Langsung ke konten utama

BAB I - Karya Tulis Ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Virgin berasal dari bahasa Latin virgo atau gadis, perawan. Istilah ini juga punya kaitan erat dengan istilah virgi, yang artinya baru, ranting muda atau cabang yang tidak berbentuk. Virgin atau Keperawanan memang hanya dibatasi oleh selaput tipis yang disebut himen yang terletaknya dimulut liang kemaluan. Sebenarnya, selain dokter, khususnya dokter kandungan sulit menentukan seseorang itu masih perawan atau tidak.
Dokter kandungan pun harus memeriksa selaput dara seorang wanita melalui anus, tidak bisa dengan melihat saja, apalagi orang awam (Ensiklopedia, 2012)
Indonesia merupakan negara yang masih menghormati adat dan istiadat terutama mengenai keperawanan yang harus tetap dijaga oleh wanita yang belum menikah. Namun dengan adanya pengaruh kebudayaan barat yang semakin menjalar di Indonesia, banyak pelajar yang menganggap seks bebas merupakan hal yang biasa dilakukan walaupun belum menikah. Hal itu dapat dibuktikan dengan hasil survey Kepala bagian evaluasi dan monitoring kesejahteraan keluarga (Kesra) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Falahi yang mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 62,7% remaja putri yang tidak perawan lagi. Falahi mengemukakan tentang hasil penelitian tahun 2008 yang menyebutkan bahwa dari 4.726 responden siswa SMP/SMA di 17 kota besar menunjukkan bahwa 62,7% tidak perawan. Hasil survey yang berbeda pun dipaparkan oleh Ketua Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Ponorogo yang menyampaikan bahwa 80% remaja putri di Ponorogo sudah tidak perawan lagi dan remaja pria memiliki data angka persentase yang sedikit lebih besar lagi.
Data angka persentase itu sangat jauh di atasnya data angka persentase serupa di kalangan para remaja Jabotabek yang sekitar 51%, sebagaimana data yang pernah dirilis oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional) pada awal bulan Nopember lalu. Namun data angka persentase di Ponorogo itu masih di bawahnya data angka persentase di kalangan para mahasiswi kota Yogyakarta yang mencapai 97,05%, sebagaimana yang pernah dirilis oleh LSCK PUSBIH (Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora) pada tahun 2002 yang lalu. LSCK PUSBIH menemukan fakta dari 1.660 orang responden yang tersebar di 16 perguruan tinggi di kota Yogyakarta. 97,05% dari responden itu mengaku kehilangan keperawanannya dalam periodisasi waktu kuliahnya.
Membahas tentang masalah yang dilatar belakangi masalah keperawanan, peneliti akan kembali mengingatkan masalah atau kasus perceraian karena suami tidak mendapatkan perdarahan pada istri saat malam pertama.
Pertengahan bulan Juli tahun 2012 lalu kita digencarkan dengan kasus Bupati Garut yaitu Aceng HM Fikri (40 tahun) yang menceraikan istrinya Fany Octora (18 tahun). Aceng memaparkan alasannya menceraikan Fany Octora karena Aceng merasa ditipu oleh Fany yang ternyata tidak perawan lagi. Hal itu dibuktikan ketika malam pertama setelah pernikahan mereka tanggal 14 Juli 2012, Aceng tidak mendapatkan adanya perdarahan saat pertama kali mereka berhubungan seksualitas. Akhirnya setelah 4 hari menikah, tanggal 18 Juli 2012 Aceng mengajukan surat perceraian pada Fany Octora.
Dalam koran Kompas, Kasus yang sama juga terjadi di Medan pada Divia Singh (18 tahun) yang diceraikan oleh suaminya Jhoni (38 tahun). Divia dinikahi oleh Jhoni pada tanggal 23 November 2012 dan diceraikan 07 Desember 2012. Jhoni menceraikan Divia yang sudah 2 minggu dinikahinya dengan alasan yang sama dengan Aceng. Jhoni merasa ditipu oleh Divia karna Jhoni berpendapat bahwa Divia tidak perawan lagi dengan alasan Jhoni tidak mendapatkan perdarahan saat melakukan hubungan seksual pertama kali bahkan setelah melakukan hubungan seksual berikutnya.
Kasus yang berbeda terjadi di jawa timur pada Imroatus Solikah (25 tahun) yang harus mengalami luka lebam dibagian muka dan pelipis karna dianiaya oleh suaminya Ema Suwito (30 tahun). Ema memberikan alasan karna sakit hati dan emosi sehingga menganiaya Solikah sebab Solikah tidak perawan dan tidak mengeluarkan darah saat malam pertama (Kompas, 03/11/2010).
Untuk diketahui, besarnya angka kejadian wanita yang tidak mengalami perdarahan saat pertama kali melakukan senggama menurut Wikipedia bahasa Indonesia, dalam ensiklopedia bebas dicantumkan hanya 43% wanita melaporkan pendarahan ketika mereka pertama kali melakukan senggama, sedangkan menurut Wordpress (2008) hanya sekitar 50% dari remaja dan wanita mengalami pendarahan pada saat pertama melakukan hubungan seks. Itu artinya masalah perdarahan saat pertama kali melakukan senggama merupakan hal yang sudah banyak terjadi pada beberapa wanita di Indonesia.
Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Pria Tentang Keperawanan Di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Pekanbaru Tahun 2013.
 1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMA Negeri 5 Pekanbaru Tahun 2013 ?

 1.3  Tujuan Penelitian
1.3.1   Tujuan Umum
Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMA Negeri 5 Pekanbaru Tahun 2013.
1.3.2   Tujuan Khusus
1.    Untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru tahun 2013.
2.    Untuk mengetahui sikap remaja pria tentang keperawanan sesuai dengan tingkat pengetahuannya di SMA Negeri 5 Pekanbaru tahun 2013.
3.    Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMA Negeri 5 Pekanbaru Tahun 2013.

1.4  Manfaat Penelitian
1.4.1   Bagi Peneliti
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang penelitian dibidang kesehatan terutama pemahaman tentang keperawanan pada seorang wanita.
1.4.2   Bagi Remaja Pria SMA 5 Pekanbaru
Sebagai bahan masukan dan referensi untuk memberikan pengetahuan yang lebih baik, benar dan tepat tentang ilmu kesehatan umum terutama pemahaman tentang keperawanan yang sesungguhnya.
1.4.3   Bagi Akademi Kebidanan Internasional
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswi akademi kebidanan internasional tentang penelitian dibidang kesehatan terutama pemahaman tentang keperawanan pada seorang wanita. Sehingga proposal ini dapat disimpan dan dijadikan inventaris di perpustakaan akademi kebidanan internasional agar nantinya proposal ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dan referensi untuk peneliti selanjutnya. Dengan digunakannya proposal ini untuk bahan masukan dan referensi untuk penelitian selanjutnya, maka penelitian ini akan mengalami perkembangan untuk kedepannya sehingga menjadi penelitian yang sempurna.

Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.