Langsung ke konten utama

Adventure On The Third Day

 Wednesday Morning ...
Memasakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk ^_^
Udah nggak kaku lagi nih masuk ke dapur berjalannya karna udah mendekatkan diri sama tentara kokinya, udah bersahabat malahan ... #Lebay   Hahahaha ...
Memasak pun menjadi terasa menyenangkan karna suhu disana yang dingin, jadi gak ada acara keringatan atau gerah nggak jelas.  
Masaknya kali ini nggak sendirian nih ..
Ditemani sama teman- teman bintang dan koki tentaranya.
Ada Bintang, Rafika, Dheeaa, Gembira dan Bapak koki tentara tanpa nama.
Bukan tanpa nama, tapi emang aku yang lupa nama bapak itu.

 
 Tidak hanya kami aja, tapi dibantu juga oleh ke-4 teman kami lainnya.
Tugas mereka membungkuskan makanan yang sudah dimasak.
Say hello yuk sama Rotua, Madya, Henny dan Martha ^_^


***
For Today, No Team.
This time I didn't participate in the activities with the team.
There are only 3 people there is Bintang, Erna dan Rebecca.
Kali ini kami akan melakukan kunjungan pada posko lain untuk melihat kondisi pengungsian di posko lain.
Tujuan sebenarnya untuk meninjau dan membandingkan status kesehatan lingkungan antara posko yang satu dengan posko yang lainnya.
Kami didampingi oleh anggota tim karang taruna yaitu bang Ricky dan Pak Pendeta muda ^_^
Serunya, kendaraan kami adalah mobil perang.
Awalnya kami kira benar-benar mobil perang, tiba liat mobilnya .....
Ini bukan mobil perang, tapi mobil pensiunan perang, hahaha.
Cerita dengar cerita nih,
Walaupun mobil ini sudah hancur porak poranda, mesinnya masih sangat kuat.
Bahkan kerennya, mobil ini pernah ditawar dengan harga 800 juta karna merupakan barang antik dan sangat berperan penting sebagai alat transportasi dalam setiap  kejadian bencana.

 *Mobil perang pensiunan dipandang dan ditinjau secara keseluruhan dari luar*
 
*Mobil perang pensiunan dipandang dan ditinjau secara keseluruhan dari dalam*
Incredible Everybody ^_^ Hahahaa ...
Kami bertiga duduk dibelakang yang cukup untuk 3 orang aja dan 2 orang lainnya dari tim karang taruna duduk didepan.
Kerennya, tempat duduk dibelakang itu menghadap berbalik.
Jendela tidak ada sehingga memperluas pandangan dan AC alami lebih terasa.
Dan sedikit membuat tegang karna banyak yang sudah keropos-keropos.
Erna udah ketakutan aja kalau bagian belakang mobil bakalan lepas, hahaha.
Kalau lepas, mampuslah nasib kami bertiga.


Tempat yang pertama kali kami jalani adalah posko pengungsian di Gedung Sentrum Gereja Batak Karo Protestan.
Baru aja sampai dihalaman Gedung Sentrum Gereja Batak Kristen Protestan,
Udah ada aja pemandangan yang sangat menarik.
Kalau tidak salah waktu itu ada 3 unit Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan yang mangkal di halaman posko pengungsian itu.
Mobil itu menyediakan laptop dengan pelayanan internet gratis untuk para pengungsi.
Kalau dilihat, yang banyak menggunakannya adalah anak-anak.
Tampak terlihat anak-anak memanfaatkan internet tersebut untuk membaca, bermain online dan ada beberapa juga yang mengotak-atik mbah Google.
Jumlahnya lumayan banyak, karna dalam 1 unit mobil ada 10 unit laptop didalamnya.
Tapi bintang nggak tau jumlah keseluruhan laptop yang disediakan.
Ini merupakan salah satu cara yang sangat baik untuk semakin mengenalkan teknologi pada anak-anak.
Selain itu, internet keliling ini akan membuat anak-anak dipengungsian akan menjadi lebih terhibur dan semakin lebih kreatifitas lagi.

Paling bawah ada foto erna tuh lagi membujuk anak kecil.
Nggak nampakkan muka anak itu ??
Sebenarnya waktu kami lagi melihat-lihat dan menemani anak-anak bermain internet, erna tidak sengaja melihat anak ini.
Di kening anak itu ada perban tebal, melihat itu sepertinya erna tertarik untuk menggratili luka anak tersebut, ahahhaa ...
Sebenarnya niat erna ingin melihat lukanya dan bertanya kenapa keningnya bisa luka.
Tapi itu anak keburu kabur waktu dipegang erna dan mulai ditanya keningnya kenapa.
Kenapa bisa begitu ??
Hanya ada 3 pilihan :
1. Takut melihat muka Erna ???
2. Takut lukanya malah tambah parah dibuat erna ???
3. Takut kalau plester dan perban dikeningnya bakal dicuri erna ???
Hahahahahaaaaaaaaa .... ^_^

Lanjut masuk kedalam, kami mulai menjelajahi kamar-kamar dipengungsian.
Sesekali kami berhenti dan mengobrol dengan beberapa pengungsi yang sedang bersantai duduk diteras atau diluar kamar.
Contohnya sama ibu ini.
Agak sedikit menarik perhatian untuk diajak ngobrol karna kulit wajah ibu ini melepuh.
Bukan hanya wajah, tapi ada juga dikulit tangannya.
Awalnya sempat terpikir musibah itu terjadi saat sudah berada dipengungsian.
Tapi ternyata itu merupakan bekas luka dari beberapa bulan yang lalu dan tidak begitu jelas ceritanya kenapa hal itu bisa terjadi.
So .... Giving a smile to the documentation ^_^

Next, lanjut mutar- mutar dan keliling-keliling pengungsian ...
Agak berhenti sedikit karna ada yang menarik untuk dilihat dari kepala seorang anak.
Dikepalanya itu ada kerak-kerak putih dan tidak begitu banyak tapi terlihat dengan jelas.
Kalau dilihat-lihat seperti seborrheic dermatitis atau biasa disebut Cradle Cap, terlihat mirip seperti itu.
Hanya saja setau bintang Cradle cap biasa terjadi pada anak bayi dan akan hilang dengan sendirinya dalam 6 sampai 12 bulan, sedangkan anak ini sudah berumur 4 tahun atau bisa dibilang sudah balita.
Cradle cap memang terkesan menjijikkan, tapi cradle cap ini merupakan kondisi umum yang tidak berbahaya maupun menular dan tidak mengakibatkan gatal.
Kalau ditanya sama ibunya memang tidak ada keluhan gatal pada anak.
Tapi bintang tidak bisa memastikan bahwa cradle cap masih bisa terjadi pada balita juga.
Mungkin bisa saja Cradle cap atau mungkin saja gangguan kulit kepala lainnya, sepertinya ini urusan ahli kulit saja yahhh ^_^
 
Mutar- mutar lagi dan keliling-keliling setiap kamat pengungsian lagi,
ternyata wanita lanjut usia atau opung ini berhasil mencuri perhatian kakak erna ^_^
Uniknya, opung ini sulit berbicara bahasa indonesia -___-
Tidak usah panik karna kami sudah membawakan language interpreter dari posko utama.
Akhirnya terjalin juga komunikasi 3 serangkai antara erna ke bang ricky dan bang ricky ke opung tersebut.
Bang ricky sebagai language interpreter Indo-Kar + Karo-Indo akan sangat membantu erna dalam berkomunikasi dengan si opung'Z ^_^

For the last ....
Kami permisi pamit dulu ya opung.
Semoga panjang umur, tetap sehat-sehat dan selalu semangat dipengungsian.
Kayaknya cukup sampai disini aja dulu kunjungan kami ke Gedung Sentrum Gereja Batak Kristen Protestan, karna masih ada beberapa tempat lagi yang ingin kami kunjungi.
Tadi sih niatnya pengen ngobrol- ngobrol sama petugas kesehatan disana,
Cuma waktu diajakin kesana petugas kesehatannya lagi gak ada ditempat.
Belum beruntung mungkin ya @_@

Udah ready mau pergi ketempat lain, si bapak pendeta muda malah ngajak naik ke loteng.
Kirain ada apa, rupanya gunung sinabung lagi erupsi.
Semangat '45 bintang, rebecca dan erna naik ke atas kayak dikejar setan aja.
Fotonya ada dibagian atas, tapi erupsinya nggak begitu kelihatan ya??
Kelihatannya cuma sedikit karna tertutup sama awan yang waktu itu tebal banget.
Liat aja foto bintang sama erna yang dibawah, kami berfoto disisi lainnya.
Terlihat jelas awan waktu itu sangat tebal, tapi indah sekali dipandang ^_^
Seperti kerajaan bidadari dalam dongeng.
Kalau cerita mama waktu kecil, bidadari itu ada dibalik awan.
Tapi sampai aku gede kayak sekarang, berkali-kali mandang awan tetap nggak kelihatan bidadarinya walaupun sehelai rambutnya.
Hahahaa, namanya juga dongeng dimasa kecil.
Namanya masih anak-anak bisa dibodoh- bodohin mama, sekarang balik gantian anaknya yang bodoh-bodohin mama, hehehe *Becanda*





Perjalanan kami lanjutkan ke posko pengungsian di Paroki Gereja Katolik Santo Petrus.
Lihat gerejanya difoto atas. Gerejanya tepat dibelakang bintang.
Yang menarik adalah ada 2 patung  berukuran lumayan besar diatas bangunan gereja, bodohnya nggak sempat nanya kedua patung itu patung santo apa -__-
Lalu sesampainya diposko, kami langsung ngejar ke halaman depan gereja.
Dari sini gunungnya malah lebih jelas terlihat dibandingkan dengan naik loteng seperti tadi.
Dapat giliran satu-satu ya untuk Bintang, Erna dan Rebecca mengabadikan foto bersama gunung sinabung yang sedang erupsi untuk kesekian kalinya.
Nggak ketinggalan bang Ricky Surbakti juga ikut nebeng eksis ^_^
Kasian juga kalau kebanyakan foto kami tapi nggak ada kena foto, ntar nangis pula babang Ricky Surbaktinya, hahaha.
Ntar beresiko nggak diantar pulang keposko utama -_____-



Sampai disana bukannya ada jalan- jalan melihat sekitar pengungsian, yang ada malahan duduk santai sejenak dibawah pohon.
Sekalian memandangi anak-anak yang baru pulang sekolah.
Siapa tau ada kedapatan yang lagi gandengan tangan, hahaha.
Ada sekololah menengah pertama katolik tepat disamping bangunan gereja.
Jadi teringat masa-masa sekolah dulu :)
Tapi beneran terasa sejuk loh dihalaman gereja ini.
Selain pemandangan yang indah, ada beberapa tanaman dan juga pohon rindang yang buat suasana semakin sejuk.
Di kabanjahe ini, kalau pagi dan malam itu dingin sedangkan kalau matahari muncul maka cuacanya menjadi sejuk.
Tapi ada masanya cuaca disini sangat panas.

Duduk bersantai sejenak selama 30 menit mungkin sudah cukup.
Sekarang gerak untuk menuju posko kesehatan yang ada di pengungsian.
Disana sempat bertemu juga dengan biarawan dan biarawati yang menjadi sukarelawan.
Heran ntah dimana dokumentasinya, udah dicari-cari tapi gak nemu -_____-
Setelah itu kami masuk ke posko kesehatan menjumpai tenaga medis 2 orang yang selalu siap menjada disana.
Kedua tenaga medis itu adalah seorang bidan @_@
Mereka berbagi cerita bahwa penyakit yang sering mereka temukan dipengungsian itu adalah penyakit ISPA pada anak.
ISPA itu adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut.
 Penyakit ISPA ini merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak, karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah.

Secara umum, penyebab terjadinya ISPA ini karna efek pencemaran udara yang mengakibatkan iritasi pada saluran pernafasan akibat udara yang tercemar.
Akibatnya akan menyebabkan kesulitan bernafas sehingga benda asing tertarik dan bakteri lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan.
hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernafasan.
Wajar saja ini banyak terjadi karna kita tau sendiri bagaimana udara yang semakin tercemar akibat erupsi gunung sinabung.
Percaya atau tidak, penyakit ISPA ini masih merupakan salah satu penyebab dari sekian banyak kematian anak di Indonesia.
 Perlu pemahaman yang baik mengenai gejala penyakit ISPA ini agar mendapatkan penanganan khusus sebelum berkembang menjadi penyakit yang semakin parah.

Untuk gejala umumnya :
napas cepat dan tak teratur, retraksi/tertariknya kulit ke dalam dinding dada, napas cuping hidung, sesak, kulit wajah kebiruan, suara napas lemah atau hilang, suara nafas seperti ada cairannya sehingga terdengar keras.
Kalau sudah terlihat tanda- tanda seperti itu, maka bawalah anak ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Itu sekedar share ilmu pengetahuan mengenai kesehatan ya ^_^


 Lihat pria dan wanita ini !!!
Orang sibuk bercerita berbagi pengalaman dengan bidan, yang dua ini malah keenakan berduaan dibelakang kami.
Tapi kalau dipandang-pandang, bapak pendeta mudanya agak mirip sama Uda RomRom ...
Pantasan aja Erna betah dekat dengan bapak pendeta muda @_@


Posko pengungsian terakhir yang kami jalani adalah Balai Katepul.
Perjalanan menuju balai ini benar-benar menuju kepelosok karna letaknya yang agak kedalam.
Jalannya juga banyak  lobang-lobang dan akhirnya kepalaku sempoyongan.
Gimana gak pusing ??
Belum makan siang, bangkunya menghadap kebelakang dan ditambah jalannya yang penuh dengan lika-liku kehidupan, hahaha.
Nggak ada dokumentasi yang kami dapat selama disana karna baterai kamera ataupun handphone sudah mati.
Untung masih ada memori otak yang nggak pernah mati untuk mengenang kisah perjalanan kami selama disana.

Sedikit bercerita mengenai tempat pengungsian di Balai katepul ini, jujur aja sangat memprihatinkan dibandingkan dengan posko lainnya.
Perbandingan dari tempat peristirahatan :
Mereka tinggal didalam sebuah tenda besar dan semuanya tidur di dalam tenda tersebut.
Berbeda halnya dengan posko pengungsian lain yang sudah bintang jalani.
Mereka memanfaatkan ruangan-ruangan yang ada dari setiap bangunan untuk dijadikan tempat istirahat.
Perbandingan dari lingkungan :
Lingkungan pengungsi di Balai katepul ini tidak bisa dikatakan bersih dan tidak bisa dikatakan terlalu jorok.
Mereka tinggal dilingkungan perkumuhan dan dikelilingi oleh perkebunan.
Selain itu letak posko pengungsian mereka agar terpencil kedalam.
Berbeda dengan posko pengungsian yang sudah bintang jalani yang terlihat lebih bersih dan letak posko pengungsiannya ditempat yang ramai penduduk.
Perbandingan dari Kesiapan tenaga medis :
Kalau mengenai masalah tenaga medis ini, bintang langsung mendapatkan cerita dari para pengungsi yang ada disitu.
Waktu ditanya mengenai tenaga medisnya, mereka mengatakan bahwa tenaga medis hanya ada sampai jam 2 bahkan terkadang sampai jam 1.
Bintang nggak tau persis apakah itu memang sudah program jadwalnya atau bagaimana?
Karna diposko lain yang sudah bintang jalani, tenaga medis memiliki posko pribadi yang wajib buka 24 jam untuk para pengungsi.

Tapi tetap harus disyukuri untuk kelebihan lain dalam sekian banyak kekurangan yang mereka dapatkan.
Contohnya untuk kebutuhan air yang tercukupi, pemenuhan air bersih yang baik, MCK yang baik dan terpenting kebutuhan makanan yang baik.
Kebetulan ketika kami datang, beberapa pengungsi ada yang didapur sedang memasak.
Masakan hari itu adalah ayam goreng ^_^
Bertanya masalah pasokan bahan makanan, sepertinya untuk itu terpenuhi dengan baik.
Syukurlah kalau begitu, artinya untuk pasokan bahan makanan disamakan ratakan diseluruh posko pengungsian.

Nggak lama kunjungannya karna kami langsung pulang berhubung kepala sudah pusing dan  perut sudah lapar.
Kami dapat jatah traktiran makan bakso nih dari bang Ricky dan pak pendeta ^_^
Nggak tau diri ya kami nih, udah merepotkan sekali malah ngerepotkan dua kali.


Begitulah kira-kira akhir cerita untuk artikel ini.
Cuma sekedar berjalan-jalan singgah keposko pengungsian lain kemudia kembali ke sarang kami seperti semula yaitu posko utama.
Untuk kegiatan sukarelawan dari teman lainnya tetap berjalan seperti biasanya.
Dokumentasi kegiatan mereka tetap diminta dan semoga ada kesempatan untuk share kegiatan mereka selama bintang tinggalkan.

Well ....
Thus was the story for today's article. 

I hope the stories in this article is interesting to read.
 Don't forget to follow this blog and leave a message or your comments in the fields below.
I'm wait your visit for the next article.
Bye and thank you.



Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.