Langsung ke konten utama

Sajak Lantunan Cahaya Bintang

Happy Writing ...
Harusnya aku mengingat itu untuk mengobati rasa kesal, kecewa, sakit hati, amarah dan segala sesuatu terburuk yang terjadi dalam hidupku.
Tapi Tidak untuk saat ini,
Saat dimana aku merasa otakku benar-benar lumpuh dan mata terasa gelap serasa tidak ada secercah terang yang membiaskan cahayanya di bola mataku.

 Seperti sebuah pohon,
Begitulah layaknya seseorang yang bodoh dan mudah digoyang secara kasar atau lembut sesuai dengan kekuatan angin yang menerpanya.
Tapi bagaimana menghindarinya?
Tidak mungkin pohon itu disembunyikan dalam ruangan besar hanya untuk menghindari terpaan angin.
Bukankah itu akan justru membunuhnya?
Bukan tidak menyakitkan, ketika angin membuat dedaunan dipohon menjadi jatuh berguguran diatas tanah,
Ketika angin mencabik-cabik dedaunan bahkan terkadang membuat luka dipohon dengan mematahkan ranting yang ada dipohon.
Benar- benar kehilangan yang sangat berarti karna pohon harus kehilangan bagian- bagian organ yang melekat dalam dirinya, bagian- bagian yang melengkapi keindahannya.
Semua itu adalah cobaan dan pengorbanan yang harus dirasakan sebuah pohon demi mendapatkan makanan dari sinar matahari.

Seperti sebuah kalimat yang pernah aku baca dalam sebuah status di facebook,
Seseorang menuliskan dalam akun facebooknya bahwa "Daun Yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin"
Begitulah saat ini yang sedang terjadi.
Sebuah daun yang tidak memiliki akal pikiran dan hati, apakah mungkin kalah dengan manusia yang memiliki akal pikiran dan hati?
Dan bagaimana harus mengembangbiakan setetes kebencian dalam sebuah kebesaran cinta dan kasih sayang?
Mungkinkan kebencian bertahta?
Andai permohonan ini dikabulkan, bisakah keikhlasan maaf ini menjauhkannya dari segala penderitaan dan hukuman?
Daun yang jatuh akan mengalami pembusukan kemudian menghilang untuk selamanya.
Tapi seorang wanita tidak akan mengalami pembusukan dan tidak akan menghilang karna kekuatan itu masih ada dan melekat kuat dalam hatinya.
Walaupun tidak tersentuh, walaupun tidak dimiliki, walaupun tidak terlihat.

Tidak akan ada yang berubah disaat memiliki dan disaat tidak memiliki.
Sebuah doa tetap dilantunkan dan sebuah nama tetap diucapkan.
Harapan, kasih sayang dan cinta tetap dikirimkan.
Demi sebuah kesetiaan, Walau tidak terbalaskan.

 Seperti sebuah cerita cinta yang terucap dan terceritakan dibibir pantai saat tempo hari,
Sesungguhnya kisah ini hanya sekedar singgahan saja untuk dijadikan pelajaran berarti.
 Memberi sedikit torehan pada mulusnya keindahan hati,
Dan mengajarkan betapa besar perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan hidup yang sejati.

Hanya dalam sebuah musim, dalam sebuah pelintiran waktu.
Semua sudah diserahkan, semua sudah dipasrahkan.
Tidak ada kekuatan jiwa untuk menunggu,
Karna hati dan bisikannya begitu menguatkan.

Entah darimana harus dikenang?
Bayang-bayang bulan dan cahaya bintang tinggal separuh mengitari sebuah kehidupan yang entah berawal dan bermula dari mana?
Mestikah harus dikenang sebuah kisah yang sebenarnya tidak pernah ada?
Duhai malam,
Andai bisa aku menggulung waktu yang menjajahi jiwa kering ini dalam satu desahan nafasku.

Tapi musim akan dan harus berganti, panas dan dingin akan terus bergulir.
Tidak akan ada keabadian dan Tidak ada kesempurnaan pada seorang manusia.
Semua hanya sekedar mimpi dan sebuah kenyataan yang bertindih didalam hati.
Semua yang terjadi adalah sebuah kisad dan sebuah kisah pasti berakhir,
Entahlah berakhir dengan bahagia atau justru menyedihkan.

Jika berlalu dengan bahagia, maka syukurilah.
Jika berlalu dengan menyedihkan, maka nikmatilah.
Yang membahagiakan adalah sebuah ucapan selamat, maka syukurilah.
Yang menyedihkan adalah sebuah peringatan dan sebuah teguran, maka pelajarilah.

Tidak akan ada yang berubah !!!!!
Jika itu adalah sebuah ketulusan, maka tidak akan ada yang berubah.
Tidak bersama untuk saat bukan berarti tidak bersama untuk selamanya suatu saat nanti.
Menyayangi dan mencintailah dengan tulus tanpa harus memiliki.
Tidak usah dijelaskan karna Tuhan akan menjelaskannya.
Fokuskan diri untuk mengukir masa depan yang lebih baik dan mencitrakan kepribadian diri menjadi semakin lebih baik.
Percayalah, disaat itu terjadi maka segala sesuatu hal yang baik dalam sebuah pergelintiran perputaran roda akan kembali ketitik kebaikan itu.
Semua akan baik-baik saja dan Semua akan indah pada waktunya.
Percayalah :)




Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…