Langsung ke konten utama

Nasi Goreng Dalam Dunia Kesehatan

Siapa sih manusia yang tidak mengenal makanan Nasi Goreng ??
Nasi goreng yang merupakan makanan paling disukai Barack Obama ini sangat mudah ditemukan dimana saja.
Tidak hanya diperkotaan, tetapi di kampung, dipelosok-pelosok desa bahkan dirumah sendiri kita bisa mendapatkan nasi goreng.
Banyak variasi penyajian nasi goreng ini.
Bisa dihidangkan dengan sosis, daging, telur dan bumbu-bumbunya pun sangat bervariasi sesuai dengan keinginan dan selera kita.
Menuliskannya saja sudah membuat saya harus membayangkan nasi goreng itu dan sepertinya air liuh mulai meleleh membayangkan nikmatnya nasi goreng.


So ...
Kamu pasti bertanya- tanya kenapa saya tertarik membahas mengenai nasi goreng?
Jangan sempat berpikir kalau saya penggemar nasi goreng ya.

Jadi ceritanya saya terinspirasi untuk membuat artikel nasi goreng dalam dunia kesehatan :
Pertama karna tentunya saya adalah orang kesehatan dan sudah pasti saya meninjaunya dari aspek kesehatan.
Kedua karna begitu banyaknya manusia-manusia disekeliling saya yang sangat menfavoritekan nasi goreng ini.
Ketiga karna rasa tertarik saya mengenai teori hasil eksperimen mengenai nasi goreng yang disampaikan oleh dosen saya pada pertemuan kuliah dihari sabtu yang lalu.
Mau tau apa info terbaru mengenai nasi goreng yang disampaikan oleh dosen saya?
Sabar ya, kita cerita pelan-pelan dulu mengenai nasi goreng ini supaya semakin mengenal mengenai makanan yang luar biasa nikmatnya ini.
(Referensi dikutip dari Wikipedia Ensiklopedia Bebas Indonesia)

Dalam Sejarahnya, Nasi adalah sebuah bagian penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng. Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan.
Ada berbagai macam resep nasi goreng tapi unsur utamanya adalah nasi, minyak goreng, kecap manis. Selain itu banyak tambahan lain yang dapat dimasukkan, mulai dari sayuran, daging, sampai sambal, saos, kerupuk dan telur goreng.

Pada Variasinya, Nasi goreng baik di Indonesia maupun di negara-negara lain dapat memiliki variasi tersendiri tergantung dari daerah asal dan bumbu atau bahan yang digunakan. Variasi ini biasanya dipengaruhi oleh bahan makanan yang biasa digunakan masyarakat setempat dan pengaruh ramuan bumbu dari negara tetangga, ataupun pengaruh budaya etnik asing bawaan yg datang ke negara tersebut. Beberapa variasi nasi goreng yang terkenal diIndonesia antara lain adalah sbb:
  • Nasi goreng ikan asin: Menggunakan ikan asin, salah satu variasi yang terkenal di Indonesia.
  • Nasi goreng Jawa: Nasi goreng ini biasanya dibumbui dengan sambal ulek yang membuat rasanya pedas. Contoh nasi goreng Jawa adalah nasi goreng babat Semarang yang warnanya agak cokelat dengan lauk babat, nasi goreng Jawa Tengah yang warnanya merah muda dengan lauk sayuran kol dan suwiran ayam kampung, nasi goreng Surabaya yang warnanya merah kecokelatan dengan lauk irisan telur dadar dan suwiran ayam potong serta nasi goreng kampung dari Yogyakarta yang warnanya merah tua dengan lauk telur mata sapi dan ayam kampung.
  • Nasi goreng kambing: Menggunakan daging kambing yang memiliki aroma khas.
  • Nasi goreng pete: Menggunakan pete sebagai campuran, digemari kelompok pengguna pete karena aromanya.
  • Nasi goreng pattaya (asal Thailand): Nasi goreng ini dibungkus dengan telur dadar.
  • Nasi goreng putih: Nasi goreng ini menggunakan kecap asin sebagai bumbunya sehingga warnanya masih keputih-putihan.
  • Nasi goreng Fukien (atau Fujian): (bukan berasal dari Fujian) adalah nasi goreng yang berasal dari daerah Kanton, biasa disajikan dengan saus di atasnya.
  • Nasi goreng Singapura: Bukan berasal dari Singapura, ini adalah masakan dari daerah Kanton dengan bumbu kare kuning.
  • Nasi goreng Yangchow (atau Yangzhou): (biasa disebut juga nasi goreng spesial) - meskipun dinamakan "Yangzhou", nasi goreng ini sebenarnya bukan berasal dari daerah Yangzhou. Biasa disajikan dengan udang dan daging panggang. Nasi goreng spesial lainnya yang terkenal adalah nasi goreng dengan telur mata sapi.
  • Nasi goreng Yuanyang: Nasi goreng yang dihidangkan dengan dua macam saus. Saus yang pertama berwarna putih dan yang kedua berwarna merah. Terkadang saus itu disajikan dalam lambang Yin Yang atau simbol Taichi.
  • Nasi Goreng Arab Habbatussauda (bukan berasal dari Arab tetapi kreasi khas Indonesia yang banyak memakai rempah asli Arab sebagai bagian bumbu utama). Umumnya menggunakan daging kambing dan memakai banyak jintan serta herbal/tanaman berkhasiat yang baik untuk kesehatan.
  • Nasi Goreng Jepang Ashita (bukan berasal dari Jepang tetapi kreasi khas Indonesia). Dinamakan nasi goreng Jepang sebab memakai Ashitaba yang berasal dari Jepang. Ashitaba adalah jenis sayuran herbal kesehatan yang sangat popular di negara Jepang. Pemakaian bahan ini menyebabkan nasi goreng terlihat unik berwarna hijau daun. Campuran tambahan biasanya daging asap, acar nanas, emping belinjo dan telur dadar.
  • Banyaknya variasi jenis Nasi Goreng yang dapat ditemukan di Indonesia merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Indonesia dalam meracik kreasi jenis kuliner dengan aneka citrarasa, baik dari pengaruh bahan dasar lokal maupun pengaruh citarasa masakan internasional.

Nah,untuk penyajian nasi goreng sangat bervariatif juga :

Pertama kamu dapat membuatnya sendiri. Nasi goreng dapat dimakan kapan saja, dan banyak orang Indonesia, Malaysia, dan Singapura memakannya untuk sarapan, biasanya menggunakan nasi sisa makan malam sebelumnya. Nasi yang digunakan untuk membuat nasi goreng sudah ditanak terlebih dahulu dan dibiarkan mendingin, sehingga menjadi alasan memakai nasi yang ditanak sehari sebelumnya.

Kedua, kamu dapat mendapatkan penyajian nasi goreng dari pedagang jalanan. Meski sebagian besar warga Indonesia membuat nasi goreng untuk sarapan, makanan ini juga merupakan pilihan populer untuk makan larut malam yang dijajakan oleh pedagang jalanan, warung, dan juga penjaja gerobak yang sering menyusuri kawasan permukiman di Indonesia. Nasi goreng selalu dimasak secara langsung menurut pesanan per sajian, karena tukang masak biasanya akan menanyakan tigkat kepedasan nasi goreng kepada pembeli; biasa, sedang, pedas, atau sangat pedas. Tingkat tersebut tergantung pada jumlah sambal atau lada yang diberikan nantinya. Kadang pula porsi nasi goreng dalam jumlah besar dimasak sekaligus jika nasi goreng dengan tingkat kepedasan yang sama dipesan pada waktu yang sama.
Tukang masak mungkin juga akan bertanya tentang telurnya; dicampur dengan nasi atau dipisah sebagai telur mata sapi (ceplok) atau telur dadar (omelet). Istilah spesial pakai telur berarti nasi goreng tersebut menggunakan dua telur per sajian, satu dicampur dengan nasi dan satu lagi dimasak terpisah dalam bentuk omelet atau ceplok. Selain nasi goreng, penjaja gerobak biasanya juga menyediakan mi goreng, mi rebus, dan kwetiau goreng.

Ketiga, kamu bisa mendapatkan penyajian nasi goreng di restoran-restoran. Nasi goreng adalah salah satu makanan populer di restoran-restoran Indonesia atau Asia. Makanan ini sering disajikan untuk sarapan di hotel-hotel Indonesia. Di restoran, makanan ini disajikan sebagai hidangan utama yang dilengkapi telur, ayam goreng, sate, sayuran, makanan laut seperti udang goreng atau ikan, dan kerupuk. Di warung, jika ditambah telur ceplok namanya nasi goreng istimewa. Nasi goreng biasanya dijual bersama bakmi goreng oleh pedagang jalanan. Mereka menjual nasi goreng biasa dengan sedikit potongan ayam goreng, telur dadar, sayuran, dan mentimun.
Beberapa restoran menyediakan nasi goreng istimewa versi mereka sendiri, seperti Nasi Goreng Kambing Pete, Nasi Goreng Teri Medan, Nasi Goreng Aceh, atau Nasi Goreng Udang.

Nah yang terakhir kamu bisa mendapatkan penyajian nasi goreng dari toko kelontong. Sejumlah merek bumbu nasi goreng dijual di supermarket, seperti Sajiku-Ajinomoto, Royco, dan Kokita. Bumbu nasi goreng adalah pasta bumbu nasi goreng instan yang dituangkan setelah menggoreng nasi putih. Hari ini, toko kelontong modern seperti 7-Eleven dan Lawson yang beroperasi di Indonesia juga menawarkan paket nasi goreng beku yang dihangatkan menggunakan microwave untuk dibawa pulang.



Nah ....
Kita sudah membahas mengenai biodata nasi goreng nih, jadi kurang lebihnya kita semakin mengenal mengenai makanan nasi goreng.
Nggak salah dong kalau pepatah tak kenal maka tak sayang kita berlakukan juga untuk makanan?
Sekarang saya akan mengajak anda untuk meninjau makanan nasi goreng dalam dunia kesehatan.

Pertama sekali kita meninjau kesehatan dari nasi goreng dari cara memasaknya.
Kamu tau tidak mengenai Akrilamid ?? Atau barangkali pernah mendengarnya ??
Akrilamid itu merupakan senyawa penyusun poliakrilamid yang sering digunakan dalam pembuatan plastik, kertas, atau tekstil.  Namun, senyawa ini juga dapat muncul pada makanan.  
Terlebih, jika terkonsumsi dalam jumlah yang banyak akan berbahaya dan berpotensi menyebabkan kanker.   
Sebuah studi oleh WHO pada tahun 2002 menyatakan bahwa akrilamid terbukti menyebabkan tumor pada beberapa organ hewan percobaan seperti otak, jantung, kulit, dan ginjal.
Lembaga Administrasi Pangan Nasional Swedia (NFA) pada tahun 2002 menyatakan bahwa akrilamid terkandung pada makanan berkarbohidrat yang dimasak pada suhu tinggi (lebih dari 120°C) seperti digoreng, dipanggang, atau dibakar.  
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 1 kg sampel nasi goreng mengandung akrilamid hingga 60 µg sedangkan nasi kukus tidak mengandung akrilamid secara berarti.  
Tentu saja jumlahnya lebih rendah dari kandungan pada keripik pisang yang mencapai 770 µg/kg dan keripik kentang yang mencapai 1700 µg/kg.
Berbahaya atau tidaknya akrilamid bagi tubuh kita sangat ditentukan oleh jumlah yang dikonsumsi tiap harinya.  
Sebuah survey mengatakan jumlah akrilamid rata-rata yang dikonsumsi masyarakat Hongkong pada tahun 2002 sebesar 0,3 µg/kg berat badan untuk setiap harinya.  
Jumlahnya pada anak-anak sekolah lebih tinggi yaitu mencapai 0,4 µg/kg berat badan untuk setiap harinya.  
Hal ini dimungkinkan karena anak-anak sangat suka dengan produk gorengan seperti nasi goreng, keripik kentang, dan produk sejenisnya.  
Bisa jadi jumlah yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia lebih tinggi dari jumlah tersebut karena sebagian besar masyarakat Indonesia suka dan sering mengkonsumsi makanan gorengan.
Mengingat sering dan mudahnya  menemui dan mengkonsumsi makanan gorengan di Indonesia, sangat sulit untuk menghindari terkonsumsinya akrilamid melalui makanan gorengan.  
Namun, untuk mengurangi resiko munculnya akrilamid pada makanan, sebaiknya jangan memasak makanan dengan suhu terlalu tinggi dan terlalu lama.  
Konsumsi makanan secara seimbang dan beragam serta perbanyak konsumsi buah dan sayuran.
Selektif dalam memilih jajanan juga sebaiknya mulai diterapkan demi kesehatan kita.

Kedua, kita meninjau mengenai resiko nasi goreng jika dicampur dengan mentimun.
Jangan lagi makan ketimun dengan nasi goreng. Terutama nasi goreng yang biasa dijual di pinggir jalan. 
Kandungan minyak yg sudah dipakai untuk memasak mengandung racun yg apabila digabung dengan kandungan air atau getah pada ketimun dapat menyebabkan radang pada tenggorokan dan akhirnya akan mengakibatkan kanker kelenjar tiroid.
Hal itu cenderung disebabkan karna penggunaan minyak goreng secara berulang.

Ketiga, kita meninjau dari penyimpanan nasi yang sudah digoreng.
Ini sesuai dengan yang dipesankan oleh dosen kami kepada kami pada pertemuan perkuliahan sabtu yang lalu.
Namanya dosen, wajar saja membagikan ilmu kepada mahasiswa dan mahasiswinya, apalagi jika ada perkembangan ilmu yang terbaru.
Disampaikan oleh dosen saya pada waktu itu bahwa ada penelitian terbaru bahwa nasi goreng tidak boleh disimpan.
Dalam arti setelah nasi goreng dimasak, alangkah baiknya jika langsung dimakan tanpa harus mendiamkannya beberapa jam terlebih dahulu.
Karna apa ??
Ternyata kandungan Akrimalid yang hampir dimiliki oleh semua gorengan sangat berbahaya jika didiamkan dan bereaksi pada kandungan nasi kita.
Saya tidak pasti apakah penelitian itu sudah disahkan hasilnya atau bagaimana, tapi jujur saja saya belum mendapatkan referensi pastinya.
Itu sekedar info yang saya dapat dari dosen saya.
Ketika zat-zat kimia dalam nasi goreng tadi bereaksi saat nasi goreng sudah didiamkan berjam-jam, maka jika dikonsumsi lagi dan jika dilakukan secara berulang terus-menerus akan menyebabkan munculnya penyakit kanker terutama kanker hati.
So, bagi ibu-ibu jangan dibekalkan nasi goreng untuk anak-anak sebagai bekal sekolahnya ya.
Karna nasi goreng tersebut akan dikonsumsi anak pada saat istirahat dan itu dimakan beberapa jam setelah nasi goreng dimasak.

Baiklah, cuma itu yang ingin saya share kan mengenai artikel nasi goreng ini.
Bagi para pembaca yang memang mengetahui pasti dengan penelitian ini, mungkin bisa membagi referensinya tersebut dan fakta kebenaran ilmu pastinya.
Demikianlah artikel saya pada hari ini dansemoga bermanfaat untuk kesehatan kita semua ^_^
Ingat pepatah "Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati"
Semoga kita selalu menanamkan prinsip tersebut dan semoga kita semua selalu dilimpahkan kesehatan oleh yang maha kuasa, Amin :)


Sampai jumpa kembali pada artikel saya berikutnya :)



 

Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…