Sabtu, 07 Desember 2013

Kegiatan Relawan Di Hari Pertama

Hi all .... 
Very happy when you come back to visit my this blog.
've read my article earlier? 
So, today I will share the story of me and my team on our activities as a volunteer.
so, keep following this story.

Ceritanya ini bersambung dari artikel "Welcome To Kabanjahe"
Sudah baca?? Coba deh dibaca dulu kalau blum dibaca biar jalan ceritanya nampak searah :D

Jadi, 
Setelah karang taruna mengeluarkan surat perintah tugas, kami diantarkan oleh anggota tim karang taruna yaitu bang Ricky Surbakti menuju tempat pengungsian.
Tempat pengungsian korban erupsi gunung sinabung itu ada di 31 titik, banyak juga ya.
Hanya saja nggak mungkin semua bisa kami jalani dalam waktu terbatas yang cuma 4 hari, apalagi jaraknya lumayan jauh- jauh.
Jadi mengabdi untuk satu atau dua posko saja sudah sangat baik rasanya.
Tempat pengungsian kami tidak jauh dari posko utama.
Senang deh gak jauh- jauh dari posko utama, jadi gampang aja ntar klau mau mengeluh ...
Hahahahaaaaaaaaaaaaaaa

Kami tim pertama berjumlah 6 orang dan dihari pertama kami bertugas di GBKP Kota.
Sesampainya disana, kami melapor dulu pada koordinator utama pengungsi di GBKP kota.
setelah mendapatkan briefing, kami pun bersiap- siap untuk mulai turun lapangan.
Kami mendapatkan posko istirahat di rumah ibu pendeta.
Kalau gini bakalan enak ceritanya, nggak akan ada kekurangan air dan tempat istirahat pun nyaman.
Tidak sesulit yang sempat aku bayangkan ketika berada di pengungsian.

 Bintang With Rafika

 Bintang With Erna Rotua dan Rafika ...

 Bintang With Erna ...

Bintang With Erna, Rafika dan Dhea.

Begitu turun lapangan, kami langsung ke dapur membantu memasak.
Sebenarnya kami fokus untuk membantu di posko kesehatan.
Tapi daripada kami menganggur saja di posko kesehatan, apa salahnya membantu hal lainnya yang kira- kira membantu para pengungsi.
Lagian di posko kesehatan sudah ada 2 tenaga medis yang siap siaga dan pengungsi juga tidak banyak yang sakit, apalagi tidak ada pengungsi gawat darurat yang harus ditangani.
  
Dipikir- pikir membantu bapak-bapak dan ibu-ibu di pengungsian yang sedang memasak bukan merupakan ide yangburuk.
Selain membantu pengungsi, itu juga membantuku untuk semakin memperbanyak dokumentasi,
HaHa :*
Lagian kebetulan posko memasak tepat di depan rumah ibu pendeta.
Kalau kami keluar dari rumah pendeta, tentu tampang kami akan terlihat oleh orang yang memasakn di tenda.
Sudah sore gitu, kayaknya nggak ada yang bisa kami lakukan lagi bagi para pengungsi selain membantu memasak supaya makan malamnya tidak terlambat.
Tau nggak ??
Jumlah yang memasak tidak banyak dan sepertinya tidak lebih dari 10, sedangkan yang mereka masak akan disajikan untuk 889 jiwa pengungsi.

Jadi ceritanya masakan ini berjudul "Makan Besar"
Sebelumnya aku pernah masak banyak kayak gini, waktu aku tinggal di asrama putri selama 3 tahun ketika SMA.
Jadi bukan hal baru lagi kalau dihadapkan pada pekerjaan yang sama.
Cuma bedanya diasrama hanya seratusan jiwa sedangkan di posko ini delapan ratusan jiwa.
Ya ampun rempong deh tangan untuk siapkan bahan- bahannya dan memasak bahan- bahannya.
Beratttttttttttttttttttttttt -____-


 Cukup disyukuri ya ...
Karna kalau aku nilai, para pengungsi hidupnya bisa dikatakan cukup baik.
Mereka sama sekali tidak kekurangan bahan makanan, mendapatkan air bersih yang baik, tempat penginapan yang layak, MCK yang baik dan begitu banyak bantuan yang mereka dapat.
Gambar diatas bisa kita lihat kebutuhan logostik dan pangan mereka yang sangat baik.
Dari cerita yang aku dapat, pekerjaan mayoritas pengungsi adalah petani.
Walaupun mereka mengungsi, tetapi ketika siang hari mereka akan pulang ke kampungnya didekat kaki gunung untuk berkebun.
Tentunya jika mereka mendapatkan izin dari tim meteorologi untuk memasuki kawasan kebun mereka yang termasuk kawasan berbahaya.
Tanaman mereka yang sudah panen nantinya akan dibeli oleh donatur dan akan kembali disumbangkan untuk para pengungsi.
Cara yang sangat baik.
Dengan begitu para pengungsi tetap bisa menghasilkan uang walaupun mereka sedang mengungsi.
Dan cukup baiknya, mereka selalu mengkonsumsi sayur- sayuran. 
Bahkan sesekali mereka memasak daging untuk dimakan.
Jadi benar- benar cukup baik yah untuk kebutuhan pangan mereka.
Sampai sejauh ini, penilaianku seperti itu untuk 2 posko yang sudah aku lihat.
Semoga saja posko lain juga sama baiknya dengan posko yang sudah aku liat. 

Kerennya, sumbangan yang datang untuk mereka adalah barang- barang bagus.
Aku bilang begitu karna sebagai contoh aja air mineral yang disumbangkan untuk mereka adalah AQUA,
Detergen yang disumbangkan pun bukan yang murahan melainkan detergen yang bagus yaitu RINSO.
Masih banyak  contoh bahan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu.
Pokoknya tidak kekurangan dan pemenuhan kebutuhan sangat baik.

Balik ke cerita memasak ...
Waktu itu memasak memang harus kami pacu karna harus cepat juga disajikan berhubung jam 7 adalah jadwal makan malam.
Setelah makanan sudah masak, maka kami pun mengangkat makanan yang sudah dimasak untuk diantar ke tenda depan yang terletak di halaman gereja.
Disana mereka mengadakan perjamuan makan pagi, siang dan malam.
Segala kegiatan untuk kebersamaan juga dilaksanakan disana. Dimulai dari makan bersama, kebaktian maupun acara hiburan.
Selesai makan malam, mereka akan mengadakan doa bersama dihalaman depan gereja.
Setelah itu mereka akan membuat acara hiburan bernyanyi dan menari bersama.
Kegiatan itu rutin mereka lakukan setiap harinya untuk membuat kebahagiaan mereka sendiri.
Ide yang baik ^_^
Untuk kali ini kami tidak ikut membagikan makanan karna sudah ada orang- orang tertentu yang bertugas untuk membagikan makanan disetiap meja.

 Jadi saat orang sedang sibuk makan kami juga makan, tapi kami makan di tenda memasak bersama pengungsi lainnya yang bertugas memasak juga.
Waktu bintang makan, disitu ada ibu yang menggendong anaknya.
Karna ibu itu mau makan, aku udahin makanku untuk gantian menggendong bayinya.
Bukan mau sok pahlawan, hanya aja agak sedikit geram kalau liat anak bayi atau balita.
Sedikit cerita ya, nama bayi ini Oksi ^_^
Tau artinya ?? Artinya Oktober Mengungsi (OKSI)
Ya ampun tega bener emaknya ngasi nama itu, hahahaha ...
Tapi penuh makna untuk dikenang karna Oksi memang lahir dibulan oktober ketika ibunya berada di pengungsian.
Nggak kebayang dengan ekspresi Oksi kalau dah gede diceritakan ibunya mengenai namanya dan respo teman- temannya kalau ada yang tau, pasti lucu dan unik.
Jangan-jangan ada juga bayi di posko lain yang namanya SEPSI, NOVSI, DESSI ???
Hahahahhaaaaaaaaaaa ....

Back to Story ya ....

Setelah makan, kami diminta membantu para pengungsi yang bertugas mencuci piring.
Pusing liatnya, piringnya banyak banget -__-
Udah gitu kalau nggak kami bantu, yang mencuci piringnya cuma 6 orang aja sementara piring yang dicuci banyak.
Bayangkan aja makan untuk delapan ratusan jiwa.
Itupun bukan hanya piring, gelasnya?? sendoknya?? mangkok-mangkoknya? peralatan masak yang sebesar-besar raksasanya? ember-embernya??
Ya sudahlah gak baik juga mengeluh, tetap kami kerjakan juga semuanya.
Asli selesai mencuci piring yang banyak itu, kutek yang udah seminggu nggak mengelupas menjadi terkelupas setengahnya, hahahaha.

 Selesai ... Selesai ...
Pekerjaan hari ini selesai.
Hal pertama yang ingin aku lakukan adalah mandi. 
Gerah sih tidak ada karna gak ada keringatan sama sekali.
Padahal kalau diteliti ada banyak pekerjaan berat yang hari ini aku lakukan.
Cuma keringatnya nggak keluar & nggak ada kepanasan karna suhu di daerah itu yang dingin.
Mau mandi aja minta ampun rasanya, airnya dingin sangat ^_^
Seperti mandi dengan air lelehan es batu. Beneran dingin banget loh.
Kalau nggak mikir kesehatan, mungkin nggak bakalan aku mandi.
Tapi segarnya sangat terasa ketika selesai mandi dengan air es itu, ditambah lagi air nya sangat jernih.
Coba aja di orang ini ke kota pekanbaru, nggak tau deh bakalan sanggup atau nggak.
Jangankan masak besar kayak gitu, masak kecil aja di dapur udah keringatan kayak orang mandi.
Begitulah lebaynya ... hahahaa

Selesai sudah kegiatan kami untuk hari ini dan demikianlah cerita untuk hari ini.
Silahkan mengikuti blog ini dan jangan lupa meninggalkan komentar dibawah ini ya.
Terimakasih dan sampai jumpa kembali pada artikel "First Night : Beautiful Night & Relaxing Evening"

Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting