Langsung ke konten utama

Tidak Usah Mencari Tukang Kritik, Mereka Ada Dimana- Mana !!!


Salam sapa dan salam manis saya untuk para pengunjung setia blog Dunia Merah
Sudah baca judul artikel yang akan saya buat hari ini?
Yup.... Kita akan membahas tentang kebiasaan yang tidak pernah berakhir dari muka bumi ini,
Kita akan membahas salah satu sifat kemanusiaan dari manusia yang tidak bisa dihindarkan.


Semuanya berawal dari lirik lagu "Pink yang berjudul Fuckin Perfect"

Done looking for the critics
Cause they are everywhere
They dont like my jeans
They dont get my hair
*Selebihnya boleh di searching yahhh .....

Membahas tentang kritik, sebelumnya kita harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan Kritik.
Mengutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia, Kritik adalah masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi atau membantu memperbaiki pekerjaan.

Secara etimologis berasal dari dari bahasa yunani, kritikos "yang membedakan", kata ini sendiri diturunkan dari bahasa Yunani, krites , "orang yang memberikan pendapat beralasan" atau "analisis" , "pertimbangan nilai" , "interpretasi" , atau "pengamatan". Istilah ini biasa dipergunakan untuk menggambarkan seorang pengikut posisi yang berselisih dengan atau menentang objek kritikan.

Saya termasuk manusia yang suka memperhatikan dan mempelajari oranglain. Apakah kamu juga begitu?
Jadi hal itu tersalurkan melalui kemampuan saya menjadi stalker, hahaha J
Seneng banget kalau mengintil foto-foto, video, artikel dari orang-orang yang mendapatkan perhatian dari banyak orang.
Tapi saya jarang dan sangat jarang banget sih ikut berkomentar untuk itu, hal yang paling saya suka adalah baca komentar-komentar oranglain terhadap itu.
Nah, perhatikan deh setiap komentarnya.
Ketika membacanya, saya bisa ketawa, senyum tersipu malu-malu, mengejek, emosi, bahkan bisa merepet sendirian.
Kalau sudah menaikkan darah kejantanan saya, ya udah saya tinggalkan saja dan cari komentar-komentar yang lain, biasanya sih yang sering menaikkan darah jantan saya kalau sudah masuk komentar-komentar yang tidak menyenangkan tentang agama.
Kalau membaca komentar yang hobbynya mengkritik, entah itu hal baik atau hal buruk dilakukan, ya bawaannya jadi ketawa, mikirnya dalam hati begini “Ih, nih orang yang komentar gak bisa lihat kotoran di dalam lubang hidungnya secara langsung aja sudah luar biasa komentarnya

Jadi, artikel ini sepertinya sangat penting untuk kamu yang memiliki banyak followers di setiap media sosial kamu, kemudia untuk kamu yang memiliki citra penting untuk banyak orang, untuk kamu yang sering menjadi pusat perhatian banyak orang, untuk kamu yang sering dikomentari dan dikritik dan untuk kamu yang membutuhkannya.
Terkhusus untuk kita yang tinggal di Indonesia ini, karna segala sesuatunya sangat banyak yang memperhatikan. Mungkin karna di Indonesia ini masih sangat kental dengan adat budaya, agama dan segala macamnya yang mungkin anda sendiri bisa menambahkannya .............

Untuk artikel ini, mungkin tidak banyak kalimat-kalimat yang berasal dari saya.
Karna dalam pembuatan artikel ini saya mendapatkan bantuan dari teman saya, lebih tepatnya hampir 80% artikel ini adalah ide dan pendapat dari teman saya.
Sangat membantu, bekerjasama membahas artikel ini dan bertukar pikiran untuk mengeluarkan pendapat sendiri dan membuat karya sendiri.


Apakah yang dimaksud dengan kritikan itu?
Kritikan itu adalah kecaman atau tanggapan, terkadang disertai dengan uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya.
Kritikan itu tidak selalu diartikan seperti komentar yang menyatakan mereka protes ataupun tidak suka dengan sesuatu yang telah kita hasilkan.
Masyarakat umumnya cenderung mengartikan bahwa kritikan itu bermaksud negatif. Adakalanya kritikian itu dapat membangun dan mengasah kita untuk menciptakan inspirasi baru dan menguatkan mental kita dalam sebuah hasil karya.

Bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi tekanan kritik di sekeliling kita?

Kali ini saya akan mencoba memberikan beberapa tips versi teman saya ini khusus untuk teman-teman blogger ketika dihadapkan pada kritikus-kritikus akan hasil karya anda.


  1. M4k (*Mendengarkan *Meneliti *Menganalisa dan *Mengambil) ~ *Mendengarkan, Dalam masalah ini, jadilah pendengar yang baik ketika hasil karya kamu sedang dikomentari dan dihujani banyak komentar. Jangan mau dimenangkan dengan emosi ketika kamu masih mendengarkan/mendapatkan komentar dari oranglain. Ada kalanya kamu harus ingat bahwa karya apapun yang kamu tunjukkan memang harus menerima saran dan masukan dari para kritikus jika kamu rasa ada beberapa hal dari hasil karya kamu yang memang layak untuk diperbaiki. *Meneliti, setelah kamu mendengarkan/mendapatkan kritikan maka berlanjutlah pada meneliti bagian-bagian yang dikritik. Kamu harus meneliti setiap detail dari pembahasan dan menganalisa keakuratan hal yang ditanggapi. Catat atau ingat apakah memang ada hal/bagian yang kurang/salah misalnya. *Menganalisa, ini adalah bagian yang merupakan catatan dari setiap detail kesalahan yang memang layak untuk kamu dapatkan dan tepat untuk kamu perbaiki. *Mengambil, sekarang kamu mendapatkan setiap point-point kritikan dari para kritikus. Ambillah setiap kritikan yang memang terlihat membangun untuk diri kamu dan karya kamu. Jangan egois dalam memilih setiap komentar dari para kritikus, mungkin para kritikus ada yang menyampaikannya secara baik atau tidak baik. Tetaplah konsisten dengan pindirian kamu jika ingin maju, lebih baik dan karya kamu disambut dengan baik oleh banyak orang. Ambillah kritikan yang memang layak untuk kamu perbaiki, tidak peduli bagaimanapun cara para kritikus menyampaikannya pada kamu.
  2. Memahami Kualitas Diri Anda Sendiri ~ Dalam poin kedua ini kamu diharuskan untuk memahami kemampuan diri kamu sendiri. Sebagai contoh ketika kamu mencoba menyelesaikan sebuah karya ilmiah, hasil yang kamu peroleh sesuai dengan kemampuan kamu baik dalam mengumpulkan data dan informasi, mengolah data, mendapatkan hasil dan membuat kesimpulan. Ketika dalam sidang akhir, penguji kamu mengkritik dan mengomentari tentang pengolahan data kamu yang dianggap salah, jangan marah ataupun kesal. Periksa dan koreksi diri kamu sendiri apakah memang bagian pengolahan data adalah kelemahan kamu? Jika memang kamu mengakui bahwa itu adalah keterbatasan kemampuan kamu, terimalah. Jika yang dikritik memang diluar batas kemampuan kamu, alangkah baiknya jika kamu mencoba membuka diri dengan menerima tanggapan dan menerapkannya untuk menghasilkan karya yang lebih kreatif lagi. Namun para kritikus tidak selalu benar, inilah sisi pandang lainnya untuk kamu yang mengenali kualitas dari kamu sendiri. Jika yang dikomentari para kritikus adalah bagian yang merupakan kemampuan atau kelebihan kamu serta hal itu sudah dipastikan ketepatan dan kebenarannya, tetaplah profesional dalam mendengarkan komentar oranglain. Jika kamu merasa tidak ada hal yang haris kamu perbaiki, tidak ada salahnya jika kamu maju dengan hasil karya yang telah kamu ciptakan sendiri.
  3. Kenalilah Kualitas Pengkritik ~ Point yang ketiga ini adalah point terakhir dan tidak kalah pentingnya juga. Banyak terjadi perdebatan kecil dalam sebuah diskusi ketika kamu tidak mencoba memahami siapa lawan bicara kamu. Banyak orang yang gagal menerima masukan oranglain karena mereka tidak mengenal apa kemampuan dari lawan bicara mereka. Hal itu yang dapat membuat kamu tidak mampu menetralkan emosional kamu. Hal ini tidak berpatokan pada status pendidikan ataupun usia dari sang komentator. Namun kualitas yang dimaksud dalam hal ini terkait dalam hal pengalaman dan pola pikir dari seseorang. Ketika anda dihadapkan pada sebuah kasus dan berbagai komentar yang muncul, kamu harus melihat siapa lawan bicara kamu. Berasal dari golongan mana, apa kegiatanya yang dia geluti, apakah keahliannya sudah diakui, apakah kamu mengenal pasti bahwa yang mengomentari adalah orang yang lebih baik dari kamu, perhatikan bagaimana penyampaikan kosata katanya dalam menjelaskan setiap detail kritikannya terhadap kamu. Alangkah baiknya jika ada tanya jawab antara kamu dengan sang komentator untuk lebih mendapatkan sumber-sumber informasi dan kamu semakin menemukan hal yang salah dari hasil karya kamu. Sehingga kamu memutuskan untuk menerima kritikan atau tetap mempertahannya sebagaimana mestinya.
Bagaimana ???
Terasa membantukah atau masih kurang tepat menurut anda?
Begitulah kira-kira yang bisa saya tampilkan dan begitulah kira-kira pendapat yang bisa diberikan untuk para pembaca.
Semoga artikel ini bisa membuat kita untuk menjadi pribadi yang lebih positif lagi, tidak hanya kamu tapi juga untuk saya sendiri.
Marilah bersama-sama untuk menyikapi segalanya dengan lebih tenang dan lebih positif, sehingga mampu mengasah diri kita sendiri dan membuat kita menjadi jauh lebih maju dari sebelumnya.


Demikianlah artikel saya, semoga bermanfaat untuk para pembaca.
Terimakasih untuk kunjungannya dan sampai bertemu lagi pada artikel selanjutnya.
Give H+1 nya, respon untuk artikel ini atau komentarnya ya..
Thankyou :* #hugs #kiss

Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.