Minggu, 31 Agustus 2014

SYHELOMITHA

Syhelomitha Tersayang ...

Sudah berlangsung terlalu lama dan waktu semakin terus berlalu, maafkan aku ketika harus mengirimkan pesan ini begitu lambat padamu.
Ingin segera rasanya membalas pesanmu, ada banyak hal yang sungguh ingin dilukiskan dengan indah sesuai dengan kemauan kita berdua.
Sayangnya sangat sulit untukku meluangkan waktu padamu walau hanya sekejap saja.
Sepertinya ini akan jadi cerita yang bahagia untukmu ...
Aku tau, dirimu selalu menantikan ini dariku, dan sekarang aku menepati janji itu padamu Syhelomithaku tersayang.

Syhelomitha, kali ini 2 bayi mungil bijaksanaku semakin nakal saja.
Semakin lama semakin rewel dan terkadang kerewelan kedua bayi ini sering membuatku pingsan dan ingin mengutuk diriku sendiri.
Sudah hampir memasuki 22 tahun dan kelihatan 2 bayi mungilku tidak semakin dewasa melainkan semakin luar biasa.
Lihat apa yang bayiku lakukan, beberapa hal yang sudah kutinggalkan menjadi kembali kukerjakan karna volume bayiku semakin bertambah.
Aku semakin bingung menghadapi bayiku ini.
Kenapa dengan mudah bayiku meresap dan menampung semua hal yang justru mereka tau akan menyakitkan aku dan beberapa oranglain.
Apa yang harus aku lakukan sekarang Syhelomitha ?
Bukankah sebelumnya aku berjanji bahwa aku akan melunakkan kedua bayikuku ini, tapi yang terjadi sekarang mereka menguasaiku dengan penuh.
Hah ... aku sangat menyayangi bayiku Syhelomitha.
Aku ingin sekali kedua bayiku ini bersahabat baik dengan hatiku, tapi aku sulit mempengaruhi mereka berdua.

Syhelomithaku tersayang ...
Bantu aku untuk sedikit lagi bertahan.
Airmataku hampir terjatuh ketika menuliskan surat ini padamu. Tapi tempat ini terlalu belukar dan aku takut jika ada yang secara tidak sengaja melihatku menangis.
Sangat lama aku memikirkan bahasa untuk bisa engkau mengerti, dan beberapa kali aku harus pergi kebalik semak untuk mengusap air mata ini.
Sungguh menyakitkan Syhelomitha, dan yang menyakitiku adalah bagian dari diriku sendiri.
Bayiku sudah lama bersamaku, bahkan ketika aku dilahirkan kedunia ini.
Kenapa mereka sulit bersahabat denganku? Apakah aku begitu kejam pada mereka sehingga sekarang mereka sangat menyiksaku?

Lihatlah Syhelomitha ...
Bayiku tidak pernah berhenti menangis dan terus menangis .. Terkadang bayiku tidak akan pernah mau berhenti menangis sampai mereka melihatku menyiksa diri sendiri.
Bayiku selalu memaksaku bercerita dan terus bercerita ...
Ketika aku memberikan mereka cerita indah, mereka menangis dan terus menangis.
Bayiku begitu menyukai cerita sedih, menyeramkan, menakutkan dan banyak hal lainnya yang sebenarnya sangat malas untuk kuceritakan.
Tapi aku hanya ingin mereka tenang dan aku mengikuti kemauan mereka.
Untuk sesaat, ketika mereka sedang tertidur pulas, aku menceritakan cerita indah.
Harapanku tidak banyak, aku cuma ingin bayiku bermimpi indah dalam peristirahatannya.
Tapi sayang sekali yang kukerjakan sangat salah.
Karna ketika mereka terbangun, mereka memarahiku dan menyuruhku bercerita kembali sesuai dengan keinginan mereka.

Tapi tidak usah khawatirkan aku Syhelomithaku tersayang ...
Kamu tau, akan ada yang melunakkan karakter buruk kedua bayiku ini.
Maafkan aku tidak sempat menceritakan itu padamu, karna sekarang pun kapal kami sedang diterpa angin yang begitu kuat.
Kami mencoba mencari tepian baru dan sekarang begitu besar rintangan yang harus kami hadapi.
Dan tidak bisa dialihkan, sering sekali kekuatan ombak itu muncul dari kekuatan kami sendiri.
Terutama kedua bayiku ini, mereka sering sekali menciptakan kekuatan untuk menghancurkan kapal kami.
Tapi apa mungkin aku menyingkirkan kedua bayiku ini?
Hahaha ... sama saja menyingkirkan kehidupan diri sendiri bukan?

Doakan aku Syhelomitha ...
Aku sedang dalam perjalanan menuju tempat yang kau tujukan itu. Berikanlah kedamaian itu kepada kami.
Jika dalam perjalanan ini kami tidak bisa menaklukkan kedua bayiku ini, itu artinya kapalku sudah rapuh dan tidak usah mencariku lagi.
Mungkin penghuni laut akan membenamkan aku untuk selamanya, dan tentu saja bersama dengan kedua bayiku itu.
Jika itu terjadi, tenanglah Syhelomitha ...
Aku akan mengirimkan sesuatu untukmu dalam suatu kotak indah yang setiap musim akan selalu bersemi.
Ya Tuhan ... ingin sekali rasanya membenamkan wajah dalam pelukanmu saat ini.
Dalam kotak itu, engkau akan mengetahui kenapa dalam setiap musim dia akan selalu bersemi.
Syhelomitha ... Itulah hal abadi dalam diriku.
Aku selalu menyimpannya dengan baik dalam tempat itu. Aku hanya menyimpannya, namun bagian itu memasukkan jiwa lain untuk tetap abadi disana.
Jika nanti engkau jenuh, buka saja kotak itu dan engkau akan rasakan kesejukan itu.
Jika engkau mendengar lantunan melodi indah, itu berasal dari dalam kotak itu.
Indah sekali ... Dan siapapun yang mendengarnya akan terlelap dalam mimpi indah.
Cuma seorang saja dan aku mohon jagalah dia selalu dalam perlindungan kedamaianmu yang sungguh luar biasa.

Syhelomithaku terkasih ...
Setelah ini, aku masih mengirimkan surat lainnya yang sudah kusiapkan untuk Syamantha.
Jangan bersedih, aku akan baik-baik saja dan ketahuilah bahwa sekarang aku seharusnya merasa bahagia karna aku tau bahwa masih ada sepertimu yang menyayangiku dengan tulus.
Doakan saja semuannya akan berlalu dengan cepat dan setelah itu aku akan mengirimkan kembali pesan padamu.
Entah bagaimana hasilnya, aku masih tetap berharap jika aku bisa berada pada tempat yang kau tujukan bersama dengan impianku.
Dan doakan semoga impianku akan bersama-sama dalam ketenangan dengan kedua bayi mungilku.
Aku masih ingat itu .. Aku akan menutupnya dengan kata-kata itu.
God created me with so beautiful .... :)



Salam manis untukmu Syhelomitha dariku Theresyah :) 
 

Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting