Langsung ke konten utama

Proposal Episode II : Proposal Vs Me

Hai ...
Aku ingin berbagi cerita lagi tentang pengalamanku selama proses pembuatan proposal ini.
Sekarang masuk cerita ke II dimana persaingan antara aku dan proposalku semakin gesit, hehe.
Sesungguhnya proposal itu tidak sulit, hanya saja sangat dibutuhkan ketelitian dan kesabaran.


 Terlihat memang sepele, tapi ini adalah awal dari pintu kesuksesan yang aku mulai,
Awal dimana aku akan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya untuk orangtuaku
dan awal dari kehidupan yang benar-benar nyata akan aku jalani.
Semua berawal dari pembuatan proposal ini.

Ketelitian karena harus benar-benar sempurna dalam arti penggunaan penulisan yang baik dan benar sangat berlaku, penyusunan kata per kata, prosedur penulisan, kerapian, semu harus benar-benar teliti untuk diperhatikan.
Kesabaran karena harus benar-benar sabar untuk pembuatannya, gak boleh ada kata jenuh atau bosan.
Benar-benar sabar juga untuk merevisi kembali jika dikatakan ada yang kurang oleh pembimbing proposal.
Benar-benar sabar untuk mengeluarkan uang karna harus print and print again, haha.
Benar-benar sabar untuk selalu menunggu pembimbing, mencari pembimbing dan menyusul pembimbing kalau dia tidak bisa ditemukan di kampus.

Dengan bermodalkan ketelitian dan kesabaran rasanya sudah mulai masuk ke tahap maksimal untuk bisa mendapatkan hasil proposal yang maksimal juga.
Ingat sekali pengalamanku mengenai proposal ini,

Pertama, aku harus berjuang keras untuk mendapatkan pinjaman laptop. Beneran gak bohong, karena aku saat itu tidak punya laptop karena sudah hilang diambil orang. Jadi supaya dapat tumpangan laptop aku gunakan cara yang menguntungkan orang lain juga. Jadi beberapa orang yang meminta bantuan aku untuk membuat proposalnya dengan senang hati aku menerima mereka untuk aku bantu. Jadi setiap aku mengerjakan proposal mereka, kadang kala aku sempatkan untuk mengerjakan proposal aku. Memang jatuhnya aku lebih mengutamakan proposal orang lain terlebih dahulu, tapi ketika aku setengah mengerjakan proposalnya, aku lanjutkan mengerjakan proposal aku. Selalu begitu sampai aku mendapatkan 4 pinjaman laptop dari 4 orang yang berbeda. Syukurlah berkat cara itu proposal aku selesai juga.

Kedua, aku harus ikhlas ketika harus nge print ulang semuanya dari awal sampai akhir ketika yang salah hanya 4 lembar, hahaha. Kadang yang salah 1 lembar tapi tetap harus dari awal karena halaman berubah dan daftar isi juga berubah, jadi berubahlah semuanya. Kalau aku gak salah, total seluruh halaman proposal aku sekitar 78 halaman, kalau membayar 45 ribu tuh sekaligus untuk yang warna juga. Syukur-syukur kalau print nya 1x, nih sampai 5x malahan. Kadang percuma aja ada print dirumah kalau nge-print tetap aja jatuhnya diluar dan harus membayar, lagian kalau ngeprint dirumah mau pakai apa? ribet memang. Tapi aku belum bisa mengeluh kalau aku yang paling menderita tentang masalah ini karna ada yang jauh lebih menyedihkan nasibnya daripada aku dalam jumlah ngeprint, hehe.


 
Ini dia 4 dari keseluruhan dosen cantik yang mengajar dikampus Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru.
Nah yang ujung kanan itu pembimbing akademik sekaligus pebimbimbing KTI aku, gak nyangka ya kebetulan kali keduanya.
Berturut-turut dari ujung kanan Ibu Dewinny Septalia, Ibu Febrianti Maharani, Ibu Lisa, Ibu Wiwin.


Ketiga, kalau tidak bisa menemukan dosennya di kampus, ya terpaksa harus cari ke kampus orang lain. Waktu itu aku mendapatkan pembimbing bunda Dewinny. Bunda win itu ada dikampus hanya hari senin sampai kamis, kalau jumat sampai minggu ibunya kuliah. Jadi waktu itu aku harus ujian tanggal 22 januarihari selasa, dan hari sabtu aku harus bisa mendapatkan tanda tangan ibu itu sebagai tanda aku sudah dapat ijin untuk ikut ujian. Ya hari sabtu itu mau tak mau harus mengejar ibu itu ke kampusnya, untung saja ibu itu bukan tipe dosen yang suka menyulitkan mahasiswinya.


Sejauh ini hanya ketiga itu saja yang paling diingat kalau membuat proposal ini.
Aku hanya berharap aja semoga ujian proposal nanti berjalan mulus.
Semoga semua pertanyaan bisa terjawab dengna baik, benar.
Semoga presentasi berjalan lancar,
dan akhirnya proposal dinyatakan LULUS dengan nilai "A"
Amin.
Tunggu cerita aku selanjutnya ya tentang ujian proposal aku.
Terimakasih sudah membaca pengalamanku mengenai proposalku.
Datang kembali ya ke blog aku.
Love u my reader's, God Bless You.


Fransisca Bintang Theresia Nainggolan

Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…