Jumat, 14 November 2014

Kecemasan Berpisah Pada Anak



Pendahuluan
Pernahkah anda melihat seorang anak yang menangis sangat kencang atau berteriak-teriak sambil marah saat anak tersebut digendong oleh oranglain ketika diambil dari ibunya?
Atau ketika anak tersebut ditinggal oleh ibunya walau hanya sebentar atau dalam jarak yang tidak jauh?
Atau ketika si ibu akan berangkat kekantor atau pergi sebentar keluar rumah?
Ya.... Pasti sangat  sering anda menemukan seorang anak yang seperti itu dalam kehidupan sehari- harinya.
Hal ini dikenal sebagai separation anxiety atau kecemasan saat berpisah ketika ibu meninggalkan si kecil bersama pengasuhnya di rumah.
Atau kecemasan saat si kecil ditinggal sendirian oleh ibunya walaupun hanya sebentar saja.
Kecemasan ini merupakan bagian normal dari fase perkembangan sikecil.

Separation anxiety adalah normal untuk bayi berusia sekitar 8 bulan, paling hebat diantara usia 10 dan 18 bulan, dan biasanya sembuh diusia 2 tahun.
Kehebatan dan durasi separation anxiety seorang anak bervariasi sebagian tergantung pada hubungan orang tua-anak.
Biasanya, separation anxiety pada seorang anak yang kuat dan sehat menempel pada orangtua lebih cepat sembuh dibandingkan seorang anak yang kedekatannya kurang kuat.
Separation anxiety merupakan perkembangan emosional sikecil dimana ia belum terlalu memahami bahwa walaupun seseorang atau suatu benda tidak terlihat atau tersembunyi, bukan berarti hilang. Keadaan ini dikenal dengan istilah object permanence.
Saat si kecil berusia 8 bulan hingga memasuki usia 1 tahun , ia akan tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri. Namun pada usia tersebut, ia belum dapat mengerti akan perpisahannya dengan ibu.
Hal inilah membuat si kecil cemas dan panik, sehingga ia menjadi marah dan sedih saat ibu pergi meninggalkannya, walau ibu hanya sekedar beranjak ke dapur atau mandi.

Usia timbulnya kecemasan pada anak bervariasi, biasanya antara usia 18 bulan hingga 2,5 tahun, namun ada juga yang tidak mengalaminya.
Beberapa peristiwa yang membuat si kecil stres dapat memicu timbulnya kecemasan saat berpisah dengan ibu, misalnya pindah rumah, memiliki pengasuh baru, punya adik, dan lainnya.
Berapa lama kecemasan berpisah ini berlangsung, tergantung pada temperamen anak dan respon ibu.
Pada beberapa kasus, kecemasan berpisah dapat berlangsung dari masa bayi hingga usia sekolah dasar.
Kecemasan ini juga dapat mengganggu aktivitas normal si kecil yang nantinya akan berkembang menjadi gangguan kecemasan yang lebih dalam.
Namun jika kecemasan berpisah ini terjadi pada anak yang usianya lebih tua, mungkin disebabkan oleh masalah lain, misalnya kemungkinan adanya abusing atau bullying.
Saat si kecil menolak berpisah dengan ibu, hal ini merupakan pertanda adanya kedekatan atau ‘attachment’ yang sehat antara ibu dan anak.
Secara bertahap, nantinya si kecil akan memahami bahwa ibu akan selalu kembali setelah pergi sebentar, dan hal ini akan memberikan rasa nyaman pada si kecil dan memberi kesempatan perkembangan kemandiriannya.

Beberapa tahap kecemasan berpisah adalah normal dan dialami hampir setiap anak-anak, khususnya pada anak yang sangat kecil.
Sebaliknya, gangguan kecemasan berpisah adalah kegelisahan berlebihan yang melebihi apa yang diharapkan untuk tingkat perkembangan anak.
Kecemasan berpisah dipertimbangkan sebagai gangguan jika berlangsung setidaknya sebulan dan menyebabkan gangguan yang sangat berarti atau merusak fungsi.
Durasi pada gangguan tersebut menggambarkan keparahannya.
Beberapa tekanan hidup, seperti kematian seorang keluarga, teman, atau binatang peliharaan atau pindah wilayah atau pindah sekolah, bisa memicu gangguan tersebut. Genetika yang mudah kena kegelisahan juga umumnya memainkan sebuah peranan kunci.

Penyebab
Anak dengan gangguan ini mengalami gangguan hebat ketika dipisahkan dari rumah atau dari orang yang mereka sayangi.
Separation anxiety terjadi suatu waktu ketika bayi mulai tahu bahwa orangtua mereka adalah pribadi yang unik.
Karena mereka memiliki ingatan yang tidak lengkap dan tidak peka pada waktu, anak kecil ini takut setiap kepergian orangtua mereka kemungkinan tetap.
Separation anxiety sembuh sebagaimana perkembangan anak yang kecil pada ingatan dan menjaga gambar orangtua di pikiran ketika mereka pergi.
Anak tersebut mengingat kembali bahwa di masa lalu orangtua akan kembali.
Mereka seringkali perlu tahu dimana orang–orang dan terlalu sibuk dengan rasa takut bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi baik terhadap mereka atau terhadap orang yang mereka kasihi.
Bepergian sendiri membuat mereka tidak nyaman, dan mereka bisa menolak untuk datang ke sekolah atau kemah atau untuk mengunjungi rumah teman.
Beberapa anak tidak bisa tinggal sendirian di dalam sebuah ruangan, melekat pada orang tua atau membuntuti orangtua di sekitar rumah.
Kesulitan pada waktu tidur adalah sering terjadi.
Anak dengan gangguan kecemasan berpisah bisa mendesak seseorang tetap tinggal di ruangan sampai mereka tertidur.
Mimpi buruk bisa memperlihatkan ketakutan anak tersebut, seperti kerusakan pada keluarga melalui kebakaran atau bencana alam.

Gejala
Karena seorang anak yang memiliki gangguan ini seringkali menghindari sekolah, sebuah tujuan segera pada pengobatan memungkinkan anak tersebut untuk kembali ke sekolah.
Dokter, orangtua, dan anggota sekolah harus bekerja sebagai tim untuk memastikan anak tersebut segera kembali ke sekolah. Psikoterapi pribadi dan keluarga dan obat-obatan yang mengurangi kegelisahan bisa memainkan sebuah peranan penting.
Separation anxiety pada usia normal tidak menyebabkan bahaya jangka panjang terhadap anak tersebut.
Separation anxiety yang berlangsung melebihi usia 2 tahun bisa atau tidak bisa menjadi sebuah masalah bergantung pada jarak perbedaan dengan perkembangan anak tersebut.
Hal ini normal untuk anak untuk merasakan beberapa ketakutan ketika meninggalkan pra sekolah atau taman kanak-kanak.
Perasaan ini harus berkurang dengan waktu.
Jarang, rasa takut berlebihan pada perpisahan menghalangi seorang anak menghadiri perawatan anak atau pra sekolah atau menjaga seorang anak bermain secara normal dengan teman sebaya.
Kegelisahan ini umumnya tidak normal (gangguan separation anxiety.
Pada kasus ini, orangtua harus mencari perawatan medis untuk anak tersebut.

Efek Stress Pada Anak-Anak
Perubahan yang sangat menekan pada kehidupan seorang anak, seperti pindah wilayah, perceraian orangtua, atau kematian anggota keluarga atau binatang peliharaan, bisa memicu gangguan penyesuaian.
Gangguan penyesuaian adalah akut tetapi reaksi yang dibatasi waktu terhadap lingkungan yang menekan.
Anak tersebut bisa mengalami gejala-gejala gelisah (misal, gugup, khawatir, dan takut), gejala-gejala pada depresi (misal, menyedihkan atau perasaan putus asa).
Atau masalah-masalah perilaku.
Gejala-gejala dan masalah-masalah tersebut mereda sebagaimana berkurangnya tekanan.
Gangguan stress posttraumatic adalah reaksi yang lebih ekstrem dan bisa terjadi setelah bencana alam (seperti angin topan, tornado, atau gempa bumi), kecelakaan, kematian, atau tindakan tidak berperikemanusiaan pada kekerasan, termasuk penyiksaan anak, anak tersebut biasanya gagal dalam upayanya untuk menghindari ingatan peristiwa tersebut, menderita keadaan gelisah yang terus menerus, bisa kembali mengalami peristiwa traumatic ketika bangun (flashback) atau tidur (mimpi buruk).
Intervensi krisis biasanya diperlukan, dalam bentuk periode yang diperluas pada terapi perseorangan, kelompok, atau keluarga. Pengobatan dengan obat-obatan pengurang gelisah kemungkinan diperlukan.

Cara Mengatasinya
1~ Waktu adalah segalanya. Saat si kecil berusia 8 bulan – 1 tahun, sebaiknya ibu tidak mengantarkan si kecil ke daycare dengan orang yang tidak dikenal, karena pada rentang usia ini, biasanya rasa cemasnya muncul. Pun sebaiknya ibu tidak meninggalkan si kecil saat ia lelah, lapar atau belum istirahat. Jika memungkinkan, sebaiknya ibu mengatur waktu keberangkatan setelah si kecil tidur atau makan.
2~ Latihan. Berlatih berpisah dengan mengenalkan orang dan tempat baru. Jika ada pengasuh baru, ajaklah untuk bermain bersama saat di dalam kamar.
3~ Tetap tenang dan konsisten. Ciptakan ritual yang sama sebelum ibu pergi dengan mengatakan kata-kata yang menyenangkan, sayang dan tegas. Tunjukkan keyakinan pada si kecil. Yakinkan si kecil bahwa ibu akan kembali dan jelaskan berapa lama sampai ibu kembali dengan konsep yang dipahami olehnya, misalnya sampai makan malam, karena seusia ini si kecil belum paham benar dengan waktu.
4~ Menepati janji. Hal ini sangat penting untuk membentuk rasa yakin pada anak dan agar anak bisa melalui saat berpisah dengan ibu.
5~ Orangtua harus tidak membatasi atau membatalkan perpisahan dalam reaksi separation anxiety karena melakukannya sehingga bisa membahayakan perkembangan dan kematangan anak tersebut.
6~ Ketika orangtua siap untuk meninggalkan rumah (atau meninggalkan anak tersebut pada pusat perawatan anak), mereka harus memastikan orang tersebut dengan siapa mereka meninggalkan anak tersebut untuk mengalihkan anak tersebut dengan mainan, sebuah mainan, atau kegiatan lain. Dengan demikian, orangtua harus tinggal di rumah tetapi di ruangan yang berbeda, mereka harus tidak segera kembali dalam reaksi terhadap tangisan, tetapi sebaliknya harus memanggil anak tersebut dari ruangan lain. Ini mengajar anak tersebut bahwa orangtua masih ada meskipun anak tersebut tidak melihat mereka.
7~ Separation anxiety kemungkinan memburuk ketika seorang anak lapar atau lelah, sehingga memberi makan anak tersebut dan membiarkan anak tidur sebentar sebelum meninggalkan mereka bisa juga membantu.

Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting