Kamis, 14 Juli 2016

Me, Myself And I

Aku... Aku dan Aku...
Berlari dan terus mencari jalan agar tidak berhenti berlari sampai aku mati,
Karena aku sudah dibeli dengan dosa untuk hidup dan aku sudah membayar diriku dengan sandiwara untuk meninggalkan kehidupanku,
Aku tidak butuh sebuah genggaman untuk menopangku karena tidak akan ada yang menginginkan dirinya untuk menggenggam kehidupanku,
Bahkan aku tidak butuh kekuatan oranglain untuk membuatku tetap bisa berdiri,
Aku masih memiliki diriku, diriku dan diriku,
Bahkan ditengah gelapnya malam, aku masih mempunyai cadangan cahaya matahari didalam mataku
Bahkan saat malam yang sangat dingin, aku masih mempunya kehangatan dari api yang berkobar dalam jiwaku,
Bahkan dikesunyian dunia, aku masih mempunyai dendam dipikiranku yang tidak membuatku membuang waktu memikirkan kesepian.

Sejauh aku memandang, aku hanya butuh duniaku sendiri... Sendiri!!!
Aku akan menambahkan dengan beberapa pohon, mungkin...
Atau mewarnainya sedikit, mungkin seperti bercinta dengan segala kerendahan hati...
Aku butuh ruang untuk bisa menaklukkan mereka yang berusaha menghancurkan jiwaku tanpa perasaan, tanpa rasa bersalah dan tanpa ingatan..
Seorang malaikat berbisik padaku;
"Mereka sungguh tidak bersalah, mereka tidak mengerti bahwa apa yang mereka lakukan akan menyakitimu"
Lalu apa peduliku?
Aku tidak membuat pertimbangan untuk itu...
Yang aku tau mereka harus hancur lebih dari kehancuranku.
"Lakukanlah ...."
Hahahaha... aku menertawakan diriku sendiri
Aku ... Aku ... Aku ...
Aku adalah manusia terlemah yang pernah Tuhan ciptakan.
Benarkah?
Ya ... !!!
Membalas ???
Aku bahkan tidak bisa berhenti untuk menangisi diriku sendiri.
 
Showcase warmer ramesia masih menghangatkan makanan-makanan kesukaanku,
Dia akan tetap panas kapanpun aku menginginkannya masuk membakar tenggorokanku,
$360 per pon and per day ...
Aku menginginkan yang terbaik.
Itu adalah harga per 1/2 kg kopi luwakku .
Kopi dinegaraku masih tetap menjadi yang terbaik untuk memahami keadaanku.
Memang mahal..
Aku tidak akan menyiakan hidupku untuk menikmati kopi murahan yang hanya mengotori gigiku.
 Aku melengkapi isi rumahku dengan segala hal yang menyenangkanku.
Bisakah aku tidak memiliki tamu atau bertemu makhluk apapun?
Aku butuh kesendirian...
Pahamilah apa yang kukatakan tentang "Jika waktu adalah uang, aku membutuhkan banyak pinjaman"
Tapi bagaimana aku akan selalu menjaga untuk tetap tertawa,
Bercinta dengan pria berparas bajingan dan menghapus kontak mereka dari mobileku,
Sementara kalian sudah mendahuluiku dan aku selalu mendapatkan sisanya,
Tapi aku tidak suka dengan keterlenaan,
Aku tetap terbangun dipagi subuh dan kembali bekerja ketika waktu istirahat habis.
Apakah aku memiliki waktu istirahat?
Hahahaha.... Kalian menggerogoti pikiranku saat aku beristirahat sehingga aku tidak mengingatnya.
Oh ini hanyalah diriku sendiri ...
Aku, aku dan aku ...
 Berlari dan terus mencari jalan agar tidak berhenti berlari sampai aku mati,
Karena aku sudah dibeli dengan dosa untuk hidup dan aku sudah membayar diriku dengan sandiwara untuk meninggalkan kehidupanku,
Aku tidak butuh sebuah genggaman untuk menopangku karena tidak akan ada yang menginginkan dirinya untuk menggenggam kehidupanku,
Bahkan aku tidak butuh kekuatan oranglain untuk membuatku tetap bisa berdiri,
Aku masih memiliki diriku, diriku dan diriku,
Bahkan ditengah gelapnya malam, aku masih mempunyai cadangan cahaya matahari didalam mataku
Bahkan saat malam yang sangat dingin, aku masih mempunya kehangatan dari api yang berkobar dalam jiwaku,
Bahkan dikesunyian dunia, aku masih mempunyai dendam dipikiranku yang tidak membuatku membuang waktu memikirkan kesepian.
Aku tidak butuh apapun untuk membuat diriku bisa melalui malam,
Aku memiliki detakan dalam hatiku, aku memiliki ketakutanku, aku memiliki kesedihanku,
Ya... itu yang masih menjagaku untuk tetap hidup.
Aku tidak butuh apapun untuk membuat diriku merasa puas,
Karena kisahku mengisi kertas kosong dengan sangat baik dan hal itu mengambilku setiap waktu.
Ya, dan aku suka berbicara dengan orang-orang asing.
Mereka adalah buku cerita untuk aku baca dan mendekatlah.
Aku hanya butuh menghabiskan bacaanku dan kemudian aku akan membuangnya keperpustakaan usang.
Aku mencoba santai tapi aku mungkin saja akan pergi mendadak dan melihatmu seperti kotoran binatang,
Katakan kalian "Sampah" untuk segenap wajah dengan ekspresi palsu itu,
Setiap perubahan akan terjadi dan sekarang aku terkenal karena kalian mengenalku,
Tidak buruk... walau kalian hanya mengenal.
Semua orang tahu betapa gaya hidup ini berbahaya.
Tapi aku menyukainya, terburu-buru itu menakjubkan dan tempat-tempat ekstrim sangat menggoda.
Aku merayakan malamku dan semua orang mengamuk,
Kalian cemburu melihatku tertawa bahagia ketika mata kalian memaksa untuk lelap,
Kenapa sifat menjijikkan kalian tidak berubah? bergabung saja maka aku akan menjadikan kalian gila dengan kekonyolanku.
Aku selalu mencari cara untuk mengatasi rasa amarahku,
Aku sedang berenang dalam kebahagiaan orang lain,
Bahagia?
Aku tidak menerobos kedalam hati, jiwa dan pikiran mereka.
Aku hanya melihat mereka tertawa terbahak- bahak,
Ya... aku membuat mereka tertawa.
Aku membuat mereka mentertawakan aku dan aku mengutuk untuk tawa itu. 
Tidak... sesungguhnya mereka tidak mentertawakan aku, mereka terlalu pintar jika bisa memahaminya.
Sayang sekali pilihan pintar hanya untukku karna berhasil mempermainkan orang bodoh.
Mereka mentertawakan omong kosongku, bukan omong kosong sembarangan, aku mendapatkannya dengan keberuntungan.
Aku berhasil disini, ditengah mereka karna kecerdasan sandiwaraku, aku pemain sandiwara yang terbaik dan Tuhan tidak menyesal menghidupkanku.

Omong kosong, ternyata ini masih diriku ...
Aku... aku dan masih aku ... 
Berlari dan terus mencari jalan agar tidak berhenti berlari sampai aku mati,
Karena aku sudah dibeli dengan dosa untuk hidup dan aku sudah membayar diriku dengan sandiwara untuk meninggalkan kehidupanku,
Aku tidak butuh sebuah genggaman untuk menopangku karena tidak akan ada yang menginginkan dirinya untuk menggenggam kehidupanku,
Bahkan aku tidak butuh kekuatan oranglain untuk membuatku tetap bisa berdiri,
Aku masih memiliki diriku, diriku dan diriku,
Bahkan ditengah gelapnya malam, aku masih mempunyai cadangan cahaya matahari didalam mataku
Bahkan saat malam yang sangat dingin, aku masih mempunya kehangatan dari api yang berkobar dalam jiwaku,
Bahkan dikesunyian dunia, aku masih mempunyai dendam dipikiranku yang tidak membuatku membuang waktu memikirkan kesepian.
Ya... Dimalam yang sepi aku pasti terjaga, Tuhankah yang membangunkan atau para iblis yang mencoba mengganggu ketenanganku.
Aku berdoa pada Tuhan, bisakah Tuhan mengambil jiwaku?
Besi ditubuhku sudah terlalu panas dan seluruh isi dalam tubuhku akan segera meleleh dilenyapkan kobaran kehancuranku,
Tidak akan ada lagi yang berfungsi dan aku selesai...
Dan Tuhan meletakkan segenggam es ditengahnya,
Es itu mengeluarkan dingin yang memadamkan kobaran besar.
Hatiku menjadi begitu dingin bahkan tidak ada celah kosong untuk meletakkan percikan api dari sebuah korek api.
Dan tidak ada hal yang menghangatkan diriku selain tertawa sangat banyak maka kulitku menyumbangkan sedikit panas yang tidak bertahan lama.
Hatiku menjadi begitu dingin dan tidak terpatahkan, tidak terhancurkan...
Mengetahui diriku masih bernafas dan kokoh, aku mencoba menghancurkan oranglain tapi hal itu berbalik menghancurkanku..
Hahahaha,
Tuhan hanya mendinginkan hatiku tapi tidak menguatkannya, aku masih tetap menemukan airmata dalam setiap malamku.
Memiliki mimpi bahwa aku melipat baja dengan kedua tangan ini,
Sepanjang hidup aku hanya diperintahkan untuk menunggu...
Tapi aku mendapatkannya sekarang dan aku tidak membantah.
Tidak...
Aku belum mendapatkannya dan aku tidak membantah.
Hahaha, belum ada siapapun yang sungguh bertahan disampingku.
Ternyata masih hanya aku, aku dan aku ... 
Berlari dan terus mencari jalan agar tidak berhenti berlari sampai aku mati,
Karena aku sudah dibeli dengan dosa untuk hidup dan aku sudah membayar diriku dengan sandiwara untuk meninggalkan kehidupanku,
Aku tidak butuh sebuah genggaman untuk menopangku karena tidak akan ada yang menginginkan dirinya untuk menggenggam kehidupanku,

Bahkan aku tidak butuh kekuatan oranglain untuk membuatku tetap bisa berdiri,
Aku masih memiliki diriku, diriku dan diriku,
Bahkan ditengah gelapnya malam, aku masih mempunyai cadangan cahaya matahari didalam mataku
Bahkan saat malam yang sangat dingin, aku masih mempunya kehangatan dari api yang berkobar dalam jiwaku,
Bahkan dikesunyian dunia, aku masih mempunyai dendam dipikiranku yang tidak membuatku membuang waktu memikirkan kesepian.
Aku tidak butuh genggaman ...
Tidak...
Pahami saja aku dan kau sudah menyelamatkanku.
Pahami saja...
Berusahalah, walau kau tidak akan pernah berhasil.
Baik,
Tinggalkan saja aku !!!
Sudah terlalu malam, aku akan tidur dan aku tidak akan memasukkanmu kerumahku.
Aku tidak ingin berbagi ranjang untuk manusia yang tidak memahamiku.




Fransischa Bintang Theresia Nainggolan


Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting