Selasa, 27 Oktober 2015

HIV AIDS *Pengantar*

Kisah ini terjadi pada saat saya sedang berada di rumah orangtua saya di daerah Riau.
Waktu itu ada undangan yang diantar kerumah saya.
Mungkin sudah beberapa hari yang lalu tapi tidak terlalu saya perhatikan karena ada saja undangan yang datang kerumah, mungkin akibat dari musim kemarau jadi banyak yang menikah sebelum musim penghujan datang, hahaha *alasan sendiri*
Jadi, pada saat itu saya dan keluarga sedang bersantai diruang tamu depan dan tidak sengaja saya menduduki undangan pernikahan.
Jika dilihat, desain undangan itu cukup bagus dan jika dinilai, yang menikah ini memiliki modal yang cukup untuk pesta pernikahannya.
Hanya saja ada sedikit pemandangan yang mengganggu dalam undangan tersebut dan seharusnya saya tidak mengatakan itu karna itu tidak baik, ya saya mengakuinya.
Foto mereka berdua yang dipasang di undangan itu sangat buruk dijaman sekarang yang sudah berkembang, dan rasanya hal itu juga disetujui oleh adik-adik saya yang pada saat itu juga ada diruangan tersebut.
Memang tidak harus menggunakan kamera yang super mahal atau dengan memesan seorang photografer, tapi kamera mobile juga bisa menghasilkan gambar yang lebih baik.
Apalagi dijaman sekarang sudah banyak mobile yang memiliki kualitas kamera yang baik.
Sayang sekali foto yang ada diundangan itu benar-benar sangat buruk karena kualitas gambarnya sangat buram dan terlihat kusam, ditambah lagi backgroundnya yang sangat buruk.
Saya dan adik-adik sempat memperbincangkan itu sampai akhirnya mama tiba-tiba berbicara,

"Itu saja sudah luar biasa karna pernikahannya buru-buru bahkan terkesan tidak ada persiapan karna mendadaknya. Mereka menikah sangat mendadak karena mamanya sakit keras. Semogalah mamanya masih tetap hidup sampai mereka menikah"

Ternyata dari cerita, mama mengatakan bahwa kedua orangtuanya memiliki penyakit yang sama.
Sebelumnya papa dari pria yang akan menikah itu meninggal karena sakitnya dan ternyata penyakit papanya sudah menular kemamanya, hanya saja penyakit itu baru sekarang mengakibatkan penderitaan pada mamanya.
Tertular virus HIV.
Sungguh menyedihkan dan sangat mengkhawatirkan, wajar saja jika mengingat betapa ganasnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HIV.
Sedikit menyedihkan waktu mama mengatakan bahwa yang kepestanya kemungkinan pun akan sedikit karena ada beberapa orang yang mengatakan takut jika tertular.
Baiklah untuk waktu itu saya hanya diam saja karena kebetulan saya merasa malas untuk memperpanjang masalah karena pikiran saya menjadi ke ibu itu.
Sulit membayangkan bagaimana sakitnya yang dia rasakan karena harus menderita penyakit tersebut dan sulit membayangkan bagaimana perasaannya menyaksikan pernikahan putranya, pernikahan pertama dari anak-anaknya.

Beberapa hari kemudian mama kedatangan tamu.
Sekilas saya mendengar beberapa pembicaraan tamu dimana tamu tersebut bertanya apakah mama akan datang ke pesta pernikahan itu atau tidak.
Mama mengatakan iya, karna sebelumnya saya sudah menjelaskan secara singkat kepada mama tentang penularan penyakit AIDS.
Tidak bisa disalahkan jika sebelumnya mama memiliki perasaan takut untuk datang karena pemahaman mama tidak terlalu banyak tentang itu, syukurnya mama bisa menerima penjelasan yang saya terima.
Tamu tersebut mengatakan bahwa dia tidak akan datang karena dia takut tertular.
Beliau mengatakan penyakit itu bisa tertular dari pernafasan ataupun saat berjabat tangan.
Astaga !!!

Entah kenapa saat mendengarnya perasaan saya begitu hancur dan kesal sangat mendengarnya.
Itu benar-benar pernyataan yang salah dan tidak bisa dibiarkan untuk berkembang apalagi sampai mensugesti pikiran banyak orang tentang penderita AIDS.
Saya mencoba memasukkan diri kedalam pembicaraan itu dan mencoba menjelaskannya.
Saya tidak tau apakah benar jika yang dikatakan beliau itu benar adanya atau tidak.
Beliau mengatakan bahwa informasi itu dia dapatkan dari petugas kesehatan.
Sungguh keterlaluan !!!
Apakah tenaga medis yang dia masukkan itu tidak mengerti apapun ataupun dia memang tidak memahami penyakit AIDS sampai dia berani mengatakan hal yang tidak benar dan menjadi menakutkan bagi orang awam yang mendengarnya.

Saya kemudian hanya terus mendengar tamu tersebut berbicara ini dan itu.
Saya sempat memikirkan dalam hati tentang kesalahan ini.
Ya ada beberapa hal yang saya pikirkan :

  1. Kasihan sekali wanita yang menderita AIDS tersebut harus menderita karena ulah suaminya
  2. Kasihan sekali anak-anaknya harus menderita kenyataan ini, sementara wanita itu adalah orangtua mereka yang tertinggal
  3. Kasihan sekali wanita yang menderita AIDS tersebut karena harus terasingkan dan merasa sendiri karena banyak orang yang menjauhinya
  4. Kasihan sekali mereka yang menjauhi wanita ini karna kurangnya pemahaman mereka akan penyakit AIDS sehingga menimbulkan ketakutan yang tidak beralasan pada mereka
Sekian banyak hal yang saya pikirkan, tetap tidak bisa dipungkiri ada perasaan kesal yang tertahan dibenak saya karena saya kesal ketika tamu tersebut serasa tidak percaya dengan omongan saya bahwa semua tidak semenakutkan yang dia bayangkan atau tidak seburuk yang orang informasikan kepada beliau.
Saya tidak mengerti kenapa sangat sulit kita menerima ilmu dari orang lain?
Saya hanya tidak ingin jika ilmu  yang salah itu akan terus bersarang dibenak mereka dan akan menyebabkan kesalahan komunikasi secara luas kepada yang lainnya.

Waktu berlalu dan tibalah hari pernikahan anak dari ibu tersebut.
Syukurlah mama saya pergi ke pernikahan tersebut.
Sepulang dari pesta itu mama mengajak saya untuk merayakan ulang tahun temannya.
Setelah itu, teman mama bertanya apakah mama ikut kepesta tersebut atau tidak.
Teman mama mengatakan bahwa tidak ada orang yang berani menyalam ibu tersebut karena ketakutan akan tertular.
Astaga, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan ibu itu saat pernikahan anaknya.
Rasanya kesalahan informasi ini bisa membuat masyarakat dipenuhi rasa takut seakan penderita tersebut harus dijauhi.
Mama hanya diam saja mendengarkan temannya berbicara ini dan itu sampai akhirnya mama minta saya untuk menjelaskannya kembali kepada temannya.
Dan dikesempatan itu saya juga menjelaskan beberapa pemeriksaan kesehatan yang harus mereka lakukan di usia mereka yang semakin menua.
Syukurlah pemahaman yang salah sebelumnya bisa terobati dan memunculkan pemahaman yang baru.

Pada kesempatan ini saya ingin sekali membagi ilmu yang saya pahami kepada teman-teman sekalian mengenai penyakit AIDS.
Ilmu yang akan saya bagikan pun akan sesuai dengan referensi yang dipercaya.
Saya sangat berharap setelah membaca artikel saya tentang HIV AIDS membuat kita semakin cerdas dalam menentukan masalah, menghadapi masalah dan mgnhindari masalah.
Terkhusus saya berharap bacaan ini bermanfaat bagi anda yang belum memahami dengan baik bagaimana penyakit AIDS tersebut.
Silahkan bagikan artikel ini kepada saudara-saudari kita yang tidak mengetahuinya atau teman-teman bisa menjelaskan kepada saudara-saudari kita.
Hal ini untuk meningkatkan rasa solidaritas kita kepada sesama kita yang menderita.
Mereka tidak untuk dijauhi, mereka tidak berbahaya, mereka tidak akan menyakiti jika kita memahami apa yang terjadi dengan mereka.
Dengan menunjukkan sikap takut, jijik dan menjauh akan semakin menyakiti perasaan penderita sehingga hal tersebut bisa membuat kondisi kesehatannya akan memburuk.

Demikianlah singkat cerita dari saya, dan untuk membaca artikel saya tentang HIV AIDS ,,, kamu hanya perlu mengklik link yang ada dibawah ini.

Selamat membaca dan teruslah membaca karna membaca adalah pintu menuju kesuksesan :-)


Save Your Life, Stop HIV AIDS


Apakah HIV itu ?
HIV yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah virus penyebab AIDS. Virus ini menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Sistem kekebalan tubuh rusak atau lemah mudah terserang penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC, Diare, Sakit kulit, dll...
  • HIV terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti di dlam darah, air mani (cairan sperma) atau cairan vagina dan air susu ibu.
  • Sebelum HIV berubah menjadi AIDS, penderitanya akan tampak sehat dalam kurun waktu kira-kira 5 sampai 10 tahun.
  • Walaupun tampak sehat, mereka dapat menularkan HIV pada orang lain melalui hubungan seks yang tidak aman, transfusi darah atau pemakaian jarum suntik secara bergantian
Apakah AIDS itu?
  • AIDS yang merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sindroma menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.
  • Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit, karena sistem kekebalan tubuh di dalam tubuhnya telah menurun
  • Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS
  • Agar dapat terhindar dari HIV?AIDS, anda harus tahu bagaimana cara penularan dan pencegahannya.

Bagaimana HIV ditularkan?
  • Hubungan Seks (Anal, Oral, Vaginal) yang tidak terlindung dengan orang yang telah terinfeksi HIV
  • Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bergantian dengna orang yang terinfeksi HIV
  • Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV
  • Ibu hamil penderita HIV kepada bayi yang dikandungnya
  • Kontak darah/ luka dan transfusi darah yang sudah tercemar birus HIV
HIV tidak menular dari :
  • Gigitan nyamuk
  • Orang bersalaman
  • Berciuman
  • Orang berpelukan
  • Makan bersama/ pring dan gelas
  • Tinggal serumah
Bagaimana mengetahui tanda atau gejala AIDS?
Biasanya tidak ada gejala khusus pada orang-orang yang terinfeksi HIV dalam waktu 5-10 tahun. setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tnada-tanda atau gejala-gejala seperti berikut:
  • Kehilangan berat badan secara drastis
  • Diare yang berkelanjutan
  • Pembengkakakn pada leher dan/ atau ketiak
  • Batuk terus menerus
Jika ada orang yang menunjukkan salah satu dari gejala diatas bukan berarti terinfeksi HIV dalam waktu 5-10 tahun. setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala seperti berikut:
  • Kehilangan berat badan secara drastis
  • Diare yang berkelanjutan
  • Pembengkakan pada leher dan/ atau ketiak
  • Batuk terus menerus
Jika ada orang yang menunjukkan salah satu dari gejala diatas bukan berarti terinfeksi HIV. Untuk memastikan hubungan segera layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan tes darah HIV.

Bagaimana mengetahui orang yang sudah terinfeksi HIV?
  • Hanya melalui penglihatan, anda tidak bisa tahu apakah seseorang sudah terinfeksi HIV atau tidak.
  • Pada kenyataannya, pengidap HIV terlihat sangat sehat
  • Satu-satunya cara untuk mengetahui hal ini adalah melalui tes darah HIV.
  • Di Indonesia, terdapat cukup banyak LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang dapat membantu anda untuk mendapatkan pelayanan tes darah
Penyakit HIV Stadium I
  • Biasanya tanpa gejala (dapat limfadenopati generalisata yang persisten-PGL)
  • Mampu melawan infeksi dengan baik
  • Pelan-pelan, jumlah CD4 semakin rendah
  • Kehidupan sehari-hari tampak normal
Penanganan
  • Pola hidup yang postif dan sehat (Olahraga 20 menit setiap hari, makan teratur)
  • Pemeriksaan dokter berkala, skrining IMS, tes Pap, Vaksinasi, seks lebih aman

Penyakit HIV Stadium II
  • Infeksi ringan lebih sering daripada biasa; ruam, infeksi kulit, sariawan, demam, infeksi saluran pernapasan atas yang kambuhan
  • Umumnya kehilangan berat badan di bawah 10 persen
  • Dapat meneruskan kehidupan sehari-hari seperti biasa
Penanganan
  • Sama seperti Stadium I (pola hidup yang positif dan sehat, pemeriksaan, skrining, seks lebih aman, vaksinasi)
  • Pengobatan dini untuk infeksi
  • Pertimbangkan profilaksasi (kotrimoksazol)
Penyakit HIV Stadium III
  • Infeksi oportunistik (IO yang lebih parah, mis: pneumonia, mengingitis, kandidiasis mulut
  • Diare kronis, demam terus-menerus, TB paru
  • Kehilangan berat badan lebih dari 10%
  • Kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari
Penanganan
  • Sama seperti Stadium I (pola hidup yang positif dan sehat, pemeriksaan, skrining, seks lebih aman, vaksinasi)
  • Terapi antiretroviras (ART)
  • Pengobatan dini untuk infeksi
  • Profilaksis (kotrimoksazol)
Penyakit HIV Stadium IV
  • IO yang lebih parah, mis: PCP, diare parah, limfoma, TB luar paru, tokso, CMV, meningitis kriptokokkus, sarkoma Kaposi, ensefalopati HIV, kandidiasis saluran makan
  • Kehilangan berat badan parah/ wasting
  • Sering sakit parah, terbaring pada tempat tidur
Penanganan
  • Mengobati IO
  • ART
  • Perawatan rumah sakit atau di rumah
  • Profilaksis (kotrimoksazol)

AIDS
(Acquired Immunodefecienct Syndrome)
Artinya: Kerusakan atau kemunduran sistem kekebalan tubuh seseorang secara di dapat dengan segala akibatnya

Resiko Tinggi
  • Senggama vaginal/ anal tanpa kondom
  • Fellatio dengan ejakulasi
  • Cunilingus waktu menstruasi
  • Kontak oral-anal
Kelompok Resiko Tinggi
  • Pria homoseksual
  • Pecandu obat bius iv
  • Penerima transfusi darah/ komponen darah sebelum tahun 1986
  • Wanita dan pria tunasusila
  • Pria dan wanita dengan banyak mitra seksual
  • Mitra seksual dari kelompok diatas
Tidak Terbukti Terjadi Penularan
  • Jabat tangan
  • Pergaulan : kantor, sekolah, rumah
  • Toilet umum, kamar mandi, kolam renang, handuk
  • Pesawat telpon, perabot, alat tulis
  • Tempat duduk umum: Bis, KA, pesawat
  • Lalat dan gigitan nyamuk

Pencegahan Infeksi HIV
  • Menghindari hubungan seksual diluar nikah
  • Senggama menggunakan kondom
  • Transfusi darah/ komponen darah diusahakan bebas HIV
  • Jarum suntik, akupuntur, tindik, harus steril
  • Ibu dengan HIV : Jangan hamil, bila melahirkan jangan menyusui
Pemeriksaan Fisik
Tanda vital : BB, temperatur, pernafasan, nadi dan tekanan darah.
  • Kulit
  • Mata
  • Kelenjar limfa
  • Oso faring
  • Paru
  • Saluran pencernaan
  • Traktus uto-genital
  • Muskulo-skeletal
  • Neurolis
  • Psikiatris

Evaluasi Laboratorium
1. Tes dasar (baseline laboratory test)
  • Darah lengkap
  • CD4; CD8
  • Serum elektrolit
  • Fungsi ginjal, hati
  • Serologis untuk hepatitis, sifilis, toksoplasma
  • Tes tuberkulin
  • Foto thorak
2. Tes rutin follow up
DL : Asimtomatik; CD4>400; tiap 6-12 bulan
Simtomatik: CD4<400; tiap 2-6 bulan
minum obat myelotoksik; 1-2 bulan
CD4:
>600 tiap bulan
500-600 tiap 3 bulan
200-500 tiap 3 bulan (bila tak ada indikasi lain)
50-200 Antisipasi infeksi oportunistik
<50 Optional
Panel kimia : Tiap tahun (>sering bila minum obat anti virus/ ada infeksi op./ keganasan)
Albumin : Pada penyakit yang sudah lanjut; tiap 3-6 bulan
PPD : Tiap tahun
Serologi toksoplasma/ sifilis : tiap tahun

3. Tes laboratorium tambahan :
Digunakan untuk evaluasi gejala yang spesifik, tidak diperlukan untul follow up rutin

Nutrisi
Sangat penting karna itu adalah prioritas utama setiap hari. Tujuannya adalah untuk:
  • Mempertahankan sistem imunitas
  • Mempertahankan kekuatan otot
  • Mempertahankan berat badan
  • Mempertahankan sistem syaraf, ketahanan mental/ memori
  • Nutrisi suplemen untuk menggantikan makanan padat

Dukungan Keluarga dan Masyarakat
  • Dukungan moral
  • Dukungan finansial
  • Perlu KIE terhadap masyarakat luas
  • Dukungan kelompok masyarakat peduli AIDS
  • Rumah tinggal sementara

Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting