Langsung ke konten utama

Menjadi Vegetarian? Siapa Takut!!!



Apakah kamu seorang vegetarian ?
Ataukah kamu pernah mencoba menjadi seorang vegetarian walau hanya beberapa hari ?

Pengalaman Pribadi
Saya pernah mencoba pengalaman menjadi seorang vegetarian selama 46 hari.
Sebelumnya memang pernah mencoba tapi hanya sanggup beberapa hari saja.
Terakhir kali yang mencoba sebanyak 46 hari itu memang penuh dengan godaan yang luar biasa.
Ditambah lagi membayangkan nikmatnya makan dengan nasi.
Dan parahnya lagi kalau makan bareng teman yang mesannya luar biasa sedangkan saya hanya bisa mesan sayur-sayuran saja.
Sempat menyiksa sebenarnya untuk minggu pertama, tapi karna sudah diniati harus kuat sampai sebulan akhirnya saya berhasil, yesssssssssssssssssssssss...
Dan memasuki bulan berikutnya, di hari ke-15 saya kalah hanya karna ikan teri nasi.
Ikan teri, OMG !!!!!
Itu adalah ikan kesayangan sejagad raya.
Bukan juga karna rayuan teman, tapi sekaligus karna rayuan ikan terinya yang memaksa untuk memakan nasi.
Karna  rasanya jauh lebih nikmat jika  dimakan dengan nasi tanpa ada campuran kuah apapun.
Cukup hanya nasi dan ikan teri saja.
Dan setelah itu berakhirlah kebiasaan vegetarian itu hingga sekarang.
Dan sekarang saya mengajarkan mama untuk belajar menjadi seorang vegetarian.
Hal ini dikarenakan usia mama yang sudah lanjut usia dan kesehatan mama juga sudah tidak begitu baik karna mama memiliki penyakit kolesterol yang tidak stabil.
Semoga menjadi seorang vegetarian membuat kesehatan mama semakin membaik ya.
Baiklah sedikit cerita dari saya, Sekarang saya akan menjelaskan tentang Vegetarian ini.
Agar kamu yang ingin menjadi seorang vegetarian menjadi lebih banyak tau apa manfaat atau keuntungan dari vegetarian ini sehingga semangat menjadi seorang vegetarian semakin berkobar-kobar.


Definisi Vegetarian
Zaman sudah semakin berkembang dan begitu juga dengan pola makanan yang sudah berkembang pesat semakin jauh semenjak munculnya makanan siap saji. Makanan ini sudah begitu populer sehingga dikehidupan modern sekarang ini model makanan siap saji merupakan gaya hidup yang banyak diminati oleh banyak orang. Ditambah lagi banyaknya unsur bahan kimia yang senantiasa melengkapi makanan siap saji ini seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna makanan, dan banyak lainnya yang mengakibatkan kemerosotan pada kesehatan manusia. Tanpa disadari pola makan tersebut akan mengakibatkan munculnya berbagai macam penyakit bagi para penikmat pola makan siap saji. Upaya yang dapat dilakukan manusia untuk bisa hidup sehat tanpa meninggalkan dunia modern yang dijalaninya adalah dengan berusaha menyelaraskan diri dengan alam. Menjadi seorang vegetarian, adalah salah satu cara yang dapat ditempuh.

Istilah Vegetarian dicetuskan pada tahun 1847. Pertama kali digunakan secara formal pada tanggal 30 September tahun itu oleh Joseph Brotherton dan kawan-kawan, di Northwood Villa, Kent, Inggris. Saat itu adalah pertemuan pengukuhan Vegetarian Society Inggris. Meskipun demikian, sebenarnya istilah vegetarian sudah dikenal sejak jaman dahulu kala. Sebelum tahun 1847 mereka yang tidak makan daging secara umum dikenal sebagai Pythagorean atau mengikuti sistem pythagorean’, sesuai dengan Pythagoras, seorang vegetarian dari jaman Yunani kuno. Begitu pula dengan agama Hindu dan Buddha yang melarang umatnya untuk membunuh binatang.
Kata Vegetarian berasal dari bahasa latin, vegetus, yang berarti keseluruhan, sehat, aktif, bergairah dan hidup. Definisi asli dari vegetarian adalah dengan atau tanpa telur beserta produk olahan susu dan definisi tersebut masih digunakan oleh Vegetarian Society hingga saat ini.

Menjadi seorang vegetarian di zaman sekarang sama sekali tidak susah, karena restoran-restoran yang menyajikan masakan vegetarian sudah banyak bermunculan. Bila makanan dari restoran tidak terjangkau oleh dompet, anda bisa memasaknya sendiri. Ada banyak resep masakan vegetarian yang tidak kalah enaknya dengan masakan yang diolah menggunakan daging. Mitos yang mengatakan bahwa makanan untuk para vegetarian sangat membosankan adalah sama sekali tidak benar. Banyaknya jenis bahan pangan yang dapat dikombinasikan, akan membuat anda semakin kreatif bereksperimen dalam menciptakan jenis resep baru yang nikmat untuk disantap tidak hanya oleh anda, namun juga untuk seluruh keluarga.


Fakta Tentang Vegetarian
Studi dalam 15 tahun terakhir memberikan beberapa fakta ilmiah menarik seputar plus minus vegetarian. Bukti ilmiah menunjukkan kalau menjadi vegetarian mengakibatkan tingkat kolesterol yang rendah dan karenanya mengurangi resiko kegemukan dan penyakit jantung serta stroke. Satu fakta menarik, kebanyakan vegetarian adalah wanita, berasal dari kelas sosial tinggi dan berpendidikan lebih tinggi. Walau begitu, tidak ada perbedaan nyata pada tingkat ekonomi antara orang vegetarian dengan non vegetarian.
Kata orang menjadi vegetarian membuat panjang umur. Sains membuktikan kalau hal ini benar. Studi Lembaga Kanker Amerika menunjukkan kalau orang yang memakan daging merah lebih besar resikonya meninggal karena kanker atau penyakit jantung dalam 10 tahun ke depan dibanding orang yang memakan daging putih dan vegetarian.
Jangan khawatir dengan kekurangan asupan protein. Protein ada dua jenis, nabati dan hewani. Dan protein nabati sama hebatnya dengan hewani asalkan protein nabati dikonsumsi lebih banyak dari konsumsi saat belum menjadi vegetarian.
Bila anda menganggap punya anak kembar sebagai masalah, studi menunjukkan kalau vegetarian memiliki kemungkinan mendapatkan anak kembar jauh lebih kecil dari non vegetarian.
Bagaimana dengan pria vegetarian? Paling tidak bagi pria yang menderita kanker prostat, diet vegetarian membuat mereka lebih cepat sembuh daripada diet biasa, Menarik bukan.


Jenis- Jenis Vegetarian
1. Vegan
Jenis vegetarian yang sangat ketat. Kelompok ini tidak mengonsumsi semua produk hewani termasuk susu dan telur. Mereka hanya mengonsumsi buah dan sayur. Bukan itu saja, kelompok vegan juga sangat anti terhadap produk hewan, seperti madu, pakaian dari kulit hewan, dan produk-produk kosmetik yang berasal dari hewan.

2. Lacto Vegetarian
Kelompok lacto vegetarian tidak seketat kelompok vegan dalam hal mengonsumsi makanan. Selain sayur dan buah, kelompok ini masih mengonsumsi susu dan produk turunan dari susu seperti keju dan yoghurt.

3. Lacto-ovo Vegetarian
Hampir sama dengan kelompok lacto vegetarian, kelompok lacto-ovo vegetarian juga menambahkan telur dan susu, serta produk turunan dari susu seperti mentega, keju, dan yoghurt, ke dalam menu mereka.

4. Pesca Vegetarian
Selain mengonsumsi produk nabati sebagai makanan pokok, kelompok pesca vegetaraian juga mengonsumsi ikan tetapi menghindari produk hewani lainnya seperti daging ayam dan daging sapi.

5. Flexitarian
Kelompok ini dapat di sebut sebagai kelompok vegetarian terendah karena selain mengonsumsi produk nabati sebagai bahan makanan pokok, terkadang mereka juga mengonsumsi produk hewani, seperti daging sapi, daging unggas, dan ikan.

6. Frutarian
Sesuai namanya, kelompok vegetarian merujuk pada seseorang yang hanya mengonsumsi buah-buahan, kacang-kacangan, dan tanaman lain yang di panen dari tanaman tanpa merusak atau merugikan tanaman itu sendiri sebagai makanan pokoknya.

7. Raw Foodist
Raw foodist merujuk pada seseorang yang hanya mengonsumsi makanan tanpa proses pematangan atau tanpa memasaknya terlebih dahulu. Kelompok ini percaya bahwa mengolah makanan di atas di atas 46 derajat celcius akan melenyapkan enzim makanan. Bahkan dalam tingkat tertentu, makanan yang di masak dapat membahayakan tubuh. Raw foodist dikenalkan oleh seorang ahli biokimia asal filandia, Arturi Virtanen yang menemukan bahwa, ketika kita mengunyah makanan yang tidak di masak, enzim dalam makanan tersebut akan dilepaskan di mulut. Enzim tersebut akan saling melengkapi enzim yang diproduksi tubuh manusia saat mencerna makanan.

Itulah beberapa jenis vegetarian yang telah populer di seluruh penjuru dunia termasuk di indonesia. Ternyata banyak pilihan untuk menjadi seorang vegetarian. Bagaimana dengan pilihan Anda?


5 Alasan Menjadi Seorang Vegetarian
Pilihan untuk menjadi seorang vegetarian memang berada di tangan masing-masing dan didasari atas berbagai macam alasan. Berikut adalah alasan yang seringkali melatarbelakangi keinginan sesorang untuk menjadi vegetarian. Yaitu:

1. Alasan lingkungan
Yakni untuk konservasi energi, air, tanah dan tanaman. Sehingga ekologi tetap terjaga. Belum lagi alasan perlindungan hewan. Alasan yang pertama ini merupakan alasan kebanyakan para remaja beralih menjadi seorang vegetarian, terutama di negara-negara maju.

2. Alasan finansial
Harga bahan pangan nabati relatif jauh lebih murah dan terjangkau dibandingkan daging. Dengan demikian, kita dapat menghemat pengeluaran lebih banyak lagi. Selain itu, hidup sehat dengan vegetarian juga berarti kita tidak perlu keluar uang lebih banyak untuk biaya ke dokter. Di Inggris, premi asuransi untuk orang yang menjadi vegetarian lebih kecil dibanding orang non-vegetarian. Ini dikarenakan para vegetarian memiliki resiko terkena penyakit jantung yang lebih rendah daripada para pemakan daging.

3. Alasan spiritual
Ada beberapa agama di dunia yang menganjurkan umatnya untuk menjadi seorang vegetarian. Karena di dalam ajaran agama tersebut, seseorang tidak diperbolehkan untuk membunuh makhluk yang bernyawa untuk alasan apapun, apalagi untuk kepentingan orang yang bersangkutan.

4. Alasan kesehatan
Alasan ini merupakan alasan utama kebanyakan orang memilih vegetarian sebagai gaya hidup. Dengan menjadi seorang vegetarian, berarti anda sudah mengurangi resiko terkena penyakit-penyakit ringan seperti sembelit dan wasir, hingga penyakit berat seperti kanker dan stroke. Belum lagi terhindar dari penyakit obesitas yang menjadi momok bagi para kaum hawa, karena vegetarian secara tidak langsung sudah membuat kita berdiet dengan cara alami.

5. Alasan fisiologis tubuh manusia
Keyakinan bahwa manusia tidak diciptakan untuk mengonsumsi daging merupakan alasan kuat menjadi seorang vegetarian. Hal ini dapat dibuktikan dengan bentuk anatomi tubuh manusia dan fungsinya, dibandingkan dengan anatomi dan fungsi tubuh hewan herbivora dan karnivora, seperti terlihat pada tabel berikut.

Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa antara manusia dan hewan pemakan rumput maupun buah-buahan memiliki banyak kesamaan. Terutama berkaitan dengan anatomi organ pencernaan. Dengan demikian, tidak ada alasan lain yang lebih logis selain alasan fisiologis untuk beralih menjadi seorang vegetarian.


Pandangan Ahli Gizi dan Medis Tentang Vegetarian
Banyak orang khawatir akan kekurangan gizi atau bahkan kelaparan bila berhenti makan daging, namun sebenarnya penelitian membuktikan bahwa dalam banyak hal, pola hidup vegetarian lebih sehat dibanding pola hidup pemakan daging pada umumnya.

Hambatan bagi penganut vegetarian adalah kekhawatiran akan defisiensi beberapa unsur penting dalam tubuh, seperti protein, kalsium, zat besi, dan vitamin B12. Zat-zat gizi tersebut banyak terdapat di dalam daging, sedangkan kaum vegetarian bukanlah pemakan daging. Namun kekurangan ini sebenarnya masih bisa diatasi dengan mengonsumsi bahan pangan yang bervariasi.

Misalnya dalam hal protein. Wanita dewasa dengan berat badan 60 kg membutuhkan 44 g protein tiap harinya (kebutuhan protein lebih besar dalam keadaan hamil, sedang menyusui atau wanita yang sangat aktif), sedangkan pria dewasa dengan berat badan 75 kg memerlukan 56 g protein (kebutuhan akan meningkat pada pria yang aktif). Bagi vegetarian, kebutuhan protein dapat dipenuhi dari berbagai telur, kacang-kacangan, produk olahan susu serta sereal. Satu jenis bahan pangan saja tidak dapat memenuhi kebutuhan protein sehari-hari, namun mengkombinasikan berbagai macam bahan pangan dapat mengurangi resiko kekurangan protein.
Begitu juga untuk karbohidrat, mineral dan vitamin, kecuali untuk vitamin B12. Karena Vitamin B12 tidak terkandung dalam bahan-bahan nabati, para vegetarian harus memenuhi kebutuhan akan vitamin ini dari produk olahan susu, telur, suplemen vitamin atau makanan yang diperkaya.

Bagaimana untuk masalah kekurangan kalsium? Mineral kalsium sangat penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Sayuran hijau merupakan sumber makanan yang kaya akan kalsium, misalnya sawi, bayam dan brokoli. Namun, ada sayuran hijau dan buah tertentu yang mengandung asam aksalat, misalnya belimbing, yang dapat menghalangi penyerapan kalsium. Kita tetap bisa mendapatkan sumber kalsium dari tahu dan buah-buahan kering. Misalnya tempe dan tahu, selain sebagai sumber protein, juga sebagai sumber kalsium. Untuk 100 gram kacang tanah, mengandung 730 mg kalsium. Sementara untuk 100 gram kacang kedelai mengandung 227 mg kalsium. Selain itu, asupan Vitamin D juga dapat membuat kalsium terserap lebih baik. Dengan begitu, penganut vegetarian tak perlu merisaukan soal pemenuhan kalsium. Urusan penyerapan kalsium sebenarnya juga menjadi masalah bagi non-vegetarian. Asam lemak jenuh yang terkandung dalam daging dapat menghambat penyerapan kalsium.

Banyak orang mencemaskan akan menjadi pucat dan tidak sehat saat beralih menjadi vegetarian, namun hal ini sebenarnya sangat tidak benar. Suku bangsa Hunza yang mendiami kawasan India Utara dan Pakistan terkenal sebagai suku yang umumnya memiliki umur panjang dan bebas penyakit. Rata-rata mereka mencapai umur 115 tahun dan para peneliti yang berkunjung ke sana tidak menemukan adanya kasus penyakit usus buntu, colitis maupun kanker. Padahal mereka hanya mengonsumsi buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, gandum dan susu kambing. Jadi jangan ragu lagi untuk menjadi seorang vegetarian.

Vegan berarti tidak mengonsumsi semua daging, unggas dan ikan, juga susu dan telur. Selain itu mereka juga tidak menggunakan semua produk yang dihasilkan oleh binatang seperti: madu, bahan kulit, sutra, wool, gelatin dll. Para vegan hanya mengonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan.



Postingan populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB V Kesimpulan Dan Saran - Karya Tulis Ilmiah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1Kesimpulan Dari hasil penelitian hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang Keperawanan di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru, dapat disimpulkan : 5.1.1Dari 86 responden sebagian besar remaja pria mempunyai pengetahuan rendah, yaitu sebanyak 44 orang (51,2%).