Langsung ke konten utama

Story Writer III

Hampir semalaman aku berdebat dengan hati dan pikiranku mengenai postingan ini.
Memandangi entri ini berharap dapat menemukan inspirasi untuk memulai suatu kata dalam postingan ini.
Hampir seperti orang bodoh harus memutari kamar berkali- kali, keluar dari kamar dan mencari udara luar untuk memulainya.
Tidak cukup hanya itu, menghabiskan 3 cangkir kopi bahkan sampai mandi walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 22.15 WIB.
Aku harus menuliskan sesuatu, Aku harus meluapkan isi hatiku saat ini.
Kalau tidak seperti itu, aku bisa stress terus menerus karena harus beradu dengan hati dan pikiranku.

Tetap tidak ada yang berubah, hari semakin larut dan semalaman penuh aku tetap tidak memulai dengan sepatah kata apapun untuk menuliskan sebuah artikel ini.
Bukannya hati dan pikiran semakin tenang malah semakin kacau balau ketika yang menghancurkan hati dan pikiran ini semakin menghancurkannya.
Aku bahkan lelah dengan kerapuhanku sendiri.
Aku hanya sibuk berdoa, sibuk mengusap air mata, dan mendengarkan VN suara pria yang aku cinta dan itu adalah VN kesayanganku dan sampai tidak tersadar akhirnya mata ini benar-benar lelah dan aku pun tertidur lelap.

Rasanya istirahat semalam obat yang paling tepat untuk mengurangi sesak yang menyiksa di dalam dadaku, yahhh cuma mengurangi saja tapi tidak menghilangkan.
Sepertinya aku tau apa yang membuat aku seperti ini.
Seseorang, Seorang kekasih yang sepertinya tidak lagi menjadi kekasih.
Entah apa yang harus aku jelaskan mengenai ini.
Pikiran semakin kacau balau, hati yang semakin nyesak membuat aku sangat susah untuk menenangkan hatiku.
Setiap pagi, setiap hari, setiap saat hari- hariku biasa ditemani dia dan kini dia menghilang.
Walau masih saja sehari tapi terasa begitu menyakitkan.

Sampai pukul 11 siang aku belum juga sanggup untuk bergerak dari ranjangku.
Sampai akhirnya aku merasa jenuh dengan keadaanku ini, jenuh dengan kecengenganku ini, jenuh dengan kerapuhanku ini, jenuh dengan hati yang semakin sakit dan pikiran yang semakin kacau.
Bangkit !!!!! Mandi !!!!!!
Itu yang harus aku lakukan dan langsung bergerak menuju rumah sahabatku.

Disinilah tempatnya, disini aku merasa lebih baik dan aku siap untuk memulai sebuah ceritaku dalam postingan ini, cerita yang aku harap bisa aku kenang dan menjadi sebuah kisah serta pengalaman  yang tidak akan pernah terlupakan dalam sisa hidupku.

Kisah yang tidak sempurna, aku rasa semua kisah memang tidak ada yang sempurna.
Setidaknya didalam hatiku, ada perasaan yang sangat sempurna untuk dia.
Aku belum lama mengenalnya, Aku juga tidak menduga akan mengenalnya bahkan menjadi kekasihnya.
Singkat memang, tapi tidak sesingkat perasaanku pada dia.
Melalui sebuah hubungan yang sangat sulit untuk aku jelaskan, jujur saja aku bingung karna aku harus malu atau aku harus berani menceritakan keadaanku dalam hubungan ini.

Posisi secara status, aku memang bukan yang pertama.
Tapi bagi dia aku adalah yang pertama dihati dia, Dia mencintai aku, itulah pengakuannya.
Pengakuanku, Aku juga mencintai Dia.

Sudah 2 bulan lebih bersama dia dan aku tetap menjadi seseorang yang tersembunyi dalam hubungan ini. Ternyata cukup menyakitkan ada di posisi ini dan aku mengerti bagaimana perasaan sakit yang lebih mendalam pada wanita yang dimadu oleh suaminya.
Tapi walaupun begitu, tidak pernah sebelumnya aku berniat meninggalkanya.
Sampai akhirnya kemarin aku berada pada titik kejenuhan dan keegoisan yang sangat tinggi. Dan rasa jenuh itu muncul disaat aku seharusnya menguatkan Dia karna masalah yang dia hadapi.
Aku memintanya untuk memilih diantara 1 dari 2 orang yang sekarang dia miliki.
Jawabannya tetap sama dari pertanyaanku yang awal sampai akhir :
Dia tetap menunggu dan tetap menunggu sampai yang satunya bosan dan akhirnya meninggalkan Dia. Kalau itu tidak terjadi, cepat atau lambat dia akan meninggalkannya yang satunya. Alasannya tetap sama karna dia tidak punya perasaan apapun dengan wanita yang satunya, tapi dia melakukan itu untuk tetap menjaga nama baiknya dan keluarga besarnya.
Seperti dugaanku dari awal, perdebatan itu selalu berujung dengan komunikasi yang tidak baik.

Mungkinkan aku yang salah ?
Apa Aku yang terlalu jahat, egois dan tidak bisa mengerti dia ?
Apakah Aku yang tidak tau diri dan menuntut terlalu banyak pada Dia ?
Apakah aku yang terlalu bodoh dengan perasaanku sendiri sampai aku harus tetap bersabar ?

Atau ....

Diakah yang ....... ???
Dia yang ............. ???
Dia ...................... ???

Aku tidak mengerti, aku tidak berani menebak apapun.
Yang aku tau ini harus tetap dibahas dengan penuh dewasa dengan dia.
Karna di satu sisi aku tidak tega menyakiti seorang wanita yang sudah terlebih dahulu mendampingi dia, sementara aku cukup baru untuk medampingi dia.
Aku punya 4 peri kecil yang harus aku lindungi, kalau aku menyakiti wanita itu, aku takut kalau peri- periku akan mengalami hal yang sama seperti yang dia rasakan.

Aku harus bijaksana untuk hal ini karna aku tau ada banyak hal lainnya yang harus dia selesaikan daripada berkutik mengenai hubungan kami ini setiap saat.
Aku memilih untuk mengakhiri bukan berarti aku mengakhiri perasaanku pada dia.
Sebisa mungkin aku akan selalu ada untuk dia, mungkin tidak sebagai kekasih lagi melainkan sebagai seorang sahabat ataupun saudara.
Tapi aku yakin itu tidak akan ada gunanya karna dia tidak akan menerima itu.

Rasanya sulit untuk dia mengerti bagaimana perasaanku pada dia.
Tetapi biarlah Tuhan yang mengerti karna segala sesuatunya untuk pengabdianku pada Tuhan.
Aku yakin Tuhan tau yang aku lakukan adalah niat tulus untuk mengurangi bebannya, niat tulus untuk menghindari karma yang bisa saja terjadi pada keturunannya atau keturunanku jika aku tetap menjadi kekasih lain dari kekasih dia yang telah ada sebelumnya.

Ketika pada akhirnya aku sadar kalau yang aku lakukan ini adalah caraku sendiri untuk menghujam jantungku, karna aku tau dia akan semakin menjauh dariku.
Biarlah kalau itu memang terjadi.
Setidaknya aku cukup lega melepaskan dia pada wanita yang benar-benar tulus mencintai dia dan dengan setia mendampingi dia walau apapun yang terjadi wanita itu tetap setia pada dia.
Aku tidak tau apakah aku bisa membahagiakan dia nantinya, rasanya aku harus cukup sadar diri akan hal itu.
Karna untuk membahagiakan diriku sendiri saja sangat sulit, apalagi membahagiakan oranglain.

Segala komitmen yang telah kita buat akan tetap aku simpan rapat- rapat dengan baik dalam hati dan pikiranku, segalanya akan tetap jadi harapan indahku.
Mengharapkanmu kembali tetap menjadi sebuah doa khusus untukku, kembali padaku dengan kesendirian tanpa ada wanita lain lagi.
Jikalau itu terjadi, itu artinya cinta tulusmu membawamu kembali padaku.
Kalau itu tidak terjadi, mungkin kisah kita hanya sebuah selingan rencana Tuhan untuk semakin mendewasakanku ketika harus tersakiti kembali.

Seperti yang kamu katakan,
Aku hanya tau nama kamu tanpa tau siapa kamu.
Sama halnya seperti aku, kamu pun tidak mengerti secara keseluruhan siapa aku dan bagaimana aku.
Kali ini aku benar- benar merasa tersiksa dengan keadaanku sendiri.
Tidak ada kata-kata indah darimu lagi ketika aku akan tidur dan ketika aku terbangun dari tidurku.
Tidak ada alunan lagu dari suara indahmu, Tidak ada canda tawa, Tidak ada perhatian, dan Tidak ada apapun lagi selain sebuah memori indah denganmu.

Sebenarnya aku tidak mengerti inti dari artikelku ini sendiri.
Aku cuma ingin menceritakan yang ada dipikiranku, apa yang menyesak dihatiku.

Mengertilah sayang,
Suatu saat kamu akan mengerti bahwa ketika seseorang meninggalkanmu bukan berarti dia meninggalkanmu untuk membuatmu menderita.
Ada masanya kamu mengerti bahwa harus ada perasaan yang terkorbankan untuk mencapai tahap kebahagiaan yang maksimal.
Kamu akan mengerti kenapa aku seperti ini. Ketika kamu bersikeras dengan logikamu, aku akan tetap bersikeras pada naluri sisi kewanitaanku.

Sekarang yang aku lakukan hanya menikmati kesendirianku tanpa kamu lagi dan berharap masih ada titik celah yang terbaik untuk kita kembali bersama dengan keadaan yang semakin lebih baik lagi.
Mungkin tidak seperti dulu bisa mengetahui kabar kamu, tapi akan selalu ada cara untuk memastikan kamu tetap dalam keadaan baik disana.
Aku pasti sangat merindukanmu, Pasti merindukan suaramu, perhatianmu dan segala sesuatunya tentang kamu.
Tidak akan ada yang berubah dariku, harapanmu padaku masih menjadi sebuah impian nyata bagiku.
Jika yang selama ini kamu katakan benar adanya, maka itu akan membuatmu kembali padaku.
Berhentilah berpikir negatif tentangku karna itu akan semakin membuatmu membenciku.
Pada akhirnya, apapun yang terjadi dalam hdiupku, terimakasih Tuhan untuk segalanya. Aku mensyukuri segala sesuatu yang pernah hadir dan pergi dari hidupku.
Aku harap yang aku lakukan ini adalah cara yang engkau kehendaki juga Tuhan :)
Jagalah Dia selalu untukku karna hanya sebuah Doa yang bisa aku kirim untuk melindungi dia dalam setiap langkahnya, tindakannya, emosinya, rencana baiknya, masa depannya, impian, cita-cita  dan kesehatannya.
Semoga kasihmu selalu menaungi Dia seperti kasihmu yang selalu menaungi keluargaku, Amin.
 Tetaplah jadi yang terbaik untuk dirimu dan sesamamu.
 

NB : KISAH YANG SUDAH BERLALU DAN SUDAH TERLUPAKAN !! JUST MEMORY ^_^

Postingan populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…