Senin, 03 Maret 2014

Proses Terjadinya Kehamilan


Bagaimana kehamilan bisa terjadi dalam perut seorang wanita ??
Itu adalah pertanyaan yang umum keluar dari mulut seseorang mengenai bagaimana seorang wanita bisa hamil. Pertanyaan itu dapat timbul dalam pikiran seseorang ketika dia melihat atau mungkin dalam proses kehamilan. Awalnya jawaban saya ketika menjadi orang awam dan ber-Tuhan, maka saya akan menjawab bahwa itulah kuasa Tuhan. Disi lain akan ada juga orang awam yang akan menjawab karna melakukan hubungan seksual.


Benar adanya ...
Hanya saja ada banyak orang yang tidak mengerti dan tidak tau bagimana kehamilan itu dapat terjadi dan bagaimana sebuah janin dapat bertahan hidup dalam rahim seorang wanita.

Nah, dalam kesempatan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana proses terjadinya kehamilan tersebut ditinjau dari sisi ilmu kesehatan.
Hal ini penting untuk diketahui sebagai penambahan wawasan kita. 

Proses terjadinya kehamilan merupakan sebuah proses yang sangat kompleks dan rumit, tidak seperti yang kita lihat atau kita bayangkan. 
Proses terjadinya kehamilan adalah dimulai ketika seorang pria melakukan hubungan seks dengan seorang wanita. 
Akibat dari hubungan seks ini akan memberikan peluang untuk seorang wanita bisa hamil.

Secara umum, proses terjadinya kehamilan dibagi ke dalam dua fase yakni proses sebelum embrio terbentuk dan proses setelah embrio terbentuk. Dalam fase sebemum embrio belum terbentuk, terdapat dua tahapan yakni:
  1. Fase Uterus yang dibagi lagi ke dalam 3 fase yakni fase proliferasi, fase sakresi, fase menstruasi.
  2. Fase Ovarium yang juga dibagi ke dalam 3 bagian yang saling terkoneksi yakni fase folikularis, fase ovulasi, dan fase luteal.
Secara berurut, proses terjadinya kehamilan dimulai dari awal siklus menstruasi wanita FSH atau Folikel Stimulating Hormon yang merangsang beberapa folikel menjadi matang dalam kisaran waktu kurang lebih 2 minggu. 
Saat sel telur matang, ukurannya akan menjadi tiga kali lipat dari ukuran normal. 
Dan hanya satu folikel yang dominan dalam 1 siklus pematangan tersebut. 
Selanjutnya sel telur akan lepas dai indung telur dan dikenal dengan istilah ovulasi. 
Sel telur yang telah matang tersebut selanjutnya akan ditangkap oleh apa yang disebut fimbrae.
Selanjutnya akan menuju ke saluran telur atau tuba falopi. 
Di tempat tersebut, sel telur akan menunggu kedatangan sperma untuk membuahinya. 

Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang (siap untuk dibuahi). 
Seorang laki-laki ketika ejakulasi  rata-rata mengeluarkan air mani atau cairan semen sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma. 
Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi rongga rahim, saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.
Namun, hanya satu sel sperma yang dapat membuahi satu sel telur yang telah matang. 
Setelah satu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur, maka terjadilah perubahan pada permukaan sel telur hingga tak bisa lagi dimasuki oleh sel sperma lainnya. Sehingga jutaan sel sperma lainnya akan mati dengan sendirinya.

Maksudnya, pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. 
Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. 
Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).
Pembuahan hanya terjadi jika sel sperma yang subur membuahi sel telur yang sudah matang.
Jadi ketika sel sperma bertemu dengn sel telur matang maka akan terjadi kehamilan.
Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur.
Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri. 
Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. 
Ini menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma.

Setelah adanya pembuahan ini, 30 jam kemudian maka inti sel telur akan mengalami pembuahan menjadi dua bagian. 
20 jam kemudian inti sel telur ini kembali membelah menjadi empat bagian.
Tiga sampai empat hari setelah pembuahan, sel akan sampai di bagian uterus.
Dalam jangka waktu satu minggu setelah perubahan, akan dihasilkan suatu massa sel yang berbentuk ola sebesar pentol jarum, yang disebut (blastocyt). 
Dalam proses selanjutnya, yaitu sekitar 5 hari berikutnya, blastosis akan menempel dan terimplantasi kedalam endometrium.

Sel telur yang telah melekat tersebut selanjutnya akan terus tumbuh dan berkembang dan membentuk rambut-rambut halus yang berfungsi menyerap gizi ke dalam rahim sebagai sumber energi dalam menjamin pertumbuhannya. 
Pada hari kelima, sel telur tadi keluar dari indung telur dan mulai membentuk syaraf. 
Selanjutnya, janin akan membentuk otak dan sumsum dan dilanjutkan dengan terbentuknya jantung, otot sampai ke pembuluh darah.

Ketika sel telur dibuahi, di dalam inti sel telur akan terjadi reaksi persenyawaan antara sifat-sifat atau kromosom dari sel telur dengan sifat yang dibawa oleh sperma. 
Hasil persenyawaan sifat yang berasal dari sebuah sel sperma dan sel telur ini menentukan sifat yang akan dimiliki oleh calon janin. 
Dengan demikian kelak akan terwujud anak yang memiliki sebagian sifat ayah dan sebagian sifat dari ibu. 
Pada saat pembuahan pun jenis kelamin sudah ditentukan, namun bukan oleh sel telur tapi ditentukan oleh jenis sel sperma. 
Di dalam air mani itu terdapat 2 jenis sperma, yaitu sel sperma X sebagai pembawa sifat kelamin perempuan, dan sel sperma Y sebagai pembawa sifat kelamin laki-laki.

Bila yang berhasil membuahi sel telur adalah sperma jenis X maka kelak akan menjadi anak perempuan. 
Sedangkan sebaliknya bila yang membuahi adalah sel sperma jenis Y maka anaknya kelak adalah laki-laki. 
Jadi penentuan jenis kelamin ini bergantung kepada persaingan di antara kedua jenis sperma ini dalam mencapai sel telur ketika pembuahan. 
Dengan demikian secara teoritis untuk mengharapkan jenis kelamin anak yang diinginkan kelak lahir, bisa diusahakan berdasarkan karakterisktik sel-sel sperma. 
Prinsipnya yaitu dengan memberikan kesempatan prioritas membuahi kepada salah satu jenis sperma, apakah sperma X ataukah Y sesuai yang diharapkan.

Nah, Selama dua hingga empat minggu pertama perkembangan, blastosis medapatkan nutrien dari endometrium. 
Pada masa perkembangan ini, akan berbentuk plasenta. 
Plasenta merupakan organ berbentuk cakram yang mengandung pembuluh darah maternal (ibu) dan embrio. 
Melewati plasenta inilah, embrio akan mendapatkan nutrisi dari maternal. 
Melalui plasenta ini juga terjadi pertukaran gas-gas respirasi dan pembuangan limbah metabolisme embrio. 
Darah dari embrio mengalir ke plasenta melalui arteri tali pusar dan kembali melalui vena pusat dan melewati hati embrio.


Semoga artikel ini bermanfaat ^_^
Terimakasih untuk kunjungannya yaa .... @_@

Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting