Langsung ke konten utama

Kisah Tawanan Perang

Dua wartawan perang, ditangkap oleh sekelompok gerilyawan.
Lantas, mereka dibawa oleh kawanan gerilyawan itu bersembunyi dan masuk ke dalam hutan rimba belantra.
Selama ditawan, mereka sebenarnya diperlakukan dengan baik.
Para kawanan gerilyawan pun tidak punya niat untuk mencelakakan mereka.
Para tawanan ini hanya akan dipakai untuk menekan pihak emerintah yang tidak mau berunding.
Tidak ada niat sedikit pun mencelakakakn mereka.

Namun, setelah dikepung berhari- hari oleh tentara pemerintah, akhirnya pihak kawanan gerilyawan pun memutuskan untuk menyerah.
Mereka ditangkap.
Kedua wartawan ini pun diselamatkan oleh tentara pemerintah dan dibawa pulang.
Akhirnya, kedua wartawan ini pun dipulangkan ke negara mereka masing- masing.

Dinegara asalnya, wartama pertama mengungkanpan kesannya yang penuh dengan celaan serta kejengkelan selama ditawan.
"Kami harus masuk ke jalan- jalan di hutan yang buruk! 
Nyamuknya banyak! 
Hidup dari buah- buahan dan berburu binatang di hutan! 
Tidur dengan sangat tidak nyenyak."

Sementara itu,
Wartawan kedua mengungkapkan catatan hariannya yang isinya sama sekali berbeda.
"Betul- betul perjalanan yang menantang. 
Hidup terasa lebih hidup. 
Saya merasa seperti menjalani kehidupan seperti zaman dahulu. 
Berburu binatang di hutan untuk hidup. 
Tidur di alam terbuka. 
Belajar bertahan hidup dengan apa yang tersedia di hutan. 
Sungguh pengalaman yang mendebarkan!"

Ketika tulisan pengalaman kedua wartawan ini akhirnya dimuat di kroan mereka masing- masing,
tampaklah betapa berbedanya kedua wartawan ini melihat pengalaman menreka,
dengan kacamata mereka masing- masing.
Pertanyaannya, kalau begitu, siapa diantara kedua wartawan ini yangbenar?

Hikmah :
Ketika anda mulai mencela, kamu kehilangan kesempatan untuk melihat sesuatu yang lebih indah sudah terjadi dalam hidup anda.






Kisah- Kisah Inspiratif Tentang Kepribadian Yang Paling Dicari Dan Disukai Orang



Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.