Senin, 28 Januari 2013

Kebahagiaan Adalah Pilihan

Beberapa hari yang lalu aku sempat mengobrol dengan teman kampus di ruangan.
Aku ingat sekali waktu itu dia bercerita tentang kekasihnya yang sudah 7 bulan bersamanya.
Dia mengatakan betapa bahagianya dia jika nanti setelah dia wisuda, kekasihnya menikahi dia.
Aku terdiam sejenak dan aku bertanya "Kenapa kau yakin kalau kau bahagia setelah menikah dengannya?"
Dia menjawab "Karna aku cinta sama dia, makanya aku bahagia"
Aku berpikir sejenak, apakah yang dia inginkan akan selalu membuatnya bahagia?
Apakah kebahagiaan itu bukan Tuhan yang memberikan? Kenapa dia bisa menentukan kebahagiaannya?


Sampainya dirumah aku masih teringat mengenai kata-kata bahagia itu.
Seperti biasa mamaku selalu menelfon aku setiap pulang kuliah, saat itu aku bertanya pada mamaku :
"Mama ... selama mama hidup, apa yang membuat mama sangat bahagia dan kebahagiaan apa yang mama inginkan selanjutnya?"
Walaupun sempat bertele-tele, aku masih ingat jawaban mama saat itu.
Dia mengatakan "Hal yang paling membahagiakan dalam hidup mama adalah ketika mama mendapatkan ibu yang sangat menyayangi mama, mama bahagia ketika harapan mama untuk hamil dan memiliki anak-anak seperti kalian yang sangat menyayangi mama sudah terpenuhi, mama bahagia ketika mama bisa memenuhi semua kebutuhan kalian terutama pendidikan kalian, dan kebahagiaan yang mama inginkan selanjutnya melihat kalian semua sarjana, memiliki pekerjaan yang sangat bagus, menjadi orang yang terhormat, menikah dengan pria yang mencintai kalian dan melihat kalian memberikan mama cucu."


Dari gagasan yang aku dapatkan, aku seperti mendapat kesimpulan kalau kebahagiaan itu sangat mudah dicapai. Kebahagiaan sudah dimiliki seseorang ketika apa yang dia inginkan sudah dia dapatkan, namun apakah semua keinginan yang sudah terpenuhi sudah pasti memberikan kebahagiaan yang seutuhnya?

Di dunia ini survey sudah membuktikan bahwa 98% orang menerima jika hidupnya akan bahagia jika memiliki banyak uang, mendapatkan kehormatan dan mempunyai banyak harta dimana-mana.
Namun apakah jabatan dan uang pasti membawa kebahagiaan ?
Aku mengatakan tidak selalu, karna hasrat melimpah dalam diri seseorang yang terobsesi bahagia dengan memiliki banyak uang dan mempunyai jabatan justru akan memberikan penderitaan besar yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya jika tidak sanggup memanfaatkannya sebaik mungkin.














Ingat kedua manusia ini ? Ny. Angelina Sondakh dan Tn. Nazaruddin.
Mereka adalah manusia yang sesungguhnya telah berhasil membuatnya bahagia dan berhasil membuat hidupnya juga menderita.
Karna kasus korupsi yang mereka lakukan, sekarang mereka mendapat penginapan baru yaitu di penjara. Kenapa mereka bisa dipenjara ? Mereka sendirilah yang membuat diri mereka masuk kedalam penderitaan seumur hidup.

Jujur saja saya sempat terkejut membaca biodata Angelina Sondakh dalam suatu kesempatan di salah satu postingan seorang blogger.
Angelina Patricia Pingkan Sondakh lahir di Australia, 28 Desember 1977 adalah puteri indonesia 2001 asal sulawesi utara. Pada pemilu 2004, dia berhasil terpilih sebagai anggota DPR Republik Indonesia dari Partai Demokrat. Yang membuat aku terkagum membaca biodata Angelina karena prestasi-prestasi luar biasa yang dia dapat. Benar-benar salah satu manusia yang sangat beruntung karna hidupnya yang sesungguhnya sangat membuat dia bahagia. Angelina ini merupakan salah satu bukti yang menguatkan saya kalau kebahagiaan itu adalah piihan, dia yang memilih untuk korupsi karna dia merasa bahagia dengan uang yang melimpah. Padahal kalau dia mensyukuri kebahagiaannya sebagai anggota DPR pasti hidupnya tidak akan sesulit saat ini. Namun inilah kenyataan yang harus dia terima, dibalik kebahagiaan yang dia pilih ada takdir yang sudah membuntutinya juga dengan pilihan dia itu.

Lalu bagaimana dengan bapak Muhammad Nazaruddin, SE ? Nazar lahir di bangun, 26 agustus 1978  dan tinggal di apartemen taman rasuna tower 9-8 F. Nazar adalah seorang pengusaha dan dulunya menjadi anggota DPR RI Komisi 3, dan telah menjadi mantan bendahara umum (bendum) Partai Demokrat di bawah Anas Urbaningrum. Sama hal nya dengan nyonya Sondakh, Tuan Nazar juga tidak puas dengan materi yang dia dapat sebagai pengusaha dan bendahara umum partai demokrat sampai dia memutuskan untuk korupsi juga. Dia bahagia mendapatkan uang korupsi yang banyak ? pasti dia senang, tapi dia juga harus membalas kesenangannya itu atas penderitaan rakyat.

Lupakan mereka ...
Kita anggap mereka orang-orang yang sudah berhasil mendapatkan kebahagiaan sesuai dengan yang mereka pilih. Sebelum aku membuat postingan ini, aku sempat bertanya kepada beberapa orang mengenai kebahagiaan yang sudah mereka pilih dan inilah pendapat orang-orang yang sudah membuat pilihan untuk kebahagiaan mereka.

Guntur ...
Dia merasa hidupnya sudah bahagia kalau semua yang dia harapkan sudah tercapai.
Apa yang dia inginkan ?
Membahagiakan orang tuanya dan orang-orang yang ada disekitarnya ?
Dengan apa dia membahagiakan orang tuanya dan orang-orang yang ada disekitarnya ?
Masih dia pikirkan.


Dilka Dabidirmas ...
Dia merasa hidupnya sudah bahagia karena mempunyai orang tua yang sudah mengasuh dan merawatnya sampai dia segedek ini.
Apakah cukup itu aja yang membuat dia bahagia ?
Apakah ada kebahagiaan lain yang masih dia inginkan ?
Ternyata masih ada banyak yang ingin dia dapatkan untuk membuat dia bahagia,
tapi untuk sementara hanya kebahagiaan memiliki orangtua yang masih dia syukuri.


Chairin Nissa ...
Masa depan yang menurut shasya bisa membuat dia bahagia adalah karna orang tuanya bisa merasakan kebahagiaan atas keberhasilan dia, 
Kebahagiaan apabila dia bisa menjadi seorang bidan dan bisa menjadi seorang dosen, 
Kebahagiaan apabila dia bisa mendirikan rumah sakit dan mempunyai keluarga yang sakinah.
Dia yakin dengan usaha maka takdir akan berpihak pada dia untuk mendapatkan semua kebahagiaan itu.


Jadi kesimpulan dari ertikel ini dan dari semua pendapat dari responden saya,
Maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa kebahagiaan itu adalah pilihan.
Kita yang menentukan kebahagiaan seperti apa yang kita inginkan, jika sudah bisa menentukan kebahagiaan itu, maka usaha apa yang akan kita lakukan untuk kebahagiaan itu.
Ingatlah kalau Tuhan akan selalu memberikan takdir yang kau harapkan jika kau melakukan usaha untuk mendapatkan apa yang ingin kau dapatkan.
Namun tetaplah ingat kalau semua memiliki pendampingan, artinya akan ada selalu resiko yang menguntungkan atau merugikan untuk setiap pilihan yang kau tentukan dan dari situ kau dapat menentukan apakau kau sudah mendapatkan kebahagiaan yang kau inginkan atau belum
Terimakasih.





Fransisca Bintang Theresia Nainggolan

Laman

 

DUNIA MERAH Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting