Minggu, 31 Agustus 2014

SYHELOMITHA

Syhelomitha Tersayang ...

Sudah berlangsung terlalu lama dan waktu semakin terus berlalu, maafkan aku ketika harus mengirimkan pesan ini begitu lambat padamu.
Ingin segera rasanya membalas pesanmu, ada banyak hal yang sungguh ingin dilukiskan dengan indah sesuai dengan kemauan kita berdua.
Sayangnya sangat sulit untukku meluangkan waktu padamu walau hanya sekejap saja.
Sepertinya ini akan jadi cerita yang bahagia untukmu ...
Aku tau, dirimu selalu menantikan ini dariku, dan sekarang aku menepati janji itu padamu Syhelomithaku tersayang.

Syhelomitha, kali ini 2 bayi mungil bijaksanaku semakin nakal saja.
Semakin lama semakin rewel dan terkadang kerewelan kedua bayi ini sering membuatku pingsan dan ingin mengutuk diriku sendiri.
Sudah hampir memasuki 22 tahun dan kelihatan 2 bayi mungilku tidak semakin dewasa melainkan semakin luar biasa.
Lihat apa yang bayiku lakukan, beberapa hal yang sudah kutinggalkan menjadi kembali kukerjakan karna volume bayiku semakin bertambah.
Aku semakin bingung menghadapi bayiku ini.
Kenapa dengan mudah bayiku meresap dan menampung semua hal yang justru mereka tau akan menyakitkan aku dan beberapa oranglain.
Apa yang harus aku lakukan sekarang Syhelomitha ?
Bukankah sebelumnya aku berjanji bahwa aku akan melunakkan kedua bayikuku ini, tapi yang terjadi sekarang mereka menguasaiku dengan penuh.
Hah ... aku sangat menyayangi bayiku Syhelomitha.
Aku ingin sekali kedua bayiku ini bersahabat baik dengan hatiku, tapi aku sulit mempengaruhi mereka berdua.

Syhelomithaku tersayang ...
Bantu aku untuk sedikit lagi bertahan.
Airmataku hampir terjatuh ketika menuliskan surat ini padamu. Tapi tempat ini terlalu belukar dan aku takut jika ada yang secara tidak sengaja melihatku menangis.
Sangat lama aku memikirkan bahasa untuk bisa engkau mengerti, dan beberapa kali aku harus pergi kebalik semak untuk mengusap air mata ini.
Sungguh menyakitkan Syhelomitha, dan yang menyakitiku adalah bagian dari diriku sendiri.
Bayiku sudah lama bersamaku, bahkan ketika aku dilahirkan kedunia ini.
Kenapa mereka sulit bersahabat denganku? Apakah aku begitu kejam pada mereka sehingga sekarang mereka sangat menyiksaku?

Lihatlah Syhelomitha ...
Bayiku tidak pernah berhenti menangis dan terus menangis .. Terkadang bayiku tidak akan pernah mau berhenti menangis sampai mereka melihatku menyiksa diri sendiri.
Bayiku selalu memaksaku bercerita dan terus bercerita ...
Ketika aku memberikan mereka cerita indah, mereka menangis dan terus menangis.
Bayiku begitu menyukai cerita sedih, menyeramkan, menakutkan dan banyak hal lainnya yang sebenarnya sangat malas untuk kuceritakan.
Tapi aku hanya ingin mereka tenang dan aku mengikuti kemauan mereka.
Untuk sesaat, ketika mereka sedang tertidur pulas, aku menceritakan cerita indah.
Harapanku tidak banyak, aku cuma ingin bayiku bermimpi indah dalam peristirahatannya.
Tapi sayang sekali yang kukerjakan sangat salah.
Karna ketika mereka terbangun, mereka memarahiku dan menyuruhku bercerita kembali sesuai dengan keinginan mereka.

Tapi tidak usah khawatirkan aku Syhelomithaku tersayang ...
Kamu tau, akan ada yang melunakkan karakter buruk kedua bayiku ini.
Maafkan aku tidak sempat menceritakan itu padamu, karna sekarang pun kapal kami sedang diterpa angin yang begitu kuat.
Kami mencoba mencari tepian baru dan sekarang begitu besar rintangan yang harus kami hadapi.
Dan tidak bisa dialihkan, sering sekali kekuatan ombak itu muncul dari kekuatan kami sendiri.
Terutama kedua bayiku ini, mereka sering sekali menciptakan kekuatan untuk menghancurkan kapal kami.
Tapi apa mungkin aku menyingkirkan kedua bayiku ini?
Hahaha ... sama saja menyingkirkan kehidupan diri sendiri bukan?

Doakan aku Syhelomitha ...
Aku sedang dalam perjalanan menuju tempat yang kau tujukan itu. Berikanlah kedamaian itu kepada kami.
Jika dalam perjalanan ini kami tidak bisa menaklukkan kedua bayiku ini, itu artinya kapalku sudah rapuh dan tidak usah mencariku lagi.
Mungkin penghuni laut akan membenamkan aku untuk selamanya, dan tentu saja bersama dengan kedua bayiku itu.
Jika itu terjadi, tenanglah Syhelomitha ...
Aku akan mengirimkan sesuatu untukmu dalam suatu kotak indah yang setiap musim akan selalu bersemi.
Ya Tuhan ... ingin sekali rasanya membenamkan wajah dalam pelukanmu saat ini.
Dalam kotak itu, engkau akan mengetahui kenapa dalam setiap musim dia akan selalu bersemi.
Syhelomitha ... Itulah hal abadi dalam diriku.
Aku selalu menyimpannya dengan baik dalam tempat itu. Aku hanya menyimpannya, namun bagian itu memasukkan jiwa lain untuk tetap abadi disana.
Jika nanti engkau jenuh, buka saja kotak itu dan engkau akan rasakan kesejukan itu.
Jika engkau mendengar lantunan melodi indah, itu berasal dari dalam kotak itu.
Indah sekali ... Dan siapapun yang mendengarnya akan terlelap dalam mimpi indah.
Cuma seorang saja dan aku mohon jagalah dia selalu dalam perlindungan kedamaianmu yang sungguh luar biasa.

Syhelomithaku terkasih ...
Setelah ini, aku masih mengirimkan surat lainnya yang sudah kusiapkan untuk Syamantha.
Jangan bersedih, aku akan baik-baik saja dan ketahuilah bahwa sekarang aku seharusnya merasa bahagia karna aku tau bahwa masih ada sepertimu yang menyayangiku dengan tulus.
Doakan saja semuannya akan berlalu dengan cepat dan setelah itu aku akan mengirimkan kembali pesan padamu.
Entah bagaimana hasilnya, aku masih tetap berharap jika aku bisa berada pada tempat yang kau tujukan bersama dengan impianku.
Dan doakan semoga impianku akan bersama-sama dalam ketenangan dengan kedua bayi mungilku.
Aku masih ingat itu .. Aku akan menutupnya dengan kata-kata itu.
God created me with so beautiful .... :)



Salam manis untukmu Syhelomitha dariku Theresyah :) 
 

Rabu, 13 Agustus 2014

Penyerahan Diri Pada Pujangga



Dan seketika dunia itu sedikit goyah...
Ketika seorang gadis memberanikan diri keluar dari gerbang tempat tinggalnya, 
karna sebuah pemandangan berbeda yang menarik perhatian diluar gerbangnya.
Gerbang itu sudah sangat lama dia buka, sudah sangat lama sekali.
Gadis itu selalu bersembunyi dibalik gerbang itu,
 dan sengaja tidak membiarkan gerbang itu sekalipun terbuka.
Gadis itu takut jika badai yang sering datang akan masuk kedalam,
 dan kemudian memporak-porandakan segala miliknya.

Hingga pada suatu hari, gadis itu membuka gerbangnya sesaat saja.
Ketika dia membuka gerbang itu, 
gerbang disebrang lain kebetulan membuka gerbangnya juga.
Gadis itu sempat memberikan senyuman pada seseorang yg berada didalam gerbang itu.
Wajahnya tidak terlihat jelas, 
namun gadis itu mencoba bersikap ramah sebagai kesan pertama.
Setelah itu, gadis itu menutup kembali gerbanya.
Lewat beberapa saat kemudian, 
pikiran gadis itu sering terganggu dengan hal yang lalu pernah dilihatnya.
Tidak terlihat jelas,
tapi pandangan disebrang sungguh membuatnya menjadi sangat penasaran.


Sampai tibalah suatu saat pada awal kejadian.
Gadis itu melangkah pelan untuk keluar dari gerbangnya.
beberapa langkah dari gerbangnya, 
dia terhenti sesaat ketika gerbang disebrangnya terbuka menjadi selebar-lebarnya.
Ada seseorang disana, 
dia bisa melihat sebuah tubuh dari dalam gerbang tersebut.
Hanya saja sangat sulit untuk melihat dengan jelas gambaran wajah sosok tubuh itu.
Apakah dia wanita? Apakah dia pria? 

Langkahnya dimajukan beberapa langkah untuk memperjelas pandangannya.
Lumayan terlihat semakin jelas jika dibandingkan tadi.
Hanya saja wajah itu tetap sulit untuk dilihatnya.
Hhhmm ... Gadis itu tidak bisa melangkah lebih jauh lagi.
Dia takut terlalu jauh dari gerbangnya dan ketika badai datang, 
dia terlambat untuk masuk kegerbangnya.
Dari sebrang, 
Seseorang dari dalam gerbang itu tersenyum dengan manis, 
sambil sesekali melambaikan tangannya untuk mengajak masuk 
kedalam tempat tinggalnya. 
Gadis itu hanya terdiam disebrang jalan, 
dan masih meragukan dirinya sendiri, 
dan orang yang berdiri disebrang. 
Orang yang berdiri disebrang itu masih tetap selalu tersenyum, 
dan memberikan pandangan mata yang sangat hangat. 
Ingin sekali bergerak maju untuk menyapa seseorang itu, 
hanya saja nyali dan keberanian gadis itu masih belum termunculkan.


Aneh sekali seseorang yang berada diseberang sana.
Dia seorang pria ..  yaaa, dia seorang pria. 
Bentuk tubuhnya menunjukkan bahwa dia adalah seorang pria.
Tapi sangat sulit untuk mengenali wajah itu, rabun dan .. 
dan sangat sulit untuk dikenali.
Pria itu hanya tersenyum dan selalu mengajak untuk datang kearahnya.
Gadis itu menjadi bingung, bingung antara dia mengenal pria itu atau tidak.

Karna gadis itu tidak memberikan respon gerak maju,
pria yang berada disebrang itu melangkah masuk kedalam rumahnya, 
dan kemudian dia membawa peralatan musiknya keluar, 
seperti gitar, biola dan kemudian dia mendorongkan piano, 
dan drum keluar dari rumahnya. 
Apa yang ingin dilakukannya dengan semua alat musik itu?

Pria itu mengangkat secarik kertas untuk menunjukkan 
kalimat pesan yang ditujukan untuk gadis itu

"Hey, do not be afraid. 
I was the only person in this world who most understands you. 
I will make you happy. 
Come here and experience this love.."

Gadis itu tertawa kecil seakan menyepelekan pesan pria itu.
Pria itu tau bahwa gadis itu terkesan menyepelekan, 
dan berusaha mengabaikan pesan itu.
Pria itu tersenyum manis sambil menggelengkan kepalanya, 
dan kembali mengangkat kertasnya untuk kedua kalinya.

"You will love me & you will make me the most important part of your life. 
You will come and when it does, 
I'll make you the happiest woman in the world."

Hahaa, ada-ada saja ....
Itu adalah komentar kecil gadis itu didalam hatinya.
Ck, Ternyata tidak ada yang menarik diluar gerbangnya, 
dia membuang waktu keluar hanya untuk mendapatkan rayuan konyol 
dari seorang pria yang sepertinya gagal menjadi seorang pujangga.
Dia tidak mengenalku dan sekarang dia dengan cepat menyampaikan kalimat seperti itu. 
Sungguh pria yang aneh.



Dipenuhi rasa kecewa,  
gadis itu memutar kembali tubuhnya untuk bergerak jalan menuju gerbangnya.
Tapi hanya 3 langkah saja, 
gadis itu terhenti ditempatnya berdiri.
Indah sekali suara dan musik itu.
Gadis itu membalikkan tubuhnya, 
dan dia melihat pria berwajah tidak jelas itu 
memainkan sebuah musik dan bernyanyi.
Gadis itu kembali memajukan langkahnya sebanyak 3 langkah, 
dan sekarang gadis itu kembali berdiri ditempat yang sebelumnya.

Lantunan lagu yang dinyanyikan pria itu memiliki lirik yang begitu indah,
Pria itu menyanyikan semua lagu itu dengan sangat indah, 
dan membuat gadis itu menjadi jatuh hati.
Romantis sekali ....
Tanpa sadar, begitu terlalu menikmati permainan musik pria itu, 
dia sudah berdiri terlalu lama ditempatnya, 
dan dia tidak membuat pergerakan maju sama sekali.
Sekali lagi pria itu tersenyum manis, 
dan menjulurkan tangannya untuk mengajak perempuan itu maju mendekat,
Dan hati gadis itu pun menjadi semakin melunak.

Gadis itu sungguh ingin melihat wajah pria itu dengan jelas.
Sayang sekali, hanya gerak 5 langkah saja dan kemudian gadis itu terhenti kembali sambil menggelengkan kepala sebagai tanda penolakan untuk ajakan pria itu.
Pria itu mengangguk dan kembali tersenyum manis.



Astaga ...
Gadis itu tersadar tiba-tiba ketika cuaca seketika menjadi memburuk. 
Angin mulai bertiup semakin kencang dan cuaca semakin gelap.
Ini pertanda bahwa sebentar lagi badai akan datang.
Kalau dia bergerak mundur untuk kembali kadalam gerbangnya, sudah tidak mungkin.
Gerbangnya sudah tertutup secara otomatis.

Tiba-tiba ada 3 gerbang lainnya terbuka, 
dan orang yang ada didalam masing-masing gerbang itu 
mengajak gadis itu untuk masuk sebelum badai datang 
menyapu gadis itu dari tempatnya sekarang berdiri.
Tidak hanya 3 orang itu saja, 
pria yang sedari tadi dia perhatikan juga menawarkan dia 
untuk segera masuk kedalam gerbangnya.

Gadis itu harus bergerak cepat.
Dan akhirnya dia memasuki satu gerbang untuk perlindungannya sementara.
Dia memilih salah saru gerbang dari 3 gerbang lainnya, 
dan bukan gerbang pria yang sedari tadi dia perhatikan.

Badai pun datang ...
Dan hal terburuknya adalah ketika gadis itu sudah bersembunyi 
didalam gerbang pertahanan orang lain yang dianggapnya akan melindunginya, 
ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkannya.
Gadis itu mengalami luka-luka pada punggungnya akibat ulah badai itu.
Sesaat setelah badai itu berlalu, 
si gadis langsung bergerak untuk keluar dari gerbang itu.
Dia tidak menemukan pemilik gerbang itu,
karna ternyata pemilik gerbang itu sibuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Dan ketika pemilik itu menawarkan diri untuk mengobati luka gadis itu, 
gadis itu bergerak mundur dan selalu meminta dibukakan gerbang.

Omong kosong yang luar biasa.
Padahal pemilik gerbang itu sebelumnya 
menyampaikan kata-kata yang meyakinkan gadis itu dengan luar biasa.
Dia meyakinkan gadis itu berkali-kali bahwa gadis itu akan aman didalam gerbangnya.
Ck, Omong kosong ....

Karna didesak, akhirmya pemilik gerbang membukanya 
dan gadis itu segera berlari cepat menuju gerbangnya.
Sungguh sial nasib gadis itu ...
Gerbangnya sudah terkunci secara otomatis karna badai baru saja berlalu.

Rasa sedih dan kecewa menyelimuti perasaan gadis itu.
Badai bisa datang kapan saja, dan jika dia tidak masuk kedalam gerbangnya, 
badai itu akan merampas nyawanya.
Tepat disudut gerbang, 
gadis itu melihat sebuah kotak yang terbungkus rapi dengan kertas kado.
Dengan langkah sedikit tertatih sambil mengusap air matanya, 
gadis itu meraih kotak itu.

Ada sebuah pesan diatas kotak itu :
“can you not cry?
I will do anything you as long as you stop crying.
Wear this jacket, the weather is getting cooler 
and drink hot coffee to warm the body.
If you've been brave, come into my gate, I will protect you here.
If not, I will always cheer you on in this my gate”

Gadis itu terdiam sejenak dan memandang jaket merah 
dan secangkir kopi yang disediakan didalam kotak itu.
Gadis itu segera memakainya karna cuaca semakin dingin 
dan dia segera menghabiskan kopi panas itu.


Hey, Terdengar lantunan musik kembali. 
Dan suara itu, suara itu adalah suara yang pernah didengarnya sebelumnya.
Suara dari seseorang dibalik sebrang gerbang disana.
Indah dan sangat indah sekali. 
Kata-kata dari setiap lagu itu sering sekali menyentuh hati gadis itu 
dan tanpa sengaja membuat beberapa tetes airmata membasahi pipinya.
Gadis itu mengkokohkan badannya untuk berdiri 
dan memberanikan diri untuk melangkah maju.
Dia kembali berdiri ditempat yang sama, 
ditempat terakhir kali dia berdiri saat memperhatikan pria itu.
Ternyata yang bermain musik itu adalah 
pria yang sama seperti yang dilihatnya sebelumnya.
Pria itu bernyanyi sambil memainkan musiknya. 
Sesekali dia melecutkan senyuman manis pada gadis itu.
Tapi sulit sekali untuk gadis bisa memahami rautan wajahnya.

Karna dihantui rasa penasaran, 
ditambah lagi hatinya memerintahkannya untuk semakin maju melangkah,
Gadis itu pun menambahkan langkah kakinya mendekati gerbang pria itu.
Tidak terlalu jauh namun tidak  juga terlalu dekat, 
untuk posisi gadis itu sekarang dengan gerbang pria itu.

Gadis itu bisa merasakan kehangatan yang datang dari aura dalam gerbang itu.
Gadis itu terduduk manis sambil memandangi pria itu terus memainkan musiknya.
Sesekali pria itu mencoba membujuknya kembali untuk masuk kedalam gerbang, 
tetapi gadis itu masih bersikeras untuk tidak masuk kedalam.

Seekor anjing lucu menggigit secarik kertas
 dan mengantarkan kertas itu pada gadis itu.

“why are you outside? why do not you come in?
no one will hurt you here.
there is only me and I will never hurt you”

Gadis itu tersenyum membaca pesan yang begitu penuh percaya diri itu.
Dia merasa seperti lebih dihargai 
dan merasa dirinya menjadi suatu hal yang masih dianggap berharga 
untuk orang lain.

“I want to ...
but it is not that easy.
I'm still not sure”

Berawal dari sebuah pesan.
Gadis dan pria itu menjadi sering mengirim pesan 
yang diperantarakan oleh anjing peliharaan pria itu.

Cukup cepat menjalani keakraban bersama pria itu.
Siapa sangka bahwa pria itu sangat memahami gadis itu.

Waktu pun mereka habiskan hanya sekedar mengobrol.
Kegiatan yang tidak membosankan sama sekali.
Dan mereka menjadi teman mengobrol yang sangat baik.
Hanyasaja, gadis itu tetap tidak mau masuk kedalam gerbang pria itu.
Alasannya tidak bisa dipastikan karna apa.
Hanya saja, gadis itu masih ingin merasakan suasana didalam gerbang yang lain.

Yah ...
Hal itu terbukti ketika badai kembali datang.
Pria itu memberikan ekspresi yang meyakinkan bahwa kali ini 
gadis itu akan masuk kedalam gerbangnya.
Alasannya cukup jelas.
Karna gadis itu tidak jauh dari gerbangnya 
dan pria itu yakin bahwa gadis itu sudah yakin dan nyaman dengannya.


Sayang sekali dugaan itu salah ...
Gadis itu dengan begitu tega menyia-nyiakan hal baik yang sudah dikenalnya.
Gadis itu lebih memilih untuk segera berlari kegerbang terbuka lainnya.
Padahal jika gadis itu mau, 
dia hanya perlu menambah beberapa langkah lagi 
maka dia akan mendapatkan tempat perlindungan yang aman didalam gerbang pria itu.

Dan sekarang gadis itu harus menikmati penyiksaan atas perbuatannya sendiri.
Dan hal yang sama terulang kembali.
Ketika badai datang, 
ternyata gerbang yang disinggahinya tidak mampu melindungi dirinya dari badai.
Tetap saja, 
seseorang yang berada didalam gerbang tumpangannya itu 
lebih mengutamakan keselamatannya sendiri.

Gadis itu begitu kecewa dan mencoba menahan luka-luka yang berdarah 
akibat badai yang melukai tubuhnya.
Dengan memohon, dia meminta kepada pemilik gerbang untuk membukakan gerbang.
Sang pemilik gerbang mengeluarkan protesnya 
dan tidak terima dengan permintaan gadis itu 
karna menggunakan gerbangnya sesuka hatinya.

Karna selalu dipaksa dan dipaksa ...
Akhirnya dengan ikhlas hati si pemilik gerbang membukakan gerbangnya.

Gadis tadi dengan langkah tertatih menahan rasa sakit 
mencoba bergerak cepat ke gerbang pria pujangga aneh itu.

.....................
Gadis itu terdiam dan menangis.
Pria itu sudah menutup gerbangnya.
Gadis itu kecewa 
dan berkali-kali menyalahkan serta mengutuk dirinya atas perbuatannya itu.
Gadis itu melangkah dengan perasaan hancur menuju gerbangnya.

Gerbang pertahanannya tidak juga terbuka ...
Hal itu semakin membuat gadis itu menangis dan tersakit.
Dia sudah tidak bisa masuk lagi kedalam gerbangnya.
Dia begitu menikmati segala hal didalam gerbang pria 
itu sampai membuatnya lupa untuk mengurus gerbangnya.

Sekarang apa yang bisa dibuatnya selain berpasrah 
dan menangisi dirinya sendiri yang bodoh itu.
Untuk kesekian kalinya gadis itu merusak kebahagiaanya sendiri.
Bukan 2 kali, 
sesungguhnya bukan 2 kali dia melakukan hal itu pada pria itu.
Bahkan jauh sebelum kedua hal itu,
setelah dia membuka gerbang untuk pertama kali, 
dia sudah melakukan hal yang sama pada pria itu.


"God,
This time I really feel lost.
I beg you give me one last chance, and I'm not going to waste the opportunity.
I do not know what happened to me, but I really wanted him.
God, please save me”

Hujan turun dengan begitu derasnya.
Gadis itu kehilangan tempat berteduh.
Ada beberapa gerbang terbuka yang mencoba memberikannya tempat berteduh, 
tapi kali ini gadis itu memilih untuk tidur didepan gerbangnya 
dan membiarkan hujan membasahi tubuhnya.

Gadis itu terlelap sambil menahan dinginnya air hujan.
Sambil membaringkan tubuh, 
matanya tetap tertuju pada gerbang yang berada disebrangnya.
Manakala dia mendapatkan kesempatan itu.
Ketika gerbang terbuka 
dan pria itu masih mengharapkannya, 
maka dia akan segera melangkah meraih pria itu.
Gadis itu masih mengingatnya. 
Masih mengingat pria itu dengan jelas dimemorinya.
Bahkan jaket pria itu masih melekat ditubuhnya 
dan lumayan mengurangi rasa kedinginan yang nyaris membunuh wanita itu.

Waktu berlalu ...
Berlalu ...
Berlalu ...
Dan berlalu ...

Tidak ada perubahan sama sekali kecuali perubahan cuaca.
Tapi tetap saja gerbang itu tidak terbuka lagi.
Rasa ketakutan dan kesedihan gadis itu semakin menjadi.
Dia merasa ada yang hilang didalam dirinya.


Untuk kesekian kalinya,
Akhirnya wanita pun lelah dan memejamkan matanya.
Gadis itu membawa alam mimpinya 
untuk masuk pada cerita indah bersama dengan pria itu.
Gadis itu merajut mimpi indah mengenai 
sebuah kebahagiaan yang akan dinikmatinya bersama pria itu.

Masih sesaat ...
Dan gadis itu harus tersentak kangen dan terbangun.

Wajah gadis itu mendadak pucat, 
tubuhnya mengeluarkan keringat yang bercucuran.
Kakinya gemetar dan seperti tidak sanggup untuk digunakan meopang tubuhnya.
Rambutnya berterbangan kesana kemari.
Gadis itu semakin takut dan semakin ketakutan.
Tubuhnya disandarkan rapat serapat-rapatnya 
dan kemudian dia menekuk kakinya.
Gadis itu menyembunyikan wajahnya kebawah 
disertai tangis yang tidak kunjung berhenti.


“I'm going to die. I will soon die.
I would even die before he forgave me. 
I would die even before he knew about my feelings 
were destroyed because of this feeling is not clear to him”

Kata-kata itu selalu diucapkannya berkali-kali ...
Terus dan terus diucapkannya dibalik persembunyian wajahnya itu.
Terus dan terus diucapkannya ...
Yah,
 itu terus diucapkannya sampai akhirnya 
dia terdiam karna sesuatu yang menyentuh tubuhnya J
Gadis itu mengangkat sedikit kepalanya 
untuk mengintip sesuatu yang menyentuhnya punggung tangannya itu.

Anjing ...
Seekor anjing ...
Dia mengingat anjing itu.
Gadis itu dengan sigap langsung mengangkat semua wajahnya 
dan segera mengambil kertas yang digigit oleh anjing itu.

“I love you so much.
I do not have any reason to love you.
sorry if I had disappeared for a few moments.
I'm just trying to calm my feelings.
a storm is coming soon.
please, for once let me to protect you.
I promise that the coming storm will not hurt your body.
I'm sad to see you always get hurt and it's really torturing.
after the storm passes, you may go again to leave me.
I'm not going to stop you.
I exist within my gate with open arms to welcome you in my arms.
my girl, I love you so much.”

Tanpa berpikir dua kali, 
gadis itu segera berlari kencang menuju gerbang itu sambil terus meneteskan air mata.
Badai bahkan semakin dekat dan gadis itu sudah tidak memikirkan itu lagi.
Matanya tidak pernah beralih dari sosok seorang pria yang berdiri didalam gerbang itu 
sambil membuka lebar tangannya.
Dia hanya ingin segera berada didalam pelukan pria itu 
dan sampai kapan pun gadis itu tidak akan bergerak selangkah meninggalkan pelukan itu.
Tepat ketika gadis itu dan disusul anjing yang mengikutinya dari belakang 
masuk kedalam gerbang, Gerbang terkunci secara otomatis.


Dan untuk pertama dalam hidupnya, gadis itu mendapatkan tempat itu.
Gadis itu mendapatkan pelukan pria itu.
Pria itu mendekap gadis itu dengan begitu kuat dan begitu hangatnya.
Gadis itu menangis kuat didalam pelukan pria itu 
dan berkali-kali dia mengeluskan pipinya didada pria itu.
Tidak tau berapa lama gadis itu masih terus mendekap pria itu sambil terus menangis.
Pria itu memegang bahu gadis itu dan melepaskan gadis itu dari pelukannya

“How many times must I say that I can not see you cry?”

Gadis itu memandang wajah pria itu ....
Gadis itu terdiam begitu lama dan terus memandang wajah pria itu.
Sangat lama dan mungkin akan terus begitu jika pria itu tidak menegurnya

“Dear ...
the storm has passed and I'm happy to save you from the storm.
I was very happy when it can hold you and feel you so close to me.
if only it could have lasted longer.
but I'm not going to force you.
You may come out of this gate if you want it.”

Gadis itu sempat terdiam terkaget.
Dia menyentuh seluruh tubuhnya 
dan menekan-nekan seluruh tubuhnya untuk memastikan bahwa ada luka akibat badai.
Ck, Badai sudah berlalu dan untuk pertama kali dalam hidupnya 
dia tidak merasakan badai menyakiti tubuhnya.
Bagaimana hal itu sampai bisa terjadi?

Gadis itu menyentuhkan kedua tangannya pada pipi pria itu.
Dia mengelus lembut pipi pria itu dengan tanggannya 
dan memandang pria itu dengan penuh cinta.
Tanpa tersadari, gadis itu kembali meneteskan air mata.

“Could I be here forever?”

“why do you want to be here?”

“I do not know what happened to me for some time.
I know, I should always be near you.
I know, I need you.
I know, I'm so comfortable with you.
I know, I do not want to lose you.
I know, my life is in you.”

“and that you have to know, you love me.”

Dan gadis itu tersenyum kecil mendengar perkataan pria itu 
sambil menggelengkan kepala.
Dan untuk sesaat, mereka berdua saling melemparkan tawa kecil 
sampai suasana kembali menjadi diam 
ketika gadis itu mengeluarkan beberapa kalimat kembali.

“I love you. I love you even as I love myself.
I will always be near you.
and let me spend my whole life with you.
I beg ...”


Pria itu meraih wajah pria itu dan mencium lembut bibir gadis itu.
Hanya untuk sekejap, pria itu melepaskan ciuman itu dan berkata ...

“I would marry you
We would be together forever and for always.
keep my word it.”


Dan kemudian, pria itu kembali mencium bibir gadis itu dengan begitu lembut.
Mungkin untuk sesaat dan mungkin untuk seterusnya,
they are doing something.
Their full vent to their love by doing something.
I hope they both are a perfect pair creation which God established.
And will always be so ...
Live to love and live a life they love.

:)

Love Poems

Seorang pecinta yang baik,  seorang pujangga yang baik, seorang romantisme yang baik.
Gelar seperti itu hanya boleh diberikan pada seseorang yang memiliki tingkat perasaan yang tinggi,
Memiliki tingkat simpati dan empati yang sensitif,
Dan mampu mendapatkan keindahan tersendiri dari segala hal yang didapat dan dimilikinya.

Hhhmm ...
Pada waktu itu seorang pujangga sedang menghadiri sebuah pesta pernikahan.
Pada pernikahan tersebut, sang pujangga menyanyikan sebuah lagu pernikahan untuk mengisi hiburan pada acara tersebut.
Sesaat, nuansa pernikahan itu memberikan sentuhan tersendiri pada pujangga itu.
Menikmati indahnya suasana pesta pernikahan dan menikmati keindahan dari romantisme pasangan yang baru saja menikah.
Semua hal yang terjadi didepan matanya adalah hal yang mengagumkan dan memberikan kesan tersendiri yang berbeda untuknya.

Sesaat pikiran teralih pada seorang gadis yang saat itu mengisi hatinya.
Membayangkan sebuah pernikahan, akankah dia bisa melakukan hal yang sama dengan gadis itu?

Bergerak perlahan dan pujangga itu menjauh dari kebahagiaan pesta pernikahan itu.
Pujangga itu mencari tempat tenang untuk dirinya pribadi.
Dengan perlahan pujangga itu menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan.
Memikirkan dan membayangkan sebuah konsep keindahan dengan imajinasinya sendiri dan dengan gerak jari  yang perlahan mengetikkan satu hingga dua kata lebih pada mobilenya.
Dengan menyatukan hati dan pikiran, pujangga itu sudah berhasil membuat susunan-susunan kalimat yang indah.

Dan hal yang dia lakukan setelah itu adalah,
Mengirimkan susunan- susunan kalimat itu pada kekasihnya :)

Itu cinta ...
Ketika setiap cobaan dan halangan untuk bersamamu membuat aku semakin dekat denganmu.
Itu cinta ...
Ketika aku bisa melakukan apapun yang aku bisa untukmu dan membuatmu bahagia.
Itu cinta ...
Ketika aku mati dalam penyesalan dan sedih karna membuatmu kecewa dan marah.
Itu cinta ...
Ketika kau jauh dariku dan aku selalu berdoa untuk keselamatan dan kesehatanmu.
Itu cinta ...
Ketika aku merindukanmu aku akan tetap bahagia dan menunggumu dengan sabar.
Itu cinta ...
Ketika hanya dengan mengingatmu saja aku bisa menangis dan tertawa tiba-tiba.
Itu cinta ...
Ketika segala kekurangan yang ada pada dirimu menjadi kesempurnaan bagiku.
Itu cinta ...
Ketika aku sudah tidak dapat melihat seseorang yang lebih layak dari dirimu.
Itu cinta ...
Ketika waktu denganmu hanya 1 detik dan aku tetap bahagia.
Itu cinta ...
Ketika aku sabar dalam harap dan tulus dalam menyayangi.
Itu cinta ...
Ketika kebahagiaanmu menjadi kebahagiaanku juga.

Itu cinta ...
Ketika aku tulus dan ikhlas selalu melihatmu walaupun kau tidak melihatku,
Selalu mendengarkanmu walaupun kau tidak mendengarkan aku,
Selalu merindukanmu walaupun kau tidak merindukan aku,
Selalu mengingatmu walaupun kau tidak mengingat aku,
Selalu mengertimu walaupun kau tidak mengerti aku.

Dan itu cinta ...
Jika kita tidak dapat bersama selamanya tapi aku tidak pernah bisa lupakan setiap bagian kenangan tentang dirimu.

:)
Pujangga itu berhasil menurunkan hujan digurun pasir.
Dan sekarang pujangga itu menguasai gurun pasir itu.
Ternyata tidak sulit untuknya melakukan hal yang sulit menurut orang lain.
Wajar saja, karna pujangga itu mengerjakan segalanya dengan penuh keyakinan dan perasaan.
Akankah ada pujangga- pujangga lain yang mampu melakukan hal yang sama ???


This Can Make You Smile ???

We start from this ... 
A message that is conveyed through the image. 
This picture actually has long prepared, just that there are inhibiting factors that make it fail. 
Should be used as a video, but still there are problems. 
Perhaps by this display, the handsome man who understands that there slightly sweet lady who here still remember it. 
Missing him, Any time and at any time. 
Ahh, If God can explain my love and longing for him. 
Hey, I'm not alone.... !!! 
I along with my lovely sister and some help from the neighbors children. 
Sorry for the plan that is not running smoothly. 
I hope it makes you a little more excited.




















A few years ago, I was a little scared to dream about a status that is usually predetermined on a matur woman.
But now, I'm more willing to get that status.
I want to see your face to be the first sights when I woke up in the morning.
I want to make a blanket arms to accompany my sleep.
I want to be part of the next journey of your life.
I want to stand with you under any circumstances.
And .. I want to be the best thing you ever had.
And I want to be the only woman who will multiply thy seed.
Whether the request excessive?
Hhmm .. you are the best loser if you can not fulfill the request.
Hey, I want to have you and you have to want to have me too, must !!!
I and Our sister love you very much.
Come on, join us.
All will feel lighter when we live together.
We will wait for your arrival.


And the last ...
I love everything about you ...
And thanks for torturing a few months because miss you.

:)

Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting