Langsung ke konten utama

Pemahaman Tentang Sebuah Rasa Sakit

Rasa Sakit ...
Semua manusia pernah merasakan hal tersebut, bukan hanya manusia melainkan semua makhluk hidup ciptaan Tuhan.
Tuhan menciptakan rasa sakit itu sebagai tanda pelengkapan hidup untuk kesempurnaan.
Sakit tidak selalu harus diartikan dengan penderitaan, karna ada banyak versi yang bisa diterjemahkan dengan pemahaman akan rasa sakit.

Beberapa orang banyak mengatakan bahwa untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan, seseorang harus melalui masa- masa sulit yang menyakitkan.
Ada yang mengatakan bahwa rasa sakit itu ketika tubuh mendapatkan sentuhan- sentuhan kasar yang terasa menyakitkan.
Ada yang mengatakan bahwa rasa sakit itu ketika seseorang terserang penyakit ringan sampai pada tahap sangat parah, tergantung dari daya tahan tubuh seseorang.
Ada yang mengatakan rasa sakit itu ketika melihat orang yang kita benci hidup dengan bahagia.
Ada yang mengatakan rasa sakit itu ketika melihat orang yang kita sayangi tersakiti.
Ada yang mengatakan bahwa sakit itu ketika tubuh ini tidak mampu lagi melakukan aktivitas apapun.
Ada yang mengatakan bahwa rasa sakit itu ketika kehilangan orang yang kita sayangi.
Ada yang mengatakan bahwa rasa sakit itu hanya dirasakan oleh makhluk-makhluk yang lemah.
Dan ada yang mengatakan tentang ini dan itu untuk menyampaikan makna dari sebuah rasa sakit.


 Siapapun berhak menarasikan arti dari rasa sakit itu.
Namun hal yang pasti, rasa sakit itu memberikan efek ketidaknyamanan bagi seseorang yang merasakannya.
Rasa sakit itu mampu memberikan efek jera bagi yang merasakannya.
Rasa sakit itu mampu menimbulkan kebencian, amarah dan dendam.
Rasa sakit itu mampu mengajarkan hal- hal yang harus dan tidak harus kita lakukan.
Rasa sakit itu mampu membuat kita lebih berwaspada.
Rasa sakit itu tidak hanya membawa penderitaan melainkan membawakan sebuah kebahagiaan.
Rasa sakit itu tidak abadi, walaupun lama tapi pasti akan berlalu.
Rasa sakit itu sesungguhnya memberitahukan kita bahwa tidak ada hal yang mudah untuk dilalui dalam kehidupan ini.

Tuhan menciptakan rasa sakit bukan karna Tuhan tidak senang melihat umatnya bahagia.
Hanya saja Tuhan ingin memastikan bahwa kebahagiaan itu didapatkan seseorang ketika dia sudah merasakan sakit,
Atau merasakan kebahagiaan terlebih dahulu kemudian merasakan rasa sakit,
Atau Tuhan menyertakan kebahagiaan bersamaan dengan rasa sakit.

Inilah yang dimaksudkan rasa sakit yang dirasakan oleh Tesi.
Hampir sepanjang perjalanan hubungannya dengan neue disertai dengan sebuah rahasia dan kebohongan.
Hubungan itu terus berlanjut disertai dengan kejelasan yang perlahan- lahan muncul.
Perlahan dan perlahan, sedikit dan mulai sedikit mulai terungkap.
Neue menggunakan cara yang sangat sempurna,
Dia membuat tesi menyayanginya terlebih dahulu dan kemudian dia mulai membuat pengakuan dari hal yang terkecil terlebih dahulu.


Tidak bisa dipungkiri bahwa hampir seluruh pengakuan neue sangat menyakiti hati tesi.
Dimulai dari dirinya yang sebenarnya, mengenai masa lalu, mengenai keluarga, mengenai keterikatan, mengenai dunianya dan hal-hal kecil lainnya.
Dan setelah itu terjadi,
 Pikiran tesi yang awalnya sudah terlalu banyak hal negatif menjadi lebih memikirkan segalanya dengan lebih negatif lagi.
Antara rasa ragu dan percaya terhadap semua kata-kata neue.
Jika memainkan pemikiran, sedikitpun tesi sulit menerima dan menterjemahkan semuanya dalam logika.

Sesaat muncul rasa sakit dan setelah itu semuanya berlalu bersamaan dengan kebahagiaan.
Terkadang terasa omong kosong untuk seseorang jika menganggap tidak ada kebahagiaan jika didasari dengan kebohongan.
Hanya saja setelah tesi pelajari, memang semuanya harus didasari dengan kebohongan.
Jika tidak didasari dengan kebohongan, tesi tidak akan pernah memberikan kesempatan kepada neue untuk menjalani hubungan ini.
Jika tidak didasari dengan kebohongan, tesi akan tetap menjadi seseorang dengan identitas yang aneh dan buruk.
Jika tidak didasari dengan kebohongan, tesi tidak akan mungkin menyayangi neue dengan sepenuh hatinya.
Jika tidak disertai dengan kebohongan, mungkin neue akan meninggalkan tesi sesaat itu juga.
Tidak ada yang berhak disalahkan antara keduanya karna keduanya melakukan kesalahan yang sama.

Rasa sakit yang disertai dengan kebahagian.
Ketika air mata terjatuh untuk sebuah rasa sakit karna respon dari pikiran,
Maka selang beberapa saat kemudian  air mata akan kembali terjatuh,
Terjatuh untuk sebuah kebahagiaan yang direspon dari dalam hati.
Tesi menyayangi Neue.
Tesi percaya neue bukanlah seorang pria yang jahat dan bukanlah pria yang berusaha menyakitinya.
Hanya saja neue harus menggunakan cara yang aneh untuk menaklukkan sesuatu yang aneh.
Sampai saat ini cara itu sangat berhasil.
Hingga tiba pada masanya, Tesi dan Neue akan berbicara empat mata dan melakukan pembersihan dari kotoran-kotoran yang mengganggu hubungan mereka.
Dan semoga semua kotoran-kotoran yang memenuhi hubungan itu dapat dibersihkan walau entah kapan ...
Dan dengan cara seperti apa, cepat atau lambat,
Setidaknya harapan tetap dimohonkan untuk perbaikan hubungan ini menjadi hal yang bersih.
Suatu saat ... ya, suatu saat ...
Semoga Tuhan berkehendak membersihkan hubungan ini dari segala kebohongan.





.NAPG.


Postingan populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB V Kesimpulan Dan Saran - Karya Tulis Ilmiah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1Kesimpulan Dari hasil penelitian hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang Keperawanan di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru, dapat disimpulkan : 5.1.1Dari 86 responden sebagian besar remaja pria mempunyai pengetahuan rendah, yaitu sebanyak 44 orang (51,2%).