Langsung ke konten utama

Pertentangan Hati ...

Lanjutan kisah cerita pendek tentang seorang Tesi.

Tesi sekarang gundah ditengah tekanan altenW dan neueW.
Sebenarnya kedua hal yang tolak menolak itu sangat menyakiti hati Tesi.
Ketika kedua hal itu adalah dua hal yang tidak mungkin bisa dia hilangkan dari kehidupannya,
Kedua yang sangat dia butuhkan dengan kapasitas yang berbeda.
Walau dalam perbandingannya kedua kutub itu hadir dengan cara dan waktu yang berbeda,
perbandingan antara alten welt dan neue welt.

Terlama adalah alten, 
Kurang lebih hampir seluruh hidupnya tesi habiskan bersama dengan alten.
Alten yang pada masa itu merupakan prirotas utama dalam hidup tesi.
Segala hal diupayakan tesi untuk menjadi sesuatu yang diingankan oleh alten.
Karna tesi tau bahwa tidak ada yang bisa dia bahagiakan kecuali alten.
Dan tibalah masanya dimana tesi merasa bahwa kebahagiaan itu tidak hanya bisa dia dapatkan dari alten.
Apalagi ketika alten melakukan pertentangan tentang kehadiran neue dan hal itu pun bertentangan dengan hati tesi.


Jika boleh jujur, tesi merasa bahwa neue lebih memahami dirinya dibandingkan dengan alten.
Bahkan lebih daripada itu, neue mampu memberikan kenyamanan yang selama ini sangat sulit diberikan oleh alten.
Bukan dalam hal materi, melainkan dalam sebuah kenyamanan hati dan jiwa.
Neue memberikan segala hal yang dibutuhkan oleh tesi sementara tesi tidak memahami bahwa hal itu sebenarnya sangat dibutuhkan.

Sering sekali tesi mencoba mencari dan memahami kehadiran neue dalam hidupnya.
Mencoba mencari celah kesalahan yang memberikan tesi alasan untuk pergi meninggalkan neue dan meminta neue menjauh dari kehidupannya.
Sayangnya hal itu tidak bisa terjadi dan jauh dari dugaan tesi.
Ketika tesi mencoba memahami neue, yang terjadi adalah neue memasuki hatinya dan menetap disana.
Tesi tidak bisa berbuat apapun selain menerima kenyataan bahwa neue sudah menjadi bagian terbaik dalam kehidupannya,
Dan segala hal yang dibawa neue kedalam hidupnya sangatlah nyata dan indah.

Tesi tidak ingin menyakiti hati alten dan neue.
Tesi tidak ingin ada yang hilang dari kehidupannya.
Neue mengerti bahwa alten tidak menyukai kehadirannya.
Tapi dengan tenang hati dia menerima semua itu dan tetap memberikan yang terbaik untuk tesi.

Suatu saat, akan tiba masanya dimana pembenaran akan terungkap.
Tuhan sangat luar biasa dan dia menghadirkan segalanya dengan cara yang unik.
Tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini.
Sesuatu yang lama dan sesuatu yang baru tidaklah menjadi jaminan akan sebuah pemahaman dalam sebuah teori kehidupan.
Neue meyakinkan tesi akan sebuah kemenangan dan tesi selalu mempercayai itu.
Tesi percaya bahwa dia akan memenangkan semua permainan ini dengan Neue.
Dan saat itu terjadi, semua orang akan terdiam dan mengakui bahwa kisah ini sungguh nyata dan sungguh sejati.



_NAPG_

Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…