Langsung ke konten utama

Kisah Dalam Sebuah Cerita ~ "Kekerasan Dalam Berpacaran"

Hari ini postingan khusus untuk pasangan kekasih dan bisa juga untuk pasangan suami istri.

Ini adalah sebagai bentuk janjiku pada seseorang untuk sharekan kisah ini dalam blogku.
Jadi kisah ini aku tampilkan dengan ijin penuh dari wanita yang mengalami kejadian ini.

Dia berharap agar kejadian yang dia alami menjadi pelajaran untuk pasangan lainnya dan semoga pasangan lainnya menjadi lebih baik lagi menjalani hubungannya.


Aku masih ingat waktu itu tanggal 10 november ketika aku mendapatkan pesan dari seseorang yang aku kenal.

Isi pesannya seperti ini :

“Dek bisa bsok qta ketemu?
Kk minta tlg y dek, kakak mau cerita.
kmrin sore habis badan kakak di cakar, d pukul, sama dijambak pacar kakak.”

Seperti tidak percaya dengan sms seperti itu, karna aku tau persis selama ini sering terjadi keributan dihubungan mereka tapi tidak pernah mendengar sampai terjadi penganiayaan.

Dengan harapan bisa bertemu, aku merespon dengan mengarahkan dia untuk datang ke tempat tinggalku sekarang.

Sayangnya karna masih sakit, dia menunda kedatangannya.

Tepat dihari Rabu tanggal 13 November dia menghubungiku lagi dengan niat untuk menjumpaiku.

Dengan sangat baik dan teliti aku arahkan dia untuk bisa sampai ketempat tinggalku dan akhirnya dia sampai ditempatku.

Jujur saja aku masih sempat terkaget ketika aku turun dari lantai 2 dan mendapatkan dia dengan kekasihnya.

Bagaimana tidak? Beberapa hari yang lalu dia mengadu mengenai penganiayaan yang dilakukan oleh pacarnya dan sekarang dia datang bersama orang menganiaya dia.

Sempat bingung, apa dia akan menceritakan penganiayaan dia didepan pacarnya sendiri ?

Hahahaaa, ternyata itu hanya dugaan saja ...

Karna ketika aku menghampiri dia kebawah, kami hanya tegur sapa ringan dan sampai dia berbasa-basi ingin melihat kemarku.

Dengan sangat lembut dia meminta izin sebentar pada pacarnya untuk melihat isi kamarku.

Sesampainya dikamarku, dengan cekatan dia membuka baju dan celananya.

Astaga, hancur sudah badannya dengan bekas-bekas luka cakaran, bekas pukulan dan cengkraman yang terlalu kuat.

Banyaknya luka lebam dan warnanya luka yang sangat pekat tersebut membuat aku yakin bahwa dia mendapatkan hantaman yang kuat.

 
Gambar  yang diatas adalah luka lebam pada lengan kirinya akibat cengkraman yang terlalu kuat sampai meninggalkan bekas seperti itu.
Sedangkan gambar yang dibawah adalah luka bekas cakaran pada betis belakang kanan.

Sengaja aku tidak menampilkan luka lebam yang ada diwajahnya karna aku sudah berjanji untuk menyembunyikan identitasnya.

Kami hanya sempat bercengkrama sebentar, setelah aku melihat dan mengambil foto bekas luka lebam itu, kami langsung turun kebawah untuk menjumpai pacarnya kembali.

Kami menciptakan suasana yang lebih santai agar tidak terlihat telah terjadi sesuatu.

Padahal sebenarnya dalam hatiku sangat geram dan ingin rasanya melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada pacarnya.

Aku perhatikan setiap gerak tubuh, cara pandang mata dan gerak bibirnya ketika bercerita.

Jujur saja dia terlihat tidak seperti pria yang keras dan wajahnya yang cenderung terkesan seperti pria lugu dan manis membuat dia jauh dari kesan kasar dan jahat.

Tapi itu adalah pandangan mata yang sering kita jadikan alasan utama untuk mengenali seseorang.

Itulah kenapa diperlukan pengenalan yang lebih dalam dengan seseorang karna pandangan mata tidak selalu sama dengan pandangan hati.

Taukah kamu apa penyebab terjadinya tindakan kekerasan ini?

Dari cerita yang aku dapatkan, wanita ini mengungkit kembali masalah yang lalu ketika pacarnya ketahuan selingkuh.

Tidak senang membahas itu, akhirnya terjadi keributan dan adu mulut diantara mereka sampai akhirnya tindakan kekerasanlah menjadi pilihan akhir.


Apakah pantas seperti itu? Begitukah cara seorang pria yang baik untuk meluapkan emosinya? Begitukah cara seorang pria yang baik dalam menyelesaikan atau menyikapi suatu masalah dalam hubungannya?

Sampai akhirnya tanggal 16 November wanita itu kembali menghubungiku kembali dan bercerita mengungkapkan perasaannya kembali.

Disitu aku baru tau kalau kekerasan itu bukan terjadi hanya kali itu saja.

Hal itu sudah lebih dari 3 kali terjadi. Jangankan ditumbuk, dijambak, dicakar dan dipukul, pria itu juga sudah sanggup meludahi wajah pacarnya sendiri.

Segalanya yang terjadi dalam hubungannya sangat total dia ceritakan dengan serinci-rincinya dan aku sungguh kaget mendengar banyaknya kekerasan fisik dan kekerasan mental yang dia terima.

Pasti kalian bertanya : Kalau begitu kenapa tidak dia tinggalkan saja pacarnya?

Kalau begitu kenapa tidak dia adukan saja pria itu ke kantor polisi?

Jawabannya masalah cinta dan kasih sayang.

Terkesan berlebihan tapi itulah yang sungguh dia rasakan.

Terkadang dalam keadaan sakit hati, jenuh dan kecewa sempat membuat dia beberapa kali meninggalkan pacarnya.

Hanya saja dia masih menimbang kebaikan yang dia terima selama 2 tahun ini dari pacarnya membuat dia mempertimbangkan kembali untuk meninggalkan pacarnya itu.

Faktor lain pula karna pria itu tidak ingin wanita ini meninggalkan dia karna penyampaian pria itu yang mengatakan bahwa dia sangat mencintai wanita itu dan berharap wanita itu menjadi wanita terakhir dalam hidupnya.

Sekarang aku yang menjadi bertanya dalam hati :

Apakah itu yang dinamakan cinta ?

Apakah itu cara yang dilakukan seorang pria pada wanita yang dicintainya ?

Kalau dia mencintai wanita itu, bagaimana dia bisa sanggup melihat wanita yang dia cintai tersakiti oleh tangannya?

Astaga, aku bahkan menganggap itu bukan sebuah cinta melainkan sebuah pertahanan akan keterikatan hubungan yang sudah sangat lama.


Cinta itu tidak mungkin sanggup menyakiti, ketika dalam suatu percintaan terasa menyakitkan, itu bukan cinta.

Cinta itu membawa kebahagiaan, bukan teriakan kesakitan dan tangisan airmata.

Tuhan menganugerahkan cinta untuk memnimbulkan kebahagiaan bagi umat ciptaannya.

Tuhan memberikan kebahagiaan  dalam hidup melalui cinta agar manusia ciptaannya dapat merasakan bagaimana cinta Tuhan pada umatnya.

Sedangkan Tuhan yang memberikan segala kehidupan yang ada sungguh tidak mampu menyakiti umatnya, tapi kenapa umatnya malah saling menyakiti satu sama lain?

Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan, tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya.

Semua masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin, semua masalah bisa diselesaikan dengan kasih sayang, semua masalah bisa diselesaikan dalam sebuah doa dan semua masalah bisa diselesaikan tanpa harus menyakiti.

Ingatlah bahwa cinta itu kebahagiaan, cinta itu tidak menyakiti.

Jadi ketika kamu berhasil menyakiti sesamamu, itu bukan cinta dan jangan pernah menjadikan cinta sebagai alasan untuk menutupi kejahatanmu itu.

Layaknya sebuah mobil kesayanganmu, tidaklah mungkin kamu menabrakan mobil itu berulangkali secara sengaja dengan alasan kamu mencintainya.

Ketika seorang pria bisa merawat barang-barang koleksinya dengan penuh teliti, dengan penuh kesabaran, dengan penuh pengorbanan dan dengan penuh perasaan, apakah dia bisa merawat, menjaga, memperlakukan wanita yang dicintainya seperti itu juga?

Ini sungguh jadi pelajaran besar untuk kamu yang memiliki pasangan saat ini dan yang berniat untuk memiliki pasangan.



Bagi kamu para pria, ingatlah kalian dilahirkan dengan tenaga lebih besar dari wanita bukan untuk menyakiti wanitamu melainkan Tuhan ingin kamu menggunakan tenaga yang diberikan wanita itu untuk menjaganya dari sesuatu yang akan menyakitinya, tenaga untuk kamu gunakan mengais rejeki agar mampu membahagiakan dan membiayai keluargamu kelak, tenaga untuk membantu meringankan pekerjaan berat yang tidak bisa terselesaikan dengan tenaga wanitamu.

Jangan pernah menyakiti atau bertindak keras pada wanitamu. Bukan hanya kepada kekasihmu melainkan pada seluruh wanita.

Jika kamu berusaha menyakiti kekasihmu, tempatkan posisi dia setara dengan ibumu atau saudara perempuanmu.

Bagaimana jika caramu menyakiti dia sama halnya seperti cara pria lain menyakiti ibu dan saudara perempuanmu?

Tuhan tidak pernah tidur, hukum karma akan selalu berlaku untuk menunjukkan bahwa Tuhan adalah hakim yang paling adil.

Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan ~ Kejahatan akan dibalas dengan kejahatan.

Seperti yang dikatakan oleh Tuhan dalam pewartaannya, Apa yang kamu tabur itulah yang akan kamu tuai.

Demikianlah postingan bintang dan semoga postingan ini memiliki manfaat untuk para pembaca sekalian.

Ambillah segala hal positif yang dapat kamu ambil dari postingan ini dan jadikanlah pedoman yang baik dalam hidupmu.

Segala kritik dan saran yang membangun tetap bintang harapkan untuk perbaikan pada postingan-postingan berikutnya.

Pada akhirnya, bintang mengucapkan terimakasih kepada wanita ini yang sudah dengan penuh kepercayaan menjadikan bintang sebagai tempat pengaduan dan terimakasih sudah berkenan membagi kisahnya untuk dijadikan pengalaman bagi orang lain.
Bintang juga mengucapkan terimakasih kepada para pembaca dan sampai jumpa pada postingan berikutnya, sampai jumpa 6_^


Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…