Langsung ke konten utama

Anomali Kejiwaan


“Pengantar” 
Memulai dengan sebuah perumpamaan yang dituliskan oleh dr. Iskandar Junaidi pada pengantar yang dikemukakan dalam buku Anomali Jiwa mengenai persamaan antara gempa bumi dan kejiwaan seseorang.
Mengambil contoh dari sebuah bencana gempa bumi yang sering terjadi dibumi kita dan sering terjadi dibeberapa bagian negara, kota atau wilayah-wilayah lainnya.
Perhatikan ketika terjadi sebuah gempa bumi dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan bangunan-bangunan dan bahkan kekuatan yang cukup besar sampai mengakibatkan terjadinya tsunami.
Ketika terjadi sebuah bencana gempa bumi, banyak kerugian yang bisa ditimbulkan, dimulai dari banyaknya korban- korban yang luka ringan atau parah, kemudian banyaknya korban yang meninggal, terutama karena bangunan atau gedung- gedung yang roboh.
Setiap kali terjadi bencana gempa yang cukup besar, sebagian bangunan atau rumah ada yang hancur total, ada yang hancur sebagian dan masih ada yang terlihat kokoh atau terlihat utuh.


Nah pertanyaannya, bagaimana beberapa bangunan atau rumah tersebut masih ada yang terlihat kokoh atau utuh?
Ya, itu tak lain karena struktur dan fondasi bangunan yang berbeda satu dengan yang lain, ada yang kokoh dan ada juga yang rapuh. Jika fondasinya kokoh maka akan membuat bangunan tersebut menjadi kokoh.
Begitu pun dengan kita sebagai manusia. Pernahkah anda mencermati bagaimana kondisi fondisi kehidupan kita? Ya, keadaan hati dan jiwa kita. 
Apakah sekokoh yang anda atau orang lain pikirkan atau sebaliknya?
Hal ini perlu dipastikan, mengingat gelombang kehidupan yang dewasa ini semakin keras, yang mengutamakan hal- hal fisik, materi serta sering mengabaikan atau melupakan kondisi psikis, jiwa dan batin seseorang. 
Dalam hidup ini, setiap hari bahkan setiap detik, jiwa dan batin kita mengalami pasang surut akibat bersentuhan dengan segala peristiwa atau kegiatan yang dijalani dan dialami. 
Perubahan jiwa bisa menuju ke arah positif dan semakin kuat, atau justru menuju ke arah negatif dan semakin keropos, tergantung sikap dan respons kita. 
Apabila kita tidak bisa mengelola peristiwa- peristiwa hidup maka bisa jadi jiwa kita mengalami pengeroposan dan keletihan. 
Seperti yang kita saksikan, mengapa begitu banyak akhir- akhir ini tiba- tiba melakukan tindakan bunuh diri, mengalami stres, depresi berat, serta tidak sedikit yang tiba- tiba mengalami perubahan jiwa dan bahkan menjadi gila. 
Perubahan atau gangguan kejiwaan tidak sekonyong- konyong muncul, melainkan penekanan fondasi jiwa yang terus tergerus dan sudah keropos oleh berbagai problema hidup yang dipersepsikan dengan keliru. 
Jika kehidupan kita tidak diimbangkan dan diisi dengan sesuatu yang kokoh dan berguna, hal- hal yang positif maka walaupun sepertinya kita kuat, namun bisa saja di dalam jiwa batin kita mengalami pengeroposan. 
Untuk itu, pastikan anda membangun kehidupan rohani anda dengan benar setiap saat.  Inilah yang akan memelihara jiwa dan pikiran anda tetap kokoh, sekalipun masalah datang bertubi-tubi. 
Maka hal terbaik bagi kita adalah berusaha mengenali apakah kondisi jiwa kita baik, kuat, dan sehat, tidak keropos atau sebaliknya, semakin rapuh dan melemah. 
Buku ini akan membantu anda untuk memahami, mengetahui beberapa penyimpangan jiwa atau anomali jiwa yang mungkin ada disekitar anda.
Buku “Anomali Jiwa” yang kebetulan saya miliki ini sungguh menjadi bacaan yang menarik. Dengan penggunaan bahasa yang mudah untuk dipahami, bacaan ini melengkapi ketertarikan saya untuk semakin memahami mengenai beberapa penyimpangan yang terjadi dalam kejiwaan seseorang. 
Dia pernah berkata “Dear, mempelajari kejiwaan seseorang itu memang tidak akan pernah ada habisnya”
Dan ternyata sangat benar, pada kenyataannya mempelajari dan menikmati kejiwaan seseorang menjadi sebuah fenomena yang paling menarik untuk diperhatikan setiap harinya. 
Sungguh maha agung Tuhan yang Maha Kuasa dalam penciptaannya kepada makhluk hidup dengan membuat semua makhluk hidup dengan berbagai bentuk rupa dan dengan berbagai karakter yang dimiliki setiap manusia tersebut. Tapi siapa sangka jika sesama manusia mampu mengakibatkan kerusakan kejiwaan, kepribadian dan bahkan mental untuk sesamanya. 

“Anomali Jiwa”

 

Anomali adalah penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya. Jadi, anomali jiwa adalah penyimpangan atau keanehan yang terjadi pada kepribadiaan seseorang atau terjadinya perubahan kepribadian dan kejiwaan yang berbeda dari biasanya. Akhir- akhir ini semakin sering dijumpai orang- orang yang mengalami stres atau depresi akibat tekanan hidup yang berkepanjangan dengan intensitas yang semakin berat.

Kehidupan dan keadaan yang menekan terus menerpa yang lambat laun apabila tidak diwaspadai akan menimbulkan masalah baru yang lebih buruk, yaitu terjadinya “Anomali Jiwa”, penyimpangan jiwa ke arah yang negatif. Sebetulnya penyimpangan jiwa itu terjadi dan dialami setiap orang dengan derajat yang berbeda- beda, ada yang kecil dan tidak mengganggu aktivitas sehari- hari, namun bila penyimpangan itu terus ditambah dengan segala kesulitan dan tekanan hidup maka penyimpangan tersebut akan nyata terlihat. Penyimpangan jiwa terjadi karena dipengaruhi banyak faktor. Sebagai contoh, karena mengikuti tren badan langsing maka orang akan berupaya untuk menurunkan berat badannya secara drastis dengan berbagai cara, yang lama- lama mengantarkan pada penyimpangan jiwa yang sulit diatasi.

Tuntutan lingkungan yang mendorong orang untuk cepat menjadi kaya, berkuasa, memiliki jabatan bergengsi, populer, tak pelak akan menumbuhkan sifat tamak. Akhirnya orang akan menghalalkan segala cara dengan melakukan korupsi atau melakukan tindakan tidak terpuji serta melanggar norma sosial dan agama yang lambat laun akan menetap menjadi penyimpangan jiwa. Akhirnya seseorang akan terjebak kedalam situasi yang membuatnya sulit untuk tidak melakukan korupsi, padahal korupsi itu jelas-jelas tidak terpuji, melawan ajaran agama dan tidak sesuai dengan moral sehat, pertentangan ini dapat membuat jiwa mengalami penyimpangan dan sakit.

Akibat perubahan zaman, dewasa ini hilangnya rasa kemanusiaan akan semakin tinggi dalam kehidupan masyarakat modern. Hal tersebut mungkin merupakan suatu penyimpangan jiwa akibat egoisme yang semakin tinggi di tengah- tengah kehidupan setiap individu atau kelompok. Manusia cenderung tidak mau peduli lagi dengan sesama, maunya enak sendiri, dilayani, dan dipedulikan, tetapikurang peduli terhadap oranglain. Mengapa sikap acuh masuk dalam anomali jiwa?
Ya, karena manusia diciptakan untuk hidup dalam komunitas yang berkelompok dan saling peduli. Apabila tidak demikian berarti menyimpang karena menyalahi kodratnya sebagai manusia. 

“Macam- macam Anomali Kejiwaan



I.             PENYAKIT FISIK AKIBAT EFEK KEJIWAAN

·         Psikosomatis

·         Anoreksia Nervosa

·         Binge

·         Bulimia Nervosa

·         Histrionik



II.           GANGGUAN IDENTITAS JENIS KELAMIN

·         Homoseksual

·         Transeksualisme

·         Gay

·         Lesbian

·         Waria dan Banci



III.         PENYIMPANGAN AKTIVITAS DAN KENIKMATAN SEKSUAL

·         Scopophilia

·         Paraphilia



IV.         GANGGUAN KECEMASAN

·         Obsesif Komplusif

·         Mania

·         Manik Depresif

·         Kecemasan Menyeluruh

·         Kleptomania

·         Fobia

·         Panik

·         Skizofrenia

·         Paranoia

·         Depresi

·         Perubahan Kepribadian

·         Psikopat



V.           KELAINAN JIWA PADA ANAK- ANAK

·         Disintergratif

·         Skizofrenia

·         Depresi

·         Mania dan Manik Depresif

·         Perilaku Bunuh Diri

·         Kecemasan Karena Berpisah

·         Kelainan Somatoformis



VI.         OBAT- OBATAN UNTUK TERAPI KEJIWAAN

·         Ansiolitik

·         Hipnotik dan Sedative

·         Antidepresan

·         Antipsikotik

·         Vitamin B dan Asam Amino



VII.       PSIKOTERAPI ANOMALI JIWA PADA AKARNYA

·         Memiliki Hati yang Sempurna

·         Memiliki Hati yang Benar

·         Hidup Baru



VIII.     BERTEKAD MAU SEMBUH

·         Pusat Orientasi Diri

·         Mau Bertunggung Jawab

·         Memiliki Tekad yang Kuat

·         Kendalikan Pikiran maka Gen akan Patuh

·         Pantang Menyerah

Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…