Langsung ke konten utama

Ketentraman Jiwamu adalah Ketentramanku

Seharusnya ada ketenangan yang dia dapatkan ketika dia menulis ...
Sayangnya dia terlambat untuk menyadarinya.
Beberapa hari belakangan ini dia merasa seperti tidak bernyawa sama sekali.
Sungguh Sungguh tidak bernyawa ...


3 hari hanya tidur 3 sampai 4 jam diwaktu siang hari dan dimalam hari mata tetap terjaga sampai panas matahari menyelinap masuk kedalam kamarnya.
Menghabiskan waktu hanya berdiam diri merebahkan badan diatas tempat tidur sambil memandang langit- langit kamar.
Dia kembali seperti dirinya yang kosong dan mati.
Apa yang ada dipikirannya ??

Aku mendekatinya, Aku masuk menyelusuri setiap rongga-rongga otaknya dan hatinya.
Aku mendapatkan jawabannya ....
Itukah yang ternyata mengganggunya ??

Andai saja dia mau mendengarkan aku.
Aku memang memiliki suara yang sangat halus dalam dirinya, tapi dia harusnya mendengarkan aku agar dia terbebas dari belenggu hati dan pikirannya.
Ketika aku menyuruhnya untuk bangun setiap pukul 5 pagi, Berdoa pagi, Berdoa Novena Tiga Salam Maria, Tersenyum, Dia selalu mendengarkan perintah dari suara kecilku ini.
Ketika aku menyuruhnya untuk bergerak mengisi perutnya, membersihkan kamarnya, merapikan pakaiannya, mengerjakan tulisannya, membaca, tidur disaat malam telah larut, Dia selalu mngabaikan perintahku itu.

Konyol sekali ...
Andai dia bisa melihat betapa buruknya wajahnya ketika dia berbaring diatas tempat tidurnya dan hanya menatap langit-langit kamarnya.

Bodoh sekali kalau dia harus memikirkan hal-hal yang menyiksa hidupnya.
Bodoh sekali ketika dia harus menghabiskan waktunya memikirkan orang lain yang sebenarnya orang itu pun tidak pernah memikirkannya.
Bodoh sekali ketika dia harus membayangkan kebahagiaan untuknya tapi dia takut untuk memulainya.
Bodoh sekali ketika dia menangisi kehidupannya padahal dia sadar begitu banyak orang diluar sana yang mampu bersyukur diatas sejuta kekurangan hidupnya.
Bodoh sekali Dia untuk segala sesuatu yang membuatnya seperti tidak bernyawa seperti itu.

Tapi itu biasa terjadi dalam dirinya dan tidak pernah berlangsung lama.
Dia akan baik-baik saja ...
Sebentar lagi semangatnya akan kembali dan jiwanya akan penuh dengan kebahagiaan kembali.
Aku tau Dia sangat tegar dan Aku tau Dia tidak pernah menyerah dengan keadaan.




Tenanglah Tenang wahai Jiwamu,
Aku ada didalam sini dan akan terus menyuarakan yang terbaik untukmu.
Tenanglah Tenang wahai Jiwamu,
Aku ada didalam sini untuk menguatkan hidupmu yang terombang-ambing.
Tenanglah Tenang Wahai Jiwamu,
Aku akan selalu ada didalam sini selamanya bahkan ketika Kau menyerah dalam hidup.
Kembalilah Jiwamu, Kembali kepada Jiwamu yang sesungguhnya.



Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…