Kamis, 17 Maret 2016

MATAHARI

Hy Matahari...
Dimana dirimu?
Malam ini aku mencarimu dari setiap sudut mata tapi aku tidak menemukanmu.
Lingkaran ini begitu luas, tapi aku tetap berusaha mencarimu.
Kenapa aku tidak bisa menemukanmu?

Kenapa?
Apakah kamu marah padaku?

Beberapa jam yang lalu aku masih merasakan kehadiranmu.
Engkau memancarkan cinta untuk menghangatkan tubuhku yang nyaris membeku.
Engkau membinarkan segala senyuman indah untuk menghiasi pemandangan mataku.
Aku merasakanmu, sungguh aku merasakanmu.

Tanpa sentuhan,
Tanpa tatapan.
aku merasakannya.

Aku mengerti kenapa aku tidak bisa menyentuhmu,
Aku mengerti kenapa aku tidak bisa menatap langsung padamu,

Ya...
Karna kamu tau jika aku melakukannya maka kamu akan menyakitiku,
Kamu akan membuatku menjerit kesakitan,
Kamu akan menghancurkanku,
Kamu akan mematikanku.

Kamu muncul dan kamu menghilang.
Kamu memberikanku banyak kenangan kemudian kamu memaksaku sekedar mengenangnya.

Kenapa?

Sekarang aku kehilanganmu.
Aku akan membeku tanpamu, aku akan mati tanpamu.
Bagaimana denganku saat ini?
Bagaimana caranya aku menemukanmu dikegelapan ini?

Aku tau kau akan kembali...
Tapi apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan diriku saat engkau pergi?
Apakah kau akan selamanya seperti ini?
Membahagiakanku untuk beberapa jam dan kemudian menyakitiku untuk beberapa jam.

Tidak...
Itu tidak benar.

Sekarang kau sudah berubah.
Kau bukan matahariku yang dulu.
Kau hanya memberikanku kesenangan palsu.
Kau tidak ingin selalu membahagiakan aku seperti janjimu.

Ketika kau hadir, kau tidak lagi menghangatkanku.
Ketika kau hadir, kau tidak lagi berusaha membuatku indah.
Ketika kau hadir, kau tidak lagi membuatku nyaman berada ditengahmu.

Kau membakarku, membuatku begitu menderita.
Aku berusaha menghindarkanmu, aku berusaha untuk tidak melihat pancaranmu.
Aku semakin tidak menginginkanmu ketika kau datang tanpa disertai nafas sepoi-sepoimu.

Malam ini aku menangis karna merindukanmu.
Aku benci karna kamu tidak bisa lagi memberikan kenyamanan itu,
Aku benci ketika kamu sudah tidak bisa lagi menahanku lama denganmu,
Aku benci ketika kehadiranmu tidak lagi menjadi indah untukku.

Aku tau ini salah,
Tapi aku sungguh merindukanmu.
Bisakah kau hadir menemani bulan dimalam ini?
Bulan ini memberikan kesenduan disetiap malamku, dia memaksaku untuk merindukanmu.
Dia membuatku harus menangis karena mengingatmu.
Dia membuatku terisak kesakitan untuk segera bertemu denganmu setelah dia berlalu.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain mengingat kenangan indah bersamamu matahari.
Sesakit apapun yang kau berikan padaku, aku sungguh merasakan kerinduan.
Kenapa itu harus terjadi?
Aku ingin melewati malam tanpa mengingatmu dan tanpa perasaan gusar karna ingin bertemu dirimu segera.
Dunia tau bahwa kita tidak bisa bersama-sama berdampingan,
Tidak mungkin...
Kau hanya bisa mengawasiku dari jauh dan aku hanya bisa menikmatimu dari jauh.
Beginilah kita?
Ya.....
Beginilah kita selamanya karna tidak akan pernah ada jalan untuk kita bisa bersama.
Karna kebersamaan denganmu hanya akan membunuhku,
Membakar tubuhku tanpa menyisakan apapun,
Dan kau akan tertinggal,
Sendiri !!!

Matahari...
Dibalik seluruh kebencian ini,
Sungguh,
Aku merindukanmu.
Bisakah kita sekedar berpelukan dan berciuman.

Jangan katakan ini dan itu,
Aku mengerti.

Lalu...
Apa yang akan kau katakan jika aku siap mati demi sebuah pelukan dan ciuman itu?

Sudahlah,
Jika pun aku katakan itu, kau tetap tidak bisa berbuat apa-apa karna kau hanya bisa berdiam diri disana...
Biarlah rindu ini dan hasrat ini menumpuk dalam diriku, sampai akhirnya aku mati terbunuh dengan seluruh perasaan itu.

Matahari...
Aku merindukanmu ditengah kegelapan malam ini.



Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting