Langsung ke konten utama

Before Sunset & Sunrise


Ketika itu aku sedang pergi menikmati pesisir pantai bersama dengan dia yang terletak ditengah kota.
Duduk disampingnya dan merasakan tangan kirinya menggenggam jemari tangan kananku.
Aku tidak melihatnya dan terus memandang kearah ombak yang menyapu pasir dipinggiran pantai.
Angin begitu kuat dan berhembus dengan sejuknya,
Begitu derai sehingga menghibaskan rambutku sampai mengganggu penglihatan mataku.
Dan aku memejamkan mata untuk merasakan hembusan angin itu meresap kedalam setiap pori-pori kulitku...

Dia masih ada dalam mimpiku...
Dia masih selalu muncul sebagai penglihatan pertama saat aku memejamkan mata.
Terasa begitu hangat, seakan dia selalu memelukku,
Setiap waktu....
Suaranya, hembusan nafasnya seakan menjadi hiasan yang tiada berkesudahan untuk menyejukkan setiap waktu yang harus dijalani jauh dari pandangan matanya.

Aku membiarkannya berlalu .....

Pemberhentian di stasiun berikutnya seharusnya menjadi awal untuk cerita berkelanjutan yang akan menjadi kisah yang lebih bermakna.
Seperti mengharapkan sebuah penantian sepanjang waktu yang mencapai tahap pada kelahiran seorang bayi.
Penuh perjuangan dan penantian yang panjang seakan tidak ada lagi yang lebih penting melebihi impian itu.

Sampai suatu kesalahan merusak segalanya.
Seharusnya memang tidak terjadi, tapi  semua adalah kesalahanku.

Kenapa aku harus membawa mereka?
Segalanya sudah menjadi pengalaman yang seharusnya dijadikan pelajaran untuk memahami bagaimana segala kehancuran yang sudah terjadi karna berawal dari ini.
Tiba- tibakan aku merasa bodoh untuk semua itu?
Seakan tidak memberikan pertimbangan apapun dan seakan tidak meyakinkan diri sendiri bahwa semua tidak akan menjadi baik dengan menyertakan apapun dan siapapun kecuali keberadaan kami berdua.
Seharusnya aku datang sendirian dan kemudian dia bisa dengan mudah membawaku pergi jauh.

Perpencaran yang begitu baik dan kerumunan yang sungguh sangat mengganggu untuk mempermudahku menemukannya.
Aku sudah  mengitari sepanjang stasiun itu untuk segera menemukannya.
Harus aku...
Harus aku yang pertama kali menemukannya dan dia akan terpesona dengan itu.

Ramai sekali dan aku merasa bahwa semakin sulit dan semakin berat untuk menemukannya.
Mereka terlalu kasar, kerumunan itu menyakitiku dan seakan titik goyahku menjadi semakin berat.

Dimana dia?

Mereka menabraku ...
Mereka mengabaikan aku seakan aku tidak berpijak pada bumi ini...
Mereka tidak memandangku seakan aku tidak terlihat...
Mereka memijak kakiku seakan kaki adalah sampah berserakan dilantai...
Mereka membicarakan aku seakan aku tidak memiliki kuping untuk mendengarkannya.

Dimana dia?

Ragaku hampir remuk dan jiwaku seakan habis binasa,
Aku seakan semakin jauh dengan dia dan semakin kehabisan bayangan
Jejaknya seperti sudah dihapus oleh sapuan langkah banyak orang.

Lemah sudah tidak berdaya dipenghujung jalanku,
Aku seakan berpasrah pada waktu,
Seakan aku akan kehilangan sebagian dari dalam diriku,
Setelah ini....

Baiklah ....
Aku mendapatkan setangkai mawar merah.
Itu adalah jejaknya dan dia masih ada di dekatku, dia tidak jauh dan tidak terlalu jauh.

Dengan tenaga yang tersisa, kumampukan diri ini untuk kembali mencarinya.
Tidak ada kata menyerah dan tidak boleh menyerah.
Dia harus kalah, karna aku yang harus menemukannya..
Untuk selamanya,
Aku tidak akan meninggalkan dia ketika aku sudah menemukannya.
Kelelahan ini akan aku balaskan dengan selalu berada disampingnya...

Perjuanganku berlanjut ...

1 bulan ...
2 bulan ...
3 bulan ...
4 bulan ...
5 bulan ...
6 bulan ...

Sudah setengah tahun dan aku masih tidak menemukannya ...
Bahkan aku kehilangan jejaknya.

Ya Tuhan ...
Apakah aku akan gagal lagi ?

Mungkin ini bukan kesempatanku lagi..
Mungkin aku harus kembali dan usailah sudah apa yang kunanti dan yang kuimpikan selama ini.

Aku harus pulang, aku akan memutar langkahku kembali kepada apa, bagaimana dan yang seharusnya terjadi pada diriku.
Kebahagiaan itu bukan takdirku dan kebahagiaan itu bukan rajutan dalam hidupku.
Aku akan kembali ...

Dan dijalan pulangku,
Aku mendapatkan 6 tangkai mawar yang segar dan sangat indah dalam balutan kemasan yang rapi dan indah.
3 tangkai mawar merah dan 3 tangkai mawar putih ...
Itu dia??
Ya itu dia, dia masih ada didekat sini.

Gelora asmara itu kembali bergejolak sangat kuat..
Kepingan darahku semakin mendesir rinai dan menggetarkan.
Apakah dia mungkin ada didekat sini dan sedang memandangiku?

Aku bersemangat ..
Kembali bersemangat dan cinta itu semakin memuncak seakan tiada akhir.
Aku harus mencarinya,
Aku harus menunggu dan terus berharap.
Seakan impian, harapan dan cita-citaku akan segera terajut.

7 bulan...
8 bulan...
9 bulan...
10 bulan...
11 bulan...
12 bulan...

AKU PASRAH !!!!

Tak kunjung jua kisah indah itu ada terasa digenggaman tanganku,
Tak kunjung jua pemandangan indah itu menghiasi mataku,
Tak kunjung jua aku berdiri didepan altar dan mengucapkan sumpahku,
Tak kunjung jua aku berada dalam atap dengan pelindungku,
Tak kunjung jua aku merasakan kehangatan disaat hujan deras dan dinginnya angin malam,
Tak kunjung jua aku bangun disaat ayam berkokok untuk melaksanakan tugas kepribadian untuk pendampingku,
Tak kunjung jua aku menimang si bayi kecil dari pangeranku,
Dan tak kunjung tiba waktu itu berlalu hingga habis masaku dengan menjalaninya bersama dia.

Apa lagi ??
Apa ??

Remuk tak berkesudahan hasrat ini,
Seakan sudah robek teriris dan waktu sudah menelan bulat-bulat raga ini.
Hati ini ... Jiwa ini ...
Habis sudah tergores sakit hati mendalam, kesedihan dengan segala duka lara untuk kisah cintaku.

Landaslah sudah kehidupanku,
Kemana harus mengobati semuanya dan kemana akan aku buang seluruh impian kosong ini.
Seharusnya aku tidak berada disini, tidak berada ditempat ini, tidak berada dikehidupan ini.
Seharusnya aku tidak membiarkan dia menggerogoti hati dan jiwaku.
Sekarang dia sudah membawanya pergi bersama puing-puing harapanku.

Biarlah aku disini,
Terbaring lemah diatas tanah ini, didalam bumi ini dan dibawah langit ini.
Biarlah sampai seonggokan manusia yang dulu menerjang diawal diperjalananku datang...
Dan mereka akan memijakku sampai mematikanku.

Biarlah aku disini,
Terbaring lemah diatas tanah ini, didalam bumi ini dan dibawah langit ini.
Biarlah sampai kerumunan kendaraan datang menggilas tubuhku sehingga habis tiada meninggalkan sisa.

Biarlah aku disini.
Terbaring lemah diatas bumi ini, didalam bumi ini dan dibawah langit ini.
Biarlah sampai aku menghilang dimakan binatang buas dan dihabisi oleh kerumunan binatang- bintang kecil.

Hingga akhirnya aky menghilang dan dia tidak berhasil menemukan aku lagi,
Selamanya !!!

Terpejamlah wahai mataku dan teruslah tertidur sampai habis segalanya,
Habis pikiran ini dan tertidurlah dengan sangat lelapnya.

***

"Hei... Berhentilah mencari saya. Kenapa kamu tidak menyadari bahwa saya sangat dekat dan bahkan tidak pernah jauh dari pandangan matamu. Saya sangat dekat dan begitu dekatnya hingga tidak ada waktu sedetik pun untuk saya bisa pergi darimu. Saya bisa mendengarkan segala hal yang terjadi pada dirimu."

"Detak jantungmu... 
Ketika detak itu normal seperti detak jantung manusia  biasa, ketika detak itu melambat terutama ketika kamu sangat merindukan saya dan ketika kamu menangis saat memikirkan saya, ketika detak itu cepat terutama ketika kamu marah saat saya tidak mengangkat telfonmu atau tidak memberikanmu kabar dan saat kamu sedang cemburu untuk hal yang tidak seharusnya kamu cemburukan."

"Aliran darahmu...
Ketika aliran darah  itu mengalir normal seperti manusia biasa, ketika aliran darah itu melambat saat detak jantungmu merendah dan ketika aliran darah itu cepat saat detak jantungmu meninggi."

"Saat kamu tidak makan, saat kamu terlalu sering makan yang pedas, saat kamu tidak bisa menahan nafsu meminum kopi, saat kamu tidak tertidur, saat kamu gelisah, saat kamu bermimpi buruk, saat mood kamu berganti-ganti seperti ombak pasang surut, saat kamu ketakutan, saat kamu sedih, saat orang-orang disekitarmu menyakitimu, saat kamu merasa tertekan, saat kamu bahagia, saat kamu tertawa, saat kamu nyaris gila karna memikirkan saya, saat kamu membayangkan segala hal tentang saya saat bersama kamu, saat kamu merindukan saya, saya bisa menjangkaunya selama itu semua masih berhubungan dengan pikiran dan perasaan kamu"

Kenapa baru sekarang ???
Kenapa ketika aku sudah tergulai lemah seperti ini, barulah kamu datang pada saya.
Kenapa disaat saya tidak bisa lagi membuka mata saya dan saat saya sudah kehilangan seluruh tenaga saya, kamu datang pada saya.

(Tawa kecil dan seujung ciuman dari sebuah bibir dipipi sebelah kanan)

"Karna disaat kamu memejamkan mata, saya akan selalu menjaga kamu agar kamu selalu kuat dan segera menyadarkanmu dari segala lamunan dalam pejaman matamu. Karna dalam kelemahanmu, saya akan datang untuk kembali menguatkanmu"

"Sayang  ....
Berhentilah bermain dalam khayalmu. Sampai berapa lama lagi kamu akan begitu dan membiarkan saya sendirian melewati pemandangan indah sunset ini. Bukankah kita akan terus disini sampai kita mendapatkan sunrise di esok hari?"

Dia disampingku...
Tangannya masih tetap erat menggenggam tanganku.
Senyumnya begitu indah dan aku bisa melihatnnya dengan jarak yang begitu dekat.
Dia memajukan pandangannya dan melekatkan bibir tipisnya menyentuh bibirku.
Lembut sekali dan seakan semua kepahitan itu hilang, berlalu.
Inilah pelunasan untuk segalanya.
Dialah pelunasan segala hutang-hutang menyakitkan dalam perjalanan hidup ini.

"Terimakasih sudah mau mendampingi saya"
"Terimakasih sudah memilihku"


*Sekian dan Terimakasih :)*





Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.