Langsung ke konten utama

Kegiatan Relawan Di Hari Kedua

-*- Welcome The Second Day -*-

Niatnya pengen bangun jam 8 karna dinginnya cuaca, tapi gak bisa karna keburu dibangunin sama tetangga sebelah.
Mengganggu aja anggota karang taruna nih, jadi kepotong mimpi indahnya -__-
Sepagi itu bangun jadi bingung mau lakukan kegiataan apa?
Kalau langsung masuk ke posko pengungsian tidak mungkin karna udah jam 6 lewat dan mereka pasti sudah selesai masak.
Nggak seru kali jadi relawan datang kesana tinggal sarapan aja kan ??


 

Berhubung kegiatan di posko pengungsian memasak, apa salahnya membantu memasak juga diposko utama.
Tanya- tanya dimana tempat memasaknya, ternyata di sebuah mobil besar ini hahahha.
Niatnya sih pengen bantu masak, tapi sepertinya sudah ada koki yang memang bertugas memasak dan bapak itu adalah salah satu anggota tentara.
Jadi untuk sekedar meringankan pekerjaan mereka, akhirnya kami (Bintang, Rotua, Rebecca dan Rafika) membantu mencuci peralatan masaknya.

Emang lebih mengagumkan kalau liat tentara ini karna lebih siap perang daripada angkatan lainnya.
Apalagi untuk kegiatan sosial.
Contohnya aja bencana alam, sudah pasti para tentara bergerombolan datang untuk memberikan bantuan berupa jasa dan dengan senang hati menjadi sukarelawan.
Belum lagi para tentara yang bertugas diperbatasan bahkan dipelosok-pelosok.
Harus benar-benar jantan kalau memang mau jadi tentara.
Memang tugas para tentara cukup berat kalau dibandingkan dengan angkatan lainnya, cuma jasa mereka terkadang tidak sebanding dengan pemasukannya.
Tidak apalah yang penting ikhlas, semoga dibalas dengan tiket masuk surga ya bapak-bapak tentara yang baik hati ^_^


Walaupun sudah bantuin masak, tetap aja masih penasaran untuk naik dan melihat-lihat dapur truk berjalan itu.
Terpaksa mengeluarkan ilmu sok kenal sok dekat, hahahaha ....
Gampang ..... !!!!!
Bapak tentaranya nggak sangar- sangar amat, orang jawa ternyata, jadi lebih aman ^_^
Endingnya bantuin bapaknya memasak deh ditemani sama putri indonesia ~ Gembira ....
Seru masak besar tapi gak masak besar kayak di posko pengungsian karna jumlah relawan di posko utama berkisar seratusan aja.
Pengalaman menyenangkan, pengalaman baru dan wajib di dokumentasikan :D

 Siap masak ... Siap sarapan ...
Siap- siap mandi kerumah pendeta di posko pengungsian GBKP ya ...
Kali ini akan ada kegiatan sosial yang kami lakukan bersama anak-anak pengungsian.
Selain itu akan ada kegiatan lain lagi yang mungkin bisa kami lakukan dan semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar ^_^


Proses pengumpulan anak- anak dulu ...
Aku dan teman-teman berpencar kesegala arah untuk mencari anak-anak dan mengajak mereka berkumpul didepan halaman gereja.
Sekali dapat malah nempelnya kayak nempel ke emaknya aja ...
Sepanjang jalan megangnya erat banget sampai jalan aja jadi susah

Agak merenung sedikit dengan anak-anak hasil tangkapanku.
Sebenarnya bukan merenung, lebih tepatnya nyantai sedikit sambil menunggu kedatangan teman-teman yang lainnya dengan anak-anak hasil bawaan mereka.
Semoga aja dapat banyak anak- anaknya supaya acara semakin seru dan ramai.

 Ini nih penyebab kami harus berkeliling mencari anak-anak ...
Sebenarnya gampang aja mengumpulkannya karna ada sound system yang sudah tersedia.
Cuma salah seorang pengungsi yang udah bintang kasi lingkar merah menghambat kegiatan kami.
Hahahaaa ....
Maaf kata, dia seperti ada kelainan sedikit.
Kalau dari ilmu yang pernah bintang pelajari seperti gangguan pada saraf otak.
Jadi mic karaoke itu sedang dia pakai untuk menghasilkan suara- suara yang aneh.
Tidak untuk bernyanyi ataupun berbicara karna dia juga sulit untuk berbicara.
Terpaksa aku harus membujuknya berkali- kali agar mau menyerahkan mic nya dan dia juga berkali- kali berusaha menahan mic itu agar aku tidak mengambil dari tangannya.
Dan nggak serunya dia berusaha memasukkan mic itu kedalam mulutnya, ya ampun manalah mungkin muat sayang ^_^
Sedikit bantuan dari anak-anak lain, dengan sorakan-sorakan kecil akhirnya dia menyerahkan mic itu padaku dan dia pun pergi menghilang entah kemana -__-
Agak dibersihkan dulu mic nya karna ada air liuhnya yang masih lengket.
 
Akhirnya anak-anak pun terkumpul ...
Awalnya berjumlah tidak banyak, namun setelah madya mengambil makanan-makanan ringan satu kardus,
anak-anak pun mulai berdatangan memenuhi halaman depan gereja.
Namanya anak-anak pasti senang dengan jajanan.
Jangankan anak-anak, aku aja yang udah segede ini masih suka dengan jajanan, haha.




Acara dibawakan oleh teman kami Rafika yang sudah berpengalaman untuk hal itu.
Karna jumlah anak-anaknya tidak begitu banyak sekali, maka acara kami buat di teras gereja.
Agak terasa berbeda melihat antusias anak- anak mengikuti serangkaian acara yang kami buat, terasa lebih senang rasanya bisa berbagi kasih dengan anak-anak di pengungsian.


Kalau foto ini seharusnya disensor karna ada unsur perselingkuhan, hahaha ...
Nggak tau pasti apa hubungan kedua sejoli ini, karna dimana ada erna pasti ada madya disitu.
Tapi jangan salah sangka dulu ya ..
Ceritanya nih, Madya lagi menopang erna yang hampir mau jatuh karna diserang anak-anak dipengungsian.
Yahhh, hampir-hampir miriplah sama kejadian percintaan yang biasa terjadi disinetron.
Karna erna bilang siapa yang nanti menyanyi bakalan dikasi coklat.
Alhasil anak-anak menyerang erna supaya dapat jatah menyanyi.
Lihat tuh anak-anak aja disuruh nyanyi pada rebutan.
Coba kalau udah gede, harus dibujuk-bujuk dulu baru mau nyanyi.


Acara dimulai dengan perkenalan mengikuti gaya permainan rafika yaitu berkenalan sambil bernyanyi dan bagi anak-anak yang bisa melakukannya mendapatkan makanan.
Acara semakin meriah dan perlahan anak-anak pengungsi mulai berdatangan sampai jumlahnya pun semakin tidak memungkinkan untuk dikumpulkan di teras gereja.
Anak-anak pun kami pindahkan untuk berkumpul dihalaman gereja yang lebih luas.
Acara dimulai dari perkenalan, bernyanyi, membaca pantun, belajar bahasa inggris bahkan lomba bergoyang dangdut.
Untuk dokumentasi acara-acara itu dalam bentuk video.
Nanti deh aku coba sharekan videonya ya :*
 

Selesai acara, kami mengajak anak-anak untuk mengumpulkan sampah yang ada disekitar pengungsian mereka.
Awalnya sempet nyebelin nih karna ada yang main curang.
Penyampaiannya kalau ada yang ngumpulin 5 buah sampah bakalan dapat jajan.
Emang bener banyak yang berkeliling dan datang membawa sampah.
Tapi ternyata sampah itu mereka ambil dari tong sampah di tempat yang tak kami lihat.
Hahaha, kecil-kecil udah mulai curang ya ...
Mau tidak mau akhirnya jadi penceramah sesaat untuk menegur anak-anak supaya tidak berbohong walau dalam hal sekecil apapun itu dan Syukurlah anak-anak masih mau mendengarkan.
**Coba flashback sama penceramahnya-_-
Tidak usah terlalu diabaikan ya, kalaupun aku masih belum bisa dikatakan orang yang jujur, setidaknya masih ada niat baik untuk mengajak orang lain jujur ^_^ 



Acara mungut sampahnya diulang ya, yang tadi dianggap gagal.
Dan untuk mengamankannya, maka kami berpencar untuk mengawasi anak-anak yang mengumpulkan sampah sekalian kami ready ditempat sampah terdekat, hahaha.
Udah jadi penjaga keranjang sampah kami nih ^_^
 Tapi setelah itu anak-anak memang benar-benar memunguti sampah yang berserakan disekitar halaman pengungsian.
Senang melihat anak-anak ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka.
Hal itu perlu diajarkan pada anak-anak agar semakin dewasa mereka tetap menjaga kebersihan lingkungan dimana pun mereka berada.


Selesai sudah membersihkan halaman ...
Sesuai janji, kami akan membagikan jajanan pada anak-anak yang sudah memunguti sampah.
Tapi sebelumnya mereka harus mencuci tangan dulu karna pasti banyak kuman yang lengket ditangan mereka setelah memunguti sampah.
Ada 7 langkah mencuci tangan yang dianjurkan untuk kesehatan.
Cuci tangan yang dianggap sangat baik untuk menghilangkan bakteri yang ada ditangan.
Sebenarnya tidak perlu diajarkan karna rata-rata anak-anak dipengungsian sudah ada yang mengerti 7 langkah cuci tangan tersebut.
Bahkan kami sempat mengadakan lomba singkat 7 langkah mencuci tangan.
 Tetap aja namanya anak-anak pasti ada kurangnya.
Kak Dheea dan kak Bintang pun akhirnya turun tangan untuk memberikan 7 langkah mencuci tangan yang benar pada anak-anak pengungsi.
Setelah diajarin, anak-anak diberikan kesempatan untuk mencuci tangannya ke kamar mandi kemudian berkumpul kembali ke halaman gereja.
Jajanan pun dibagikan, bahkan anak-anak yang tadinya nggak ada ketika mengumpulkan sampah menjadi ada ketika pembagian jajanan ^_^
Untung saja persediannya banyak dan cukup dibagikan untuk semua anak-anak.
Dan berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang acara kami akhirin.
Anak-anak kami berikan waktu untuk beristirahat dan bersiap diri untuk kesekolah.
Pukul 1 siang mereka harus makan dan jam setengah dua sudah berangkat ke sekolah.
Sementara kami kembali kerumah pendeta untuk beristirahat sejenak menunggu jadwal masak untuk makan malam ...

 Menjelang istirahat dapat jatah penitipan bayi lagi.
Tapi ini bukan bayi yang bernama Oksi seperti yang bintang ceritakan pada artikel "Kegiatan Relawan Di Hari Pertama"
Dirumah pendeta ada satu ibu nifas, jadi karna ibu itu lagi makan maka anaknya dititipkan sama bintang sementara.
Kasian juga liat ibunya makan sambil gendong si bayi. Bayinya terlihat sehat dan semoga fisiknya juga memang sehat.
Sedikit bertanya masalah pola makanan, Ibu bercerita kalau makanannya disamakan dengan makanan untuk pengungsi lainnya.
Apa yang dimasak ya itu yang dimakan.
Padahal kalau ditinjau dari ilmu kebidanan yang bintang pelajari, Si ibu harus mendapatkan nutrisi yang tepat untuk pemenuhan Asi yang cukup bagi si bayi.
Apalagi Ibu dalam masa nifas dan masa menyusui.
Dalam masa nifas sangat diperlukan nutrisi yang baik untuk pemulihan keadaan Si ibu setelah melahirkan.
Tapi bagaimanalah faktor mengungsi, perlakuan untuk semuanya harus disama ratakan.
Mungkin ini bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk lebih memfokuskan kesehatan ibu hamil, menyusui, nifas, bayi, balita dan lansia.
Ini merupakan golongan yang bisa dikatakan perlu mendapatkan perhatian kesehatan yang khusus terutama dalam pemenuhan gizi makanan.
 

Ketiduran -__________-
Kami ketiduran kecuali si Erna yang nggak bisa tidur dan ninggalin kami.
Untung aja kami masih sempat membantu memasak untuk makan malam.
Gitu bangun, langsung cepat-cepat bergegas menuju dapur untuk ikut berpartisipasi.
Ntar nggak dapat makan malam pula kami nih ^_^ hahaha ...

Kalau nampak foto Erna dan Madya gak usah heran, dua insan itu emang selalu nempel.
Jadi jangan heran kalau sampai salah satu dari mereka jadi jatuh cinta.
Pengen cerita tapi gak usah deh, ntar salah cerita malah jadi gak seru -___-
 Lagian kalau sampai si Darom liat, mungkin udah mendidih hatinya tuh, hahaha ....

 
 

Selesai memasak, seperti biasa makanan diantar ke tenda dihalaman gereja untuk disajikan.
Bintang dan Rafika turut serta membantu membagikan makanan.
Yang kelihatan cuma kami berdua aja deh kayaknya, karna teman lainnya kayaknya didapur.
Bintang dimeja yang sama dengan Rafika.
Fika membagikan ikan sedangkan bintang membagikan sayur.
Seru ^-6 dan Wajib Didokumentasikan :*

Selesai membagikan makanan,
Aku dan teman-teman yang lainnya makan bersama di teras rumah pendeta.
Setelah makan, kami mandi dan segera menuju posko utama.
Rasanya senang aja kalau udah menuju posko utama karna lepas dari segala kegiatan.
Tidak ada kegiatan apapun malam ini, sampai di posko utama langsung tidur.
Asli capek secapek-capeknya dan nggak sempat untuk ngobrol berbagi cerita sama teman-teman dan juga tim karang taruna.

So, Thus my story in this article.
Find me again on my next article. Thanks for visiting this article.
Don't forget to follow this blog and give your comment below.
Thank you and see you back in the next article ^_^


Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…