Rabu, 06 November 2013

Welcome Medan City

Well ... Well... Well...
Postingan kali ini, aku pengen berbagi cerita pada My RedWorldReader's mengenai pengalaman pertamaku menginjakkan kaki di kota MEDAN.

The First, WELCOME MEDAN CITY ^=^
Akhirnya aku menginjakkan kakiku di kota ini juga.
Sempurnalah sudah darah batak yang mengalir ditubuhku ini setelah datang ke ibu kota sumatera utara ini, hahaha.

Jujur saja, walaupun aku orang batak dan orangtuaku asli Sumatera Utara, aku bukan pengunjung kota medan yang baik.
Pertama kali aku menginjakkan kakiku di kota medan ketika bulan Juli 2013, itupun untuk pendaftaran mahasiswa baru di kampus ini.

Bayangkan saja 3 tahun aku sekolah menengah atas di Pematang Siantar, tetapi tidak pernah sekalipun aku menginjakkan kaki di kota Medan walaupun jaraknya tidak begitu jauh.
Pernah berniat untuk ikut liburan ke Medan dengan teman- teman,
Tapi bukan sombong nih ya, Aku termasuk anak yang patuh orangtua loh, hehehe.
Kemanapun aku mau pergi selalu minta ijin sama mama dan kalau mama nggak ijinkan, aku nggak akan pergi.
Termasuk masalah pergi ke medan, aku nggak akan pergi karna mama nggak akan pernah ngasi ijin.

Yahh ...
Kesan pertama mendarat di Medan, kata pertama yang aku ucapkan dalam hatiku adalah "Macetnya Gila Banget"
Iiihhhh, benar- benar deh medan nih kota metropolitan parah akut.
Aku nggak tau apakah penilaian ini sama seperti penilaian orang lain atau aku emang katrok karna nggak pernah berkunjung ke kota medan.
Tapi memang berbeda dengan beberapa kota yang sudah aku jalani.
Mungkin ada yang lebih parah dibandingkan kota medan ini, tapi aku ingin menyampaikan mengenai pengalaman pertamaku menginjakkan kaki di kota medan ini dulu ya ^_^

Angkot dimana-mana dan supirnya merasa jalan itu miliknya aja, hampir aja mobil kami berkali-kali kena senggol angkot, Hampir loh ... hahaha
Jumlah angkotnya itu WoW banget, bahkan lebih sering aku liat angkot lalu lalang daripada mobil pribadi.
Bagus sih, cuma supirnya kurang disiplin sama peraturan lalu lintas, suka kebut sembarangan.
Jadi ingat gimana minimnya angkot di kota Pekanbaru, bahkan nyaris musnah karna ada fasilitas Busway.
Bagusnya di kota medan ini ada busway, tapi sampai sejauh ini aku nggak ada liat busway yang lalu lalang di kota ini.
Entah memang nggak ada atau aku yang nggak gesit memperluas pandang mencari perlintasannya.

Tatanan bangunan yang tidak sempurna. Benar-benar nggak rapi susunan bangunannya, berserakan habis.
Sebenarnya sih aku kurang mengerti masalah susunan bangunan ini, atau bisa dibilang tatanan bangunan kota.
Hanya saja pengamatanku memang tidak tapi karna bangunan rumah yang berserakan di pinggir jalan kemudian disambung dengan ruko setelah itu bangunan- bangunan lain.
Mungkin untuk ini tidak bisa aku komentari banyak, hanya saja berbeda dengan beberapa kota besar lain yang aku jalani.
Seperti bangunan- bangunan yang menjual makanan bisa berserakan dimana-mana atau tidak tersaji sempurna secara beruntun disuatu jalan.

Macet parah, dari pertama masuk kota medan aja udah dapat macet, tiba sampai di kota medannya ternyata lebih parah lagi.
Ada kejadian kami dapat lampu merah sampai 5 kali loh, lupa sih dijalan apa tuh.

Polusi udaranya yang WoW dahsyat sering terlihat dari kendaraan-kendaraan tua dan gak tau ntah darimana lagi.


Jorok deh, ini beneran deh nggak bohong, sampah tuh dapat dilihat dimana-mana. 
Pasar-pasar banyak dipinggir jalan loh dan itu membuat jalan banyak menumpukkan sampah dan membuat bau busuk yang mengganggu orang yang melintas jalan tersebut.
Rasanya penempatan pasar dipinggir jalan sangat tidak tepat.

Aku tau bukan hal yang mudah memperbaiki kota medan dengan penduduk yang sangat banyak seperti ini.
Ditambah lagi kemajuan kota ini sangat pesat sekali.
Tapi memang kelebihan kota medan ini adalah pendidikannya.
Kalau dibandingkan masalah pendidikan di Riau, sudah jelas pendidikan di Sumatera Utara jadi pemenangnya.
Terbukti banyaknya orang luar yang datang ke Sumatera Utara untuk mengambil pendidikan dikota ini.
Tidak usah jauh- jauh, contohnya saja aku sendiri, hehe.
Sampai dibelain nih jauh- jauh ke Medan demi menuntut ilmu yang lebih baik lagi dibandingkan sebelumya.

Sekarang tidak ada gunanya mengeluh, yang penting aku harus menikmati suasana kota medan.
Harus bisa bersahabat dengan lingkungan kota medan dan segala sesuatu yang ada di kota ini.
Seperti kata pepatah, "Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung"
Benar nggak sih kalimatnya? kalau salah harap dimaklumi, mama yang nyampaikan kayak gitu.
Semoga aku bisa bersahabat dengan kota ini ya.
Setidaknya ada banyak bekal nasehat yang disampaikan mama mengenai kota ini.
Jadi kurang lebihnya aku tau harus bertindak bagaimana dan harus apa dikota ini.

Aku berharap segala urusanku dikota ini berjalan dengan baik.
Aku berharap aku disambut dengan baik dan ramah dilingkunganku nanti.
Aku berharap datang dengan baik-baik kekota ini dan pulang membawa gelar.
Aku berharap aku meninggalkan kota ini dengan baik- baik.
Aku berharap di kota ini aku mampu ditempah menjadi pribadi yang semakin baik.
Aku berharap di kota ini masa depanku semakin baik.
Aku berharap di kota ini aku mendapat pengaruh yang baik.
Aku berharap kota ini menjadi salah satu kenangan terindah bagi hidupku.
Aminnnnnnn ^_^


Cukup yah my RedWorldReader's ...
Ini hanya sebuah pengalaman pribadi yang bisa diambil sisi positifnya saja, itupun kalau ada.
Mohon maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung.
Mohon kritik dan saran yang membangun juga ya untuk perbaikan di postingan berikutnya.
Terimakasih sudah meluangkan waktu kamu yang berharga untuk mengunjungi blogku ini.
Aku harapkan kunjungan kamu kembali ya :*

Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting