Langsung ke konten utama

Penyerahan Diri Pada Pujangga



Dan seketika dunia itu sedikit goyah...
Ketika seorang gadis memberanikan diri keluar dari gerbang tempat tinggalnya, 
karna sebuah pemandangan berbeda yang menarik perhatian diluar gerbangnya.
Gerbang itu sudah sangat lama dia buka, sudah sangat lama sekali.
Gadis itu selalu bersembunyi dibalik gerbang itu,
 dan sengaja tidak membiarkan gerbang itu sekalipun terbuka.
Gadis itu takut jika badai yang sering datang akan masuk kedalam,
 dan kemudian memporak-porandakan segala miliknya.

Hingga pada suatu hari, gadis itu membuka gerbangnya sesaat saja.
Ketika dia membuka gerbang itu, 
gerbang disebrang lain kebetulan membuka gerbangnya juga.
Gadis itu sempat memberikan senyuman pada seseorang yg berada didalam gerbang itu.
Wajahnya tidak terlihat jelas, 
namun gadis itu mencoba bersikap ramah sebagai kesan pertama.
Setelah itu, gadis itu menutup kembali gerbanya.
Lewat beberapa saat kemudian, 
pikiran gadis itu sering terganggu dengan hal yang lalu pernah dilihatnya.
Tidak terlihat jelas,
tapi pandangan disebrang sungguh membuatnya menjadi sangat penasaran.


Sampai tibalah suatu saat pada awal kejadian.
Gadis itu melangkah pelan untuk keluar dari gerbangnya.
beberapa langkah dari gerbangnya, 
dia terhenti sesaat ketika gerbang disebrangnya terbuka menjadi selebar-lebarnya.
Ada seseorang disana, 
dia bisa melihat sebuah tubuh dari dalam gerbang tersebut.
Hanya saja sangat sulit untuk melihat dengan jelas gambaran wajah sosok tubuh itu.
Apakah dia wanita? Apakah dia pria? 

Langkahnya dimajukan beberapa langkah untuk memperjelas pandangannya.
Lumayan terlihat semakin jelas jika dibandingkan tadi.
Hanya saja wajah itu tetap sulit untuk dilihatnya.
Hhhmm ... Gadis itu tidak bisa melangkah lebih jauh lagi.
Dia takut terlalu jauh dari gerbangnya dan ketika badai datang, 
dia terlambat untuk masuk kegerbangnya.
Dari sebrang, 
Seseorang dari dalam gerbang itu tersenyum dengan manis, 
sambil sesekali melambaikan tangannya untuk mengajak masuk 
kedalam tempat tinggalnya. 
Gadis itu hanya terdiam disebrang jalan, 
dan masih meragukan dirinya sendiri, 
dan orang yang berdiri disebrang. 
Orang yang berdiri disebrang itu masih tetap selalu tersenyum, 
dan memberikan pandangan mata yang sangat hangat. 
Ingin sekali bergerak maju untuk menyapa seseorang itu, 
hanya saja nyali dan keberanian gadis itu masih belum termunculkan.


Aneh sekali seseorang yang berada diseberang sana.
Dia seorang pria ..  yaaa, dia seorang pria. 
Bentuk tubuhnya menunjukkan bahwa dia adalah seorang pria.
Tapi sangat sulit untuk mengenali wajah itu, rabun dan .. 
dan sangat sulit untuk dikenali.
Pria itu hanya tersenyum dan selalu mengajak untuk datang kearahnya.
Gadis itu menjadi bingung, bingung antara dia mengenal pria itu atau tidak.

Karna gadis itu tidak memberikan respon gerak maju,
pria yang berada disebrang itu melangkah masuk kedalam rumahnya, 
dan kemudian dia membawa peralatan musiknya keluar, 
seperti gitar, biola dan kemudian dia mendorongkan piano, 
dan drum keluar dari rumahnya. 
Apa yang ingin dilakukannya dengan semua alat musik itu?

Pria itu mengangkat secarik kertas untuk menunjukkan 
kalimat pesan yang ditujukan untuk gadis itu

"Hey, do not be afraid. 
I was the only person in this world who most understands you. 
I will make you happy. 
Come here and experience this love.."

Gadis itu tertawa kecil seakan menyepelekan pesan pria itu.
Pria itu tau bahwa gadis itu terkesan menyepelekan, 
dan berusaha mengabaikan pesan itu.
Pria itu tersenyum manis sambil menggelengkan kepalanya, 
dan kembali mengangkat kertasnya untuk kedua kalinya.

"You will love me & you will make me the most important part of your life. 
You will come and when it does, 
I'll make you the happiest woman in the world."

Hahaa, ada-ada saja ....
Itu adalah komentar kecil gadis itu didalam hatinya.
Ck, Ternyata tidak ada yang menarik diluar gerbangnya, 
dia membuang waktu keluar hanya untuk mendapatkan rayuan konyol 
dari seorang pria yang sepertinya gagal menjadi seorang pujangga.
Dia tidak mengenalku dan sekarang dia dengan cepat menyampaikan kalimat seperti itu. 
Sungguh pria yang aneh.



Dipenuhi rasa kecewa,  
gadis itu memutar kembali tubuhnya untuk bergerak jalan menuju gerbangnya.
Tapi hanya 3 langkah saja, 
gadis itu terhenti ditempatnya berdiri.
Indah sekali suara dan musik itu.
Gadis itu membalikkan tubuhnya, 
dan dia melihat pria berwajah tidak jelas itu 
memainkan sebuah musik dan bernyanyi.
Gadis itu kembali memajukan langkahnya sebanyak 3 langkah, 
dan sekarang gadis itu kembali berdiri ditempat yang sebelumnya.

Lantunan lagu yang dinyanyikan pria itu memiliki lirik yang begitu indah,
Pria itu menyanyikan semua lagu itu dengan sangat indah, 
dan membuat gadis itu menjadi jatuh hati.
Romantis sekali ....
Tanpa sadar, begitu terlalu menikmati permainan musik pria itu, 
dia sudah berdiri terlalu lama ditempatnya, 
dan dia tidak membuat pergerakan maju sama sekali.
Sekali lagi pria itu tersenyum manis, 
dan menjulurkan tangannya untuk mengajak perempuan itu maju mendekat,
Dan hati gadis itu pun menjadi semakin melunak.

Gadis itu sungguh ingin melihat wajah pria itu dengan jelas.
Sayang sekali, hanya gerak 5 langkah saja dan kemudian gadis itu terhenti kembali sambil menggelengkan kepala sebagai tanda penolakan untuk ajakan pria itu.
Pria itu mengangguk dan kembali tersenyum manis.



Astaga ...
Gadis itu tersadar tiba-tiba ketika cuaca seketika menjadi memburuk. 
Angin mulai bertiup semakin kencang dan cuaca semakin gelap.
Ini pertanda bahwa sebentar lagi badai akan datang.
Kalau dia bergerak mundur untuk kembali kadalam gerbangnya, sudah tidak mungkin.
Gerbangnya sudah tertutup secara otomatis.

Tiba-tiba ada 3 gerbang lainnya terbuka, 
dan orang yang ada didalam masing-masing gerbang itu 
mengajak gadis itu untuk masuk sebelum badai datang 
menyapu gadis itu dari tempatnya sekarang berdiri.
Tidak hanya 3 orang itu saja, 
pria yang sedari tadi dia perhatikan juga menawarkan dia 
untuk segera masuk kedalam gerbangnya.

Gadis itu harus bergerak cepat.
Dan akhirnya dia memasuki satu gerbang untuk perlindungannya sementara.
Dia memilih salah saru gerbang dari 3 gerbang lainnya, 
dan bukan gerbang pria yang sedari tadi dia perhatikan.

