pulang. Aku tidak membantah ibu, dan dia menciumku berkali- kali, dan mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku”

“Tapi sampai saat ini dia tidak kembali, aku merindukannya”

Wajahnya kembali bersedih, tetesan air mata kembali keluar membasahi pipinya. Aku tidak bisa melakukan banyak.
Aku meminta cahaya lainnya untuk menggantikanku menerangi gadis kecil itu dan menjaganya agar tidak didekati binatang buas. 

Malam itu aku mengelilingi hutan untuk mencari keluarganya, rasanya tidak masuk akal jika keluarganya tega meninggalkan gadis sekecil itu.
Aku hampir dipenghujung hutan dan menuju lautan sampai suatu titik membuatku berhenti. Aku mendekat sedikit lagi untuk melihatnya dengan jelas. Sepertinya akan menjadi cerita yang menyakitkan untuk gadis kecil itu di masa remajanya.

Aku tidak mengerti hati manusia dan aku tidak mengerti seberapa berarti hal seperti ini bagi manusia, yang aku tau ini akan membuatnya selalu menangis jika dia lemah. 

Sekarang aku memikirkan bagaimana menyelamatkan gadis itu keluar dari hutan. Jika aku mengarahkannya ke luar hutan maka akan sangat sulit baginya mengangkat koper yang dititipkan ibunya, sementara aku yakin itu adalah hal yang sangat penting untuk disimpan oleh gadis kecil itu.

Kemudian aku teringat akan pasukan militer yang berada di perbatasan tidak jauh dari hutan. Para militer sudah tertidur dan hanya beberapa yang masih terjaga. Aku bergerak kearah kandang anjing pelacak, mereka juga sudah tertidur pulas.
Dengan terpaksa aku memantulkan cahaya yang terlalu menyilaukan untuk membangunkan mereka. 

8 anjing pelacak itu terbangun dan melalui hembusan angin malam aku meninggalkan pesan kepada 2 anjing pelacak untuk berlari ke hutan dan menyelamatkan seorang gadis kecil disana. Sedangkan sisanya aku minta untuk pergi membawa beberapa pasukan militer ke haluan yang berbeda. Akhirnya seluruh anjing pelacak itu menggonggong sekuat- kuatnya dan beberapa militer terbangun dan berlari kearah mereka.
Seakan mengerti bahwa anjing- anjing itu ingin mencari sesuatu, mereka bersiaga dan mengikuti arah anjing pelacak berjalan. Aku berharap pesan ini diterima dengan sangat baik dan semoga gadis kecil itu tetap bertahan sampai mereka menemukannya.


***

Semua sesuai dengan harapanku bulan…
Mereka menemukan gadis kecil itu dan membawa juga koper yang ditinggalkan bersamanya, aku menduga bahwa itu adalah dokumen penting atau sesuatu yang berharga untuk gadis itu.
Sedangkan 6 anjing pelacak lainnya pergi kearah yang kuperintahkan. Dalam sekejap aku bisa mendengar dan melihat dari kejauhan bahwa ada 2 helikopter yang datang kearah titik tersebut. Mereka juga menyelamatkan yang ada disana. Bahkan menyelamatkan tubuh ibu dari gadis itu yang tidak jauh dari pesawat jatuh.

Dia bersandar lemah di pundah seorang tentara yang menggendongnya.
Dia melambaikan tangannya padaku dibalik pundak tentara itu dan tersenyum manis.
Aku percaya dia akan baik-baik saja.
Tapi aku sungguh ingin memastikan bahwa dia baik-baik saja dan kemana para tentara itu menghantarkannya.

"Bulan ... Simpan memori ini untuk dia agar dia bisa melihatnya ketika dia dewasa nanti dan tolong carikan memori indah untukku tentang dia"

***

3 bulan kemudian aku mencari bulan dan berusaha mendapatkan apa yang aku mau.
Bulan dengan senyuman manis menyambut kedatanganku.
Seakan mengerti dengan tujuanku, 
Dia membiaskan cahaya pada dirinya di tengah gelapnya malam.
Bulan memulai pertunjukkannya yang mungkin tidak hanya disaksikan olehku tapi oleh semua bintang di langit.

Seorang gadis cantik menggeraikan rambut pirangnya dan mengenakan piama terduduk manis di depan lebarnya jendela kamarnya.
Dia membuka buku yang sedari tadi ada di gengaman tangannya.

Hai Bulan ...
Aku tau bahwa kau adalah teman yang baik bagi bintang pelindungku.
Dia pasti mengkhawatirkanku.
Bulan yang baik, katakan padanya bahwa aku baik- baik saja.
Para tentara itu menjagaku dengan baik dan mengeksekusi semua tubuh korban di pesawat itu yang masih tersisa dan juga keluargaku.
Aku beruntung karena tubuh mereka tidak terbakar dan tidak menjadi santapan binatang buas.
Setidaknya aku masih bisa melihat mereka dan membisikkan rasa sayangku ke telinga mereka.
Aku tau bahwa mereka mendengarkanku.

Bulan ...
Katakan pada bintang bahwa dia tidak harus khawatir karena aku tidak akan tersiksa dengan hal ini,
Aku tidak akan terjatuh dan tidak akan membiarkan pengalaman menyakitkan ini membuatku menjadi lemah.
Aku mencintai mereka, dan aku akan selalu mencintai mereka.
Sekarang aku sudah bersama keluarga baru.
Para tentara itu mencoba mencari keluargaku dan akhirnya tanteku yang baru saja menikah mengambilku dan mulai saat itu dia akan menjadi orangtua baruku bersama suami barunya.
Mereka sangat baik dan sangat menyayangiku.

Bulan ...
Sampaikan ucapan terimakasihku kepada bintang.
Katakan padanya bahwa aku sangat menyayangi dia dan aku sangat senang menjadi temannya.
Dia tidak harus malu jika ingin mengunjungiku, dia tidak harus malu jika ingin berbicara denganku.
Dia adalah keindahan dan makhluk hidup sangat bangga bisa melihatnya bersinar indah di langit.
Katakan padanya bahwa dia tidak boleh malu lagi untuk memulai pertemanan.
Jika suatu saat aku sudah besar dan ketika suaraku mulai didengarkan oleh orang lain,
aku akan mengatakan kepada banyak orang bahwa bintang itulah yang menyelamatkanku.
Dia adalah teman dan sahabat terbaikku.

Bulan ...
Aku sudah lelah, aku akan tertidur.
Katakan pada bintang bahwa aku ingin dia hadir malam ini dimimpiku,
Ada pembicaraan pribadi yang harus kamu diskusikan.
Dia akan menyukai ceritaku ini.

Selamat malam Bulan...
Selamat Malam Bintangku dan Bintang-Bintang lainnya :)







Fransisca Bintang Theresia Nainggolan


Postingan populer dari blog ini

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB V Kesimpulan Dan Saran - Karya Tulis Ilmiah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1Kesimpulan Dari hasil penelitian hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang Keperawanan di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru, dapat disimpulkan : 5.1.1Dari 86 responden sebagian besar remaja pria mempunyai pengetahuan rendah, yaitu sebanyak 44 orang (51,2%).

Natal Mudika - ^Mc Dadakan^

Pertama- tama mohon dimaafkan untuk keterlambatan nge-post nya ^_^ Jangan ditanya lagi karna sudah pasti alasannya faktor libur. Sebenarnya bukan alasan, tapi lebih baik mengatakan itu menjadi alasan daripada tidak ada alasan sama sekali, hehehe ...
Sedikit share nih tentang pengalaman Nge-Mc ... Kayaknya nggak sedikit deh, karna bagi pengunjung setiaku pasti mengerti bagaimana panjangnya postinganku. Tapi walaupun postingan selalu panjang, please jangan pernah ada kata- kata bosan untuk membacanya. Lagian yang buat panjang bukan kalimatnya melainkan foto-fotonya.  Baiklah tidak perlu diperdebatkan karna tetap saja kebiasaan itu tidak akan berubah.