Langsung ke konten utama

I'm Back Again to The Ground Karo Vacation "Berastagi Vacation"

Melanjutkan cerita dari postingan yang berjudul I'm Back Again to The Ground Karo Vacation "Kabanjahe Vacation"
Kita sekarang berada diberastagi.
Ada beberapa tempat wisata yang dapat kita kunjungi di berastagi ini.
Sekaligus tentunya tidak menyia- nyiakan permandian air panas setelah kedatangan kedua kalinya ini.
Tapi itu nanti, kita harus membuat cerita yang berstruktur ya ^_^



 Perjalanan kami berlanjut menuju Bukit Gundaling.
Tapi sebelumnya kami berhenti terlebih dahulu dipasar buah untuk mencari buah- buahan.
Ada banyak sekali jenis buah- buahan yang dijual dipasar buah ini.
Tidak hanya buat, tapi berbagai accesories dan hiasan- hiasan budaya juga banyak dijual dipasar buah tersebut.
Letaknya tidak jauh dari pintu masuk sebelum memasuki Bukin Gundaling.
Tidak menyia- nyiakan kesempatan, aku mencari strowberry, raspberry, hamster dan buah mangga harum manis ^_^
Memang unik buah Raspberry, sayangnya rasa buah itu tidak begitu menarik dilidahku.
Dan kalau hasrat untuk membeli hamster harus diundur dulu karna memikirkan pengalaman yang tidak berhasil memeliharan hamster pada waktu dulu.

 Selamat Datang Di Bukit Gundaling ...
Bukit Gundaling merupakan objek wisata yang terdapat di pinggir kota Berastagi, yang terletak kurang lebih 60 km dari kota Medan. Pemberian nama Gundaling oleh masyarakat sekitar memiliki sejarah tersendiri. Cerita yang merebak di masyarakat berkembang dari lisan ke lisan sehingga menjadi cerita rakyat tersendiri.


Ditempat ini rasanya begitu sangat sejuk dan sangat dingin.
Angin bertiup dengan sangat kencangnya dari tampat aku berdiri ini.
Ketika berdiri disitu maka akan terlihat dengan jelas semua dataran bawah dan terlihat dengan jelas keeluruhan ketinggian gunung sinabung dengan mata telanjang.

 Selain pamandangan yang indah, angin sejuk yang terlalu dingin, disana banyak juga patung dan tugu.
Sebenarnya kurang lengkap disana jika tidak memanfaatkan kuda disana untuk ditunggangi.
Sayangnya nyaliku maish belum kuat untuk berkeliling bukit dengan menggunakan kuda.
Berhubung semakin larut dan udarapun semakin mendingin, maka jaket adalah alternatif sederhana untuk dimanfaatkan menghangatkan badan.

 Selain itu, ditaman itu juga ada banyak orang yang berjualan.
Tenda- tenda sengaja dibuat untuk keluarga- keluarga yang datang berekreasi.
Banyak orang yang datang kesana untuk berliburan keluarga diakhir pekan terutama pada liburan- liburan sekolah anak- anak.

 Berpedoman pada cerita rakyat disana, Aku sedikit bercerita ya Asal Mula Gundaling : 

Awal kisah terbentuknya nama Bukit Gundaling adalah terjadi pada masa sebelum Indonesia merdeka. Di kisahkan bahwa pada zaman dahulu ada seorang pemuda berkebangsaan Inggris yang tinggal di daerah Berastagi sebagai penyebar agama nasrani. Suatu hari ketika berjalan-jalan di sebuah bukit  dia bertemu dengan seorang gadis yang merupakan penduduk asli daerah tersebut. Gadis itu memiliki paras yang cantik dengan rambut panjang yang terurai, tutur bahasanya sopan dan lembut membuat sang pemuda begitu terpana dengan keelokan sang gadis. 
Singkat kata, maka dengan rasa hati-hati dan sedikit ragu pemuda tersebut menyapa sang gadis, Walau bahasa daerah yang ia gunakan masih terlalu kaku. Tak terduga ternyata si gadis membalas sapaan pemuda tersebut walau dengan raut muka malu-malu maka mulailah sang pemuda mengajak sang gadis mengobrol sampai tak terasa waktu telah menjelang sore. Ketika sang gadis sadar jika waktu telah sore, gadis itu berpamitan kepada pemuda itu untuk pamitan pulang karena orang tuanya sudah menunggu di rumah. Sang pemuda sebenarnya enggan untuk melepaskan sang gadis karena masih ingin berlama-lama dengannya, tapi karena sang  gadis terus memaksa maka dengan berat hati direlakanlah sang gadis untuk pulang.

  Sejak kejadian itu sang pemuda selalu teringat dengan sang gadis dan selalu ingin bertemu dengannya, demikian juga halnya dengan si gadis tadi. Tampaknya kedua insan ini telah terkena panah cinta karena setiap hari saling merindukan satu sama lain. Singkat cerita, mereka jadi sering melakukan pertemuan di bukit itu dan akhirnya berikrar menjadi sepasang kekasih. Setiap hari dari pagi menjelang sore keduanya sering bercengkrama di bukit itu. Bukit tersebut merupakan bukit yang ditumbuhi rimbunan pohon pinus. Ketika telah tersampaikan hasrat hatinya maka berpisahlah keduanya untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
 Orang tua si gadis melihat banyak perubahan pada anak diri gadisnya yang sering melamun dan tersenyum-senyum sendiri. Bahkan sudah sekian lama sang gadis tak pernah lagi mau disuruh untuk pergi ke ladang membantu orang tuanya. Akhirnya timbul lah kecurigaan dalam hatinya tentang kelakuan anaknya tersebut. Dengan rasa penasaran orang tua si gadis mengikuti kemana perginya si anak secara diam-diam. Betapa terkejutnya orang tua si gadis mengetahui si anak berhubungan denganorang asing dan tak dikenal. Maka murkalah si orangtua tersebut, kemudiandengan paksa membawa anaknya pulang sehingga membuat si pemuda terkejut.

  Sejak saat itu sang gadis di kurung orang tuanya di rumah dan tidak diperbolehkan keluar rumah tanpa seizin orang tuanya dan tanpa ditemani saudaranya. Orang tua si gadis berniat menikahkan si gadis dengan sepupu dekatnya. Rencana pernikahan telah dibuat dengan cepat tanpa meminta persetujuan si gadis. Sementara si gadis setiap harinya selalu dirundung kesedihan dan matanya bengkak karena sering menangis. Dia menangis karena tidak bisa lagi bertemu dengan kekasihnya. Demikian juga dengan sang pemuda selalu resah dan gelisah karena tak bertemu pujaan hatinya.Dengan di dorong oleh rasa rindu yang menggebu maka nekatlah sang pemuda menemui sang gadis di rumahnya dengan mengendap-endap pada malam hari. Dalam keadaan gelap gulita sang pemuda mendekati kamar sang gadis dan memanggil namanya dengan suara yang lembut dan pelan. Sebab ia takut ketahuan orang tau si gadis. Ketika sang gadis mengetahui dan mendengar suara kekasihnya maka dengan segera ia membuka jendelakamarnya. Dari jendela kamarnya sang gadis mengatakan kepada pemuda itu  bahwa ia dalam masa pingitan dan akan segera di nikahkan dengan sepupu dekatnya. Terkejutlah sang pemuda, lalu menyarankan si gadis untuk kabur bersamanya.
 Setelah bersepakat untuk bertemu di bukit tempat mereka biasa bertemu, pulanglah si pemuda ke rumahnya. Pada keesokan harinya pergilah si pemuda ke bukit tempat mereka janji bertemu. Dia menunggu sang gadis dengan perasaan gelisah. Sementara sang gadis berusaha keluar dari rumahnya lewat jendela. Tapi memang malang nasib si gadis karena masih dalam perjalanan ternyata keluarganya mengetahui niat si gadis lalu memaksanya pulang, dan hari itu juga dia di nikahkan dengan sepupunya.

 Sementara sang pemuda sudah gelisah tak menentu menunggu kedatangan sang gadis. Dia berjalan mondar mandir kesana kemari mencari sang gadis sambil berteriak memanggil “darling”, tapi yang ditunggu dan di harapkan tak kunjung tiba. Sang pemuda tak mengetahui jika sang gadis telah menikah dan tak mungkin bertemu dengannya lagi.
 Setiap hari yang dilakukannya haya mondar mandir di bukit tersebut sambil memanggil darling. Sehingga pada akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan Berastagi sambil membawa luka hatinya. Sebelum pergi, ia memandangi bukit tempat ia bertemu dengan gadisnya. Maka terucaplah kata “good bye darling” yang artinya “ selamat tinggal sayang”. Dia mengucapkan kata-kata itu berulang-ulang sambil teriak sampai bukit tersebut tak kelihatan lagi di pelupuk matanya. Masyarakat sekitar yang tak mengerti apa yang diucapkan sang pemuda karena bahasa yang berbeda mengubah pengucapan good bye darling dengan gundaling. Sejak saat itu bukit tersebut diberi nama “gundaling”.

 Tujuan selanjutnya adalah permandian air panas.
Tapi tidak puas rasanya kalau tidak menikmati secangkir kopi ditengah udara yang sangat dingin seperti ini.
Ironisnya, di berastagi dan kabanjahe,
Kopi tidak begitu disukai penduduk disana.
Cerita dari penduduk disana, kalaupun meminum kopi, mereka akan mencampurkan susu untuk menambah rasa manis dan mengurangi rasa caffein pada kopi tersebut.
Terbalik sekali dengan aku yang sangat mencintai aroma pahit kopi.

 Melunasi utangku pada diriku sendiri, akhirnya kami berangkat ke permandian air panas.
Tempat pemandian air panas yang kami datangi bukan di sidebuk- debuk melain tempat permandian lain yang lebih bagus.
Entah apa nama tempat permandian air panas itu yaaaa ???
Benar- benar menyejukkan hati dan pikiran sekali berendam di permandian air panas.
Awalnya memang tidak tahan karna terasa sangat panas sekali menyentuh kulit.
Tapi katanya kalau sudah masuk jangan keluar lagi biar kulit tidak kaget- kagetan karna perubahan suhu yang tiba- tiba.
Memang kepanasan awalnya, tapi semakin dinikmati semakin terasa hangat.
Waktu terus berjalan dan 3 jam berendam rasanya memang tidak cukup.
Tapi waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam dan kami harus kembali ke kabanjahe.
Thanks for Today ^^

Demikianlah postingan bintang ini.
Memang setiap orang memiliki kepribadian dan cara menikmati hidup yang bervariasi bentuknya.
Apakah kamu salah satu orang yang mencintai alam dan suka berjalan- jalan menikmati keindahan malam?
Mungkin pengalamanku ini bisa menarik kamu untuk meluangkan waktumu menikmati keindahan alam tanah karo.
Mungkin dilain kesempatan, aku bisa mengunjungi tempat wisata alam lainnya yang ada  di sumatra utara dan sudah dipastikan sebenarnya ada banyak tempat wisata disumatra utara yang mungkin belum mendapatkan promosi yang baik.

Well,
Akhir kata terimakasih banyak untuk kunjungannya dan untuk para pembaca setia blog ini.
Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau ada kesalahan informasi mengenai artikel saya ini.
Tidak ada unsur kesengajaan sama sekali dan semua ini titampilkan sesuai informasi yang saya dapat.
Mohon kritikannya untuk dijadikan perbaikan.
Silahkan mengikuti blog ini dan tinggalkan komentar serta kritikan yang membangun untuk perbaikan pada postingan berikutnya.
 Salam manis dari penulis dan sampai ketemu kembali pada artikel berikutnya.


Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…