Selasa, 12 Februari 2013

Proposal Episode II : Proposal Vs Me

Hai ...
Aku ingin berbagi cerita lagi tentang pengalamanku selama proses pembuatan proposal ini.
Sekarang masuk cerita ke II dimana persaingan antara aku dan proposalku semakin gesit, hehe.
Sesungguhnya proposal itu tidak sulit, hanya saja sangat dibutuhkan ketelitian dan kesabaran.


 Terlihat memang sepele, tapi ini adalah awal dari pintu kesuksesan yang aku mulai,
Awal dimana aku akan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya untuk orangtuaku
dan awal dari kehidupan yang benar-benar nyata akan aku jalani.
Semua berawal dari pembuatan proposal ini.

Ketelitian karena harus benar-benar sempurna dalam arti penggunaan penulisan yang baik dan benar sangat berlaku, penyusunan kata per kata, prosedur penulisan, kerapian, semu harus benar-benar teliti untuk diperhatikan.
Kesabaran karena harus benar-benar sabar untuk pembuatannya, gak boleh ada kata jenuh atau bosan.
Benar-benar sabar juga untuk merevisi kembali jika dikatakan ada yang kurang oleh pembimbing proposal.
Benar-benar sabar untuk mengeluarkan uang karna harus print and print again, haha.
Benar-benar sabar untuk selalu menunggu pembimbing, mencari pembimbing dan menyusul pembimbing kalau dia tidak bisa ditemukan di kampus.

Dengan bermodalkan ketelitian dan kesabaran rasanya sudah mulai masuk ke tahap maksimal untuk bisa mendapatkan hasil proposal yang maksimal juga.
Ingat sekali pengalamanku mengenai proposal ini,

Pertama, aku harus berjuang keras untuk mendapatkan pinjaman laptop. Beneran gak bohong, karena aku saat itu tidak punya laptop karena sudah hilang diambil orang. Jadi supaya dapat tumpangan laptop aku gunakan cara yang menguntungkan orang lain juga. Jadi beberapa orang yang meminta bantuan aku untuk membuat proposalnya dengan senang hati aku menerima mereka untuk aku bantu. Jadi setiap aku mengerjakan proposal mereka, kadang kala aku sempatkan untuk mengerjakan proposal aku. Memang jatuhnya aku lebih mengutamakan proposal orang lain terlebih dahulu, tapi ketika aku setengah mengerjakan proposalnya, aku lanjutkan mengerjakan proposal aku. Selalu begitu sampai aku mendapatkan 4 pinjaman laptop dari 4 orang yang berbeda. Syukurlah berkat cara itu proposal aku selesai juga.

Kedua, aku harus ikhlas ketika harus nge print ulang semuanya dari awal sampai akhir ketika yang salah hanya 4 lembar, hahaha. Kadang yang salah 1 lembar tapi tetap harus dari awal karena halaman berubah dan daftar isi juga berubah, jadi berubahlah semuanya. Kalau aku gak salah, total seluruh halaman proposal aku sekitar 78 halaman, kalau membayar 45 ribu tuh sekaligus untuk yang warna juga. Syukur-syukur kalau print nya 1x, nih sampai 5x malahan. Kadang percuma aja ada print dirumah kalau nge-print tetap aja jatuhnya diluar dan harus membayar, lagian kalau ngeprint dirumah mau pakai apa? ribet memang. Tapi aku belum bisa mengeluh kalau aku yang paling menderita tentang masalah ini karna ada yang jauh lebih menyedihkan nasibnya daripada aku dalam jumlah ngeprint, hehe.


 
Ini dia 4 dari keseluruhan dosen cantik yang mengajar dikampus Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru.
Nah yang ujung kanan itu pembimbing akademik sekaligus pebimbimbing KTI aku, gak nyangka ya kebetulan kali keduanya.
Berturut-turut dari ujung kanan Ibu Dewinny Septalia, Ibu Febrianti Maharani, Ibu Lisa, Ibu Wiwin.


Ketiga, kalau tidak bisa menemukan dosennya di kampus, ya terpaksa harus cari ke kampus orang lain. Waktu itu aku mendapatkan pembimbing bunda Dewinny. Bunda win itu ada dikampus hanya hari senin sampai kamis, kalau jumat sampai minggu ibunya kuliah. Jadi waktu itu aku harus ujian tanggal 22 januarihari selasa, dan hari sabtu aku harus bisa mendapatkan tanda tangan ibu itu sebagai tanda aku sudah dapat ijin untuk ikut ujian. Ya hari sabtu itu mau tak mau harus mengejar ibu itu ke kampusnya, untung saja ibu itu bukan tipe dosen yang suka menyulitkan mahasiswinya.


Sejauh ini hanya ketiga itu saja yang paling diingat kalau membuat proposal ini.
Aku hanya berharap aja semoga ujian proposal nanti berjalan mulus.
Semoga semua pertanyaan bisa terjawab dengna baik, benar.
Semoga presentasi berjalan lancar,
dan akhirnya proposal dinyatakan LULUS dengan nilai "A"
Amin.
Tunggu cerita aku selanjutnya ya tentang ujian proposal aku.
Terimakasih sudah membaca pengalamanku mengenai proposalku.
Datang kembali ya ke blog aku.
Love u my reader's, God Bless You.


Fransisca Bintang Theresia Nainggolan

Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting