Langsung ke konten utama

Dia ...

Sebuah kisah terbaik yang harus ter- dan di- akui oleh seorang Tesi.

Berjarak sekitar 414 hari yang lalu dimulai dari artikel ini terposting.
Sebuah kisah yang berawal dari seorang Neue dan berakhir  bersama tesi.
Dengan sebuah keberanian mencoba menarasikan tentang Neue dan mengenang segala kegilaan indah tentang alten.

Mengenang dan mengingat Dia (Neue) ...
Dia yang selama 414 hari mengenal tesi dan 102 hari memiliki tesi.
Dia yang selalu menjadi pikiran dan tidak pernah ada habisnya untuk dibahas.
Dia yang tidak sempat untuk diceritakan,
Dan dengan sedikit keberanian, Dia akan menjadi sesuatu hal yang akan menarik untuk tesi ceritakan dalam sebuah tulisan.


Dia nyata, namun terasa seperti sebuah bayangan yang selalu mengikuti langkah,
Merambat dan mengalir perlahan memasuki seluruh pembuluh darah,
Melengkapi dan memenuhi kehidupan dengan penuh cerita indah,
Menyelimuti dan membalut tubuh dengan sebuah kehangatan nyata,
Mendendangkan nada keindahan nyanyian surga dalam jiwa,
Dan memberikan kebahagiaan sempurna dalam setiap desahan nafasnya.

Dia adalah sesuatu yang sulit untuk dilihat,
Dia adalah sesuatu yang sulit untuk disentuh,
Dia adalah sesuatu yang sulit untuk digambarkan,
Dia adalah sesuatu yang sulit untuk dinarasikan dengan kata-kata,
Dia adalah suatu kebahagiaan abadi yang dapat dirasakan dengan menggunakan hati,
Dan ketika itu terjadi,
Dia adalah nyawa yang menyatu bersama jiwa tesi dan sulit untuk tesi lepaskan.

Dia bukanlah sesuatu hal yang tidak menarik dan sesuatu hal yang biasa.
Dia luar biasa dan nyaris mendekati kata Sempurna bagi yang dapat memahaminya.
Dia adalah seseorang yang dikagumi dan diinginkan oleh banyak kaum hawa lainnya, bahkan oleh kaum adam juga.
Sayangnya Dia terlihat mengharapkan dampingan seorang kaum Hawa :D

Dia layaknya sebuah berlian tersembunyi yang terabaikan didalam lumpur.
Dia yang selama ini ada, namun terabaikan.
Tesi telah berkali-kali melewatkannya seolah dia tidak pernah ada dan tidak berarti.
Tesi tidak memahami bahwa dia adalah sesuatu yang sangat berharga.

Sesuatu hal yang masih sulit dipahami adalah kejelasan dalam sebuah alasan mengenai perjuangannya untuk seorang tesi sigadis biasa.
Alasan Dia untuk tidak berhenti berharap dan meyakinkan dirinya bahwa tesi akan dia dapatkan.
Jika butuh kesadaran diri,
Tesi mengakui dirinya adalah manusia yang aneh dan sangat sulit untuk dipahami.
Tesi bukanlah gadis yang luar biasa,
Dia hidup dengan kebiasaan yang sederhana dan dengan perjalan serta pola hidup yang sedikit berbeda dari manusia umum lainnya.
Itulah terkadang menjadi alasan yang masih sulit tesi pahami ketika neue hadir ke kehidupannya dan menyempurnakan segala kekurangan itu.

Dia menutup mata dan telinganya dari pandangan dan pendengaran buruk tentang tesi.
Dia meyakinkan diri bahwa memilih tesi adalah sesuatu hal yang benar.
Dia melangkah bersama hatinya dan dia melakukan segala hal sesuai dengan permintaan hati dan perasaannya.

Dia bergerak lembut seperti angin dan menyentuh lembut seperti sentuhan sutra.
Merasuk kedalam jiwa dan memberikan kegilaan pada jiwa tesi.
 Dia terus menyapa secara halus dan menyentuh secara lembut.

Dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati,
Dia muncul saat benar-benar dibutuhkan dan setelah itu Dia menghilang.
Dia muncul dalam kesepian untuk memberikan penghiburan kepada tesi.
Saat tesi bersama dengan pria lain, dia menghilang sesaat.
Dan ketika hubungan itu berakhir, dia kembali datang menyapa tesi.
Dia mempelajari dan memahami hal yang tidak mudah untuk dimengerti.
Dia muncul sesekali dan setelah itu pergi.
Layaknya seperti seorang penabur yang cerdik, 
Dia menaburkan sebiji bibit dan kemudian meninggalkannya.
Hal yang sama selalu Dia lakukan ketika Dia datang,
Sampai akhirnya yang Dia tabur sudah menjadi sebuah taman yang sangat indah.
Dan taman yang sangat indah itu bersemi di dalam hati tesi.

Sekarang dia sudah memiliki taman itu dan taman itu sangat membutuhkan perawatannya.
Dan setelah dia memiliki taman itu, tidak sekalipun dia berusaha menghancurkan isi dari taman itu walau memetik selembar daun saja.
Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,
Dia menjaga dan merawat taman itu sehingga menjadi begitu indah.
Mungkinkan Dia adalah pangeran yang selama ini tesi khayalkan?
Dan akankah kelanjutan itu akan berakhir dengan sangat indah seperti mimpi dan khayalan tesi?
Ataukah memiliki nasib yang sama dengan kisah sebelumnya?



NAPG

Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…