Badai pun datang ...
Dan hal terburuknya adalah ketika gadis itu sudah bersembunyi 
didalam gerbang pertahanan orang lain yang dianggapnya akan melindunginya, 
ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkannya.
Gadis itu mengalami luka-luka pada punggungnya akibat ulah badai itu.
Sesaat setelah badai itu berlalu, 
si gadis langsung bergerak untuk keluar dari gerbang itu.
Dia tidak menemukan pemilik gerbang itu,
karna ternyata pemilik gerbang itu sibuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Dan ketika pemilik itu menawarkan diri untuk mengobati luka gadis itu, 
gadis itu bergerak mundur dan selalu meminta dibukakan gerbang.

Omong kosong yang luar biasa.
Padahal pemilik gerbang itu sebelumnya 
menyampaikan kata-kata yang meyakinkan gadis itu dengan luar biasa.
Dia meyakinkan gadis itu berkali-kali bahwa gadis itu akan aman didalam gerbangnya.
Ck, Omong kosong ....

Karna didesak, akhirmya pemilik gerbang membukanya 
dan gadis itu segera berlari cepat menuju gerbangnya.
Sungguh sial nasib gadis itu ...
Gerbangnya sudah terkunci secara otomatis karna badai baru saja berlalu.

Rasa sedih dan kecewa menyelimuti perasaan gadis itu.
Badai bisa datang kapan saja, dan jika dia tidak masuk kedalam gerbangnya, 
badai itu akan merampas nyawanya.
Tepat disudut gerbang, 
gadis itu melihat sebuah kotak yang terbungkus rapi dengan kertas kado.
Dengan langkah sedikit tertatih sambil mengusap air matanya, 
gadis itu meraih kotak itu.

Ada sebuah pesan diatas kotak itu :
“can you not cry?
I will do anything you as long as you stop crying.
Wear this jacket, the weather is getting cooler 
and drink hot coffee to warm the body.
If you've been brave, come into my gate, I will protect you here.
If not, I will always cheer you on in this my gate”

Gadis itu terdiam sejenak dan memandang jaket merah 
dan secangkir kopi yang disediakan didalam kotak itu.
Gadis itu segera memakainya karna cuaca semakin dingin 
dan dia segera menghabiskan kopi panas itu.


Hey, Terdengar lantunan musik kembali. 
Dan suara itu, suara itu adalah suara yang pernah didengarnya sebelumnya.
Suara dari seseorang dibalik sebrang gerbang disana.
Indah dan sangat indah sekali. 
Kata-kata dari setiap lagu itu sering sekali menyentuh hati gadis itu 
dan tanpa sengaja membuat beberapa tetes airmata membasahi pipinya.
Gadis itu mengkokohkan badannya untuk berdiri 
dan memberanikan diri untuk melangkah maju.
Dia kembali berdiri ditempat yang sama, 
ditempat terakhir kali dia berdiri saat memperhatikan pria itu.
Ternyata yang bermain musik itu adalah 
pria yang sama seperti yang dilihatnya sebelumnya.
Pria itu bernyanyi sambil memainkan musiknya. 
Sesekali dia melecutkan senyuman manis pada gadis itu.
Tapi sulit sekali untuk gadis bisa memahami rautan wajahnya.

Karna dihantui rasa penasaran, 
ditambah lagi hatinya memerintahkannya untuk semakin maju melangkah,
Gadis itu pun menambahkan langkah kakinya mendekati gerbang pria itu.
Tidak terlalu jauh namun tidak  juga terlalu dekat, 
untuk posisi gadis itu sekarang dengan gerbang pria itu.

Gadis itu bisa merasakan kehangatan yang datang dari aura dalam gerbang itu.
Gadis itu terduduk manis sambil memandangi pria itu terus memainkan musiknya.
Sesekali pria itu mencoba membujuknya kembali untuk masuk kedalam gerbang, 
tetapi gadis itu masih bersikeras untuk tidak masuk kedalam.

Seekor anjing lucu menggigit secarik kertas
 dan mengantarkan kertas itu pada gadis itu.

“why are you outside? why do not you come in?
no one will hurt you here.
there is only me and I will never hurt you”

Gadis itu tersenyum membaca pesan yang begitu penuh percaya diri itu.
Dia merasa seperti lebih dihargai 
dan merasa dirinya menjadi suatu hal yang masih dianggap berharga 
untuk orang lain.

“I want to ...
but it is not that easy.
I'm still not sure”

Berawal dari sebuah pesan.
Gadis dan pria itu menjadi sering mengirim pesan 
yang diperantarakan oleh anjing peliharaan pria itu.

Cukup cepat menjalani keakraban bersama pria itu.
Siapa sangka bahwa pria itu sangat memahami gadis itu.

Waktu pun mereka habiskan hanya sekedar mengobrol.
Kegiatan yang tidak membosankan sama sekali.
Dan mereka menjadi teman mengobrol yang sangat baik.
Hanyasaja, gadis itu tetap tidak mau masuk kedalam gerbang pria itu.
Alasannya tidak bisa dipastikan karna apa.
Hanya saja, gadis itu masih ingin merasakan suasana didalam gerbang yang lain.

Yah ...
Hal itu terbukti ketika badai kembali datang.
Pria itu memberikan ekspresi yang meyakinkan bahwa kali ini 
gadis itu akan masuk kedalam gerbangnya.
Alasannya cukup jelas.
Karna gadis itu tidak jauh dari gerbangnya 
dan pria itu yakin bahwa gadis itu sudah yakin dan nyaman dengannya.


Sayang sekali dugaan itu salah ...
Gadis itu dengan begitu tega menyia-nyiakan hal baik yang sudah dikenalnya.
Gadis itu lebih memilih untuk segera berlari kegerbang terbuka lainnya.
Padahal jika gadis itu mau, 
dia hanya perlu menambah beberapa langkah lagi 
maka dia akan mendapatkan tempat perlindungan yang aman didalam gerbang pria itu.

Dan sekarang gadis itu harus menikmati penyiksaan atas perbuatannya sendiri.
Dan hal yang sama terulang kembali.
Ketika badai datang, 
ternyata gerbang yang disinggahinya tidak mampu melindungi dirinya dari badai.
Tetap saja, 
seseorang yang berada didalam gerbang tumpangannya itu 
lebih mengutamakan keselamatannya sendiri.

Gadis itu begitu kecewa dan mencoba menahan luka-luka yang berdarah 
akibat badai yang melukai tubuhnya.
Dengan memohon, dia meminta kepada pemilik gerbang untuk membukakan gerbang.
Sang pemilik gerbang mengeluarkan protesnya 
dan tidak terima dengan permintaan gadis itu 
karna menggunakan gerbangnya sesuka hatinya.

Karna selalu dipaksa dan dipaksa ...
Akhirnya dengan ikhlas hati si pemilik gerbang membukakan gerbangnya.

Gadis tadi dengan langkah tertatih menahan rasa sakit 
mencoba bergerak cepat ke gerbang pria pujangga aneh itu.

.....................
Gadis itu terdiam dan menangis.
Pria itu sudah menutup gerbangnya.
Gadis itu kecewa 
dan berkali-kali menyalahkan serta mengutuk dirinya atas perbuatannya itu.
Gadis itu melangkah dengan perasaan hancur menuju gerbangnya.

Gerbang pertahanannya tidak juga terbuka ...
Hal itu semakin membuat gadis itu menangis dan tersakit.
Dia sudah tidak bisa masuk lagi kedalam gerbangnya.
Dia begitu menikmati segala hal didalam gerbang pria 
itu sampai membuatnya lupa untuk mengurus gerbangnya.

Sekarang apa yang bisa dibuatnya selain berpasrah 
dan menangisi dirinya sendiri yang bodoh itu.
Untuk kesekian kalinya gadis itu merusak kebahagiaanya sendiri.
Bukan 2 kali, 
sesungguhnya bukan 2 kali dia melakukan hal itu pada pria itu.
Bahkan jauh sebelum kedua hal itu,
setelah dia membuka gerbang untuk pertama kali, 
dia sudah melakukan hal yang sama pada pria itu.


"God,
This time I really feel lost.
I beg you give me one last chance, and I'm not going to waste the opportunity.
I do not know what happened to me, but I really wanted him.
God, please save me”

Hujan turun dengan begitu derasnya.
Gadis itu kehilangan tempat berteduh.
Ada beberapa gerbang terbuka yang mencoba memberikannya tempat berteduh, 
tapi kali ini gadis itu memilih untuk tidur didepan gerbangnya 
dan membiarkan hujan membasahi tubuhnya.

Gadis itu terlelap sambil menahan dinginnya air hujan.
Sambil membaringkan tubuh, 
matanya tetap tertuju pada gerbang yang berada disebrangnya.
Manakala dia mendapatkan kesempatan itu.
Ketika gerbang terbuka 
dan pria itu masih mengharapkannya, 
maka dia akan segera melangkah meraih pria itu.
Gadis itu masih mengingatnya. 
Masih mengingat pria itu dengan jelas dimemorinya.
Bahkan jaket pria itu masih melekat ditubuhnya 
dan lumayan mengurangi rasa kedinginan yang nyaris membunuh wanita itu.

Waktu berlalu ...
Berlalu ...
Berlalu ...
Dan berlalu ...

Tidak ada perubahan sama sekali kecuali perubahan cuaca.
Tapi tetap saja gerbang itu tidak terbuka lagi.
Rasa ketakutan dan kesedihan gadis itu semakin menjadi.
Dia merasa ada yang hilang didalam dirinya.


Untuk kesekian kalinya,
Akhirnya wanita pun lelah dan memejamkan matanya.
Gadis itu membawa alam mimpinya 
untuk masuk pada cerita indah bersama dengan pria itu.
Gadis itu merajut mimpi indah mengenai 
sebuah kebahagiaan yang akan dinikmatinya bersama pria itu.

Masih sesaat ...
Dan gadis itu harus tersentak kangen dan terbangun.

Wajah gadis itu mendadak pucat, 
tubuhnya mengeluarkan keringat yang bercucuran.
Kakinya gemetar dan seperti tidak sanggup untuk digunakan meopang tubuhnya.
Rambutnya berterbangan kesana kemari.
Gadis itu semakin takut dan semakin ketakutan.
Tubuhnya disandarkan rapat serapat-rapatnya 
dan kemudian dia menekuk kakinya.
Gadis itu menyembunyikan wajahnya kebawah 
disertai tangis yang tidak kunjung berhenti.


“I'm going to die. I will soon die.
I would even die before he forgave me. 
I would die even before he knew about my feelings 
were destroyed because of this feeling is not clear to him”

Kata-kata itu selalu diucapkannya berkali-kali ...
Terus dan terus diucapkannya dibalik persembunyian wajahnya itu.
Terus dan terus diucapkannya ...
Yah,
 itu terus diucapkannya sampai akhirnya 
dia terdiam karna sesuatu yang menyentuh tubuhnya J
Gadis itu mengangkat sedikit kepalanya 
untuk mengintip sesuatu yang menyentuhnya punggung tangannya itu.

Anjing ...
Seekor anjing ...
Dia mengingat anjing itu.
Gadis itu dengan sigap langsung mengangkat semua wajahnya 
dan segera mengambil kertas yang digigit oleh anjing itu.

“I love you so much.
I do not have any reason to love you.
sorry if I had disappeared for a few moments.
I'm just trying to calm my feelings.
a storm is coming soon.
please, for once let me to protect you.
I promise that the coming storm will not hurt your body.
I'm sad to see you always get hurt and it's really torturing.
after the storm passes, you may go again to leave me.
I'm not going to stop you.
I exist within my gate with open arms to welcome you in my arms.
my girl, I love you so much.”

Tanpa berpikir dua kali, 
gadis itu segera berlari kencang menuju gerbang itu sambil terus meneteskan air mata.
Badai bahkan semakin dekat dan gadis itu sudah tidak memikirkan itu lagi.
Matanya tidak pernah beralih dari sosok seorang pria yang berdiri didalam gerbang itu 
sambil membuka lebar tangannya.
Dia hanya ingin segera berada didalam pelukan pria itu 
dan sampai kapan pun gadis itu tidak akan bergerak selangkah meninggalkan pelukan itu.
Tepat ketika gadis itu dan disusul anjing yang mengikutinya dari belakang 
masuk kedalam gerbang, Gerbang terkunci secara otomatis.


Dan untuk pertama dalam hidupnya, gadis itu mendapatkan tempat itu.
Gadis itu mendapatkan pelukan pria itu.
Pria itu mendekap gadis itu dengan begitu kuat dan begitu hangatnya.
Gadis itu menangis kuat didalam pelukan pria itu 
dan berkali-kali dia mengeluskan pipinya didada pria itu.
Tidak tau berapa lama gadis itu masih terus mendekap pria itu sambil terus menangis.
Pria itu memegang bahu gadis itu dan melepaskan gadis itu dari pelukannya

“How many times must I say that I can not see you cry?”

Gadis itu memandang wajah pria itu ....
Gadis itu terdiam begitu lama dan terus memandang wajah pria itu.
Sangat lama dan mungkin akan terus begitu jika pria itu tidak menegurnya

“Dear ...
the storm has passed and I'm happy to save you from the storm.
I was very happy when it can hold you and feel you so close to me.
if only it could have lasted longer.
but I'm not going to force you.
You may come out of this gate if you want it.”

Gadis itu sempat terdiam terkaget.
Dia menyentuh seluruh tubuhnya 
dan menekan-nekan seluruh tubuhnya untuk memastikan bahwa ada luka akibat badai.
Ck, Badai sudah berlalu dan untuk pertama kali dalam hidupnya 
dia tidak merasakan badai menyakiti tubuhnya.
Bagaimana hal itu sampai bisa terjadi?

Gadis itu menyentuhkan kedua tangannya pada pipi pria itu.
Dia mengelus lembut pipi pria itu dengan tanggannya 
dan memandang pria itu dengan penuh cinta.
Tanpa tersadari, gadis itu kembali meneteskan air mata.

“Could I be here forever?”

“why do you want to be here?”

“I do not know what happened to me for some time.
I know, I should always be near you.
I know, I need you.
I know, I'm so comfortable with you.
I know, I do not want to lose you.
I know, my life is in you.”

“and that you have to know, you love me.”

Dan gadis itu tersenyum kecil mendengar perkataan pria itu 
sambil menggelengkan kepala.
Dan untuk sesaat, mereka berdua saling melemparkan tawa kecil 
sampai suasana kembali menjadi diam 
ketika gadis itu mengeluarkan beberapa kalimat kembali.

“I love you. I love you even as I love myself.
I will always be near you.
and let me spend my whole life with you.
I beg ...”


Pria itu meraih wajah pria itu dan mencium lembut bibir gadis itu.
Hanya untuk sekejap, pria itu melepaskan ciuman itu dan berkata ...

“I would marry you
We would be together forever and for always.
keep my word it.”


Dan kemudian, pria itu kembali mencium bibir gadis itu dengan begitu lembut.
Mungkin untuk sesaat dan mungkin untuk seterusnya,
they are doing something.
Their full vent to their love by doing something.
I hope they both are a perfect pair creation which God established.
And will always be so ...
Live to love and live a life they love.

:)

Postingan populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB V Kesimpulan Dan Saran - Karya Tulis Ilmiah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1Kesimpulan Dari hasil penelitian hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang Keperawanan di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru, dapat disimpulkan : 5.1.1Dari 86 responden sebagian besar remaja pria mempunyai pengetahuan rendah, yaitu sebanyak 44 orang (51,2%).