Selasa, 22 Desember 2015

PEACEKEEPER INDONESIA DI NEGARA SUDAN

PENGANTAR

Negara Sudan !!!
Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik dengan negara ini atau mungkin lebih tepatnya karna saya tidak paham dan kurang mendengar informasi tentang negara ini. Masalah peperangan, saya pikir ada banyak peperangan diluar sana yang mungkin terjadi kemudian selesai. Tapi ternyata negara ini memiliki perang yang tidak berkesudahan. Sebenar-benarnya, saya tidak menyukai perang dan tidak suka membahas perang karna itu selalu berhubungan dengan politik dan politik selalu membuat perut saya mual. Saya lebih suka menikmati peperangan dalam jiwa saya yang tidak pernah berkesudahan, mungkin itu adalah peperangan yang paling lama sepanjang kehidupan saya.

11 Februari 2015 saya sempat berkomunikasi dengan teman pria saya di facebook. Teman pria yang sepertinya sudah berbeda dari yang saya kenal dulu, sepertinya malaikat sudah mengetuk pintu hatinya hahaha... (itu tiba-tiba terlintas saja dipikiran & dilarang marah atau komentar bagi yang bersangkutan karna ini adalah hak penulis untuk mengatakan apapun ^_^). Sekarang dia sedang bertugas di Afrika... Saya mengatakan ya dan selamat bertugas seakan saya tidak tertarik dengan penugasan di Afrika. Ya,, awalnya saya memang tidak tertarik dan saya berpikir bahwa dia akan segera kembali. Tidak banyak pertanyaan dan tidak banyak jawaban lalu komunikasi berakhir. Pada kesempatan lain kami berkomunikasi kembali dan itu terjadi beberapa hari belakangan ini. Kami coba saling bercerita dan mulai berbagi informasi untuk beberapa hal yang mungkin menarik untuk diceritakan selama selang waktu tidak berkomunikasi. Saya membuka profilenya dan melihat beberapa kegiatan yang mereka lakukan selama di sudan. Astaga... itu benar-benar daerah yang gersang dan seperti hidup disekitar orang yang berkekurangan. Entahlah, melihat foto anak-anak itu dan memandang kondisi orang-orang disana membuat saya akhirnya tertarik untuk mulai berdiskusi tentang kegiatan beliau selama disana. Beliau mencoba menceritakan pengalamannya secara singkat dan beliau juga mengirimkan beberapa dokumentasi yang didapatkan selama disana. Hal seperti itu memang bukan baru lagi, foto-foto yang dikirimkan memang bukan pertama kali saya lihat. Hanya saja... saya sangat penasaran dengan kehidupan mereka. Informasi ada banyak diinternet, tapi mendapatkan narasumber secara langsung bukanlah hal yang mudah. Foto anak kecil dibawah ini sungguh menarik perhatian saya dan jujur saja saya hampir menangis melihatnya. Entahlah, ada perasaan tidak ikhlas ketika saya melihat anak-anak harus menghadapi masa-masa sulit dimasa pertumbuhan dan perkembangannya. Tapi itulah takdir, tidak ada yang bisa lari dari takdir selain mencoba menjalaninya dan berusaha beradaptasi dengan takdir itu. Selain itu beliau juga bercerita bagaimana mereka yang selalu kelaparan, hidup dalam kemiskinan, kesulitan mendapatkan air, dan banyak hal menyedihkan lainnya. Dibawah ini adalah beberapa dokumentasi yang diberikan oleh beliau diawal komunikasi kami.


Saat itu saya tidak tau pasti apa yang membuat beliau mau dikirimkan kesana, kedaerah yang tidak ada hiburan dan hidup ditengah-tengah orang berkekurangan. Saya tidak terlalu mengenal beliau keseluruhan tapi saya pikir daerah Sudan bukan daerah yang bisa memberikan beliau ketenangan dan kesenangan. Sampai pada akhir komunikasi saya membuat permohonan agar mengirimkan saya email mengenai pengalaman menarik di daerah sudan. Saya meminta untuk dikirimkan sebuah diary kecil tentang pengalaman menarik disana. Sebenarnya saya memikirkan ini berulang ketika saya meminta beliau untuk menuliskan pengalamannya. Disana bukanlah untuk bersantai karna ada banyak pekerjaan yang harus diurus apalagi ini memasuki masa akhir dinasnya, selain itu menulis bukanlah hal lama atau menyenangkan untuk dikerjakan. Sangat egois ketika saya memberikan tugas pada orang yang sudah mendapatkan banyak tugas. Tapi kamu tau, beliau tidak keberatan dengan tugas itu dan akan mengusahakannya untuk saya. Ah... beliau sungguh teman yang romantis, hahaha...

Awalnya saya berpikir bahwa itu akan memakan waktu yang lama dan saya sudah bisa membayangkan bahwa email yang saya terima hanya berupa kata demi kata yang tidak lebih dari 100 kata, bahkan terburuknya saya tidak terlalu berharap bahwa cerita itu akan dikirimkan untuk saya. Kamu tau, sebenarnya beliau sempat menolak permintaan saya karna saya bisa mendapatkan info itu diinternet, ada banyak sajian tentang pekerjaan mereka yang sudah tersebar luas. Mungkin saya berhasil meluluhkan hatinya sampai akhirnya permintaan saya terkabulkan. Baiklah... saya mengaku berdosa karna sudah berpikir buruk duluan. Harus saya akui bahwa hal itu membuat saya kaget bercampur bahagia. Hanya membutuhkan 3 hari saya sudah mendapatkan diary diemail saya. Beliau kembali mengabari saya bahwa cerita itu sudah dikirimkan ke email saya dan meminta saya untuk segera membacanya, mungkin sekedar memastikan bahwa itu sesuai dengan permintaan saya. Saya segera membuka email dan mendapatkan pesannya dari tumpukan pesan lainnya. Terimakasih banyak sudah mengabulkan permintaan saya...

Jujur saja, itu adalah karangan yang sangat polos dan ditulis menggunakan bahasa sederhana yang kita gunakan saat berbicara. Ya... saya membayangkan semua yang ditulis adalah bahasa yang digunakan saat bercerita didepan banyak orang sehingga mudah dipahami. Saya melihat bahwa beliau sungguh menikmati pekerjaannya disana dan beliau sungguh memperhatikan kondisi orang-orang disana. Ketika beliau menuliskan beberapa kalimat yang menggambarkan kondisi daerah itu dan beberapa karakter orang-orang disana, saya seakan membayangkan diri saya sedang duduk disuatu tempat dan memperhatikan segala aktivitas mereka dan mencatatnya dalam memori. 

Alam memiliki kekuatan yang didapat dengan sendirinya dan memberikan sugesti kepada sekitarnya. Entah kenapa saya selalu meyakini itu dan keyakinan saya itu terbukti kembali melalui pengalaman yang beliau berikan. Alam mensugestikan sesuatu kedalam diri seseorang dan jika dihayati, seseorang sungguh bisa menerima sugesti itu sebagai pelajaran dan pendewasaan untuk dirinya sendiri. Apapun itu, setiap manusia memiliki cerita sendiri tentang segala hal yang bisa diambil dan dimaknai untuk kehidupannya selanjutnya. Tapi percayalah bahwa sugesti alam hanya berlaku ketika kita membuka diri dan menerima alam menyatu dengan kita. Saya meyakini itu sebagai adaptasi dan selebihnya kita yang mengolah apa yang kita dapatkan dari adaptasi itu, semua bergantung kepada kekuatan pikiran kita. Maka nikmatilah setiap hal yang kamu dapatkan dimanapun kamu berada dan kapan pun itu.


SEKILAS NEGERI SUDAN

Letak Geografis dan Alam
Sudah merupakan negara republik (Republik of The Sudan) dengan wilayah terluas di benua Afrika dan negara-negara arab lainnya. Total wilayah sudan mencakup 2,5 juta km persegi (kira-kira 1 juta mil persegi) yang merupakan 8,3% dari seluruh luas benua afrika dan termasuk salah satu dari sepuluh negara terluas di dunia. Wilayah sudan berbatasan dengan sembilan negara, yaitu: Afrika Tengah (1.160 Km), Chad (1.360 Km) dan Kongo (628 Km) sebelah barat, Libya (383 Km) dan Mesir (1.273 Km) sebelah utara : Ethiopia (1.160 Km), Eritrea (605 Km), Kenya (232 Km), Uganda (435 Km) sebelah selatan. Perbatasan yang panjang warisan kolonialisme ini digariskan berdasarkan pembagian kepentingan para kolonial bukan berdasarkan pembatasan alamiyah. Ini semua tentu menjadi potensi konflik dengan negara-negara tetangga. Sudan mencapai kemerdekaan setelah melepaskan diri dari protektorat Inggris - Mesir pada 1 Januari 1956. Negara ini juga dilalui garis khatulistiwa. Mengingat letak wilayahnya yang berada di zona tropis benua Afrika, maka Sudan memiliki iklim tropis dengna curah hujan kurang dari 100mm di Sudan Utara yang umumnya terdiri dari wilayah gurun dan 100mm di Sudan Selatan. Sudan mengalami dua pergantian musim setiap tahunnya. Pada bulan Desember-April adalah musim dingin, sementara pada bulan Mei-Juli adalah puncak musim panas dengan ketinggian suhu mencapai 47°C rata-rata. Hujan turun disekitar bulan Juli-Agustus, terutama untuk wilayah- wilayah sekitar Khartoum. Secara umum wilayah Sudan Utara merupakan daerah yang cukup panas dengan wilayah gurun pasir yang cukup luas. Sementara Sudan wilayah selatan adalah kawasan hujan yang mempunyai pepohonan lebat dan kaya akan sumber daya alam. Iklim panas mencapai puncaknya antara April- Oktober dengan suhu rata-rata antara 38-40°C. Sedangkan pada bulan November hingga maret suhu akan terus panas. Wilayah sudan menyediakan sumber air yang tiada henti sepanjang tahun, baik untuk keperluan air minum, pertanian maupun pembangkit listrik. Wilayah sepanjang lintasan sungai Nil merupakan lahan subur bagi pertanian kapas, tebu, wijen dan tanaman pangan lainnya. Sedangkan padang rumput yang terdapat di wilayah Sudan tengah dan selatan telah memungkinkan berkembangnya peternakan dan menjadikan Sudan sebagai eksportir daging dan produk peternakan terpenting bagi negara-negara arab.

Sosial Budaya
Khartoum adalah nama ibu kota Sudan, ia terletak dijalur pertemuan dua sungai Nil, yaitu nil putih dan nil Biru dengan jumlah penduduk mencapai 4juta jiwa. Struktur sosial budaya Sudan terdiri dari satuan-satuan lepas yang berganda. Sekitar 600 kelompok etnis yang berbeda satu sama lain, terutama penduduk di bagian utara dan selatan. Mereka terdiri dari kabilah-kabilah yang berpencar dan berpindah-pindah. Kebudayaan sudan tumbuh dari unsur-unsur kebudayaan Islam dan Afrika. Islam masuk ke bumi Sudan pada pertengahan abad ke-7 melalui pedagang arab yang melintas laut merah dan masuk ke daerah Nubiah dan Bija di timur laut Sudan. Jumlah penduduk sudan saat ini mencapai 33 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata pertahun 2,7% (tingkat kelahiran adalah 4% dan kematian 1,3%). Penduduk sudan terdiri dari berbagai kelompok etnis, yaitu etnis Afrika kulit hitam (52%), Arab (39%), Beja (6%), Asing (2%) dan etnis lainnya 1%. Mayoritas penduduk, terutama di Sudan utara, sekitar 75% menganut Islam aliran Sunni. Selain itu, 20% menganut anismisme dan 5% memeluk kristen, terutama di wilayah Sudan Selatan. Sudan khususnya wilayah utara merupakan wilayah yang relatif aman. Tingkat kriminal di Sudan cenderung rendah, Ini disebabkan karena pemerintahan Sudan yang cukup gigih dalam menerapkan syari'at Islam. Bangsa Sudan merupakan bangsa yang ramah, bersahabat serta suka menolong. Oleh karena itu, walaupun negara ini masih minimal dalam fasilitas dan infrastruktur, tidaklah membuat pengunjung menjadi bosan dan kecewa.

Latar Belakang Peperangan
Akar dari perang sipil Sudan bisa ditelusuri sejak wilayah itu masih menjadi jajahan Inggris sejak akhir abad ke-19. Saat itu, Inggris membagi Sudan menjadi 2 wilayah pemerintahan jajahan berdasarkan persebaran penduduknya : wilayah utara yang didominasi oleh etnis Arab yang memeluk Islam & wilayah selatan yang mayoritasnya merupakan etnis kulit hitam Afrika penganut paham animisme & Kristen. Kebijakan pembagian wilayah Sudan oleh Inggris belum sampai di situ. Orang-orang Sudan yang ada di utara dilarang bepergian ke selatan & sebaliknya. Inggris sendiri mengklaim bahwa kebijakan tersebut berguna untuk mencegah penyebaran penyakit malaria dari selatan. Namun sebagai akibatnya, wilayah utara & selatan semakin terisolasi satu sama lain sehingga sikap sentimen & rasa saling tidak percaya antar komunitas pun disebut-sebut semakin meningkat. Kendati secara sosial-budaya wilayah Sudan terbagi menjadi 2 yang semakin diperkuat oleh kebijakan administratif Inggris, Inggris dalam perkembangannya justru berniat memerdekakan Sudan Utara & Sudan Selatan sebagai 1 negara dengan kota Khartoum di Sudan Utara sebagai pusatnya. Rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran di pihak selatan yang takut akan didominasi oleh komunitas dari utara, terlebih karena perwakilan mereka tidak diundang oleh Inggris saat perundingan untuk memerdekakan Sudan dilakukan. Ketakutan masyarakat Sudan Selatan akan dominasi dari utara perlahan-lahan mulai terbukti. Dalam bidang birokrasi misalnya, dari 800 kursi administratif senior yang tersedia, hanya 6 kursi yang ditempati oleh perwakilan dari Sudan Selatan. Sudan juga menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi negaranya kendati selama ini masyarakat Sudan Selatan memakai bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-harinya. Buntutnya, masyarakat Sudan Selatan pun menganggap bahwa pihak utara ingin mengucilkan pihak selatan dari pemerintahan Sudan secara perlahan-lahan.

PEACEKEEPER INDONESIA DI DARFUR SUDAN

Anggota Formed Police Unit (FPU)

Saya mendapatkan beberapa informasi dari salah seorang peacekeeper yang masih bertugas di Sudan mengenai kondisi daerah ini. Dari informasi tersebut terdapat latar belakang singkat mengenai keberadaan mereka disana. Konflik di Sudan merupakan konflik perang sipil terpanjang diafrika. Menurut perkiraan narasumber saya, usia konflik perang itu sudah masuk usia 50 tahunan (*WOW). Konflik ini melibatkan perang saudara antara penduduk di Sudan bagian selatan dengan pemerintahan Pusat Sudan di bagian Utara. Peperangan sipil ini pun juga terjadi beberapa fase karena ada beberapa masa waktu terjadi kesepakatan dari upaya- upaya perdamaian yang dilakukan oleh kedua belah pihak dengan melihat banyaknya jumlah korban yang berjatuhan dari warga sipil. Saya mencoba mencari jumlah pasti dari korban yang berjatuhan, tapi ada banyak sekali sumber dengan indeks angka yang berbeda-beda. Tapi yang pasti hampir semua sumber memperkirakan jumlah korban yang berjatuhan lebih dari ribuan jiwa. Akibat dari konflik berkepanjangan ini maka dewan keamanan benua Afrika yakni dibawah payung African Union (AU) melaksanakan misi militer dan kemanusian sebagai upaya membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Sudan.


Lambang United Nation (UN)

Singkat cerita, beberapa kendala yang dihadapi oleh African Union membuat pihak African Union melakukan koordinasi dengan PBB (United Nation) untuk dapat melaksanakan misi bersama. Didasari hal tersebut, maka pada tahun 2005 terbentuklah UNMIS (United Nation Mission in Sudan) dan pada akhirnya pada 2007 berganti nama lagi menjadi UNAMID (African Union United Nation Hybrid Missin in Darfur). Memang permasalahan yang terjadi di Negara Sudan ini bisa dibilang sudah masuk pada tahap komplikasi (Kalau kata peacekeeper muda ini sih udah "kaya penyakit ye..." haha, kata-kata itu saya kutip bulat-bulat). Hal itu karna terlalu banyak factor yang melatar belakangi penyebab terjadinya konflik di Sudan baik dari segi SARA (Suku, Agama, Ras), ketidakmerataan pembangunan atau marjinalisasi suatu wilayah yang menyebabkan munculnya kelompok-kelompok pemberontak yamg menentang terhadap kebijakan pemerintahan pusat dan menginginkan suatu kebebasan tersendiri terhadap daerah mereka masing-masing. Sebenarnya masih banyak penjelasan yang harus diceritakan tentang peperangan ini, tapi informasi yang saya dapat sangat terbatas berhubung peacekeeper narasumber saya benar-benar sibuk diakhir tugasnya sebelum kembali ke Indonesia beberapa waktu lagi. Tapi setidaknya saya sudah mencoba membantu pembaca yang masih ingin tau tentang negara ini (*Silahkan kembali dibaca keatas), tentunya saya mengutip dari berbagai narasumber lainnya.

Dari beberapa hal inilah boleh dikatakan awal mulanya Pasukan Garuda Bhayangkara FPU Indonesia terlibat dalam misi perdamaian PBB. Pada Tahun 2007 Kepolisian Negara Indonesia diminta ikut dapat berkontribusi secara nyata dalam misi perdamaian PBB oleh dewan PBB di New York. Hal ini disambut baik dan positif oleh Pemerintahan Indonesia yang langsung diteruskan kepada Institusi Polri karna hal ini sejalan dengan Konstitusi kita yang menyatakan dalam Undang-Undang bahwa "Indonesia ikut serta dan berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia” dan secara cepat Polri menyiapkan 140 personel pilihan terbaik yang tergabung dalam Satgas FPU (Formed Police Unit) Indonesia yang pada tahun ini 2015 telah mengirimkan sebanyak 7 gelombang Satgas Garuda Bhayangkara.

CATATAN KECIL SEORANG PEACEKEEPER DARI INDONESIA

"09 Desember 2014, This is my first mission. Awalnya saya tidak apa itu pasukan penjaga perdamaian. Saya milai memahami pasukan penjaga perdamaian setelah mendapat penjelasan dari para komandan dan senior di kesatuan tepatnya di Sat BRIMOB Polda Riau. Mereka mengatakan bahwa ada pasukan dari polisi Indonesia yang tergabung dalam misi perdamain PBB yang di berangkatkan ke Negara pasca konflik Sudan. Mendengar hal tersebut, saya merasa tertarik dan tertantang untuk bisa mendapatkan pengalaman baru dengan bergabung menjadi pasukan penjaga perdamaian. Persyaratan awal yang harus dipenuhi adalah mampu berbahasa inggris dan minimal memiliki masa dinas selama 5 tahun dalam institusi kepolisian. Rasanya itu tantangan awal yang harus saya lalui dan saya memutuskan untuk mulai kursus bahasa inggris sambil menunggu masa dinas saya memasuki ke-5 tahun agar bisa memenuhi persyaratan awal.


Pada saat mengikuti tes seleksi

Pada awal tahun 2014, MABES POLRI mengeluarkan surat telegram tentang penerimaan calon peserta FPU 7. Mendengar informasi tersebut saya mencoba mendaftarkan diri sebagai peserta dengan berbekalkan kemampuan yang saya miliki berdasarkan persyaratan awal yang diminta. Pada bulan Januari 2014, saya melaksanakan seleksi dan pemeriksaan admistrasi serta ujian Psikologi di SPN Pekanbaru RIAU bersama ratusan rekan saya yang mendaftarkan diri sebagai peserta juga. Selang beberapa waktu setelah seleksi itu, muncul perasaan pesimis dalam diri saya karna sangat lama saya menunggu tapi tidak mendapat panggilan juga. Namun perasaan saya salah karna keberuntungan berpihak pada saya. Ini merupakan hadiah luar biasa untuk saya ketika diusia saya yang ke-25 tahun, saya ternyata dinyatakan lulus dan ikut serta untuk seleksi lanjutan di MABES POLRI. Jumlah kami keseluruhan yang lulus seleksi adalah sebanyak 8 orang dan itu artinya kami harus berangkat ke Jakarta untuk mengikuti seleksi berikutnya. Saya kembali dihadapkan pada rasa was-was untuk tantangan yang harus saya hadapi berikutnya di Mabes. Beberapa seleksi yang akan dilakukan adalah kemampuan berbahasa inggris, kejiwaan, menembak, kesamaptaan, kesehatan, mengemudi dan kemampuan komputer dan TI. Saya merasa yakin dan saya merasa optimis akan melewatkan seleksi tersebut, itulah yang saya yakini dalam diri saya. Keyakinan diri serta usaha tersebut sungguh membuahkan hasil ketika 3 diantara kami ber-8 dinyatakan lulus dan berhak mengikuti PRA OPERASI penugasan yang dilaksanakan di PUSLAT MULTI FUNGSI POLRI CIKEAS bergabung dengan perwakilan polda lain yang lulus, Saya Briptu Parna adalah salah satu dari ke-3 pemenang tersebut. Saya cukup berbangga karna saya bisa mengalahkan senior lainnya dan saya adalah yang termuda diantara lainnya.

Saya bersama-sama dengan teman lainnya yang lulus seleksi untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan fisik, mental serta keterampilan pada saat pra tugas

Di PUSLAT MULTI FUNGSI POLRI CIKEAS, selama 3 bulan full kami di gembleng layaknya siswa baru, suka duka kami lewati bersama melalui pembinaan fisik, mental dan keterampilan. Hal tersebut sungguh membangun persaudaraan diantara kami dan juga menjadi kebersamaan yang harus kami lalui bersama. Singkat cerita, setelah kami dianggap layak dan patas untuk diberangkatkan maka upacara pemberangkatan dari Bapak Kapolri dan serah terima tugas dengan FPU 6 kami terima. Keesokannya kami sudah mempersiapkan barang-barang dan perlengkapan pribadi serta kontigent ke pesawat etophia airlines dan dini hari kami sudah di drop ke air port Halim Perdana Kusuma. Sulit untuk ditutupi perasaan sedih didalam hati saya ketika keberangkatan saya tanpa diantar oleh siapapun, tidak ada sanak saudara, tidak ada keluarga, orang terdekat atau siapapun. Kesedihan itu semakin bertambah ketika saya melihat rekan-rekan saya lainnya didampingi oleh orang-orang terdekatnya bahkan ditemani sebelum jam keberangkatan. Tidak bisa dipungkiri bahwa posisi keluarga yang jauh membuat saya harus memaksa diri untuk bersikap lebih dewasa. Ya... saya adalah seorang pejuang dan ini bukanlah acara liburan melainkan misi perdamaian dan saya harus bisa kuat untuk menahan perasaan sedih itu. Perasaan sedih yang muncul hanya berasal dari sisi kemanusiaan saya, bukan sisi pejuang saya.


Goodbye Indonesia for a time and Welcome to Sudan for some time. God bless us during the trip and our duties in there.

Kami berangkat pukul 7am dan setelah 9 jam mengudara ternyata pesawat yang kami tumpangi harus transit di Etophia. Untuk sementara kami harus menginap terlebih dahulu dan besok subuh kami akan kembali melanjutkan perjalanan. Butuh waktu 5 jam kemudian sehingga pesawat kami akhirnya tiba di AL-FASHER Darfur SUDAN. Ternyata kami sudah sampai dan itu artinya, Selamat datang untuk kami dan selamat bekerja untuk kami. Sesampainya disana kami langsung di arahkan untuk menyelesaikan admistrasi dan pengurusan ID. Setelah itu, ada pengenalan lingkungan super camp sebagai markas UNAMID dan kami tinggal di GARUDA Camp yang ada di super camp itu. Hari pertama terasa lumayan berat karena perbedaan suhu dan cuaca serta waktu yg lebih lambat 4 jam dengan Indonesia. 

Di sini cuacanya ekstrim dan ada beberapa musim yaitu musim panas, dingin dan hujan. Pada saat sebelum hujan selalu disertai dengan badai pasir yang dikenal masyarakat setempat HABUB. Saya harus bisa beradaptasi dengan musim dingin ditempat ini yang terjadi dibulan Desember-April


Kami melaksanakan induction training selama 1 minggu yaitu pengenalan daerah tugas dan segala aturan yang berlaku di terapkan oleh UNAMID. Setelah itu kami mendapat mandat untuk melaksanakan pengamanan aset serta staf UN dalam bentuk pengawalan dan patrolI Zona C di wilayah Al Fasher berdampingan dengan Polisi dan Militer pengiriman dari Negara lainnya seperti RWANDA, NEPAL, MESIR, JORDAN, AFRIKA SELATAN, GERMAN, PAKISTAN, GAMBIA, SENEGAL, MALAYSIA, dan banyak lagi.


Pengawalan IPO
Kami memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan piket manage dari kontigent yaitu membantu para koki kita memasak dan menyajikan makanan untuk santapan sehari hari. Rasanya tempat ini membuat saya menjadi pintar dalam masak memasak, terutama menjadi pintar dalam memotong daging dan ikan. Setiap hari kami melaksanakan kegiatan ini secara bergantian, rutinitas berjalan sebagaiana mestinya walaupun kadang terkendala juga dengan kekurangan serta keterbatasan, semua kita kerjakan sendiri demi terlaksananya setiap panggilan tugas yang diberikan. Kami juga melaksanakan tugas di dalam lingkungan super camp yaitu patrol inside dan protection gate pedestrian yang merupakan tempat lalu lalangnya pejalan kaki yang bekerja di dalam markas UNAMID.


Pemberontakan yang kami temui di Umbaro namanya JAM.
Tugas-tugas itu kami jalani hari demi hari seperti patroli pengamanan zona c kami dapat langsung berinteraksi dengan masyarakat. Kami juga berbagi makanan  dengan anak-anak yang menganggap Indonesia adalah saudara bagi mereka. Mereka sungguh menjalin kedekatan yang baik dengan kami. Kemanapun kami pergi mereka selalu hadir dan mendekat serta selalu terdengar di telinga istilah “ Hai Indonesia give me bagi-bagi, give me halawa (permen), give me one pound,” hahaha... saya merasa bahwa mereka berusaha menjadi bagian dari kami dan saya sungguh menikmati setiap kedekatan itu. Mereka memang penduduk yang ramah dan bersahabat.


Saya menyempatkan diri untuk bermain bola bersama anak-anak di sela-sela istirahat patroli.

Salah satu jenis senjata mesin untuk patroli GPMG

Saya sangat mengerti dengan keadaan mereka, mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama ketika saya menjadi mereka. Hidup dalam keterbatasan segalanya, terutama untuk kebutuhan ekonomi yang membuat mereka harus merasakan lapar dan lapar. Hanya saja tidak bisa saya hindari bahwa tindakan meminta-minta mereka sungguh mengganggu pekerjaan saya. Ditambah lagi perasaan dongkol juga muncul ketika mereka meminta terus-menerus walaupun sudah diberikan. Saya tidak bisa marah ataupun membentak mereka karna saya mengerti bahwa mereka merasa dekat dengan saya sehingga mereka hanya ingin bermain-main dengan saya. 


Saya berusaha untuk membuat hiburan pada diri saya sendiri sampai akhirnya muncul sebuah lirik lagu buat anak-anak itu yang saya buat dalam bahasa inggris. Bahasa ini tidak sulit dimengerti karna sebagian besar mereka sudah memahami bahasa inggris. "One pound for you, ten pound for me, give me give me, oh Sudani". Itu akan menjadi lirik kesukaan saya ketika mereka muncul dan meminta-minta. Saya sempat berpikir bahwa lagu itu akan membuat mereka kesal, tapi yang terjadi malah mereka suka dengan lagu itu dan saya sering mendapatkan mereka menyanyikan lagu itu. Seperti bukan sindiran melainkan sudah menjadi sebuah hiburan untuk saya dan mereka, itu sangat menyenangkan.



Memang sulit kehidupan yang mereka jalani dan saya sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana jika kehidupan mereka terjadi pada saya. Hidup ditanah yang gersang, terlantar, kesulitan air dan makanan. Air yang merupakan salah satu kebutuhan manusia menjadi salah satu pasokan yang sangat sulit mereka dapatkan dan hal itu membuat mereka harus bertahan dengan pakaian lusuh yang nyaris tidak pernah dicuci. Bertahan hidup dibawah suhu 0°C dan terpapar panas hingga 50°C, kehidupan menjadi lebih menyedihkan ketika mereka harus berlindung didalam tempat tinggal mereka yang terbuat dari bilik jerami serta ranting-ranting kering. Mereka mungkin terbiasa dengan ini, tapi lebih tepatnya mereka harus 'memaksakan diri' bertahan dengan hal ini sebelumnya. Mereka tidak bisa memilih dan tidak memiliki pilihan selain menerima keadaan tersisih ini. Jika kamu melihat mereka dan hidup disekitar mereka, percayalah bahwa ada gejolak yang terjadi didalam diri dimana kita memiliki perang tersendiri antara kehidupan mereka dan kehidupan kita. Sejujurnya, hal ini terjadi dalam diri saya dan pada akhirnya saya harus mengakui bahwa bersyukur untuk kehidupan saya saat ini adalah hal terpenting dan terutama.



Bukan hanya masyarakat disini yang merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan air, begitu pula dengan kami. Saya menjadi teringat akan moment yang kami rasakan pada saat antri air untuk mandi di camp.

Kami melaksanakan tugas yang sudah diberikan dari UNAMID, tapi selain itu kami juga menyelenggarakan pemberian bantuan secara kemanusiaan untuk Gereja dan Masjid serta sekolah yang ada di sekitar IDP camp. Bantuan itu berupa makanan, pakaian, beberapa kebutuhan yang mereka perlukan dan bantuan itu berasal dari Indonesia. Untuk penduduknya mayoritas beraga Islam sekitar 80% dan sisanya adalah Kristen.


Ini adalah kondisi mobil angkutan penumpang yang ada di al fasher.

Ini adalah mobil untuk mengangkat kayu bakar.

Mereka bertani gandum, jagung, semangka dan juga beternak domba, sapi, keledai dan onta. Mata uang Sudan adalah pound sudan (SDG) 1 $US  itu setara 11 pound sudan, nilai mata uangnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Rupiah kita yang 1 $US  nya sekarang RP 14.000,-. Makananan pokok mereka adalah aish. Aish itu seperti roti yang terbuat dari gandum dan kisrah seperti sup dan kue dadar. Untuk pemimpin suku didaerah Sudan disebut sultan. Disini  kita masih bisa menemukan ketidaksetaraan Gender yang ternyata masih menjadi kebiasaan dan adat istiadat mereka. Jika untuk beberapa negara diberlakukan "Lady First", negara ini masih memiliki adat istiadat "Boy First" ... Ya, itu seperti kebiasaan dulu untuk beberapa suku di Indonesia dimana pria menjadi lebih utama dalam hal makan. Selain itu pria harus lebih mendapatkan perlakukan layak dibandingkan wanita. Sayang sekali untuk negara ini pun seorang wanita memiliki peran ganda ketika mereka harus bekerja mencari makan keluar, mereka juga harus mengurus kebutuhan rumah tangga dikeluarga. Dilihat dari kehidupan mereka yang serba berkekurangan termasuk kurangnya pengetahuan dan kurangnya tenaga kesehatan, tidak heran jika kita menemukan angka kelahiran yang tinggi ditengah kemerosotan ekonomi dan pria dengan banyak istri.



Hiburan terbaik adalah berkumpul dan bercanda bersama teman-teman di misi. Ini salah satu candaan kami saat berada di bengkel.


Saya bangga bisa mendapatkan kesempatan ini, saya bangga bisa mewakili Indonesia dalam misi menjaga perdamaian PBB dan saya bangga pernah menjadi bagian dari masyarakat Sudan. Ditempat ini saya mendapatkan banyak pengalaman berinteraksi dengan lingkungan multinasonal dan banyak pengetahuan baru yang sudah saya dapatkan dari tempat ini. Ini juga menjadi kesempatan bagi saya yang masih berstatus single dimana masa muda saya bisa saya gunakan untuk menabung penghasilan yang diberikan selama bertugas ditempat ini. Dalam penugasan ini kami diberikan uang saku dan biaya serta kebutuhan sehari-harinya dicukupi oleh UN. Dibalik itu tentu ada duka yang harus ditahankan ketika saya jauh dari orangtua, sanak saudara dan tentunya jauh dari pasangan saya. Saya selalu merindukan masakan Indonesia terutama pecel lele yang merupakan  makanan kesukaan saya dan itu tidak bisa saya dapatkan disini. Jika saya pulang ke Indonesia, mungkin pecel lele akan menjadi makanan pertama yang saya kejar. Untuk sementara saya harus menahan selera dan hanya bisa menelan ludah ketika membayangkan nikmatnya pecel lele, hahaha.... Terkadang muncul rasa bosan dan jenuh, untuk menghilangkannya saya menggunakan sela waktu untuk menonton di laptop dan tentunya tidak lupa berolahraga seperti berlari dan nge-gym.


Salah seorang teman di misi dari negara Jerman

Waktu sudah berjalan cepat sepertinya. Saya tidak menyangka bahwa saya bersama tim sudah berada ditempat ini nyaris setahun dan kami hanya memiliki waktu beberapa hari lagi ditempat ini. Ya... kami akan kembali ketanah air tercinta setelah menyelesaikan misi kami ditempat ini. Kami akan pergi dari tempat yang sudah mengajarkan beberapa hal untuk kami. Saya pasti akan merindukan mereka, merindukan masyarakat disini dengan segala kenangan yang sudah kami lewatkan bersama, merindukan mereka menyannyikan lirik lagu saya dan saya juga mungkin merindukan masa dimana mereka tidak meminta-minta lagi pada saya. Tidak hanya dengan masyarakat Sudan tapi dengan mereka teman-teman seperjuangan saya. 


Ini adalah saat natal di camp di gereja oikumene FPU. Gereja yang ada dalam camp hanya di 1 kontainer dan ini adalah natal saya bersama teman-teman nasrani lainnya tahun 2014.

Misi ini sungguh menumbuhkan rasa persaudaraan diantara kami dan kami berusaha menjaga dengan baik agar hubungan ini tetap terjaga selama misi dan ketika misi sudah selesai, mereka akan selalu menjadi saudara sekaligus teman seperjuangan untuk saya. Segala kenangan ditempat ini tidak akan saya lupakan, dan akan tiba massanya kami akan merindukan setiap kenangan ini. Pada akhirnya saya ingin mengucapkan Terimakasih untuk kesempatan ini Tuhan, terimakasih untuk perlindunganmu kepada saya dan teman-teman seperjuangan selama penugasan ini. Terimakasih karna Engkau sudah memberikan makna untuk kehidupan saya melalui segala hal yang sudah saya jalani ditempat ini. Sampai bertemu kembali Indonesia, Sampai bertemu kembali keluarga, sanak saudara dan orang-orang yang saya cintai dalam waktu beberapa hari lagi"


***
Narasumber saya ada Briptu Bintara Brimob Polda Riau yang saat ini menjadi peacekeeper (pemelihara perdamaian) dari indonesia yang dikirim ke Darfur Sudan untuk melaksanakan misi perdamaian PBB. Beliau bertugas di kota Pekanbaru dan saat ini ada 3 peacekeeper terbaik dari kota pekanbaru yang bertugas di Sudan, beliau adalah salah satu dari ketiganya. Prestasi yang baik untuk seorang pemula dengan usia yang muda bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari misi besar. Peluang besar juga untuk para gadis yang belum menikah karna peacekeeper muda kita ini masih berada pada status single di KTP-nya (Promosi ^^ hahaha). Semoga setelah ini karir beliau semakin meningkat seiring dengan pengalaman dan perjuangan beliau sebagai aparat perlindungan negara.

Andai saja saya bisa menjadi bagian dari mereka, pasti akan ada banyak cerita yang bisa saya bawa untuk dibagikan kepada seluruh pembaca saya. Ya, beliau mengatakan bahwa tenaga kesehatan sangat terbatas disana dan orang seperti saya bersama semua tamatan yang sama seperti saya pasti sangat membantu jika ada disana. Semua memang tidak semudah keinginan kita. Ada bagian terkecil dari dalam kita yang ingin sekali melakukan hal besar kepada oranglain, tapi kita sadar bahwa itu memiliki keterbatasan dan kita hanya bisa melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dipikiran kecil itu. Tidak masalah,yang terpenting kita sudah memiliki niat yang baik walaupun kita tidak bisa mendapatkannya.

Saya tertarik membocorkan sesuatu yang membuat saya tersenyum membaca catatan kecil itu. Coba perhatikan kata-kata ini ...

"One pound for you, ten pound for me, give me give me, oh Sudani"

Hahaha, saya yakin beliau akan tersipu malu ketika saya membahas ini kembali. Ketika saya mendapatkan lirik ini dari sekian banyak tumpukan kalimat, saya mencoba memberikan melodi sendiri untuk lirik ini. Saya mencoba menyanyikan dengan nada yang berbeda-beda sesuai dengan keinginan saya dan itu berhasil. Saya mencobanya berkali-kali dan saya tertawa sendiri setelah menyanyikannya. Tetap saja itu versi saya, tidak bisa saya sembunyikan sisi penasaran untuk melodi original versi pengarangnya. Saya akan dituntut jika merubah karya oranglain dan saya pikir suatu saat saya akan meminta beliau untuk menyanyikannya jika kami bertemu kembali.

Kesempatan yang baik ketika saya mendapatkan waktu untuk mengobrol dengan beliau dan bertanya sangat banyak tentang segalanya disana. Itu suatu petualangan dan saya selalu ingin berada dalam petualangan, tapi saya tidak cukup berani untuk melakukannya sendiri atau melakukannya dengan teman wanita lainnya. Saya tidak mengatakan pasrah ketika menerima kenyataan bahwa kaum kami diciptakan lemah, hanya saja pemerkosaan pada wanita tetap lebih menyeramkan dibandingkan pemerkosaan pada pria. Jadi penting membawa seorang pria dalam suatu petualangan sehingga selalu ada pilihan yang bisa dikorbankan dalam situasi kriminal, hahaha.... itu hanya sebuah candaan! Tapi berpetualang dan melakukan perjalanan memang menyenangkan, terutama jika perjalanan itu memberikan banyak teman dan nilai moral untuk hidup kita. Saya lebih menyukai tempat tanpa tembok daripada harus menghabiskan waktu didalam sebuah tembok besar dengan melihat segerombolan manusia yang membawa kepalsuan dalam dirinya, itu akan memberikan saya pilihan untuk lebih baik berada dalam tembok kecil tanpa melihat siapapun kecuali imajinasi saya.

Tentu... saya tidak akan melewatkan bagian itu, bagian dimana saya harus mendapatkan hadiah. Saya mengorbankan jam istirahat saya untuk mengobrol dengan pria ini, tidak ada memejamkan mata sama sekali sampai akhirnya saya memutuskan untuk pingsan sebentar. Tidak sebentar, cukup lama juga dari pukul 7 pagi sampai jam 12 siang. Saya tidak begitu gelisah karna ada banyak pria dilantai bawah yang menghabiskan waktunya untuk menikmati permainan kartu. Kamu tau apa hadiah yang saya minta? saya menginginkan lirik itu dinyanyikan dengan versi penciptanya. Untung saja beliau tidak keberatan untuk menyanyikannya walaupun beliau sendiri sedikit terkejut ketika saya meminta hal tersebut. Sepertinya saya memiliki melodi yang lebih baik untuk lirik itu dibandingkan beliau, hahaha...

Saya sungguh mengucapkan terimakasih banyak kepada Briptu Parna yang mau meluangkan waktunya untuk berbagi pengalaman selama disana. Ini adalah hal yang menarik untuk dibagikan karna dengan bangga Indonesia bisa memberikan orang-orang terbaiknya untuk membantu perdamaian dunia. Tentu saja kita berharap agar para peacekeeper ini bisa melakukan misi yang sama dinegaranya masing-masing yaitu untuk menjaga perdamaian dinegara mereka. Selalu ada pelajaran menarik yang bisa kita ambil dari kisah oranglain dan itu bisa kita tanamkan dalam diri kita. Menjadi bagian dari suatu peperangan tidak akan memberikan hal baik dari segi apapun. Peperangan hanya memberikan kehancuran, kematian, kesedihan, kemelaratan, kemerosotan dan perbudakan. Indonesia memasuki masa-masa yang beresiko untuk saling menghancurkan satu sama lain dan itu harus dicegah sedari sekarang. Sudan tercerai berai dan harus menghadapi perang saudara pada waktu yang lama karna SARA masuk menjadi salah satu alasan dari sekian banyak faktor peperangan. Apakah negara kita harus seperti itu juga? Setiap orang sudah memutuskan apa yang menjadi kebenaran untuk dirinya. Apa yang bisa kita lakukan ketika oranglain memiliki haknya sendiri? percayalah kita hanya perlu menghargai apa yang menjadi keputusan oranglain untuk membenarkan dirinya dan menyelamatkan dirinya sendiri. Suku, Agama dan Ras memiliki kebenaran masing-masing dan kita mendapatkan hak untuk memilih kebenaran dari bagian itu tanpa harus mengusik hak oranglain. Itu upaya kecil yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan perselisihan dan menjauhkan resiko peperangan dinegara kita. Indonesia bisa menjadi negara yang kuat dan itu bergantung kepada kita semua masyarakat Indonesia. Pemerintah hanya bisa mendukung dan memfasilitasi, selebihnya tergantung kerjasama kita semua. Jangan berikan celah kepada negara lain untuk menceraiberaikan kita dan memberikan mereka kesempatan untuk menghancurkan kita. Ini adalah gagasan kecil dari saya dan saya tidak bisa berargumen lebih banyak karna saya sadar batas kemampuan saya untuk berbicara mengingat pengalaman yang belum banyak saya dapatkan.

Akhir kata saya ingin selalu mengucapkan terimakasih untuk para pengunjung saya terutama kepada anda yang meluangkan waktu untuk membaca artikel saya. Kritik dan saran membangun selalu saya harapkan dari para pembaca saya. Waktu ke waktu saya berusaha memberikan pelajaran pada diri saya dan saya sadar bahwa itu hanya saya dapat dari bantuan oranglain. Saya juga berkenan menerima email dari para pembaca yang ingin berbagi dengan saya dan saya akan menjadi pendengar yang setia. Tidak perlu identitas diri, saya akan akan selalu menjadi pendengar baik bagi yang membutuhkan. Kamu bisa berbagi cerita jika kamu ingin saya share cerita kamu dan itu bisa dikirim ke fransischa.fransischa@yahoo.com ~ Saya memiliki banyak waktu untuk membaca pesan masuk. Baiklah saya akan menutup artikel ini dengan meminta kamu untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman yang lainnya. Terimakasih dan sampai bertemu pada artikel selanjutnya.

Senin, 14 Desember 2015

Inilah Alasan Kenapa Aturan Tidak Mampu Mengatur


Membahas tentang anak adalah sesuatu yang tidak pernah ada habisnya. Tentu saja, anak adalah sebuah keajaiban yang diberikan Tuhan kepada setiap pasangan suami istri dan anak adalah makhluk hidup yang paling dinantikan setiap pasangan suami istri. Memiliki seorang anak adalah penantian terbesar bagi mereka yang sudah menikah dan ketika sudah memiliki seorang anak, membesarkan anak adalah suatu tantangan terbesar bagi setiap orangtua.

Membahas mengenai membesarkan anak, tidak jarang kita mendengar tentang tindakan kekerasan pada anak. Saya pernah melihat beberapa kasus ditelevisi mengenai kekerasan pada anak karena anaknya yang sangat sulit diatur, karena anak yang nakal, karena anak yang melawan orangtua dan banyak alasan lainnya. Kerap kali tindakan kekerasan orangtua saat mendidik anaknya bisa mengakibatkan trauma pada anak dan pada beberapa kasus mengakibatkan cidera bahkan kematian tidak disengaja pada anak. Ada banyak cara yang diusahakan orangtua agar anaknya bisa menjadi anak yang baik, dan tentu saja orangtua mengharapkan agar anaknya bisa menjadi anak yang disiplin pada aturan sehingga menjadi anak yang dibanggakan untuk banyak orang. Tidak heran jika banyak orangtua yang memasukkan anaknya ke lembaga pendidikan pada usia anak yang masih sangat dini dan bahkan banyak orangtua yang tidak segan-segan menyewa seorang pengasuh terlatih untuk memberikan private kepada anaknya dirumah.

Jaman semakin berkembang dan semakin keras, begitulah banyak orang mengatakan tentang jaman sekarang. Pergaulan sudah semakin keras dan dibutuhkan kedispilinan diri agar kita tidak terjerumus pada pergaulan yang salah. Melihat buruknya perkembangan pergaulan jaman sekarang, orangtua semakin lebih banyak khawatir mengenai perkembangan anak. Ada banyak cara orangtua untuk membuat anaknya mengikuti perintah dan aturan mereka sehingga anak mereka tidak terjerumus kedalam pergaulan yang salah. Orangtua menyadari bahwa pergaulan yang salah akan membentuk kepribadian yang salah pada anak mereka dan pergaulan yang benar akan membentuk kepribadian yang baik pula pada anak mereka.

Ya... walaupun saya secara pribadi belum memiliki anak dan belum merasakan bagaimana rasanya mendidik anak, tapi saya yakin membesarkan anak dan membuat anak menjadi disiplin bukanlah hal yang mudah. Terkadang mendengar keluh kesah dan  cerita dari beberapa orangtua mengenai anaknya membuat saya mengerti bahwa membesarkan anak tidak semudah membuat sebuah teori tentang cara mendisiplinkan anak. Tidak hanya mendengarkan keluh kesah orangtua, tapi melihat anak-anak yang bersikap keras kepala dan nakal membuktikan bahwa ada yang salah dengan perkembangan mental anak tersebut. Baiklah saya tidak bisa berbicara banyak mengenai hal ini karena saya tidak cukup baik dan layak memberikan penilaian mengenai hal ini. Tetapi saya akan membantu sedikit bagi orangtua yang membutuhkan teori mengenai cara mendisplinkan anak tanpa membuat anak menjadi tertekan sehingga anak mau menaati peraturan yang sudah ada. Tentu saja ini bukan teori saya, tapi saya mengutipnya dari beberapa teori yang sudah ada dan dari berbagai sumber tentunya. Saya berharap semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca.


Bagaimana caranya agar anak menaati peraturan?
Hal-hal yang perlu diterapkan dalam usaha mendisiplinkan anak : 
  1. Mulailah dari hal-hal yang kecil dulu, kemudian secara bertahap ke tingkat selanjutnya. 
  2. Awal dari disiplin adalah komunikasi yang baik dan sederhana. 
  3. Konsisten pada aturan disiplin yang telah dibuat.
  4. Konsisten antara ayah-ibu supaya tidak menimbulkan kebingungan pada anak. Buatlah kesepakatan tentang peraturan yang harus dijalankan di rumah. Hal ini tentu membutuhkan kekompakan antara suami dan istri dalam membuat peraturan.
  5. Terapkan pemberian reward dan punishment (hukuman). Hal ini perlu diperhatikan dan jangan diabaikan begitu saja. Jika kesalahan terjadi, maka yang melakukan kesalahan tersebut benar-benar harus dihukum. Tidak hanya pada anak, tetapi pada semua anggota di dalam rumah harus mendapatkan hukumannya.
  6. Pemberian perintah dan aturan yang disertai dengan penjelasan mengapa harus begini, mengapa harus begitu.
  7. Mendampingi anak mengerjakan apa yang diperintahkan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, misalnya pada saat anak disuruh membereskan mainannya. 
  8. Teknik disiplin yang digunakan, sebaiknya memakai dialog yang penuh kasih sayang dan kehangatan. 
  9. Bahasa yang digunakan sebaiknya yang sederhana saja, apalagi si anak masih tergolong balita. Gunakan juga bahasa anak (berdasarkan pada pola pikir animisme anak) . Dengan demikian si anak akan lebih bisa menerimanya.
  10. Aturan disiplin dibuat sedemikian rupa sehingga bahaya dari luar / sisi negatifnya bisa diminimalkan. 
  11. Perhatikan usia anak. Aturan disiplin akan berbeda-beda pada tiap tingkatan tahap perkembangan. Bila masih kecil (baru 1-2 tahun), kesabaran sangatlah mutlak karena mereka cenderung egosentris. Jadi, maklumlah.
  12. Hormati perasaan anak dan hargai juga waktunya. 
  13. Berikan pilihan / alternatif. 
  14. Kerahasiaan aturan disiplin supaya tidak menjatuhkan harga diri si anak.
  15. Peringatkan lebih awal tentang apa-apa yang harus dilakukannya supaya ia bisa bersiap-siap untuk aturan tersebut.
  16. Berikan perintah dengan tegas dan lebih spesifik. 
  17. Tekankan pada hal-hal positif. 
  18. Ketidaksetujuan baiknya ditujukan pada perilaku si anak, bukan si anak itu sendiri. 
  19. Berikan contoh / teladan yang baik karena anak-anak bisa meniru perilaku orang tuanya. Dengan demikian, oang tua bukan hanya sebagai penegak aturan tetapi juga pelaksana aturan. 
  20. Sertakan rasa humor.

Apakah hal- hal yang harus dihindarkan dalam usaha mendisiplinkan anak?
  1. Terlalu sering memberi ancaman (lebih-lebih pada anak yang pandai) karena ia malah akan balik menantang. 
  2. Mendisiplinkan anak dalam keadaan emosi. 
  3. Aturan disiplin yang memaksa, otoriter, keras dan sangat ketat. 
  4. Selalu mengatakan, “Aku ingin …” ( bagi orang tua ). 
  5. Orang tua itu sendiri tidak disiplin, sehingga si anak pun menirunya. 

Apakah aturan- aturan yang penting saat memberikan reward kepada anak?
  1. Hadiah diberikan dengan tujuan tertentu, sebagai dorongan pada anak untuk tetap mempertahankan tingkah laku atau prestasinya yang baik. 
  2. Bila tujuannya ingin mengubah tingkah laku anak sebaiknya jangan memberikan hadiah barang, kecuali untuk pertama kali dalam jangka waktu yang panjang, misalnya saat anak masuk sekolah,  belikan tas atau buku. 
  3. Bila anak sudah terlanjur menyukai hadiah barang, ubahlah dengan sikap yang sabar, ulet, dan konsisten. Perubahan ke hadiah non-barang pun harus dilakukan secara bertahap dan jangan memaksa. 
  4. Kekompakan antara ayah dan ibu dalam memberikan reward. 
  5. Bila akan memberikan hadiah non-barang, lakukan dengan sungguh-sungguh, dalam arti ungkapan kasih sayang, seperti pelukan atau ciuman diberi dengan tulus. 
  6. Konsisten dalam memberi hadiah non-barang. 
  7. Hadiah non-barang harus proporsional, efisien, dan tepat waktu. 
  8. Adakan evaluasi seusai hadiah diberikan, apakah ada penguatan perilaku pada anak. 
  9. Reward jangan diberikan secara berlebih-lebihan. 
  10. Reward baiknya berujung pada reinforcement positif. 

Apakah aturan-aturan yang penting saat memberikan hukuman kepada anak?
  1. Jangan berikan pada anak yang masih tergolong balita karena mereka belum mengerti alasan mengapa mereka dihukum, akibatnya mereka bisa menjadi frustasi. 
  2. Hukuman harus bersifat mendidik. 
  3. Informasikan terlebih dahulu akan adanya sanksi tertentu dari perilakunya yang tidak menyenangkan orang tuanya. 
  4. Adakan evaluasi seusai hukuman diberikan, apakah ada perubahan kesadaran dalam diri si anak. 
  5. Jangan lakukan hukuman di bawah pengaruh emosi yang tak terkontrol.
  6. Hindarkan hukuman fisik. 
  7. Berikan hukuman dengan tegas. Bila anak merengek jangan langsung lemah hati dan nyerah. 
  8. Perhatikan korelasi antara hukuman dengan perilaku. 
  9. Hukuman badan hanyalah dipandang sebagai jalan terakhir. 

Tahukah anda beberapa fakta mengapa hadiah barang bisa menjadi tidak efektif?
  1. Anak menjadi materialistis. 
  2. Anak menjadi konsumtif. 
  3. Orang tua bisa tekor. 
  4. Anak bersikap baik bukan karena kesadaran diri, tetapi karena keinginan untuk mendapatkan barang tersebut.
Tahukah anda beberapa fakta mengapa hukuman badan bisa menjadi tidak efektif?
  1. Anak akan menjadi frustasi. 
  2. Anak bisa menjadi resisten (kebal) terhadap hukuman tersebut. 
  3. Anak cenderung membiarkan dirinya dihukum daripada melakukan perbuatan yang diharapkan kepadanya. 
  4. Anak cenderung melampiaskan kekesalannya pada hukuman tersebut dengan memukul anak lain. 
  5. Menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, di mana rasa marah, sakit hati dan jengkel akan dipendam selamanya oleh si anak. 
  6. Akan terbentuk rasa ketidakberdayaan (sense of helplesness).
  7. Anak tidak akan belajar apapun dari hukuman badan. 
  8. Baik reward maupun hukuman, janganlah asal-asal diberikan, melainkan harus mampu membangun / mengukuhkan konsep diri di individu.  Waktu diberikannya reward atau hukuman pun harus langsung pada saat perilaku yang diinginkan / tidak diinginkan itu terjadi. Jangan menundanya terlalu lama.


Pada akhirnya saya akan mengatakan bahwa ini adalah tantangan bagi kita semua. Tentunya hal ini dikhususkan untuk orangtua, tapi ini juga menjadi tantangan bagi kita yang tinggal didalam rumah yang ada seorang anak, semua penghuni rumah memiliki peran aktif untuk membantu orangtua dalam mendidik anak tersebut. Memang tidak mudah, saya percaya bahwa menjalankan sebuah praktik tidak semudah membaca sebuah teori karena kita tetap harus meninjau bagaimana kepribadian anak. Tentu, berbeda kepribadian akan membutuhkan teori yang berbeda dalam mendidiknya. Tapi tidak salah jika teori yang saya berikan untuk dicoba, barangkali teori ini berhasil dilakukan pada anak anda.

Menjadi orangtua adalah sebuah hal yang membahagiakan di dunia ini dan saya juga menginginkan hal itu suatu saat. Saya percaya bahwa orangtua yang saat ini membaca artikel saya adalah orangtua yang baik, orangtua yang akan merawat dan mendidik anaknya dengan baik, orangtua yang sedang berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Ini akan menjadi pelajaran untuk kita semua, bahwa menjadi orangtua yang kasar terutama menjadi orangtua yang mudah sekali ringan tangan pada anak membuktikan bahwa mereka adalah orangtua yang gagal. Apakah anda adalah orangtua yang gagal? mulailah perubahan dan belajarlah menjadi orangtua yang terbaik dan secara tidak langsung kita mengajarkan pada anak kita bagaimana cara mendidik anak yang baik dan selanjutnya kita akan mendapatkan generasi yang baik pula.

Demikianlah artikel saya pada hari ini. Saya minta maaf jika ada kesalahan pada artikel ini terutama jika ada kesalahan teori. Saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk saya jadikan perbaikan pada artikel  saya berikutnya. Akhir kata saya mengucapkan banyak terimakasih untuk kunjungannya pada blog saya dan saya mengharapkan kunjungan anda kembali. Sampai ketemu lagi pada artikel saya selanjutnya.

Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting