Langsung ke konten utama

Assisted Suicide in Zurich Swiss

Wanita itu bernama Michele Causse.
Tahun 2010 silam Michele Causse memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan Assisted Suicide di Zurich, Swiss.
Michele merupakan nenek tua yang memiliki kejenuhan besar dalam hidupnya.
Michele sudah menghabiskan semasa hidupnya untuk nafsu seksualnya yang tidak normal, Michele merupakan seorang lesbian.
Pada akhirnya dengan Assisted Suicide, Michele ingin mengakhiri kejenuhan hidupnya karna Michele merasa tidak ada yang ingin ia lakukan lagi untuk hidupnya.

***



PENGANTAR
Malam ini saya ingin menceritakan sedikit tentang Assisted Suicide yang ada di negara Zurich, Swiss. Ini adalah informasi singkat untuk menambah ilmu pengetahuan kamu yang belum mengetahui keunikan dari negara ini. Saya tidak tau apakah ini sebuah keunikan atau tidak, tapi saya rasa pasti ada pandangan positif ataupun pandangan negatif tentang Assisted Suicide ini.

Assisted suicide merupakan pengertian dari bunuh diri dengan bantuan. Pada dasarnya kita mengetahui bahwa semua agama berusaha mengajarkan hal yang  baik dan positif kepada umatnya. Sama seperti halnya bunuh diri yang sebenarnya bukan merupakan ajaran positif dari semua agama. Berakhirnya kehidupan seseorang tergantung kepada Tuhan Sang Maha Pencipta dan setau saya adalah sebuah "Dosa" ketika seseorang melakukan percobaan bunuh diri. Saya tidak terlalu paham dengan pasti bagaimana sesungguhnya pandangan agama mengenai hal ini, tapi saya mencoba melogikan arti dari bunuh diri ini.

Semua manusia memiliki masalah, semua manusia memiliki beban yang mungkin ringan, sedang atau berat. Saya pikir tidak hanya manusia, melainkan semua makhluk hidup termasuk hewan dan tanaman. Semua makhluk hidup memiliki perjuangan sendiri dalam menjalankan hidupnya dan semua makhluk hidup dituntut untuk bisa beradaptasi dengan kerasnya perjuangan hidup ini. Menurut saya, bunuh diri sama halnya dengan menyerah, artinya sudah tidak bisa berbuat dan berusaha apapun lagi. Tidak bisa saya katakan bahwa orang yang menyerah ini adalah orang-orang yang tidak memiliki iman dan bukan makhluk yang kuat. Semua orang pasti memiliki alasan masing-masing akan hal yang dia putuskan dan akan hal yang dia lakukan, termasuk mereka yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya secara paksa. Jika dari sisi pandang saya, mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya bukanlah orang-orang bodoh melainkan orang yang patut dikasihani.

Ya.... kita sering mendengar bahwa ketika teman atau orang terdekat kita mengatakan bahwa dia sudah lelah dengan hidup dan ingin mati saja, maka kalimat yang sering dikatakan oleh orang yang mendengarnya "Dasar Bodoh" atau apapun itu tetapi tetap dengan tujuan mengatakan bahwa orang tersebut adalah bodoh.   Itu memanglah hal yang bodoh, tapi kita tidak bisa menjangkau rasa sakit dalam hati dan pikirannya yang membuatnya menjadi menyerah seperti itu.

ASSISTED SUICIDE
Pemerintah Swiss sangat menghargai Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk menghargai keputusan seseorang yang ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Oleh karena itu pemerintah Swiss memberlakukan praktik bunuh diri selama puluhan tahun dengan bantuan dari tenaga medis. Hal itulah yang menyebabkan warga kota Zurich merasa gerah karena ada banyak warga negara asing yang datang ke swiss untuk bunuh diri. Praktik bantuan bunuh diri di Swiss ini sudah ada sejak tahun 1942. Sebagai contoh, Assisted Suicide ini menggunakan resep bantuan obat yang mematikan. Seperti Euthanasia yang merupakan pemberian suntikan mematikan adalah hal yang tidak sah dan hukum mewajibkan peran seorang dokter dalam memberikan suntikan ini.

DIGNITAS
Dignitas adalah kelompok Swiss yang membantu orang-orang dengan penyakit terminal dan penyakit fisik-mental berat mati, dibantu oleh dokter dan perawat yang berkualitas. Mereka telah membantu lebih dari 1000 orang meninggal di klinik Zurich. Selain itu, mereka menyediakan Assisted Suicide untuk orang-orang asalkan mereka menyerahkan sebuah rekaman suara untuk laporan medis yang mendalam disiapkan oleh seorang psikiater yang menetapkan kondisi pasien, seperti yang sudah dipersyarakatkan pengadilan Swiss.

SEJARAH DAN OPERASI
Dignitas didirikan pada tahun 1998 oleh Ludwig Minelli yang merupakan seorang pengacara Swiss. Hukum Swiss memberikan bantuan bahwa untuk Assisted Suicide hanya ilegal jika hal itu dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri. Akibatnya, dignitas berusaha untuk memastikan bahwa mereka bertindak sebagai pihak yang netral dengan membuktikan bahwa selain dari biaya non-recurring, mereka tidak memperoleh keuntungan dari kematian anggotanya. Orang yang ingin mati memenuhi beberapa personil Dignitas, selain dokter independen untuk konsultasi pribadi. Dokter independen menilai bukti yang diberikan oleh pasien dan bertemu pada dua kesempatan terpisah dengan jarak waktu antara masing-masing konsultasi.Bukti legally diterima bahwa orang yang ingin mati juga dibuat dalam bentuk yang ditandatangani affidavit, ditandatangai oleh saksi independen. Dalam kasus dimana seseorang secara fisik dapat menandatangani dokumen, bersedia membuat film video pendek dari orang tersebut dibuat dimana mereka diminta untuk mengkonfirmasi identitas mereka, serta keinginan mereka ingin mati dan bahwa keputusan mereka dibuat dari kehendak bebas tanpa adanya pemaksaan. Ini bukti Informed Consent tetap swasta dan merupakan rahasia kecuali dibutuhkan dalam setiap sengketa hukum. Akhirnya, beberapa menit sebelum overdosis mematikan disediakan, orang tersebut sekali lagi diingatkan bahwa overdosis tersebut pasti akan membunuh mereka. Selain itu, mereka diminta beberapa kali apakah mereka ingin melanjutkan atau mengambil beberapa waktu kembali untuk mempertimbangkan masalah ini lebih lanjut. Ini memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk menghentikan proses Assisted Suicide. Namun, jika pada saat orang tersebut menyatakan bahwa mereka bertekad untuk melanjutkannya, overdosis mematikan akan disediakan untuk ditelan.

UNDANG-UNDANG
Legalitas bunuh diri yang dibantu adalah hasil dari artikel 115 dari KUHP Swiss, berlaku sejak 1942 yang menyediakan:
"Menghasut dan membantu bunuh diri: Setiap orang yang karena motif egois menghasut atau membantu yang lain untuk melakukan atau mencoba harus bunuh diri, jika orang tersebut setelahnya melakukan atau mencoba bunuh diri, maka akan dikenakan hukum kustodian tidak melebihi lima tahun atau ke penalti moneter"
Akibatnya, membantu bunuh diri adalah kejahatan jika motif melakukannya karena ada unsur egois seperti keuntungan pribadi. Ketika keputusan Assisted Suicide sudah dinyatakan oleh seseorang, polisi akan melakukan penyelidikan untuk memastikan bahwa keputusan itu tidak ada paksaan dari pihak manapun. Tuntutan dapat terjadi jika ada keraguan yang tentang kompetensi pasien dalam membuat pilihannya atau tentang motivasi siapapun yang terlibat dalam membantu bunuh diri.
Pasal 115 ditafsirkan sebagai izin legal untuk mendirikan organisasi pemberian obat yang mengakhiri hidup hanya pada tahun 1980-an, 40 tahun setelah berlakunya.

PERAN DOKTER YANG MEMBANTU PRAKTIK BUNUH DIRI
Pasal 115 tidak memberikan dokter status khusus dalam membantu bunuh diri, meskipun mereka yang paling mungkin untuk memiliki akses ke obat yang cocok untuk bunuh diri. Pedoman etika telah memperingatkan dokter terhadap resep obat yang mematikan. Namun, pedoman juga mengakui bahwa dalam kasus luar biasa dan jelas, dokter dibenarkan dalam membantu bunuh diri. 

ASSISTED SUICIDE DAN PENYAKIT MENTAL
Keinginan untuk Assisted Suicide harus dievaluasi untuk membedakan antara keinginan untuk mati yang mencerminkan distorsi untuk kesembuhan psikis, yang membutuhkan perawatan, dan keinginan yang didasarkan diri sendiri, dengan hati- hati harus dipertimbangkan dan diputuskan oleh seseorang dengan jernih yang mungkin perlu untuk dihormati. Dalam kasus terakhir, dalam keadaan tertentu bahkan orang sakit mental dapat diberikan bantuan untuk bunuh diri. Kemauan untuk bunuh diri dari seseorang yang menderita sakit mental tidak bisa dievaluasi secara terpisah dari medis. Sangat dibutuhkan bantuan dari psikiater untuk membuktikan kebenaran dari keputusan tersebut dan diperlukan penilaian yang tepat tentang tingkat keparahan kejiwaan seoerang tersebut. Dalam sebuah esai di Hastings Pusat Laporan Bioetika oleh Jacob M.Appel menganjurkan Amerika serikat untuk mengadopsi aturan serupa tersebut.

METODE BUNUH DIRI
Secara umum, dignitas menggunakan protokol berikut untuk membantu bunuh diri: dosis oral obat Antiemetik, diikuti sekitar 1 jam kemudian oleh mematikan overdosis dari bubuk Pentobarbital yang dilarutkan dalam segelas air atau jus buah. Jika perlu, obat dapat dicerna melalui sedotan. Overdosis pentobarbital menekan sistem saraf pusat yang menyebabkan orang menjadi mengantuk dan tertidur dalam waktu 5 menit setelah meminumnya. Anestesi berkembang menjadi koma sebagai pernafasan seseorang menjadi lebih dangkal, diikuti oleh pernafasan dan kematian yang terjadi dalam waktu 30 menit dari menelan pentobarbital tersebut.
Dalam beberapa kasus pada tahun 2008, dignitas menggunakan pernafasan helium gas sebagai metode bunuh diri bukan karena overdosis pentobarbital. Hal ini untuk menghindari kebutuhan pengawasan medis dan obat resep yang harus dikendalikan dan karena itu juga lebih murah.

REFERENDUM
Dalam referendum pada 15 mei 2011, pemilih di Canton of Zurich sangat menolak seruan untuk melarang Assisted Suicide atau untuk melarang praktek untuk non-penduduk. Lebih dari 278.000 kertas suara, inisiatif untuk melarang Assisted Suicide ditolak oleh 85% pemilih dan inisiatif untuk melarang itu untuk orang asing ditolak 78%.

STATISTIK
Ludwig Minelli dalam sebuah wawancara maret 2008 mengatakan bahwa dignitas telah membantu 840orang meninggal, 60% dari mereka adalah dari dari Jerman. Pada tahun 2010, jumlah Assisted Suicide telah lebih dari seribu orang. Kebanyakan orang datang ke dignitas tidak berencana untuk mati tetapi membutuhkan asuransi dalam kasus penyakit mereka yang sudah parah. Dari mereka yang menerima lampu hijau, 70% tidak pernah kembali ke dignitas. 21% dari orang yang menerima Assisted Suicide di dignitas tidak memiliki terminal arau penyakit progresif melainkan karna kasus "Kelelahan Hidup".

BIAYA DAN KEUANGAN
Menurut Ludwig Minelli, dignitas biaya pasien untuk persiapan dan bantuan bunuh diri sebesar EUR 4000 / USD 4260.40 / IDR 58301076.69 atau EUR 7000 / USD 7455.70 / IDR 102026884.20 dalam kasus mengambil alih tugas keluarga, termasuk pemakaman, biaya medis dan resmi biaya. Dignitas telah dikenal untuk membebaskan biaya tertentu dimana ada kesulitan berdasarkan UU Swiss, dignitas beroperasi sebagai organisasi non-profit tetapi tidak membuka keuangannya kepada publik karna akan menimbulkan kritik dari beberapa kalangan.

"PARAWISATA BUNUH DIRI" (ISTILAH MEDIA MASSA BARU-BARU INI)
Meskipun sudah umum untuk disebut "Assisted Suicide" sebagian besar Jerman pada Agustus 2015 sekitar 300 warga inggris telah melakukan perjalanan ke swiss dari inggris untuk mati di salah satu dignitas dengan menyewa apartment di Zurich. Pada bulan maret 2010, seniman komik Inggris John Hicklenton mengakhiri hidupnya di klinik dignitas setelah pertempuran 10 tahun dengan multiple sclerosis (penyakit yang menyerang sistem saraf pusat, tepatnya otak dan sumsum tulang belakang)/

TUDUHAN OLEH DIGNITAS MANTAN KARYAWAN
Soraya Wernli (perawat dipekerjakan oleh dignitas untuk dua setengah tahun sampai maret 2005) menuduh organisasi menjadi lini produksi kematian yang hanya mempedulikan keuntungan. Wernli mengklaim bahwa ada banyak orang kaya yang rentan mewariskan sejumlah besar warisannya untuk Minelli disamping biaya standar Assisted Suicide dan beberapa diantaranya tidak menderita penyakit parah. Dia juga mengeluhkan beberapa pasien yang meninggal dalam rasa sakit dan memutuskan mengundurkan diri setelah insiden penggunaan mesin baru membuat klien meninggal setelah membuatnya klien tersebut menderita selama 70 jam. Dignitas membantah semua tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa Wernli meninggalkan dignitas beberapa tahun yang lalu. Minelli mengatakan bahwa "Jika jaksa merasa aku membuat diriku kaya maka mereka harus mulai proses hukum"

REAKSI DARI SWISS LOKAL DAN ORGANISASI
Direktur Ludwig Minelli menggambarkan kesulitan yang dihadapi dignitas selama bertahun-tahun. Pada september 2007, ia diusir, diblokir atau dikunci dari tiga flat dan Minelli ditawarkan Assisted Suicide dibantu oleh 2 orang jerman di mobil. Pada oktober 2007 dignitas dicegah bekerja dirumah pribadi oleh dewan lokal dan menolak kamar dilokasi industri. Dalam desembar 2007 penghakiman interim mencegah dignitas bekerja digedung sebelah rumah bordil yang sibuk.

PEMILIHAN PASIEN
Meskipun dignitas menyediakan sedikit data atau bahkan tidak ada data kegiatannya, diketahui bahwa 21% dari orang yang sudah menerima bantuan oleh dignitas dan 65% wanita tidak diterima karna tidak memiliki penyakit yang progresif yang menyebabkan penderitaan. Di klinik tertentu terdapat pembatasan usia untuk klien potensial, sehingga mencegah orang muda menggunakan layanan mereka.

GUCI KREMASI YANG DITEMUKAN DI DANAU ZURICH
Pada bulan April 2010, polisi penyelam menemukan sekelompok lebih 60 guci kremasi di danau zurich. Setiap guci menanggung logo dari krematorium nordheim yang digunakan oleh dignitas. Soraya Wernli, manta karyawan telah mengatakan kepada The Times 18 bulan selum dignitas telah membuang setidaknya 300 guci di danau. Dia mengklaim bahwa minelli sendiri yang membuangnya kesana, tetapi kemudian dia meminta putrinya dan anggota lain dari staf untuk melakukannya. Pada thun 2008 dua anggota diagnitas tertanggap basah mencoba untuk menuangkan abu 20 orang tewas dalam dunia.



Media Dignitas
Pada tahun 2008, film dokumenter Die disiarkan di SKY Nyata Lives (siaran ulang di PBS Frontline maret 2010 sebagai The Suicide Tourist). Film tersebut disutradarai oleh pemenang Oscar Kadana John Zaritsky, itu menggambarkan bunuh diri oleh beberapa orang yang telah pergi ke Swiss untuk mengakhiri hidup  mereka. ini mencakup kisah Craig Ewert, seorang profesor pensiunan dari universitas yang berusia 59 tahun dan menderita penyakit neuron motorik (kerusakan pada saraf motorik dan akhirnya berhenti bekerja). Perjalanan Ewert ke swiss dibantu oleh LSM dignitas. Film dokumenter ini menunjukkan dia meninggal dengan maria, istrinya yang sudah 37 tahun berada di sisinya. Hal ini ditunjukkan pada jaringan televisi swiss SF1 dan tersedia sebagai film web di situs dignitas.

BBC memproduksi sebuah film yang berjudul A Short Stay di Swiss menceritakan kisah dari Dr Anne Turnet yang membaut perjalanan ke klinik Assisted Suiced dignitas tersebut. Film ini ditampilkan pada BBC pada 25 januari 2009.
Maestro inggris sir Edward Downes yang melakukan BBC Philharmonic dan Royal Opera tetap berjuang dalam beberapa tahun berakhir (tapi tidak sakit parah) sebagai pendengar dan penglihatan yang gagal, meninggal dengna istrinya yang menderita kanker terminal disebuah klinik bunuh diri yang dibantu pada Juli 2009. Dia adalah 85 dan istrinya 74.

Teori lesbian prancis dan penerjemah Michele Caussse memilih untuk mati pada hari ulang tahunnya, 29 Juli 2010 dalam hubungannya dengan dignitas.

Pada tanggal 13 juni, 2011 BBC two menayangkan sebuah dokumentar berjudul Terry Pratchett: Memilih untuk meninggal, menampilkan penulis dan penyakit alzheimer penderita Terry Pratchett membimbing pemirsa melalui bantuan bunuh diri yang berlangsung di fasilitas dignitas swiss. Peter Smedley, seorang pengusaha hotel inggris dan jutawan serta istrinya Christine yang diperbolehkan untuk pratchett untuk film konsumsi disengaja Smedley tentang siap menelan barbiturat dalam gelas untuk membunuh dirinya sendiri. Dokumenter menerima reaksi yang sangat populer di inggris dengan banyak pujian untuk program sebagai "berani" , "Sensitif" dan "Penting".

Dignitas terus disajikan di media sebagai sikap politik pada euthanasia. BBC menampilkan sebuah artikel tentang kematian warga inggris Jeffrey Spector, seorang pengusaha yang memutuskan untuk melakukan perjalanan ke swiss untuk menjalani bantuan bunuh diri melalui dignitas untuk operasi tumor yang kemudian bisa menyebabkan kelumpuhan dalam perkembangan pemulihannya. Situasi ini menghidupkan kembali perdebatan seputar moralitas bantuan bunuh diri yang berkembang menjadi sebuah dilema dan menghasut sikap ketika mengenai euthanasia. Mantan Lord Chancellor mengatakan ia akan berusaha untuk memperkenalkan kembali RUU yang memungkinkan dibantu oleh serikat di Inggris. Sementara itu juga berkumpul tuduhan "pro-kematian" bisa dari anti kelompok penekan euthanasia dan mendorong pandangan mereka bahwa kecacatan adalah alasan yang baik untuk membunuh diri dari kelompok cacat.

Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.