Langsung ke konten utama

Sebelum Dia Berpulang

Pernah dalam suatu ketika Dia berada pada lingkaran yang menurutnya kebahagiaan.
Dalam lingkaran itu dia merasa dirinya penuh dengan cinta dari dalam maupun dari luar dirinya.
Dia merasakan sesuatu yang tidak pernah dia dapatkan selama ini dalam hidupnya.
Berjuta cinta, berjuta perhatian, berjuta kasih sayang, berjuta cerita romantis.
Semua itu dikemas dengan baik didalam suatu kebohongan dan kemunafikan yang begitu dibencinya.


Lalu dia melepaskan diri dari lingkaran itu dan mencoba membuat jalan lurus yang membentang luas untuk membuatnya berjalan jauh meninggalkan lingkaran itu sejauh mungkin.

Tibalah dia diperhentiannya dan dia membuat lingkarannya sendiri.
Didalam lingkaran itu dia membersihkan hatinya, jiwanya dan pikirannya.
Dia membuat ruas jalan yang banyak untuk mempermudah orang lain singgah dalam lingkaran itu.
Waktu terus berjalan dan beberapa orang datang pergi silih berganti membawa kenangan-kenangan yang sudah tidak ingin diingatnya kembali.

Hingga suatu saat dia merasa Bosan dan Jenuh dengan segala sesuatu yang hanya silih berganti sesaat.

Pada saat ketika dia merasa sudah membersihkan hatinya dari semua kisah-kisah lalunya,
Dia keluar dari lingkaran yang dibuatnya sendiri.

Kini dia berjalan kembali menyusuri jalan lain yang terfokuskan dalam pikirannya.
Jalan untuk mengiringnya menuju karir yang didambakannya.
Namun pada kenyataannya, dijalan yang sama dia mendapatkan seseorang yang membuatnya terhenti sesaat dan membagi fokusnya pada orang tersebut.

Awal yang indah ...
Dimulai dengan sikap dan perkataan-perkataan yang indah.
Dia mulai merasa nyaman dan dia mulai menyukai hal itu.
Sayangnya dia belum yakin untuk membuat lingkaran baginya dan bagi orang itu.

Ternyata dia masih sedikit kaget dan tertegun rapi dengan sesuatu yang dia jalani.
Dia tidak yakin pada dirinya sendiri mengenai hal itu.
Dia masih terlalu anak-anak dan masih sulit untuk beradaptasi.
Itu adalah hal baru dalam hidupnya ketika dia harus mendapatkan kata-kata yang menyakitkan baginya tapi mungkin biasa saja untuk yang mengungkapkannya atau bahkan dia memang belum keras dan kebal terhadap kata-kata.
Wajar saja, dia terbiasa dengan pukulan yang sudah kebal dikulitnya sebab pukulan itu yang mengiringi dia bertumbuh dewasa.

Dia merasa dirinya semakin tidak sempurna untuk bersama orang itu.
Dia semakin sadar bahwa dirinya penuh kekurangan dan ketidaksempurnaan sehingga ada banyak hal dalam dirinya yang begitu sulit diterima.
Dia semakin takut untuk memikirkan hal-hal yang jauh dan semakin takut merajut mimpi yang jauh karna dia penuh dengan kekurangan.
Kritikan dan demi kritikan dia terima. Keluhan dan demi keluhan dia terima seolah-olah dia jauh dari yang diharapkan orang tersebut.

Sesuhngguhnya Dia bukan seseorang yang pendiam. Dia cerewet dan penuh kata.
Dia manja dan dalam keheningan dia begitu sangat mudah meneteskan air matanya.

Ketika orang itu mengeluh mengenai dia kembali, apa yang bisa dilakukannya selain Diam?
Diawal dia Diam karna masih malu-malu,
Berlanjut dengan keluhan dan kritikan yang masuk, semakin membuatnya takut untuk banyak berbicara.

Andai saja dia bisa pergi, dia akan mencoba pergi.
Sudah dua kali dia mencoba pergi menjauh tapi hatinya membawanya kembali pada orang itu.
Hatinya yang begitu mengharapkan orang itu untuk mendampinginya dan menjadi pemimpinnya.
Kalaupun pada akhirnya tidak memberikan kebahagiaan sempurna untuknya, setidaknya mampu memberikan kebahagiaan sempurna untuk penerusnya.
Dia masih memberikan kesempatan pada dirinya sendiri untuk mengenali dan memahami orang itu sampai batas kemampuannya.
Dia masih mengikuti kata hatinya yang masih tetap ingin bersama dengan orang itu.
Dia tidak akan menghapus orang itu dari hatinya dan tidak akan meninggalkan hati itu karna ada beberapa pengorbanan dan kebaikan yang mampu membuat hatinya tercuri dengan sangat terhormat.
Kali ini dia tidak akan pergi kecuali dia diminta untuk pergi demi kebahagiaan orang itu dan mungkin demi kebaikannya sendiri.
Dia akan tetap bertahan semampunya dan ketika dia tidak mampu lagi bertahan, dia akan mencoba mencari jalan tikus untuknya berpulang.

Andai saja cinta bisa menerima apa adanya, Andai saja cinta bisa memaafkan dan tidak mendendam, Andai saja cinta bisa menerima bahwa Dia seseorang yang pernah hidup dengan masa lalu, Andai saja cinta tidak menekan dan menuntut kesempurnaan, Andai saja cinta dengan penuh kelembutan dan kesabaran bisa merubah ketakutan menjadi kenyamanan, Andai saja cinta penuh dengan cerita-cerita konyol demi sebuah ketertawaan yang mendekatkan dua kepribadian, Andai saja cinta dijalani dengan cara sendiri bukan dengan patokan kuat mengenai adat istiadat, tradisi, tata krama dan aturan-aturan yang membuat hubungan semakin kaku, Andai saja cinta itu dijalani hanya dengan mengikuti naluri dan suara hati ...

Sayangnya dia belum berani mengungkapkan itu karna dia tidak mau selalu ada keributan yang justru menekan dia bahkan menyalahkan dia.

Ya Tuhan ....
Semoga dia memahami dan mempelajari yang dia jalani saat ini dan semoga dalam hidupnya dia tidak harus mengganti dan mengganti dengan hal yang baru karna itu sungguh sudah sangat membosankan baginya.
Semoga dia dapatkan celah untuk kebahagiaannya sendiri untuk saat ini dan untuk dibawanya selama hidupnya.
Karna dia menjalaninya dengan hati yang tulus tanpa menambah-nambahkan kisah-kisah lalu yang sebenarnya sudah begitu lama dia lepaskan dari pikiran dan hatinya.
Cukup dia yang tau dan mengerti itu dan biarkan waktu yang menjelaskannya segalanya pada orang itu.
Karna dia selalu berjalan maju dan tidak pernah mundur kebelakang walaupun ada masanya dia akan mencoba menoleh kebelakang, hanya menoleh kemudian tersenyum dan kembali menatap kedepan.
Semoga saja Tuhan tidak tutup mata untuk memberinya kesempatan mendapatkan kebahagiaan yang sungguh dia dambakan sebelum pada akhirnya dia berpulang, Semoga Saja :)






Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.