Langsung ke konten utama

Jadikan Buah Hati Kita Menjadi Istimewa


Jadikan anak istimewa, agar dia bahagia. Itu merupakan tugas dari orangtua yang akan terus berlanjut hingga orangtua sudah tidak mampu lagi berada disamping anak- anaknya. Kasih sayang yang paling besar terutama perhatian pada anak cenderung diberikan ketika anak masih bayi dan balita. Dimana anak masih dalam keadaan yang sangat rentan dan beresiko jika dibiarkan sendirian. Ditambah lagi karna saat balita anak- anak masih mengharapkan orangtuanya untuk selalu ada didekatnya. Dan umur akan terus bertambah dan para balita akan berkembang menjadi anak- anak, remaja dan dewasa. Terlepas dari perkembangan itu, manakala anak- anak anda sudah mampu berjalan dan sudah memiliki teman- teman untuk bermain bersama dia, orangtua tetap tidak lepas dari pantauan anak. Anak masih tetap mengharapkan orangtuanya untuk tetap memberikan perhatian dan cinta kasih kepada anaknya. Ini akan menjadikan anak merasa selalu diperhatikan oleh orangtuanya dan menerima dengan tulus bahwa dia adalah anak yang istimewa untuk orantuanya. Anda perlu trik khusus untuk memberitahu balita bahwa ia tetap dan akan terus menjadi anak yang sangat istimewa, terlepas dari usianya yang tidak bayi lagi.

1. Kenali keunikannya dan bantu temukan jati dirinya. Anda tidak akan mengerti  ‘isi’ balita sekarang bila tidak dimulai dengan melihat dan memperhatikan dia. Kenali anak di usianya yang sekarang: 
a~ Keterampilan apa saja yang dia kuasai.
b~ Apa yang menjadi minatnya. Misalnya alam, robot, aktivitas fisik, 'baca' buku, menggambar.
c~ Pahami cara berpikirnya saat ia menghadapi masalah.
Pemahaman Anda terhadap balita sangat membantunya untuk mengenali keunikan dan jati dirinya. Dengan memahami anak, Anda bisa  membantunya  berkembang sesuai dengan keunikan yang ia miliki. Bantu anak:
1~ Sediakan berbagai jenis buku, mulai dari buku cerita sampai ensiklopedi mini.
2~ Rak buku dengan aneka warna untuk  meletakkan buku-bukunya sesuai jenis.
3~ Berikan pembatas buku dengan gambar binatang kesukaannya.
Cara ini membuat balita merasa bahwa Anda memahami apa yang ia suka. Anak  akan merasa istimewa atau spesial dengan perlakuan ini.

2. Berikan pujian yang tulus dan jujur.
a~ Pujian tidak asal-asalan atau basa-basi. “Ya, kamu pintar, nak,” tapi mata Anda tak lepas dari layar Ipad Anda. Anak butuh pujian yang tulus. Caranya:
b~ Arahkan tubuh ke depan tubuh anak dan tatap matanya. Ucapkan pujian dengan jelas.
c~ Berikan pujian yang jujur dan spesifik. Misalnya, katakan bahwa apa yang digambar atau diwarnai anak itu benar dan bagus. Jika ia berhasil mewarnai daun dengan  rapi dan tidak keluar dari garis, ia layak mendapat pujian.  Jangan berikan pujian bila si kecil mewarnai keluar dari garis.  
d~ Berikan pujian  untuk kemajuan perkembangannya, selain membuatnya sebagai anak yang spesial.

3. Bicaralah dengan anak tentang hal-hal yang ia sukai. Berbicara pada anak sama halnya dengan berbicara dengan teman atau sahabat Anda. Seharusnya Anda menjadi orang yang  bisa  membuat anak-anak merasa dihargai. Caranya:
a~ Bicarakan hal-hal yang menarik, penting dan dia sukai. Lihat yang ada disekeliling Anda, jadikan topik pembicaraan. Misalnya, mengapa semut jalannya berbaris.  Bila si kecil  suka, ia akan mendengarkan dengan antusias serta merespon Anda.  Kalau dia tidak suka, segera cari topik lain!
b~ Berikan telinga Anda untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa saja yang ingin dibicarakan anak kepada Anda, sekalipun lugu dan membosankan.

4. Pahami pilihan anak. Hanya orangtua yang mengerti anak dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Memahami pilihan anak seperti kegiatan, kesukaan dan hobinya, merupakan bentuk  menghormati anak dan memperlakukannya  sebagai individu yang spesial.  Begitulah yang akan dirasakan balita juga. Meski tidak selamanya Anda harus setuju dengan kegiatan atau hobinya. Karena ia masih harus belajar tentang mana yang benar dan salah.

5. Berikan waktu khusus. Anak  butuh perhatian tidak hanya  lewat telepon atau video call. Ia butuh  fisik Anda yang  nyata di hadapannya. Kalau Anda bisa membuat rencana kerja,  harusnya Anda juga bisa  membuat perencanaan waktu  untuk balita. Gunakan waktu Anda untuk ‘kencan’ dengan anak, misalnya pergi menonton pertunjukan, bermain ke bandara untuk melihat pesawat terbang atau berenang dan bermain air di wahana air. Selain menambah keeratan juga dapat merangsang pertumbuhan fisiknya saat Anda mengajaknya bergerak.  Bila Anda punya dua anak, bermainlah one on one atau satu pasang-satu pasang. Teknik one on one memudahkan Anda untuk mengatakan atau menunjukkan keistimewaan balita bagi Anda.


6. ‘Rayakan’ proses keberhasilannya. Rayakan prestasinya bukan dengan sebuah pesta yang meriah,  tapi dengan ungkapan “hebat” atau “pintar”, pelukan, ciuman atau memberikan buku yang sudah ia idam-idamkan. Tidak terbayang apa yang akan dirasakan oleh buah hati Anda bila Anda menghargai kerja kerasnya. Perayaan ini tidak hanya berlaku untuk prestasi besar. Prestasi kecil seperti mau memberi salam kepada tamu Anda atau mendapat komentar yang positif dari guru di sekolahnya juga patut dirayakan. 



7. Biarkan anak tahu Anda selalu ada untuknya. Buah hati Anda sedih karena bermasalah dengan salah satu temannya di sekolah. Hampiri dia, tanyakan kenapa ia bersedih. Tawarkan bantuan kepadanya. Jika ia menolak, hargai pilihannya. Sama seperti Anda, anak juga ingin berbagi atau bercerita tentang kesedihannya. Tugas terpenting Anda adalah, Anda harus siap menolong saat dia butuhkan. Sesekali katakan padanya “Bunda siap membantu kamu, lho.” Bahasa verbal menambah keyakinan balita bahwa Anda selalu siap membantunya  melalui masa-masa sulit. Kehadiran Anda  dalam masa sulit membuat anak berpikir bahwa Anda peka pada  suasana hatinya, sayang padanya dan tetap menganggap dirinya sebagai anak yang spesial meski dalam keadaan ‘terpuruk’.


8. Tertawalah bersama anak. Ada pepatah 'tertawa itu sehat'. Benar, bukan hanya sehat fisik tapi juga secara psikis. Tertawa membuat pikiran Anda lepas dari masalah-masalah yang  merusak  mood  Anda. Perasaan negatif dapat memengaruhi perilaku Anda. Bagaimana jika tertawa bersama buah hati Anda? Sehat juga!  Tawa canda Anda  bersama anak dapat meningkatkan ikatan yang kuat  antara  Anda dengan anak. Berbagai lelucon atau tebak-tebakan yang memancing tawa memiliki tempat yang sangat berarti di hati si kecil. Ia merasakan bahwa Anda memperlakukannya sebagai seorang teman yang spesial.


9. Berbagi masalah ringan kepada anak. Saat Anda bahagia, Anda  ingin berbagi kebahagian dengan si kecil  agar dia merasakan kebahagian Anda juga. Jika Anda sedang bersedih atau ada masalah, lebih baik menyingkir saja supaya anak tidak ikut sedih melihat Anda. Salah! Biarkan anak tahu  perasaan Anda, baik pada saat bahagia maupun sedih. Membagi rasa sedih Anda merupakan penghargaan besar untuknya. Ia merasa diri berarti karena dipercaya oleh Anda, sebagai orang dewasa. Posisikan balita  sebagai pendengar dan penolong  Anda.  Mengakui kesalahan yang pernah Anda perbuat juga bisa dijadikan ‘guru pengalaman’ bagi anak. Setidaknya, ia belajar  mengakui   kesalahan yang sudah ia perbuat. Sesekali bagi masalah Anda yang ringan dengannya. Misalnya Anda tidak menemukan makanan kesukaannya, biarkan ia ikut membantu menyelesaikan masalah sederhana ini. Siapa tahu ia menemukan jalan keluar yang diluar dugaan Anda. Jika usulnya Anda terima,  pasti ia akan  merasa sangat berarti!


10. Katakan bahwa dia adalah anak yang istimewa. Perlakukan balita layaknya putri atau putra raja untuk sesekali, boleh saja.  Perlakuan seperti ini menambah keyakinan si kecil bahwa ia diperlakukan istimewa oleh orangtuanya. Pola pikir si kecil masih sangat sederhana. Panggilan ‘my sweety’ atau ‘jagoanku’  bisa membuat anak merasa istimewa. Ditambah lagi dengan ungkapan “Bunda sayang sekali dengan jagoan bunda. Kamu adalah orang yang paling berarti untuk bunda.”  Anak akan merasa istimewa atau spesial ketika ungkapan yang tulus keluar dari mulut dan sikap orangtuanya.



Postingan populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…