Senin, 20 Juli 2015

Sudahkah Kita Bersyukur?

Minggu, 19 Juli 2015
Itu adalah tanggal pada saat saya mengikuti perayaan ekaristi di Gereja St. Yosef Medan

Pertama kali memasukin gereja, saya kebingungan karna banyak sekali warung yang tutup sedangkan uang saya semuanya uang besar.
Mondar- mandir kesana kemari untuk menukarkannya tapi tidak juga saya dapat.
Untung saja ada seorang umat yang berbaik hati memberikan pecahan uangnya untuk saya pakai.

Sudah pukul 08.00
Biasanya acara misa sudah dimulai tepat pada waktunya.
Pada saat saya memasuki gereja, kehadirannya umat tidak seperti biasanya.
Jika umunya terlihat bangku gereja terisi penuh, kali ini bangku gereja hanya diduduki 3 atau 5 orang saja.
Sangat terlihat suasana gereja yang sepi dari biasanya.

Saya mengambil tempat di bagian sebelah kiri dan berada di barisan tengah.
Sesaat saya memperhatikan kelompok yang berseragam ungu di bagian paling depan sebelah kanan.
Saya hanya berpikir itu biasa dilakukan oleh kelompok- kelompok dalam kegiatan gereja.
Mereka sungguh sangat seragam.

Tibalah memasuki acara misa,
Disaat menyanyikan lagi terdengar iringan musik dari adar batak.
Senang sekali mendengarnya karna ada sedikit variasi dan saya juga suka mendengarkan musik-musik daerah.
Biasanya nyanyiaan saat misa diiringi oleh piano, tapi kali ini didampingi dengan musik daerah batak sehingga menambah keceriaan dalam misa.

Mereka yang memainkan alam musik itu juga menggunakan kostum berwarna ungu.
Berarti mereka masih satu kelompok dengan mereka yang duduk dibangku paling depan.
Sepertinya pengiring musik  itu adalah bagian dari mereka juga.

Memasuki pembacaan pertama,  pembacaan kedua dan mazmur.
Berdirilah 3 orang wanita dari kelompok berpakaian ungun itu.
Dan satu orang lagi berdiri dengan pakaian yang berbeda dari kelompok berpakaian ungu.

Ternyata ketiga gadis yang berpakaian ungu itu tidak bisa melihat (buta) dan satu gadis lainnya adalah pengiring mereka untuk maju ke altar.
seorang diantaranya maju untuk membacakan bacaan pertama.

Tidak tahu kenapa, rasanya air mata ingin menjerit meminta keluar dari pelupuk mata saya.
Hidung mulai terasa seperti digigit semut-semut seperti memaksa air mata saya harus keluar melihat ketiga gadis itu maju ke altar.
Ingin sekali rasanya pergi ketempat yang sepi dan melupakan air mata ini.

Gadis yang cantik,
Dua diantaranya membaca isi kitab suci dengan sangat baik dengna alkitab khusus miliknya sendiri.
Sedangkan satu diantaranya memiliki suara yang indah dan menjadi pemazmur dengan menggunakan buku mazmur yang khusus.

Apakah mereka menyadari itu?
Ketika mereka membuka mata dan melihat ada banyak mata yang menyaksikan mereka saat itu di depan altar.
Apakah mereka menyadari itu?
Bahwa setiap orang yang melihat mereka mengangguk terkagum dengan kelebihan mereka dibalik seluruh kekurangannya.
Apakah pemazmur menyadari itu?
Bahwa setiap orang yang mendengarkan suara merdunya berdecak kagum dengan suara indah yang dimilikinya dibalik kekurangannya.
Apakah mereka menyadari itu?
Bahwa mereka adalah seorang gadis yang diciptakan Tuhan dengan paras yang cantik dan tubuh yang sempurna.
Apakah mereka menyadari itu?
Bahwa mereka terlihat cantik dengan gaun ungu yang saat itu mereka gunakan.
Apakah mereka menyadari itu?
Bahwa mereka berada disebuah altar kudus yang indah dan megah, dimana setiap sudutnya terdapat  lukisan dan pahatan yang indah, bunga-bunga hidup berwarna-warni yang segar dan indah.
Apakah mereka pernah melihat wajah kedua orangtua mereka, melihat wajah saudara-saudarinya, melihat wajah orang yang mereka sayangi?

Tidak,,,
Mereka tidak menyadari apapun jika itu harus mereka lihat untuk menyadarinya.
Mereka bisa merasakan apa yang mereka raba, apa yang mereka rasa dan apa yang mereka dengarkan.
Tapi lihatlah mereka..
Bahkan mereka jauh lebih baik dari saya.
Mereka berada di depan altar dan berdiri dihadapan seluruh umat yang hadir untuk menunjukkan kelebihan mereka dibalik kekurangan mereka.
Tidak hanya mereka bertiga, tapi mereka semua yang berada pada satu kelompok berpakaian ungu tersebut.

Pemain musik itu...
Pemain gendang, pemain piano, seruling dan alat musik lainnya.
Mereka juga tidak pernah melihat bentuk dari alat musik yang mereka mainkan.
Tapi mereka harus sadar bahwa musik yang mereka hasilkan begitu indah.

Terutama pada saat koor...
Rasanya saya ingin berteriak keras sambil berdiri dan bertepuk tangan setelah mendengarkan mereka satu kelompok itu koor.
Tidak hanya saya, tapi semua orang yang ada didalam gereja itu.
Sayang sekali itu ruangan kudus dan tidak boleh ada keributan selama di dalam gereja.
Suara mereka sangat indah dan tinggi.
Mereka akan mengikuti pertandingan keluar negri, saya lupa tepatnya kemana.
Semoga mereka mendapatkan Juara 1 dan mereka bisa menampilkan yang terbaik.
Seluruh umat mendoakan keberhasilan mereka.

Lalu nikmat Tuhan manakah yang harus saya dustakan?
Lalu nikmat Tuhan manakah yang tidak saya syukuri?

Tuhan hanya memberikan kekurangan kecil untuk saya dibandingkan kekurangan besar yang dimiliki orang-orang cacat diluar sana.
Lalu kenapa saya tidak juga bisa bersyukur untuk segalanya?
Masih juga saya menjerit dan menangis untuk kesedihan saya dan menyalahkan Tuhan untuk kekurangan yang saya alami.

Saya bisa melihat mereka...
Saya bisa melihat sinar matahari, sinar bulan dari pantulan sinar bintang-bintang.
Saya bisa melihat keluarga, teman-teman dan semua orang yang saya sayangi bahkan termasuk yang saya benci.
Saya bisa melihat warna-warni yang indah bahkan walaupun itu dari sebuah pelangi yang berada dilangit.
Saya bisa melihat wajah dan seluruh tubuh saya dari pantuan kaca.
Saya bisa melihat angka, huruf dan bisa melihat apapun yang diajarkan guru-guru saat saya sekolah.
Saya bisa melihat apapun yang mampu saya lihat.

Hidup hanya perlu untuk bersyukur agar kita bahagia.
Hanya untuk mendapatkan kebahagiaan dan semua orang membutuhkan kebahagiaan.
Saya dan semoa orang harus bahagia.
Caranya tidak sesusah yang sayang bayangkan.
Tidak harus mengikuti mereka dengan model yang luar biasa, tidak harus mengikuti mereka yang memiliki segalanya  yang mereka mau, tidak harus mengikuti mereka yang mendapatkan apa yang mereka mau, tidak harus seperti mereka untuk merombak segalanya agar menjadi sangat cantik dan terlalu tampan...
Saya hanya perlu bersyukur dengan segalanya yang saya miliki dan bersyukur atas apa yang saya dapatkan dalam hidup saya.
Maka saya akan BAHAGIA...
Dan saya harus BAHAGIA.

Bagaimana dengan kamu?


Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting