Langsung ke konten utama

Proposal Episode IV : Life is a TEST

Dari cerita Proposal Episode III : Sidang Proposal Vs Bintang tentu masih terngiang rasanya kebahagiaan ketika sudah dinyatakan lulus dan bisa melanjutkan ke penelitian.
Nah sekarang masuk kedalam masalah penelitian yang sangat mengejutkan hari.
Penelitian sebenarnya sudah aku persiapkan akan dilaksanakan di SMAN 5 Pekanbaru.

Surat izin pengambilan data dari Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru sudah dikeluarkan untuk penelitian ke SMAN 5 Pekanbaru.
Sesudah itu surat izin pengambilan data dari Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Riau sudah dikeluarkan untuk penelitian ke SMAN 5 Pekanbaru.

Kemudian surat izin pengambilan data dari Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Riau sudah dikeluarkan untuk penelitian ke SMAN 5 Pekanbaru.
Dan terakhir surat izin riset dari Dinas Pendidikan kota Pekanbaru juga sudah dikeluarkan untuk penelitian ke SMAN 5 Pekanbaru.

Semua surat itu butuh waktu 1 minggu 4 hari untuk mengurusnya.
Memang aku tidak sibuk, hanya saja waktu terasa terbuang saja untuk menunggu.
Sekarang ketika semua surat sudah selesai, apa yang terjadi ?
Memang secara langsung aku belum menemui bagian yang bersangkutan di SMAN 5 tersebut, hanya saja pesan dari teman-teman mengatakan :

"Bintang, di SMAN 5 udah gak bisa meneliti lagi, dari kampus hanya 2 orang saja yang diambil"

"Gak bisa meneliti Bintang, katanya kampus kita salah gak kasi surat pemberitahuan dulu sebelum surat dari dinas pendidikan masuk"

"Bintang, orang itu sensitif kali sama kita. Katanya judul-judul yang berbaur seks rata-rata yang masuk ketempat orang itu"

Ya begitulah, masih banyak saja komentar yang disampaikan teman-teman mengenai sekolah itu.
Apa sajalah kata mereka, toh intinya aku harus pindah tempat untuk menelitikan?

Baiklah, sekarang berpikir dan berpikir harus meneliti kemana lagi.
Dan tiba-tiba terpikir untuk meneliti di SMK Taruna Mandiri di jalan Rajawali saja.
Mungkin pilihan yang tepat dengan alasan jumlah pria nya lebih banyak dibandingkan SMAN 5.
Lagian yang menjadi responden aku hanya laki-laki dan kebetulan sekolah itu dekat dengan rumah, jadi lebih terjangkau kalau ada yang kurang.
Dan itu artinya aku harus mengurus ulang surat itu dari awal.


Andai saja aku bisa seperti temanku yang lainnya bisa menangis, mungkin aku akan menangis.
Hanya saja itu tidak bisa membuatku menangis karna ada banyak hal lainnya yang lebih menyakitkan dari itu yang bisa buat aku lebih kuat menangis. Lagian bagiku itu bukan hal yang menyedihkan walaupun agak mengecewakan karna aku sadar bahwa hidup adalah ujian.
Terkadang aku heran kalau melihat temanku yang menangis karna hal sepele dalam kuliah yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan cara mudah. Mungkin itulah hidup, terkadang orang yang tidak terbiasa dengan beban berat akan sering kaget dan menangis ketika mendapatkan sedikit beban.

Yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan surat-surat itu agar aku bisa mengurusnya secepat mungkin tanpa harus menangis terlebih dahulu karna aku percaya Tuhan tidak akan memberikan cobaan pada umatnya diluar dari batas kemampuannya.
Pertama sekali Aku urus surat pertama darai kampus kemudian aku lanjutkan ke kesbang provinsi kemudia dilanjutkan ke kesbang kota.
Besoknya aku datang untuk mengambil surat ke kesbang kota dan suratku tidak keluar karna ada salah satu kata. Baiklah daripada ribut dan kepalaku semakin sakit berdebat, aku bawa surat itu dan aku buang ke tong sampah terdekat. Mau tau salahnya dimana? salahnya karna penulisan dari kampus yang menuliskan penelitian akan dilakukan pada semua pria yang ada dipekanbaru. Gak bisa disalahkan juga kesbang kota karna surat itu memang salah dari kampus.

Kembali aku buat surat yang baru dari kampus dan aku pastikan bahwa tidak ada lagi yang salah dengan penulisan kata.
Oke, surat kembali diurus ke kesbang provinsi dan lanjut ke kesbang kota.
Yang terjadi adalah salah tujuan dari kesbang provinsi, Astaga ...
Mau tak mau aku harus kembali merevisi surat itu ke kesbang provinsi karna mereka membuat tujuanku ke dinas kesehatan sementara aku membutuhkan surat yang ditujukan ke dinas pendidikan.
Memang tidak memakan waktu lama, tapi itu cukup membuat aku kembali bolak balik untuk memperbaikinya.
Oke semua mantap dan surat diterima kesbang kota dan besok akan dikeluarkan.

Besok sorenya aku datang kembali kesana dan mengantarkan surat itu ke dinas pendidikan.
Butuh waktu seminggu hanya untuk mendapatkan surat ijin penelitian dari dinas pendidikan.
Senangnya hati ketika seminggu kemudian surat itu sudah keluar walaupun harus menunggu seminggu hanya sekedar untuk mendapatkan tanda tangan.
Sekarang surat itu sudah ada ditangan aku dan harus segera aku urus ke SMK Taruna, semoga diterima dengan baik disana.
Dengan langkah pasti aku menuju SMK Taruna dan disana aku bisa bertemu dengan bagian yang bersangkutan.
Sejauh ini semuanya sangat baik dan syukurlah sikap mereka juga ramah.
Tapi sekarang aku harus tetap menunggu karna mereka belum bisa menentukan secara pasti mengenai waktu penelitian yang diberikan untuk aku.
Tapi aku berharap semua baik-baik saja sesuai dengan doaku.

Jadi untuk para pembaca, semoga pengalaman aku ini bisa dijadikan bekal untuk kalian semua yang mungkin pernah atau akan ada diposisiku nanti.
Ingat, yang terpenting jangan pernah mengeluh, menyerah, pasrah dan berpikiran negatif.
Apapun masalah yang kamu hadapi harus cepat mencari solusinya dan cepat lakukan solusi yang paling tepat daripada kamu hanya membuang waktu dengan menangis, menyesal dan terus kecewa dengan apa yang terjadi pada kamu.
Tetaplah bersyukur karena melalui beban yang kamu dapatkan dari Tuhan merupakan cara Tuhan untuk membuatmu menjadi pribadi yang tegar dan sabar. Percayalah selalu ada makna positif dari setiap beban yang kamu terima.
Ingat selalu Berdoa dan Berusaha maka Tuhan akan memberikanmu jalan.
Love u all and GBU.





Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.