Langsung ke konten utama

HIV AIDS *Pengantar*

Kisah ini terjadi pada saat saya sedang berada di rumah orangtua saya di daerah Riau.
Waktu itu ada undangan yang diantar kerumah saya.
Mungkin sudah beberapa hari yang lalu tapi tidak terlalu saya perhatikan karena ada saja undangan yang datang kerumah, mungkin akibat dari musim kemarau jadi banyak yang menikah sebelum musim penghujan datang, hahaha *alasan sendiri*
Jadi, pada saat itu saya dan keluarga sedang bersantai diruang tamu depan dan tidak sengaja saya menduduki undangan pernikahan.
Jika dilihat, desain undangan itu cukup bagus dan jika dinilai, yang menikah ini memiliki modal yang cukup untuk pesta pernikahannya.
Hanya saja ada sedikit pemandangan yang mengganggu dalam undangan tersebut dan seharusnya saya tidak mengatakan itu karna itu tidak baik, ya saya mengakuinya.
Foto mereka berdua yang dipasang di undangan itu sangat buruk dijaman sekarang yang sudah berkembang, dan rasanya hal itu juga disetujui oleh adik-adik saya yang pada saat itu juga ada diruangan tersebut.
Memang tidak harus menggunakan kamera yang super mahal atau dengan memesan seorang photografer, tapi kamera mobile juga bisa menghasilkan gambar yang lebih baik.
Apalagi dijaman sekarang sudah banyak mobile yang memiliki kualitas kamera yang baik.
Sayang sekali foto yang ada diundangan itu benar-benar sangat buruk karena kualitas gambarnya sangat buram dan terlihat kusam, ditambah lagi backgroundnya yang sangat buruk.
Saya dan adik-adik sempat memperbincangkan itu sampai akhirnya mama tiba-tiba berbicara,

"Itu saja sudah luar biasa karna pernikahannya buru-buru bahkan terkesan tidak ada persiapan karna mendadaknya. Mereka menikah sangat mendadak karena mamanya sakit keras. Semogalah mamanya masih tetap hidup sampai mereka menikah"

Ternyata dari cerita, mama mengatakan bahwa kedua orangtuanya memiliki penyakit yang sama.
Sebelumnya papa dari pria yang akan menikah itu meninggal karena sakitnya dan ternyata penyakit papanya sudah menular kemamanya, hanya saja penyakit itu baru sekarang mengakibatkan penderitaan pada mamanya.
Tertular virus HIV.
Sungguh menyedihkan dan sangat mengkhawatirkan, wajar saja jika mengingat betapa ganasnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HIV.
Sedikit menyedihkan waktu mama mengatakan bahwa yang kepestanya kemungkinan pun akan sedikit karena ada beberapa orang yang mengatakan takut jika tertular.
Baiklah untuk waktu itu saya hanya diam saja karena kebetulan saya merasa malas untuk memperpanjang masalah karena pikiran saya menjadi ke ibu itu.
Sulit membayangkan bagaimana sakitnya yang dia rasakan karena harus menderita penyakit tersebut dan sulit membayangkan bagaimana perasaannya menyaksikan pernikahan putranya, pernikahan pertama dari anak-anaknya.

Beberapa hari kemudian mama kedatangan tamu.
Sekilas saya mendengar beberapa pembicaraan tamu dimana tamu tersebut bertanya apakah mama akan datang ke pesta pernikahan itu atau tidak.
Mama mengatakan iya, karna sebelumnya saya sudah menjelaskan secara singkat kepada mama tentang penularan penyakit AIDS.
Tidak bisa disalahkan jika sebelumnya mama memiliki perasaan takut untuk datang karena pemahaman mama tidak terlalu banyak tentang itu, syukurnya mama bisa menerima penjelasan yang saya terima.
Tamu tersebut mengatakan bahwa dia tidak akan datang karena dia takut tertular.
Beliau mengatakan penyakit itu bisa tertular dari pernafasan ataupun saat berjabat tangan.
Astaga !!!

Entah kenapa saat mendengarnya perasaan saya begitu hancur dan kesal sangat mendengarnya.
Itu benar-benar pernyataan yang salah dan tidak bisa dibiarkan untuk berkembang apalagi sampai mensugesti pikiran banyak orang tentang penderita AIDS.
Saya mencoba memasukkan diri kedalam pembicaraan itu dan mencoba menjelaskannya.
Saya tidak tau apakah benar jika yang dikatakan beliau itu benar adanya atau tidak.
Beliau mengatakan bahwa informasi itu dia dapatkan dari petugas kesehatan.
Sungguh keterlaluan !!!
Apakah tenaga medis yang dia masukkan itu tidak mengerti apapun ataupun dia memang tidak memahami penyakit AIDS sampai dia berani mengatakan hal yang tidak benar dan menjadi menakutkan bagi orang awam yang mendengarnya.

Saya kemudian hanya terus mendengar tamu tersebut berbicara ini dan itu.
Saya sempat memikirkan dalam hati tentang kesalahan ini.
Ya ada beberapa hal yang saya pikirkan :

  1. Kasihan sekali wanita yang menderita AIDS tersebut harus menderita karena ulah suaminya
  2. Kasihan sekali anak-anaknya harus menderita kenyataan ini, sementara wanita itu adalah orangtua mereka yang tertinggal
  3. Kasihan sekali wanita yang menderita AIDS tersebut karena harus terasingkan dan merasa sendiri karena banyak orang yang menjauhinya
  4. Kasihan sekali mereka yang menjauhi wanita ini karna kurangnya pemahaman mereka akan penyakit AIDS sehingga menimbulkan ketakutan yang tidak beralasan pada mereka
Sekian banyak hal yang saya pikirkan, tetap tidak bisa dipungkiri ada perasaan kesal yang tertahan dibenak saya karena saya kesal ketika tamu tersebut serasa tidak percaya dengan omongan saya bahwa semua tidak semenakutkan yang dia bayangkan atau tidak seburuk yang orang informasikan kepada beliau.
Saya tidak mengerti kenapa sangat sulit kita menerima ilmu dari orang lain?
Saya hanya tidak ingin jika ilmu  yang salah itu akan terus bersarang dibenak mereka dan akan menyebabkan kesalahan komunikasi secara luas kepada yang lainnya.

Waktu berlalu dan tibalah hari pernikahan anak dari ibu tersebut.
Syukurlah mama saya pergi ke pernikahan tersebut.
Sepulang dari pesta itu mama mengajak saya untuk merayakan ulang tahun temannya.
Setelah itu, teman mama bertanya apakah mama ikut kepesta tersebut atau tidak.
Teman mama mengatakan bahwa tidak ada orang yang berani menyalam ibu tersebut karena ketakutan akan tertular.
Astaga, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan ibu itu saat pernikahan anaknya.
Rasanya kesalahan informasi ini bisa membuat masyarakat dipenuhi rasa takut seakan penderita tersebut harus dijauhi.
Mama hanya diam saja mendengarkan temannya berbicara ini dan itu sampai akhirnya mama minta saya untuk menjelaskannya kembali kepada temannya.
Dan dikesempatan itu saya juga menjelaskan beberapa pemeriksaan kesehatan yang harus mereka lakukan di usia mereka yang semakin menua.
Syukurlah pemahaman yang salah sebelumnya bisa terobati dan memunculkan pemahaman yang baru.

Pada kesempatan ini saya ingin sekali membagi ilmu yang saya pahami kepada teman-teman sekalian mengenai penyakit AIDS.
Ilmu yang akan saya bagikan pun akan sesuai dengan referensi yang dipercaya.
Saya sangat berharap setelah membaca artikel saya tentang HIV AIDS membuat kita semakin cerdas dalam menentukan masalah, menghadapi masalah dan mgnhindari masalah.
Terkhusus saya berharap bacaan ini bermanfaat bagi anda yang belum memahami dengan baik bagaimana penyakit AIDS tersebut.
Silahkan bagikan artikel ini kepada saudara-saudari kita yang tidak mengetahuinya atau teman-teman bisa menjelaskan kepada saudara-saudari kita.
Hal ini untuk meningkatkan rasa solidaritas kita kepada sesama kita yang menderita.
Mereka tidak untuk dijauhi, mereka tidak berbahaya, mereka tidak akan menyakiti jika kita memahami apa yang terjadi dengan mereka.
Dengan menunjukkan sikap takut, jijik dan menjauh akan semakin menyakiti perasaan penderita sehingga hal tersebut bisa membuat kondisi kesehatannya akan memburuk.

Demikianlah singkat cerita dari saya, dan untuk membaca artikel saya tentang HIV AIDS ,,, kamu hanya perlu mengklik link yang ada dibawah ini.

Selamat membaca dan teruslah membaca karna membaca adalah pintu menuju kesuksesan :-)


Postingan populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB V Kesimpulan Dan Saran - Karya Tulis Ilmiah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1Kesimpulan Dari hasil penelitian hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang Keperawanan di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru, dapat disimpulkan : 5.1.1Dari 86 responden sebagian besar remaja pria mempunyai pengetahuan rendah, yaitu sebanyak 44 orang (51,2%).