Langsung ke konten utama

Kisah- Kisah Inspiratif Tentang Kepribadian Yang Paling Dicari Dan Disukai Orang

Postingan aku kali ini membahas mengenai kisah- kisah inspiratif mengenai kepribadian yang paling dicari dan disukai orang.
Dalam postingan ini aku akan menghadirkan 6 buah kisah inspiratif.
Mengenai kisah ini, aku mungkin akan menggunakan bahasa yang sangat sederhana.
Kisah ini bukan hasil karanganku sendiri.
Ke-6 kisah ini merupakan kisah dari buku yang pernah aku baca dengan judul buku "59 Kepribadian Paling Dicari dan Disukai Orang Diseluruh Dunia" Karya : Shanty Rosalind
Buku ini adalah salah satu dari sekian banyak koleksi buku yang aku miliki dan kebetulan buku ini merupakan hadiah dari temanku.


Adapun Judul dari ke-6 Kisah Inspiratif Tentang Kepribadian Yang Paling Dicari Dan Disukai Orang ini adalah :

1. Hukum Menabur dan Hukum Menuai
2. Kebahagiaan Diperoleh Dari Memberi
3. Berpikir Positif
4. Kisah Tawanan Perang
5. Anak Penjual Kue
6. Menciptakan Persahabatan

Jika ingin membaca ke-6 Kisah Inspiratif Tentang Kepribadian Yang Paling Dicari Dan Disukai Orang ini,
Cukup dengan meng-klik kalimat pada setiap point maka kamu secara otomatis dapat masuk pada link kisah tersebut.

Penyampaian pesan melalui sarana sebuah kisah merupakan salah satu sarana bagi seseorang untuk belajar dan mengambil hikmah dengan mudah.
Hal ini dapat membantu seseorang untuk merubah kepribadiannya yang tidak baik menjadi semakin lebih baik.
Kepribadian setiap orang tumbuh diatas dua faktor, yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar.
Faktor dalam disebut juga dengan faktor bawaan.
Faktor ini dibawa sejak lahir dan berwujud benih, bibit atau sering disebut dengan kemampuan dasar.
Adapun yang termasuk faktor bawaan ialah segala sesuatu yang telah dibawa anak sejak lahir, baik bersifat kejiwaan maupun ketubuhan.
Kejiwaan bisa berupa pikiran, perasaan, kemauan, fantasi dan ingatan yang dibawa sejak lahir.
Ketubuhan atau fisik berupa panjang pendeknya leher, besar kecilnya tengkorak, susunan urat saraf, otot-otot ataupun susunan dan keadaan tulang- tulang.

Sedangkan  faktor luar adalah faktor lingkungan.
Faktor lingkungan ialah segala sesuatu yang ada di luar manusia, baik  yang hidup maupun yang tidak hidup, baik itu tumbuh- tumbuhan, hewan- hewan, manusia, maupun bebatuan, gunung, candi, sungai, buku, lukisan, angin, musim, keadaan udara, curah hujan, jenis makanan pokok, pekerjaan, spritual, kebudayaan, dll.
Semua hal tersebut ikut serta dalam pembentukan karakter atau kepribadian seseorang yang berada dalam lingkungan tersebut.
Dengan demikian, kepribadian tersebut akan saling pengaruh mempengaruhi dengan lingkungannya.

Demikian pula dengan faktor yang ada di dalam pribadi itu sendiri.
Faktor- faktor dalam tersebut berkembang dan hasil perkembangannya dipergunakan untuk mengembangkan kepribadian pada tingkatan yang lebih lanjut.
Jadi, kita dapat mengetahui bagaimana kompleksnya perkembangan kepribadian dan bagaimana uniknya kepribadian, oleh sebab itu tidak ada kepribadian yang benar- benar identik dengan kepribadian yang lain.
Inilah sebabnya mengapa setiap kepribadian itu selalu bersifat kompleks dan unik.

Semoga dengan membaca kisah ini, kita terinspirasi untuk memiliki kepribadian yang semakin baik sehingga membuat kita menjadi orang yang hidup selalu bahagia.

Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…