Selasa, 25 Februari 2014

Ketentraman Jiwamu adalah Ketentramanku

Seharusnya ada ketenangan yang dia dapatkan ketika dia menulis ...
Sayangnya dia terlambat untuk menyadarinya.
Beberapa hari belakangan ini dia merasa seperti tidak bernyawa sama sekali.
Sungguh Sungguh tidak bernyawa ...


3 hari hanya tidur 3 sampai 4 jam diwaktu siang hari dan dimalam hari mata tetap terjaga sampai panas matahari menyelinap masuk kedalam kamarnya.
Menghabiskan waktu hanya berdiam diri merebahkan badan diatas tempat tidur sambil memandang langit- langit kamar.
Dia kembali seperti dirinya yang kosong dan mati.
Apa yang ada dipikirannya ??

Aku mendekatinya, Aku masuk menyelusuri setiap rongga-rongga otaknya dan hatinya.
Aku mendapatkan jawabannya ....
Itukah yang ternyata mengganggunya ??

Andai saja dia mau mendengarkan aku.
Aku memang memiliki suara yang sangat halus dalam dirinya, tapi dia harusnya mendengarkan aku agar dia terbebas dari belenggu hati dan pikirannya.
Ketika aku menyuruhnya untuk bangun setiap pukul 5 pagi, Berdoa pagi, Berdoa Novena Tiga Salam Maria, Tersenyum, Dia selalu mendengarkan perintah dari suara kecilku ini.
Ketika aku menyuruhnya untuk bergerak mengisi perutnya, membersihkan kamarnya, merapikan pakaiannya, mengerjakan tulisannya, membaca, tidur disaat malam telah larut, Dia selalu mngabaikan perintahku itu.

Konyol sekali ...
Andai dia bisa melihat betapa buruknya wajahnya ketika dia berbaring diatas tempat tidurnya dan hanya menatap langit-langit kamarnya.

Bodoh sekali kalau dia harus memikirkan hal-hal yang menyiksa hidupnya.
Bodoh sekali ketika dia harus menghabiskan waktunya memikirkan orang lain yang sebenarnya orang itu pun tidak pernah memikirkannya.
Bodoh sekali ketika dia harus membayangkan kebahagiaan untuknya tapi dia takut untuk memulainya.
Bodoh sekali ketika dia menangisi kehidupannya padahal dia sadar begitu banyak orang diluar sana yang mampu bersyukur diatas sejuta kekurangan hidupnya.
Bodoh sekali Dia untuk segala sesuatu yang membuatnya seperti tidak bernyawa seperti itu.

Tapi itu biasa terjadi dalam dirinya dan tidak pernah berlangsung lama.
Dia akan baik-baik saja ...
Sebentar lagi semangatnya akan kembali dan jiwanya akan penuh dengan kebahagiaan kembali.
Aku tau Dia sangat tegar dan Aku tau Dia tidak pernah menyerah dengan keadaan.




Tenanglah Tenang wahai Jiwamu,
Aku ada didalam sini dan akan terus menyuarakan yang terbaik untukmu.
Tenanglah Tenang wahai Jiwamu,
Aku ada didalam sini untuk menguatkan hidupmu yang terombang-ambing.
Tenanglah Tenang Wahai Jiwamu,
Aku akan selalu ada didalam sini selamanya bahkan ketika Kau menyerah dalam hidup.
Kembalilah Jiwamu, Kembali kepada Jiwamu yang sesungguhnya.



Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting