Langsung ke konten utama

Gizi Untuk Kehamilan Trimester Pertama

Hai para ibu yang saat ini sedang hamil muda, senang sekali rasanya saya bisa kembali membuat artikel yang membantu ibu mendapatkan informasi mengenai kebutuhan ibu saat ini. Hamil muda, tentunya cenderung dengan rasa mual dan muntah setiap harinya. 
Walaupun hampir setiap hari merasa mual dan muntah pada 3 bulan pertama, jangan pantang menyerah untuk mengatur gizi makanan sehari-hari. Makanan sehat untuk ibu hamil 1-3 bulan sangatlah penting, karena saat itu janin baru mulai tumbuh dan memerlukan berbagai vitamin dan mineral supaya bisa berkembang dengan baik.
Jangan percaya mitos bahwa ibu hamil harus makan 2 kali lipat karena sedang ‘berbadan dua’. Yang benar adalah, makanlah 2 kali lebih bergizi, bukan 2 kali lebih banyak. 
Bila kita makan berlebihan, asupan kalori yang kelebihan akan membuat tubuh kegemukan. Ibu hamil yang gemuk belum tentu melahirkan bayi yang gemuk pula. Akhirnya justru ibu hamil akan kesulitan menurunkan berat badan setelah melahirkan nanti.
Pada masa awal kehamilan, calon ibu perlu memerhatikan asupan makanan demi mendukung pembentukan janin yang sehat. Pada trimester awal adalah masa perkembangan janin dalam pembentukan organ-organ penting.
Karbohidrat - Pada bulan pertama, ibu butuh kalori ekstra agar pertumbuhan janin pesat. Sayangnya, kadang kebutuhan ini tak didapat secara maksimal lantaran ibu mengalami mual muntah. Karena itu, calon ibu perlu memiliki tekad yang kuat sehingga tak sampai kekurangan nutrisi, terutama karhohidrat yang kebutuhannya mencapai 2000 kilo kalori. Bisa didapat dari nasi, mi, roti, gandum, sereal, pasta. Lengkapi dengan sayur, buah, daging, ikan.

Asam folat - Kebutuhan sebanyak 0,6 miligram per hari, diperoleh dari hati, kacang kering, telur, brokoli, aneka produk whole grain, jeruk, dan jus jeruk.

Protein - Untuk memperoleh asam amino bagi pembentukan otak janin

Zat besi - Volume darah ibu akan meningkat 50 persen. Zat besi berguna untuk memroduksi sel darah merah.

Vitamin C - untuk pembentukan jaringan tubuh janin, penyerapan zat besi, dan mencegah preeklampsia. Sumbernya, brokoli, kiwi, jeruk, stroberi.

Vitamin A, B1, B2, B3, dan B6 - semuanya untuk membantu proses tumbuh-kembang, vitamin B12 untuk membentuk sel darah baru,  vitamin D untuk pembentukan tulang dan gigi, vitamin E untuk metabolisme didapat dari sayuran dan buah-buahan.

Pada awal kehamilan ini umumnya ibu mengalami mual-mutah.  Morning sickness ini disebabkan perubahan hormone pada ibu hamil, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah: 

- Makan 5-6 kali sehari dengan jumlah porsi yang lebih sedikit. Dengan begitu, nutrisi untuk ibu tetap terpenuhi. Selain itu, kestabilan gula darah dalam tubuh tetap terjaga.
 
- Perbanyak konsumsi karbohidrat, misal nasi bisa diganti dengan kentang dan makanan makanan yang mengandung karbohidrat lain.

- Makanlah saat hidangan masih hangat untuk menghindari rasa mual

-Kurangi makanan berlemak dan mengandung minyak berlebih agar lambung tidak memproduksi asam berlebihan.

-Hindari bumbu yang pedas, berbau tajam, terlalu asam.

- Setiap bangun tidur pagi biasakan minum air hangat.

Pentingnya susu
Perlu diketahui, masa paling penting di dalam pertumbuhan organ janin (organogenesis). Karena itu penting untuk memerhatikan asupan nutrisi. Kebutuhan nutrisi wanita hamil memang lebih banyak ketimbang wanita yang tidak mengandung. Untuk menyempurnakan asupan nutrisi, ibu hamil dapat mengonsumsi susu. Susu mengandung kalsium untuk menunjang pembentukan tulang rangka tubuh janin yang berlangsung saat ini. Kebutuhan kalsium ibu sekitar 1000 miligram/hari. Pada trimester pertama ibu disarankan untuk mengonsumsi susu yang kaya kandungan vitamin B6 guna membantu mengatasi morning sickness

Jadi, bagaimana cara mengatur asupan gizi ibu hamil? Makanan yang kita makan, sebaiknya diatur agar “tepat sasaran”. Maksudnya, kita makan sesuai dengan tahap pertumbuhan janin. Sebelumnya saja sudha menjelaskan mengenai nutrisi-nutri yang dibutuhkan selama kehamilan. Untuk lebih jelasnya, saya akan menjelaskan pada ibu mengenai pemenuhan nutrisi bagi ibu dan janin pada kehamilan ditrimester pertama dengan sejelas-jelasnya untuk setiap tahap usia janin per minggu serta jenis-jenis makanan yang dibutuhkan :  
Minggu 1 sampai minggu ke-4
Ibu perlu mengonsumsi makanan berkalori tinggi untuk mencukupi kebutuhan kalori yang bertambah 170 kalori. Tujuannya, agar tubuh menghasilkan cukup energi yang diperlukan janin yang tengah terbentuk pesat. Konsumsi minimal 2000 kilo kalori per hari. Penuhi melalui aneka sumber karbohidrat (nasi, mi, roti, sereal, dan pasta), lengkapi sayuran, buah, daging-dagingan atau ikan-ikanan, susu dan produk olahannya. 
Janin: Berbagai cikal bakal organ tubuhnya mulai terbentuk.
 
Minggu ke-5
Ibu dilanda mual dan muntah, tapi perlu makan dalam porsi kecil tapi sering. Konsumsi makanan selagi segar atau panas. Contoh porsi yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi per hari pada trimester 1, antara lain roti, sereal, nasi 6 porsi, buah 3 - 4 porsi, sayuran 4 porsi, daging, sumber protein lainnya 2 - 3 porsi, susu atau produk olahannya 3 - 4 porsi, camilan 2 - 3 porsi. Janin: Cikal bakal hati (liver) tampak di tubuhnya yang baru berukuran 1,25 mm.
 
Minggu ke-7 
Ibu perlu mengonsumsi aneka jenis makanan berkalsium tinggi untuk menunjang pembentukan tulang rangka tubuh janin yang berlangsung saat ini. Kebutuhan kalsium Anda 1000 miligram/hari. Didapat dari keju 3/4 cangkir, keju Parmesan atau Romano 1 ons, keju cheddar 1,5 ons, custard atau puding susu 1 cangkir, susu (full cream, skim) 8 ons, yoghurt 1 cangkir.
Janin: Cikal bakal kedua lengan tampak, bentuknya bak sirip ikan. 
 
Minggu ke-9  
Ibu tak boleh lupa memenuhi kebutuhan asam folat 0,6 miligram per hari, diperoleh dari hati, kacang kering, telur, brokoli, aneka produk whole grain, jeruk, dan jus jeruk. Konsumsi juga vitamin C untuk pembentukan jaringan tubuh janin, penyerapan zat besi, dan mencegah pre-eklampsia. Sumbernya: 1 cangkir stroberi (94 miligram), 1 cangkir jus jeruk (82 miligram), 1 kiwi sedang (74 miligram), 1/2 cangkir brokoli (58 miligram).
Janin: Cikal bakal rongga mata terlihat sebagai 2 lekukkan di “bola” kepala. Kedua tunas lengannya memanjang.
 
Minggu ke-10 
Saatnya makan banyak protein untuk memperoleh asam amino bagi pembentukan otak janin, diitambah kolin dan DHA untuk membentuk sel otak baru. Sumber kolin; susu, telur, kacang-kacangan, daging sapi dan roti gandum. Sumber DHA: ikan, kuning telur, produk unggas, daging, dan minyak kanola. 
Janin: Bentuk tubuhnya  mirip “manusia” hanya sangat kecil.
 
Minggu ke-12 
Sejumlah vitamin yang harus ibu penuhi kebutuhannya adalah vitamin A, B1, B2, B3, dan B6, semuanya untuk membantu proses tumbuh-kembang, vitamin B12 untuk membentuk sel darah baru, vitamin C untuk penyerapan zat besi, vitamin D untuk pembentukan tulang dan gigi, vitamin E untuk metabolisme. Jangan lupa konsumsi zat besi, karena volume darah Anda akan meningkat 50%. Zat besi berguna untuk memroduksi sel darah merah. Apalagi jantung janin siap berdenyut!
Janin: Jantungnya berdenyut.

Bagaimana ibu ?? Apakah informasi ini bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan untuk ibu saat ini?
Semoga saja bermanfaat ^_^
Nah, itulah anjuran nutrisi dan gizi yang tepat bagi ibu agar ibu dan janin tetap dalam keadaan sehat dan pertumbuhan janin juga semakin baik.
Namun harus teliti mengenai makanan yang ibu konsumsi karna ada Asupan yang Dilarang Untuk Ibu Hamil terutama pada ibu yang sedang hamil di trimester pertama karna dianggap berbahaya untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
Cek postingan saya untuk mendapatkan asupan makanan dan minuman yang dilarang untuk ibu hamil pada trimester pertama.
Demikianlah artikel saya kali ini dan terimakasih sudah mengunjungi blog saya.
Sampai ketemu kembali pada artikel berikutnya.



Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…